Daun Muda

Anak tiriku yang cantik, dan hot

Setelah hidup menduda selama hampir 5 tahun, di usia aku yang sudah lewat setengah abad, akhirnya aku mendapatkan jodoh kembali, dan aku sangat bersyukur karena mendapatkan jodoh seorang wanita cantik, putih mulus (kebetulan istriku ini keturunan chinese), dan yang paling penting meski umurnya sudah tidak muda lagi, mendekati setengah abad, dalam kehidupan seks sangat hebat. Kami berdua tinggal di sebuah apartemen di sekitar jakarta selatan. Cukup lumayan sekitar 98 m3, dengan 3 kamar tidur dengan kamar mandi di dalam, serta living room yang cukup luas. kami berdua memutuskan tinggal di apartemen karena memang kami hanya hidup berdua saja, 2 anakku dari perkawinan sebelumnya sudah berkeluarga semua, sedang kan dua putri istriku dari perkawinan sebelumnya tinggal bersama ayahnya. Sesekali memang kedua putri istriku itu mampir dan menginap di apartemen kami, jadi memang 2 kamar sisa kami peruntukkan untuk mereka dan tamu yang datang menginap. Putri sulung istriku sudah berkeluarga, jadi dia sangat jarang menginap di apartemen kami. Nah, putri bungsu istriku lah yang sering menginap. Usianya sudah 22 tahun, cantik dengan rambutnya yang di cat pirang, mulus dan sexy sekali. Nama putri bungsu istriku itu, Amanda, dan kami sering panggil dengan Manda saja. Dalam keseharian apabila bertemu, kedua putri istriku itu sampai sekarang masih memanggilku dengan sebutan om, dan bagiku tidak masalah sama sekali, meski aku sebenarnya ayah tiri mereka.

Seperti sudah aku tulis di atas, kehidupan seks kami berdua masih sangat hot, kami seringkali melakukannya di sudut2 apartemen kami, apabila aku sedang memasak, mendadak istriku akan jongkok dan menjilati kontolku, bahkan sampai lubang pantat pun tidak akan lepas dari jilatannya. Dalam keseharian, jika tidak ada yang berkunjung ke apartemen kami, kami memang tidak memakai pakaian, hanya memakai pakaian dalam saja, bahkan istriku jarang memakai bh, jadi hanya bercelana dalam saja. Bergantian, aku juga sering mengganggu dia, jika dia sedang asik di sofa menonton dvd serial kegemarannya, aku langsung menurunkan celana dalamnya, dan kujilati, ku emut vagina dan klitorisnya yang harum, tanpa bulu (istriku rajin waxing). Kemudian kedua teteknya ku remas, putingnya yang masih bewarna pink ku pilin2, Jika sudah begini, acara nontonnya pasti batal, dia langsung meminta posisi 69, kami saling jilat saling emut, semuanya, sampai lubang pantat. Itu bisa kami lakukan selama 1 jam dan setelah itu, acara ML pun dimulai, istriku paling suka posisi doggy style, karena posisi ini kontol ku yang besar dan panjang (untuk ukuran orang melayu), akan membentur dinding terdalam vaginanya, jika sudah begitu, erangan nikmat dari mulut istriku akan keluar dengan keras. Istriku, Sandra namanya, memang jika sedang ML atau ku jilati vaginanya, pasti akan mengeluarkan erangan2 nikmat yang keras, dan itu makin menambah semangat dan nafsu ku. Meski kadang2 aku khawatir juga terdengar tetangga sebelah kami.

Untuk mempersingkat, karena kisah ini mengenai putri tiriku Amanda, maka aku akan langsung menceritakan kejadian yang tidak terduga antara diriku dengan Amanda. Jika berkunjung ke apartemen dan menginap, Amanda selalu berbusana seksi sekali, hanya mengenakan hot pants jeansnya yang nyaris memperlihatkan pantatnya yang khas anak muda, montok dan terlihat kenyal, serta mengenakan kaos u can see, mirip2 kaos singlet, sehingga punggungnya yang putih mulus itu membuat laki2 manapun akan ngiler abis. Meski begitu, Amanda tetap memakai bh, sehingga memang putingnya hanya samar terlihat.

Kejadian tidak terduga antara aku dan Amanda terjadi kira2 3 bulan yang lalu. Hari itu adalah hari Sabtu dimana aku tidak ke kantor. Sebetulnya istriku dan mertuaku mengajak aku pergi mengunjungi adik istriku yang tinggal di daerah Bogor. Namun karena 2 ac kamar kami rusak dan perlu di service, maka untuk menunggui tukang service ac, diputuskan aku tidak ikut serta. Jadi istri dan mertua ku saja yang pergi ke Bogor. Singkat cerita, kurang lebih hampir 2 jam aku menunggui tukang service ac, dan setelah itu aku memutuskan untuk mengisi waktu menonton film dvd yang jumat sore kemarin aku beli di point square. Setelah mandi dengan hanya memakai celana dalam aku santai di sofa sambil menonton. Mendadak hp ku berdering, ku lihat, istriku yang menelpon.
” Ya mam…” sahutku,
” Pa kayaknya mama balik agak malem deh, karena Dessy (nama adik istriku) ngajak mama dan nyokap ke Bandung, mau cari baju di factory outlet langganan dia,” kata istriku.
” Wah, gak macet tuh ma? Week end begini ke Bandung?”
” Abis Dessy maks pa,”
” Ooo, ya sudah hati2 di jalan ya, salam untuk Dessy ma, muah,”
” Ok pa, muah,” istriku mengakhiri pembicaraan kami.

Film yang aku tonton, adalah flim serial yang mengisahkan tentang suka duka kehidupan gladiator di jaman Roma kuno. Jadi bisa ditebak film ini penuh dengan adegan2 ML tanpa sensor, wanita2 tanpa busana, wah pokoknya jadi membuat aku horny juga. Sambil menonton ku elus2 “adekku” yang mulai mengeras. Uhh, sayang istriku gak ada nih. Mungkin karena capek atau habis mandi, mata ku gak bisa diajak kompak, dan aku pun tertidur. Tidak tahu berapa lama aku tertidur.

Perlahan mataku terbuka, aku mulai tersadar dari tidur, wah, kaget bukan main aku, ternyata Amanda sedang menonton dvd gladiator yang sedang aku tonton tadi. Seketika aku menutup mataku kembali, bingung, wah bagaimana ini, aku hanya mengenakan celana dalam, dan aku sadar kalau kepala kontolku agak tersembul (masih ngaceng rupanya), dan di sisi sofa yang lain anak tiriku yang cantik dan seksi sedang menonton film. Kapan anak ini masuk, wah rupanya aku lupa mengunci pintu apartemen. Aku masih bingung bagaimana caranya aku bangun dan memulai percakapan mengingat aku hanya memakai celana dalam dan kondisi ngaceng pula. Waduh…

Akhirnya aku putuskan untuk seolah baru bangun, dan akan secepatnya ke kamar untuk memakai celana dan kaos.
” Uuuahhh…” aku berlagak merenggangkan badan seolah baru bangun tidur.
” Ooo Manda, kapan sampai, maaf ya om ketiduran jadi gak tau,” kata ku sambil berlagak mengucek mata. Dan mengatur nafasku agar terlihat biasa.
” Udah sejam an sih om. Om Heru lupa ya kunci pintu, jadi Manda bisa masuk deh,” kata Amanda sambil melirik ke arah ku.
” Tadi Manda mau bangunin om, cuman kasian, kayaknya nyenyak banget, ya udah Manda diemin aja om,” sahut Amanda sambil tersenyum manis. Uhh anak ini kok makin cantik dan nafsuin ya. Tidak sadar aku pukul kepalaku, heh jangan mikir macem2….
” Kenapa om? Pusing,” Amanda heran melihat aku memukul kepalaku sendiri.
” Nggak, om lupa aja masih pakai celana dalam begini dan ada kamu, bentar ya om pakai celana dan baju dulu,” sahutku sambil berdiri dan mau beranjak dari sofa.
” Ya gak usah om, santai aja, Manda gak apa2 kok, ” sahut Amanda dan sangat mengejutkan aku. ” Manda tau kok, kalau disini om sama mama sering cuman pakai daleman aja, jadi santai aja om, kan Manda anak om juga…” waduh tau dari mana dia kebiasaan aku dan mamanya jika sedang berdua di apartemen.
” O iya, mama ke Bogor tadi bareng oma,” kataku memberitahu.
” Iya Manda tau kok, tadi sudah telpon mama sebelum kesini, mama bilang ada om di apartemen, makanya Manda kesini,” sahut Amanda. Ku lirik, kok sambil ngomong matanya melihat ke arah bawah, ke arah selangkangan aku, wah….. kacau nih…. Untuk menghilangkan ke grogian aku, aku berdiri dan beranjak ke arah dapur, ” Om mau buat kopi, Amanda mau dibuatkan apa?” kataku.
” Gak usah om, tadi Manda lihat di chiller ada wine setengah botol, jadi nih Manda lagi minum, gak apa2 kan om Manda minum winenya?”
” Nggak apa2 dong, kalau kurang om masih punya, tuh di chiller masih ada kan beberapa botol yang belum dibuka, buka aja ya,” jawabku sambil sibuk mengaduk aduk kopi, cukup lama untuk menghilangkan rasa grogi.
” Kok lama buat kopinya om,” wah ketauan deh. Segera aku balik badan dan membawa kopi kembali duduk di sofa. Kembali aku terkejut, ketika aku baru duduk di sofa, mendadak Amanda beranjak dari sofa di sisi kanan tv, ke arah sofa yang menghadap tv dan duduk di sebelah aku. Wah…..makin kisruh keadaan aku jadinya. ” Nonton dari samping gak enak om, Manda duduk disini gak apa2 ya om,” katanya. Aku tidak menjawab hanya mengangguk saja. Grogi abissss.

Adegan2 film sudah tidak menarik lagi bagiku, mataku memang masih tertuju ke tv, tapi pikiran ku sudah melayang layang gak karuan. Bingung harus ngapain. Bayangkan aku yang duduk hanya memakai celana dalam, dan ku tahu kalau kontol aku masih ngaceng, duduk di sebelah seorang gadis cantik seksi mulus sekali, dan hanya mengenakan hot pants serta u can see, aduhhh benar2 pikiran aku ngelantur kemana mana. Aku coba membuang pikiran2 kotor, bagaimanapun Amanda anak ku juga sekarang, meski anak tiriku. Gak boleh terjadi apa2, demikian pikirku, mencoba menghilangkan pikiran2 itu. Ku lirik sambil menonton film, sesekali Amanda memijat mijat betisnya.
” Kenapa Manda, sakit betis kamu?” tanyaku.
” Iya om, kemarin lift di kantor rusak, jadi terpaksa turun naik lewat tangga darurat,” jawab Amanda, ” Pegel banget jadinya om,”
” Oooo, ” jawabku tanpa reaksi apapun. Dan mendadak kembali Amanda mengagetkan aku.
” Om cape gak?” tanya Amanda sambil menoleh ke arahku, wah dekat sekali wajahnya ke wajah aku.
” Nggak, biasa aja, kan abis tidur,” jawabku tanpa menoleh, khawatir ketauan groginya.
” Manda mau minta tolong om pijetin betis Manda, mau gak om?” waduhhhh.
” Ooo, ok ok, sini om pijetin,” jawabku sekenanya. Sudah gak tahu harus bicara apa. Dan tanpa ba bi bu lagi, Amanda berbaring tengkurap, dan kakinya ditumpangkan di atas pahaku, celaka 15, betisnya yang mulus dan indah persis di atas kontolku yang ngaceng keras sekali. Aduhh….ketahuan deh kondisi kontol aku pastinya. Perlahan, aku mulai menyentuh betisnya, mulai memijat. Aduh mulusnya betis ini, mataku juga melirik ke arah paha dan pantatnya yang menyembul, duhhh gak tahan melihatnya. Amanda pasti terasa jika kontol aku turun naik akibat nafsu yang memenuhi pikiran ku. Karena sudah tidak konsen lagi, pijatan aku jadi berubah menjadi elusan eluasan, aku benar2 terbius dengan kemulusan betis Amanda.
” Om, kok gak mijet malah ngelus2 aja…” kata Amanda seperti mendesah. Kaget aku mendengar perkataannya, segera aku kembali memijat.
” Om, paha Manda juga dong, pegel juga om,” desah Amanda. Wah, ini sudah benar2 kacau, aku harus memijat pahanya yang indah, putih dan mulus ini? Akhirnya aku menyerah, ya terserah saja apa yang akan terjadi, aku benar2 sudah tidak tahan lagi. Segera aku memulai memijat paha indah ini, ku pijat perlahan kadang sambi mengelus, bahkan tanpa disuruh kedua pantatnya yang indah itu juga ku pijat dan kutekan perlahan, ku elus elus, bergantian.
” Ah..uhhh… enak pijetan om, aduh enak om,” desah Amanda yang kelihatannya mulai terpengaruh dengan elusan dan pijetan aku di paha dan pantatnya. Aku mulai berani. Perlahan tanganku mulai masuk dari sela2 hot pants nya, benar2 sekarang menyentuh pantatnya, mengelus dan sesekali jari2ku menyentuh lubang pantatnya. Setiap kali ku sentuh Amanda bergelinjang, dan ada kedutan2 kecil disekitar pantatnya. Kondisi Amanda ku tahu sekarang sudah sama denganku, terangsang berat. Aku makin tidak perduli lagi, dan sudah tidak malu2 untuk menyentuh mengelus paha dan pantatnya, lubang pantatnya ku usap2 dengan kedua telunjuk ku bergantian. Sesekali kutekan lubang pantatnya. Kondisi Amanda sudah terangsang berat, ” Uhhh, aaaahhh om…enak ommmm, geli enak ommm, terus ommm…” itu saja desah yang keluar dari mulutnya yang indah. Aku makin bersemangat, pikiranku hanya satu, ingin menjilat dan mengemut seluruh tubuh anak tiriku ini!!!!

Posisi Amanda masih tengkurap. Tanpa takut2 lagi aku memasukan tanganku ke depan dan membuka kancing celana hot pantsnya, Amanda diam saja, sambil terus mendesah desah. Ku turunkan hot pantsnya. Amanda tetap diam saja dengan perlakuan aku. Lampu hijauuuuuu, kataku dalam hati, uhhh benar2 aku senang sekali siang ini. Kini Amanda sudah tidak memakai apa2 lagi disekitar pangkal pahanya. Terpampang paha dan pantat yang mulus di depan ku dan siap dinikmati. Kuturunkan betisnya dari pahaku, aku beranjak ke sisi samping Amanda, berjongkok. Sudah tidak tahan, aku langsung menciumi paha Amanda, kujilati, sambil tanganku memijat mijat perlahan kedua pantatnya. Terus kujilati pahanya. ” Uhhhh uuuhhhh ahhhh ommmm enak banget om, ” desah Amanda. Jilatanku berpindah ke arah kedua pantatnya. Kujilat kuemut pantat indah ini, kugigit gigit lembut, dan kedua bongkahan pantatnya ku buka, terpampang lubang pantat yang indah, segera ku jilati lubang pantat Amanda. Sadar atau tidak, Amanda sudah merubah posisi tengkurapnya. Dia sekarang sudah sedikit menungging, dengan posisi ini aku jadi bisa melihat memek Amanda. Indah sekali, tanpa ditumbuhi bulu. Warnanya agak kemerahan. Segera aku jilati memek yang indah ini. Ku emut bibir vaginanya yang masih orisinal, bibir vagina Amanda tidak menggelambir, masih merekat erat, uhhhh benar2 bukan kejatuhan rejeki aku, tapi keruntuhan rejeki. Kujilati dan kukulum bibir vagina Amanda, pelan dengan jariku ku buka sedikit memeknya, indah sekali. Lidahku mulai menjilati didinding2 vagina Amanda, kucari klitorisnya, kuemut emut. Bergantin lubang pantatnya tak luput dari jilatanku.

Kondisi Amanda sudah tidak karuan, bergelinjang ke kiri dan ke kanan, tubuhnya tanpa bisa dicegah membuat kedutan2, ” Aduhhh ommmm, Amanda gak tahannn, terus omm, terus ommm…..”, desah Amanda. Dari kedutan2 tubuhnya yang semakin kencang, aku tahu bahwa sedikit lagi Amanda akan mencapai orgasmenya, aku makin semangat mengemut dan mengulum klitorisnya, kumasukkan lidahku ke dalam vaginannya yang sudah basah bahkan sampai menetes netes. Ku telan habis cairan vaginanya, terus kujilati kuemut, bahkan kusedot kuat2 klitoris Amanda.
” Aduh ommmm, duhhh…ahhhh…ahhhhh….ahhhhh….,” tubuh Amanda terkedut kedut kencang. Amanda mencapai orgasme pertamanya. ” Uhhh enak banget ommmm…”
Tubuh Amanda melemas, dan mendadak dia membalikkan tubuhnya sehingga posisinya menjadi terlentang. Aku berdiri dan duduk di samping sofa. Kupandang tubuh dan wajah yang indah ini, mulus, putih tanpa noda, tanpa gundukan lemak, kencang sekali, tubuh khas wanita muda. Amanda masih terpejam menikmati orgasme yang baru saja melanda dirinya. Tidak tahan melihat wajahnya yang cantik dan bibirnya yang indah, aku langsung menciumnya, kujilati seluruh wajahnya, lehernya, dan berhenti di bibirnya, kukulum dan lidahku masuk ke dalam mulutnya. Amanda bereaksi, lidahku disedot sedotnya. Kedua tangannya melingkar di leherku seolah tidak mau melepaskan kepala ku. Kami saling menjilat dan saling menyedot bibir dan mulut. Tanganku tidak tinggal diam dan masuk kedadanya yang masih tertutup bh. Menyentuh putingnya, memilin lembut, meremas lembut. Tangan kiriku berusaha membuka kaitan bh Amanda. Klik..berhasil. Sambil tetap mengulum bibirnya, kugeser ke atas kaos dan bhnya. Kini kedua teteknya yang indah dan berputing pink terpampang. Kuremas kupilin pilin putingnya. Ciuman dan jilatinku beralih ke leher mulusnya….kuisap dan kucium lembut, jilatanku turun ke arah kedua teteknya. Kini tepat di mukaku terpampang dua gunduk tetek yang indah putih mulus sekali. Seketika kuciumi kujilati dengan rakus kedua tetek indah ini bergantian. Kuemut kujilat putingnya bergantian, sesekali kugigit lembut putingnya. Amanda bangkit kembali gairahnya.
“Enakk om, terus ommm jilatin tetek Amanda. Duhhhh enakkk duhhh nikmattttnyaaa….” Amanda mendesah gak karuan. Tubuhnya melenting ke atas. Tanganku tidak mau tinggal diam. Sambil terus mengemut dan menjilat tetek Amanda, tangan ku turun ke selangkangannya. Kuremas lembut, jari2ku bermain di klitorisnya, kuusap usap, sesekali kumasukkan jariku kedalam vaginanya yang kembali sudah basah sekali. Dua jariku tengah dan manis, akhirnya masuk ke dalam vaginannya, ku dorong maju mundur perlahan dan lembut, takut Amanda merasa sakit. Aku merasa bahwa kontolku diremas remas. Ternyata Amanda sudah menurunkan celana dalamku, dan sambil mendesah desah, tangannya meremas remas kontolku, duhhh enakkk dan nikmatttt nya…. Mendadak Amanda mendorong kepalaku. ” Om berdiri deh..” katanya tersenyum manis. Aku pun berdiri, celana dalam ku sudah melorot, kontolku sudah ngaceng berdiri dengan gagahnya. Amanda mengambil posisi duduk. Dan tanpa basa basi lagi, segera kontolku itu dijilatinya, dikulum kulum, bahkan kontolku di masukkannya kedalam mulutnya, disedot sedot kuat sekali. Duhhhhh nikmatnya…. Aku sudah lupa diri, sudah lupa bahwa Amanda adalah anak tiriku…. ” Jilat terus sayang….sedot terus sayang… nikmat bangettt, duhhh aku sangat sayang kamu…” lupa sehingga aku memanggilnya dengan kata2 sayang. Amanda makin semangat, kedua bijiku dijilatnya dikulumnya. Bahkan sampai lubang anusku pun dijilatinya, aduhhhh nikmatnya. Mendadak Amanda menghentikan aktivitasnya. ” om sekarang masukkin ya burung om ke Manda…” Sebetulnya aku takut melakukan ML dengannya, takut hamil, wah bisa berabe. Melihat aku ragu2. Amanda menarik ku sehingga terduduk. Dan seketika dia duduk di atasku. Kontolku dipegangganya dan di arahkan ke vaginanya. Blesss masuk deh kontolku ke dalam vagina Amanda.
” Ahhhhh enak om, burung om gede dan keras, ” Amanda mulai bergoyang maju mundur. Kami berpelukan erat. Berciuman penuh nafsu. Kedua teteknya kuremas remas. ” Amanda pun seolah lupa kalau aku adalah bpk tirinya, dia sudah lupa menyebut aku dengan om, ” Sayang…..aku sayang banget kamu….duh jadi jatuh cinta nih…” Amanda berkata tidak terkendali. ” Sayang….peluk aku sayanggggg….” Amanda sudah benar2 lupa dipenuhi nafsu….. ” Aduh sayangggg, aku sudah gak tahannnn….nikmatttt banget sayang…..”
” Aku cinta kamu juga sayang…..” Kupeluk tubuhnya erat. Kusedot kedua teteknya yang menggelantung di hadapanku. Kujilati lehernya. Bibirnya, lidahnya semuanya tak luput dari jilatan dan emutanku. Amanda akhirnya mencapai orgasmenya, ” ahhhhhhh……ahhhhhhhh……ahhhhhhh sayangggg…….,” Aku dipeluknya erat sekali sehingga sulit bernafas. Amanda memandangku, ” Sayang belum ya…?” tanyanya, tanpa menjawab kucium bibirnya. Kujilati. ” Aku goyang lagi ya sayang, ” kembali Amanda menggoyangkan pantatnya. Kontol aku terasa seperti di remas remas di dalam liang vaginanya, nikmat sekali. Setelah 15 menit berlalu akhirnya aku tak tahan juga, ” Aku mau keluar sayang…di dalam atau di luar sayang…” kata ku sambil memeluknya.
” Didalam aja sayang….aku juga sudah gak tahannnnn… uhhhhhhh sayanggggg….” Dan tanpa bisa dicegah kamipun mencapai orgasme bersamaan.

Kami masih berpelukan dan posisi Amanda masih duduk di atas pahaku. Kupandangi wajahnya yang cantik. Kucium lembut bibirnya. Kami saling menatap. Kembali kucium lembut bibirnya. ” Aku sayang kamu…”
” Iya sayang, aku juga sangat sayang kamu….” sahut Amanda lirih. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi akibat hubungan ini. Seolah kami tidak perduli. Sekarang kami hanya ingin memanfaatkan waktu yang sangat berharga ini berdua saja. (bersambung)


Kejutan amanda (dari anak tiriku yang cantik dan hot)

Semenjak peristiwa persetubuhan aku dengan Amanda 3 bulan yang lalu itu, anak tiriku yang cantik seksi dan hot ini berubah sikap 180 derajat. Ia tidak lagi memanggilku dengan sebutan om, melainkan dengan sebutan papa. Bahkan kadang ditambah embel2 ” papa sayang…” Istriku agak heran melihat perubahan sikap anaknya itu.
” Amanda sekarang berubah ya sikapnya ke papa,” kata istriku, ” Tapi mama senang melihat perubahan itu,”
” Iya ma, papa juga senang Amanda berubah sikap ke papa,” sahutku sekenanya, padahal aku terkejut dengan perkataan istriku itu. Takut ketahuan hubungan terlarang kami.
” Moga2 Nola juga akan berubah sikap sama seperti Amanda ke papa ya…,” kata istriku lagi sambil tersenyum ke arahku (Nola adalah putri sulung istriku dari perkawinan sebelumnya, dan sudah berkeluarga).
” Iya ma, semoga ya,” sahutku sumringah, senang istriku tidak curiga.

Amanda pun sekarang sudah berubah frekuensi menginap di apartemen kami, yang biasanya hanya seminggu sekali, sekarang dia akan menginap sepanjang minggu dan akan pulang ke rumah bapak kandungnya di hari Sabtu dan Minggu saja. Sikapnya ke aku juga terkadang membuat aku kebat kebit gak karuan. Dengan nakalnya dia selalu meremas penis ku yang masih terbalut celana apabila berpapasan. Sering juga dia mencuri curi mencium aku. Bahkan melumat habis bibir dan lidahku. Pernah suatu hari, di hari Sabtu pagi, istriku sedang mandi, dan Amanda bersiap akan pulang ke rumah bapak kandungnya, aku sendiri sedang sibuk membuat kopi, mendadak ada sepasang tangan memelukku dari belakang. Duh, Amanda yang ternyata masih mengenakan bh dan celana dalam memelukku erat.

“Sayang, ke kamar Manda dong, kan Manda mau pulang 2 hari, untuk obat kangen papa tersayanggg….” desahnya merajuk. Dalam hatiku aku sangat senang, namun berbarengan rasa cemas pun mencengkram diriku, duh bagaimana jika istriku mendadak selesai mandi dan keluar kamar???? Seolah tahu dengan kecemasan aku, Amanda pun berbisik, “Mama mandinya pasti lama kok papa sayang, tadi Manda ke kamar mau pinjam pepsodent, Manda lihat mama keramas.

Tahu sendiri kan sayang, pasti lama,” sambil berbisik dijilatnya telinga aku, gelliiiii. Memang jika istriku mandi sambil keramas pasti memakan waktu lama, maklum rambut istriku panjang melewati bahu. Aku langsung berbalik badan, segera ku ciumi wajah yang cantik, putih mulus dan sangat menggoda ini, bibirnya yang mungil dan indah aku jilati, aku kulum, aku sedot dengan mesra. Lidahku langsung masuk ke rongga mulutnya. Amanda tidak mau kalah, lidahku disedot sedotnya, tangannya melingkar di leherku, memeluk erat seolah tidak mau melepaskannya.

Tanganku mulai bergerilya, tangan kananku masuk ke dalam bhnya, mulai meremas lembut dan memilin puting Amanda yang mengeras. Tangan kiriku masuk ke balik celana dalamnya, mengelus ngelus bibir vaginanya, meremas lembut, menggesek gesek, dan jari2 ku mulai mencari celah klitorisnya, Amanda sudah sangat basah.
” Sayang ke kamar Manda yuukkk, ” bisik Amanda sambil menggandeng ku menuju kamarnya. Seperti anak kecil yang dituntun ibunya, aku menurut saja.

Sesampai di kamar dan menutup pintu, segera Amanda menurunkan celana pendek dan celana dalamku, penisku yang sedari tadi sudah ngaceng segera menyembul keluar. Dengan sigap Amanda jongkok dan mulai menjilati penisku, mengemutnya, mengulumnya, nikmatnyaaaaaa….. Biji2ku pun tak luput dari kuluman mulut indah Amanda. Seolah tidak mau terlewatkan satu bagianpun dari selangkangan aku, lubang pantatku tidak luput dari jilatannya, duhhhhh rasanya diriku melayang layang, nikmatttt nyaaaa.

Amanda sudah mencopot bh dan celana dalamnya, segera aku tarik lengannya agar dia berdiri, ” Gantian ya sayang,” bisikku sambil mulai menjilati wajahnya, menciumi setiap jengkal wajah cantik dan seksi ini. Bibirnya kulumat habis, kujilati rongga mulutnya, kusedot sedot lidahnya, Amanda pun membalas dengan lebih hot lagi, menjilati menciumi seluruh wajahku, menyedot keras lidahku, bahkan di gigit gigit lembut lidahku, kupingku. Jilatanku turun ke lehernya yang putih mulus ini, kujilat, kukecup, ” Ahhhh, papa sayang….geli sayang, duhhh…..enak sayang…” desah Amanda. Makin bersemangat kini giliran 2 bukit indah dengan putingnya yang mengeras menjadi sasaran jilatanku. Bergantian ku kecup, ku jilat, ku emut, kedua puting indah ini, ” Sayang di buat merah dong, untuk obat kangen pa….” Ada ada saja permintaannya, namun aku turuti saja, abis enak sih…. Kedua payudara indah ini mulai ku sedot kuat2, kusedot di sekitar putingnya, mengeliling. Bergantian ku sedot sedot, hasilnya, tanda merah sudah menghiasi kedua payudara Amanda.

Jilatan ku turun ke arah perutnya yang ramping, putih mulus tanpa guratan sedikit pun, khas perut wanita muda yang belum pernah mengandung. Ku jilati seluruh permukaan perut yang dibalut kulit mulus ini, ku kecup, ku sedot lembut, ku jilati pusernya, semua tidak luput dari kecupan dan jilatanku. Amanda sudah menggelinjang ke kiri dan ke kanan, dia sudah benar2 terangsang hebat, terlebih setelah aku mulai menggarap vaginanya yang indah tanpa bulu, ku buka perlahan bibir memeknya, ku isap isap bibir memek indah ini, ku jilati, ku emut, aku pun berganti posisi berbaring di karpet, dan memintanya jongkok di atas wajahku. Seketika terpampanglah vagina dan lubang pantat yang indah.

Langsung kujilati kedua bibir vagina Amanda, ku emut lembut, ku jilati klitorisnya yang sudah menyembul keluar karena rangsangan yang hebat. Ku emut klitorisnya, ” Ahhhhhhh……ahhhhhh….nikmatttttt papa sayangggg…..duh Manda cinta banget sama papaaaa…,” erangan Amanda, vaginanya sudah mengeluarkan cairan nikmat yang banyak sekali bahkan sampai menetes netes, ku telan semua cairan yang terasa sedikit asin itu, duhhhh segerrrrrrr… Lubang pantat Amanda tak luput dari jilatan ku, bahkan ujung lidahku menusuk nusuk lubang itu.

” Duhhhh paaaa, Manda gak tahannnn, Manda gakkk tahaannnn paaaa…..ahhhh sayanggggg….,” bersamaan dengan erangan Amanda, tubuhnya berkedut kedut, terlihat vagina dan lubang pantatnya juga berkedut. Cairan nikmat meleleh keluar dari liang vaginanya. Ku benamkan wajahku ke vagina indah ini, ku sedot habis seluruh cairan nikmatnya, kujilati seperti anak kecil yang menjilati ice cream.

Setelah diam sejenak, aku pun berdiri. Amanda langsung memelukku erat, ” Sekarang kita ML ya sayang,” bisiknya.
” Jangan dulu ya anak papa tersayang, mama kamu pasti sudah hampir selesai tuh mandinya, nanti ketahuan sayangku,” jawabku sambil mengecup bibir mungilnya yang indah. ” Kan minimal kamu sudah enak tadi, dan kita kan akan selalu punya waktu sayang, sabar ya sayang…”
” Ah, papa gitu, Manda kan pengen ML,” katanya cemberut.
” Nah, sayang pilih mana, sekarang kita ML dan ketahuan mama, trus kita tidak bisa bertemu lagi, atau sabar dulu karena masih banyak waktu, dan selalu bertemu?” tanyaku sambil memandangi wajah cantiknya.
” Iya deh, tapi papa janji ya, harus selalu sayang dan cinta Manda, harus selalu peluk Manda….” katanya sambil memandangku mesra.
” Iya sayangku, papa janji…” Ku kecup lagi bibir nya yang indah.

Sudah hampir seminggu ini Amanda tidak berkunjung ke apartemen, entah karena kesibukannya bekerja (Amanda bekerja di sebuah perusahaan farmasi terbesar di Indonesia) atau mungkin kesibukan lainnya. Hal itu membuat aku cukup uring uringan, wah ada apa dengan diriku ini, jangan jangan aku sudah jatuh cinta pada anak tiriku sendiri. Gawat kalau begini. Untuk menghilangkan rasa rinduku pada Amanda, istriku pun habis ku garap. Hampir setiap malam, kujilati vaginanya, puting payudaranya, dan di akhiri dengan ML yang liar dan hot sekali.

Akhirnya kerinduan aku terhadap Amanda terobati, bahkan dengan kejutan yang tidak pernah kupikirkan.

Jumat malam, pada saat aku pulang dari kantor dan mengendarai mobilku menuju apartemen, hp ku berdering, ternyata Sandra istriku menelpon.
” Hallo ma, ” jawabku.
” Pa, papa masih jauh ya?” tanyanya di seberang sana.
” Jauh sih nggak ma, sudah di Barito, cuman macetnya ampun ma,”
” Ooo, duh kasian papa, masih parah macetnya?”
” Iya nih, maklum Jumat kali ya ma,”
” Pa, mama mau kasih tau aja, mama dijemput Nola, dia minta mama nginap di rumahnya, karena Andre (suami Nola) sedang tugas kantor keluar kota. Boleh ya pa?” kata istriku.
” Ok ma gak masalah, mama pulang kapan?”
” Besok siang juga sudah balik pa, sekalian Nola mau ke Plaza Senayan, dari situ mama dianter pulang. O iya pa, tadi mama sudah beli gulai kepala ikan kesukaan papa dan bir 10 botol, mama taruh di lemari es, nanti kepala ikannya dipanasin aja pa,” kata istriku, wah nyogok dia supaya boleh menginap di rumah anak sulungnya.
” Sip ma, hati2 ya di jalan, dan salam untuk Nola, luv uuuu , muahh,” jawabku.
” Iya papa sayang, luv u too, muahhh,” istriku mengakhiri pembicaraan.

Sampai di apartemen aku langsung mandi. Dan setelah makan dengan lauk kepala ikan kakap yang mantap, aku pun mengisi waktu dengan menonton tv sambil meminum bir bintang botol kecil kesukaanku. Aku tidak mengenakan apa2 alias berbugil ria. Sambil menonton tv aku mengelus ngelus penisku, acara tv sudah tidak menarik, pikiran ku melayang memikirkan Amanda. Kemana ya anak tiriku yang cantik dan hot itu. Ah, kalau saja ada dia disini. Semalaman pasti aku akan merasakan surga dunia bersamanya.

Mendadak, ceklek!! Seseorang membuka pintu apartemenku dari luar. Inilah kebiasaan buruk ku yang sulit hilang, selalu lupa mengunci pintu. Surpriseeee!!!! Yang sedang kurindukan muncul dari balik pintu. Amanda yang cantik, seksi dan menggemaskan tersenyum ke arah ku. Namun yang lebih mengejutkan lagi ternyata di belakang Amanda turut berjalan masuk seorang gadis sebaya Amanda, yang berwajah indo, cantik, sensual sekali wajahnya. Cara berpakaian mereka sama, seksi dengan u can see dan rok jeans yang sangat mini. Reflek, aku menutupi penisku dengan bantal kecil sofa, malu. Kalau hanya Amanda sendiri aku gak masalah. Tapi ini ada gadis asing yang cantik dan sensual dan tidak kukenal turut masuk. Tengsin abis jadinya.

“Hallooo papa sayang….. Hayooo papa lagi ngapain,” canda Amanda sambil tersenyum nakal menggemaskan, “Papa bugil ya…?” Mati kutu aku gak bisa bergerak hanya tersenyum kecut. Gadis indo yang turut masuk tersenyum ke arah ku. ” Malam om…” ucapnya, wah indah bentuk bibirnya. Ku pandang dia, matanya yang agak kebiruan indah sekali, hidungnya mancung dan mungil menggemaskan, putih mulus dan seksi sekali, sangat mirip dengan kondisi Amanda. Mimpi apa aku semalam, dikunjungi 2 bidadari yang indah, cantik, sensual, seksi dan putih mulus…..Horeee!!! Menjerit gembira di dalam hatiku.
” Ihh papa kok bengong, kenalin teman kantor Amanda pa, Aline…” ganggu Amanda.
” Oooo iya selamat malam Aline,” jawabku sekenanya. Masih belum percaya kedatangan 2 bidadari ini. Kuulurkan tanganku untuk menjabat tangannya. Uhhh mulusnya telapak ini. Sama persis dengan tangan Amanda.

Amanda langsung duduk di sebelahku, mencium mesra bibirku, “Kangen sama papa sayang…” bisiknya. Melihat kelakuan Amanda ku lirik ternyata Aline biasa saja, dan bahkan tersenyum senyum, dan dengan santainya ikut duduk di sampingku. Waduh. Kini aku diapit oleh dua gadis yang cantik dan seksi. Ini bukan ketiban duren lagi namanya, tapi ketiban pohon duren tepatnya…..
” Santai aja pa….Ooo iya tadi mama telp Manda ngajak nginep di rumah Nola, cuman Manda bilang aja sibuk, karena Manda tau pasti papa sendirian disini….he he he kesempatan kan pa,” kata Amanda sambil menyeringai, nakal sekali anak ku ini. Nakal tapi membahagiakan….
” Ooo iya, Aline kalau mau minum ambil sendiri ya, om ada bir dan wine di kulkas, cuman makanan kayaknya harus beli diluar jika laper,” kataku basa basi untuk mengurangi rasa grogi.
” Kita tadi beli mie GM kok pa, wah ketinggalan di mobil, sebentar Amanda turun ke parkiran ya, ambil mienya,” kata Amanda sambil berdiri dan berjalan keluar ruangan. Setelah aku tinggal berdua dengan Aline, ” Om boleh minta birnya?” tanya Aline.
” Ya boleh dong, ambil sendiri ya di kulkas,” jawabku dengan masih menutupi penisku yang sudah berdiri tegak dan keras. Nafsu sudah melanda diriku.
” Kok gak om ambilin,” goda Aline tersenyum nakal. ” Ha ha ha, santai saja om, Aline malah penasaran nih, mau lihat yang om tutupi itu,”
” Mau lihat…? Lihat apa Line…?” aku benar2 mati kutu, ya sudah berlagak bego saja.
” Gak usah malu om, mau lihat ini….” tanpa kuduga Aline menarik bantal kecil yang menutupi penisku yang sudah ngaceng berdiri.

Aku sudah tidak bisa mengelak lagi. Jika harus terjadi, terjadilah, pikirku. Kini terpampang jelas penisku. Aline melihatnya takjub.
” Ahh, bener kata Amanda, burung om keren, besar dan keras, wah punya pacar Aline kelaut deh….” bisik Aline. Disentuhnya penis aku dengan tangan dan jari2nya yang halus…. ohhhhh aku sudah tidak bisa berkata kata lagi.
” Om sayang, santai aja deh…Aline sudah tau kok hubungan om dengan Amanda, dia cerita semua ke Aline. Makanya sekarang Aline ikut dan kenalan dengan om, penasaran om….,” bisik Aline manja sambil mengecup pipiku. Kemudian ia beranjak menuju lemari es, ” Om juga mau bir?”
” Iya Line, boleh….” jawabku sekenanya.

Sambil membawa 2 botol bir Aline pun kembali duduk di sampingku yang sudah total bugil. Sambil meminum birnya, tangan Aline yang lain, tak hentinya mengelus ngelus penisku. Sesekali dia mengecup pipiku, ” Gemes lihatnya om,” cara duduk Aline sekarang sudah berubah, sebelah pahanya yang sangat putih dan mulus ditumpangkan ke pahaku sehingga paha mulus itu menyentuh dan menggesek gesek penisku, duhhhh nikmatnya.

” Wah Aline nakalnya, papaku sudah mau diperkosa,” ternyata Amanda sudah muncul kembali sambil membawa tas plastik berisi mie GM. Kemudian dia menutup pintu apartemen dan menguncinya.
” Tuh papaku sudah naked Line, kita juga dong,” kata Amanda.
” Sip,” sergah Aline. Dan tanpa ba bi bu be bo, dia segera berdiri, dan langsung membuka seluruh kaos bh rok mini dan celana dalamnya…….. Seketika terpampang di sampingku seorang gadis indo yang berwajah cantik, sensual sekali, dengan payudaranya yang indah mulus meski lebih kecil ukurannya dari payudara Amanda, dihiasi puting yang indah, sama dengan puting milik Amanda. Juga paha yang putih mulus tanpa kerutan, dan di tengah2 suatu keindahan gadis seusianya, vagina yang mulus tanpa bulu, indah sekali. Tidak mau kalah dengan Aline, Amanda pun segera melucuti semua pakaiannya, roknya, dan akhirnya tubuh indah anak tiriku itu terpampang tanpa seutas benangpun. Aline yang sudah duduk di sampingku, segera menarik wajahku, kami berciuman ganas. Lidah Aline bermain main di rongga mulutku, sesekali kukulum lidahnya, kusedot lembut. Aline tidak mau kalah, lidahku diemut emutnya, disedot dengan gemas. Tangan kananku mulai beraksi, payudara Aline kuremas remas, sesekali kupilin putingnya yang indah bergantian. Tangan kiriku tidak mau kalah, mulai meremas remas vagina Aline yang terasa mulai basah. Bibir vaginanya ku buka perlahan dengan jari2ku. Terus ku elus elus vagina indah ini. Jilatankupun mulai turun ke arah lehernya, kujilati kukecup leher indahnya, terus kujilati sampai ke belakang telingannya.
” Ahhhh…ahhhh….enak banget om…..om sayanggg….” Aline mulai mengerang, tubuhnya menggelinjang. Jilatan ku kini ku arahkan ke payudaranya. Sambil tetap kuremas kuisap putingnya, kujilati bergantian, ku gigit gigit lembut, kusedot sedot seperti bayi menyusui.
” Ahhhhhh ommmmm sayanggggg……Aline sayang ommm….. Aduhhhh nikmatnya ommm….” Tubuh Aline melenting ke atas, tubuhnya sudah tidak terkontrol lagi didera kenikmatan yang kuberikan padanya. Jari2 tangan kiriku bisa merasakan cairan nikmat yang sudah banyak keluar dari liang vagina Aline. Basah sekali. Benar2 membuat ku sangat bersemangat.

Mendadak terasa kepala penisku dijilat. Ternyata Amanda sudah berjongkok di bawah sofa, dan sibuk menjilati kepala penisku. Kemudian penisku dimasukkan ke mulutnya yang sensual dan indah, di emut emut, disedot sedot, uhhhhh rasanya seperti terbang ke langit ke dua puluh. Benar2 nikmat blow job yang dilakukan anak tiriku ini. Ngilu, geli, nikmat, serasa diremas remas penisku di dalam rongga mulut Amanda. Aku sudah tidak tahan lagi ingin mencicipi vagina indah milik Aline yang sudah sangat basah ini. Ku minta ia berdiri di atas sofa, dan tepat di hadapan wajahku terpampang vagina yang sangat indah, sudah terbuka sedikit bibir vaginanya. Tidak sabar, langsung kujilati vagina indah ini, kuemut bergantian bibir vaginanya, ku kulum kulum…..Klitoris vagina Aline menyembul keluar, langsung kusedot sedot….Lidahku kumasukkan ke dalam liang vaginanya, ku jilati dinding vaginanya, ku sedot semua cairan nikmatnya, ” Ahhhhhhh……iya ommm disitu ommm sedot terussss ommm, aduhhhh nikmat banget omm…” Sepertinya Aline akan sampai di orgasmenya yang pertama, tanda2nya terasa, tubuhnya yang mulai berkedut kedut, liang vaginanya yang mulai menjepit lidahku…. Sementara itu aku pun merasakan kenikmatan yang luar biasa akibat permainan lidah Amanda. Lubang pantatku habis dijilatnya, kedua bijiku dikulum kulumnya…. Kemudian dengan ganas penisku disedot sedotnya, ngiluuuuuu tetapi nikmat sekali.

Akhirnya Aline mencapai orgasmenya. Kepalaku dijepitnya dengan kedua pahanya. Tubuhnya mengejang dan berkedut kedut. ” Ahhhhhhhhhhhhhhh…….ommmmmm…..” Diiringi erangannya yang keras, Aline pun terkulai di sofa. Memejamkan matanya, masih menikmati orgasme yang baru saja melandanya. Mendadak Amanda pun berdiri di atas sofa, ” Pa, Amanda mau juga dong…” Vagina indah Amanda sudah di depan mataku. Langsung kujilati vagina Amanda. Jari2 kedua tanganku kujulurkan ke atas memilin milin kedua puting indah Amanda, meremas remas kedua payudaranya. Klitoris vagina Amanda yang sudah tersembul kusedot…kuemut kadang keras kadang lembut. Sensasi ini membuat Amanda mengerang. ” Ahhhhhh…… Ahhhhhh, papaku tercinta, enak banget pa…..” Lidahku sudah masuk ke dalam liang vaginanya. Kujilati dinding vaginanya, kusedot habis cairan nikmat yang sudah menetes netes, uhhhh nikmatnya. ” Uhhhhhh paaaaa sedot yang keras paaa…iya disitu paaaa….,” karena sudah diterjang sensasi yang luar biasa, kenikmatan yang luar biasa, Amanda sampai lupa diri, ditekannya wajahku ke selangkangannya, sehingga membuat aku sulit bernafas. Sementara itu akupun merasakan rasa nikmat dan geli di kedua putingku. Ternyata Aline sudah menjilati kedua putingku, menyedotnya, mengulum….nikmat sekali rasanya. Jarinya yang indah, meremas remas penis ku. Sungguh sensasi yang luar biasa. Kemudian Aline menundukkan wajahnya, mulai menjilati penisku, geli. Dimasukkannya penisku ke dalam mulutnya. Disedotnya kuat, duhhhhh nikmatnya. Mulut Aline maju mundur mengocok abis penisku. Jarinya menusuk nusuk lubang pantatku. Bukan main rasanya. Nikmat, geli, ngilu….semuanya jadi satu…..ahhhhhh.

Terasa Amanda sudah akan mencapai klimaksnya, tubuhnya berkedutan tidak beraturan. Cairan nikmatnya sudah membanjiri wajahku. Dan akhirnya……… ” Ahhhhhhh ……Ahhhhhhh….uhhhhhh….aduhhhhhhh papaaaa…….” Amanda pun mendapat orgasmenya yang pertama. Kemudian terkulai lemas di sampingku. Sementara Aline masih sibuk menjilati dan mengulum penisku. Biji2 ku di emutnya. Aku mencoba bertahan agar tidak ejakulasi. Tak lama, Aline menghentikan kegiatannya. Diciumnya mulutku mesra, ” Sayang ML yaa……” dan tanpa menunggu jawabanku Aline langsung menungging, terlihat jelas liang vaginanya yang kemerahan, terbuka sedikit menanti penisku memasukinya. Kujilati sebentar vagina yang indah itu, kemudian perlahan ku dorong penisku. Pelan namun pasti penisku mulai memasuki rangga liang vagina Aline. Rasanya seperti diremas remas. Masih sangat sempit, mirip dengan liang vagina Amanda. ” Aduhhhhh…..” Aline mendesah.
” Kenapa sayang, sakit…..?” tanyaku mesra kepadanya. Aline mengangguk, ” Iya, tapi sedikit kok om ku sayang, gak apa2, lama2 enak kok sayang….” desah Aline.

Perlahan dan lembut, kudorong maju mundur penisku. Memang terasa sangat sempit dan menjepit kuat liang vagina Aline. Perlahan rasa sempit dan terjepit di penisku berubah menjadi rasa seolah diremas remas, liang vagina Aline sudah bisa menerima sodokan penisku. Dan Aline pun sudah tidak lagi merasa sakit. Matanya terpejam meresapi rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuhnya.
” Ahhhhh sekarang enak rasanya om…..terussssss ommm enak banget om ku sayang….. Ahhhhhhh….. uhhhhhhhh……duhhhhhhh…” Aline mengerang, kepalanya bergoyang ke kiri dan ke kanan merasakan nikmat yang luar biasa menderanya. Ujung penisku terasa sudah mentok sampai dinding terdalam dari liang vagina Aline, bahkan mungkin sudah menyodok nyodok mulut rahimnya. Aline benar2 sudah lupa diri, berteriak, mengerang, mengeluh, tubuhnya kejang kejang dilanda kenikmatan yang diberikan penisku. Penisku pun seolah diremas remas di dalam liang vaginanya, wowww…….

Amanda tidak mau tinggal diam, dia memeluk ku dari belakang. Menciumi bahuku, leherku, dan telingaku. Dijilatinya seluruh leher belakangku, lubang telingaku….sementara kedua lengannya dengan jari2nya yang indah, memilin milin puting ku. Sulit dibayangkan sensasi yang diterima tubuhku. Penisku diremas remas vagina Aline, dan diciumi dijilati seluruh tubuhku oleh Amanda…..aku hanya bisa mengerang, mendesah….. gila rasanya. Tubuh Aline mengejang, ia sudah tidak kuat lagi. ” Aduhhhhh aduhhhhh…..ahhhhhhh, ahhhhhhh…… ahhhhhhhh, ommmmmmm……sayangggggg…..” Aline menjerit. Bersamaan dengan itu, otot vaginanya berkedut kedut kencang sekali, penisku menikmati kedutan dan jepitan otot vagina Aline. Ohhh… Aline pun terkulai lemah di sofa.

Kini giliran Amanda yang sudah dalam posisi siap, menungging di hadapanku. Ku gesek gesekan kepala penisku di bibir vaginanya. Setelah itu perlahan kudorong masuk penisku. ” Ahhhhhhh……,” Amanda mendesah, merasakan liang kenikmatannya di sodok penisku. Liang vagina Amanda sudah terbiasa menerima sodokan penisku, sehingga ia tidak merasakan sakit seperti Aline tadi. Ku sodok penisku maju mundur, ku goyang2 di dalam liang vagina Amanda. Kenikmatan mulai melanda Amanda, ia mulai mengerang, mendesah desah merasakan nikmatnya penisku. Ku sodok dalam2, ku sodok kuat, penisku membentur didnding vagina Amanda yang terdalam. Amanda menjerit, ” Ahhhhhhhh ….. Ahhhhhhhhh…….. Uhhhhhhhh…….Ahhhhhhhh, duhhhh terusssss papa sayangggg, yang keras lagi paaaaaa……aduh enakkkk paaaaaa…….” Semakin kat ku sodok penisku dalam2. Amanda benar2 sudah lupa diri…..tubuhnya mengejang, melenting, mengejang, melenting bergantian, erangannya sudah berubah jadi jeritan nikmat. Aline berdiri di sampingku. Menarik wajahku, dan seketika melumat habis mulutku. Lidahnya menjulur masuk ke ronggak mulutku. Kuhisap lidah nakal ini, ku sedot sedot. Aline pun membalas tidak kalah ganasnya. Sepertinya ia mau memasukkan semua mulutku ke dalam mulutnya yang mungil.

Otot vagina Amanda sudah mulai berkedut kedut, sebentar lagi ia akan merasakan klimaks, orgasme. Aku pun sudah tidak tahan lagi, cairan nikmat ku sudah tidak bisa ditahan tahan lagi, ingin menyembur keluar. ” Ahhhhhhh papa……Manda sudah gak tahannnnn, papaaaaaa……duhhhhh…”
” Iya sayang, papa juga sudah gak tahannnn…….ahhhhhh….ahhhhhh….ahhhhh….” Otot vagina Amanda menjepit kencang penisku, ahhhhhhhh, ku peluk erat anak tiriku ini dari belakang, erat sekali……. bersamaan kami mencapai klimaks. Kusemburkan cairan nikmatku kedalam vagina Amanda. ” Aduhhhhhhhhh nikmat dan hangat papaku sayanggggg……” jerit Amanda.

Kami duduk berdampingan dan masih telanjang bulat. Amanda di sebelah kiriku, Aline di sebelah kananku. Keduanya memeluk ku erat. Kupandangi kedua wajah cantik dan seksi ini bergantian. Ku kecup bergantian bibir2 indah mereka. Kami bertiga tetap berpelukan seperti itu, sambil sesekali kuminum bir ku, demikian pula dengan Aline, sesekali ia meminum birnya, sedangkan Amanda meminum wine kegemarannya. Kami menikmati kebersamaan ini. Dan dari cerita Aline, seperti ku duga, Aline terlahir blasteran. Ayahnya Spanyol dan ibunya Sunda. Ia masih tinggal bersama orang tuanya. Kami bertiga masih berpelukan. Saling kecup mesra. Saling jilat.
” Mulai sekarang papa milik kami berdua…,” kata Amanda mengejutkan aku. Hah…
” Aline ini sahabat Manda pa, soul mate pa. Jadi apa yang Manda rasakan, Aline juga harus menikmatinya,” lanjut Amanda sambil mengecup pipiku.
” Iya Aline juga sekarang manggilnya papa sayanggggg… Gak apa2 kan papa Aline tersayang,” kata Aline manja. Aku hanya bengong memandang keduanya. Kemudian mengecup bibir indah mereka bergantian. Dan sepanjang malam hingga menjelang subuh, kami bertiga menikmati kebersamaan ini. Saling jilat, saling emut, saling gigit….dan ML berkali kali. (bersambung)


Pelajaran untuk murid istriku

Siang itu betul2 panas, luar biasa .., setelah seharian berkeliling mencari order, tentunya enak sekali untuk meneguk segelas air dingin sambil bersantai di kamar ..

“ Ma .. ? “ seruku sambil membuka pintu kamar. “ Kosong ? “ pikirku sambil bergerak masuk.

“ Ya sayang .. aku sedang mandi nih “, suara istriku dari dalam kamar mandi “ Kok udah pulang ? “

“ Iya .. kebetulan nggak terlalu rewel kliennya .. jadi bisa cepat” sahutku ringan sambil melepas sepatu dan jaket.

Sambil melepas kemejaku, aku mengetuk pintu kamar mandi “ Buka dong Ma, mau cuci muka nih .. panas banget .. “

Tak lama, pintu kamar mandi terbuka, aku mendorongnya sedikit dan beranjak masuk kamar mandi .

Fang fang, istriku terlihat masih membersihkan sisa2 busa di rambutnya, nampaknya dia habis keramas, tercium wangi shampoo memenuhi kamar mandi.

Melihatku masuk dia tersenyum kecil, sambil mengulungkan hand shower ditangannya .. “ NIh Pa, aku udah selesai kok .. “

Aku menerimanya cepat lalu mulai membasuh mukaku . . hmm, segar .. air dingin yang keluar dari hand shower itu segera saja menyingkirkan semua rasa gerah di tubuhku .. “ kayanya enak juga mandi siang2 ya Ma .. “ ucapku sambil membuka pakaian.

“ Memangnya mau kemana kok mandi siang2 ?” tanyaku.

“ Ada private kan Pa, si Agus jam 3 nanti datang mau les Photoshop ..” Jawab istriku sambil membantuku membuka pakaian. Setelah lepas semua pakaianku, dia membantu menyiramkan air shower sambil menggosok punggungku.

Istriku memang berprofesi sebagai pembimbing di sebuah sekolah computer kenamaan di kota, di waktu senggang dia memberi les private untuk anak2 di kost kami. Agus itu salah satu muridnya, masih duduk di kelas 2 SMP, tidak terlalu pandai, tapi latar belakang keluarganya tidak begitu mampu, Istriku menerimanya sebagai murid hanya karena ingin membantu keluarganya saja supaya anaknya bisa memiliki kemampuan lebih.

“ Agus ya Ma .. sudah bisa apa dia ? “ tanyaku.

“ Hari ini jadualnya belajar editing foto .. “ Jawab istriku sambil menggosokkan busa sabun ke tubuhku.. nyaman sekali rasanya. Sambil dimandiin tak urung aku menelusuri tubuh telanjang istriku yang masih sibuk meratakan busa sabun. Di usianya yang ke 29 tahun ini dia memang betul2 cantik dan seksi. Dengan tinggi 165 dan berat 37 Kg, tubuhnya betul2 proporsional dan enak dilihat.

Terlebih dengan kulitnya yang putih mulus seperti layaknya gadis keturunan cina, dan buah dada 34B yang menggantung padat di dadanya ..

“ Kok bangun Pa ? .. “ celetuknya geli waktu melihat kemaluanku bergerak naik .. “ Iya Ma .. habisnya Mama seksi sekali kalau basah2 gini ..

“ Jawabku sambil meraba buah dadanya. Istriku tersenyum lebar, tangannya sekarang malah ikut membelai kemaluanku yang sudah mulai mengeras ..

“ Mau usil ya ? .. “ Candanya mesra, lalu sambil membersihkan sisa2 sabun di tubuhku dia mendekatkan bibirnya .. “ Nanti malam aja Pa .. kan si Agus mau datang”

Aku memeluknya mesra, lalu kucium bibir indahnya dengan nafsu yang mulai naik. “ sebentar kayanya bisa kok Ma .. sudah terlanjur naik nih .. “ Istriku tertawa kecil, tapi dia tidak menolak waktu aku menekan tubuhnya ke bawah ..

“ Dikulum atau gimana nih Pa .. biar cepat ? “ tanyanya. Aku tersenyum saja, lalu aku posisikan penisku diantara buah dadanya yang montok. Sisa2 air yang masih membasahi kulitnya membuat penisku dapat bergerak cukup licin menyusuri dua bukit kembar yang indah itu, tangan istriku ikut membantu menekannya dari sisi luar sehingga gundukan buah dadanya menjepit erat kemaluanku.

“ Enak Ma ..” desahku sambil mengamati penisku sendiri bergerak keluar masuk dari sela2 gumpalan daging kenyal yang luar biasa indah itu. Istriku tersenyum, dia membantu dengan ikut bergerak naik turun, membuat kenikmatan yang kurasakan semakin meningkat.

“ Dimasukkin aja ya Ma .. “ Pintaku sambil menarik istriku bangun. “ Pa .. Agus keburu datang lho ..” protes istriku waktu aku menghadapkannya ke dinding dan mulai menarik pinggulnya naik. “ Sebentar kok Ma .. ini tadi juga udah mau keluar, tapi kurang sreg kalau nggak keluar di dalam .. “ bisikku sambil menggesekkan penisku di bibir vaginanya .. “ sshhh .. Pa .. “ Desah istriku waktu aku mulai memasukkan penisku dan menggoyangnya pelan.” Enak Ma ..” Bisikku sambil menekan penisku masuk sedalam2nya.

Tanganku yang satu menarik pinggul istriku sambil aku gerakkan penisku keluar masuk, sementara tanganku yang lain mulai meremasi buah dadanya. Aduh, nikmat sekali .. Pemandangan tubuh telanjang istriku yang setengah membungkuk dengan pantatnya yang menungging itu makin menambah gairah di dadaku.

Bahkan setelah 7 tahun berpacaran dan 1 tahun menikah, masih saja aku terpesona oleh keindahan tubuhnya.

“Pa .. enak banget Pa .. “ Istriku mendesah sambil menoleh, tangannya yang satu berpegang ke dinding, dan tangannya yang lain ikut meremasi sendiri buah dadanya. Pinggulnya sekarang ikut bergerak mengimbangi ayunanku .. “ Iya Ma .. enak banget .. “ Aku menjawab sambil memperkuat sodokan penisku, sekarang kedua tanganku mencengkeram erat kedua bongkahan pantat istriku sambil terus aku hujamkan kemaluanku keluar masuk semakin cepat.

Lagi2 pemandangan batang kemaluanku yang bergerak keluar masuk liang vagina istriku membuatku semakin bergairah. “ Sshh .. Pa .. “ Istriku mendesah pelan waktu aku menggesekkan jempolku di tepi liang duburnya .. dia memang suka sekali kalau aku merangsangnya di daerah itu, meskipun kami berdua tidak pernah mencoba sex anal .. tetapi belaian dengan jari, kadang hingga masuk ke duburnya sama2 membuat kami makin terangsang.

Mendadak … “ tok tok .. Selamat Siang Tante .. ? “ Suara ketokan pintu dan panggilan serentak menghentikan gerakan kami.

“ Aduh .. Pa .. tuh kan si Agus datang .. “ Istriku berseru panic, tanpa kompromi dia menarik lepas pinggulnya dan langsung menyambar pakaiannya .. “ Ma .. “ protesku, tapi istriku sudah bergegas memakai kembali pakaiannya “ Nggak usah dipakai Ma .. gitu aja .. “ Bisikku sambil menahan waktu dia mau memakai celana dalamnya “ Biar nanti bisa langsung lanjut .. “ ucapku nakal sambil merebut juga BHnya .

“ Pa .. ? aku kan mau kasih private ?? .. “ Protes istriku.

“ Nggak apa .. biarin aja, kan ketutup baju” Sahutku nakal “ Biar lebih kerasa sensasinya .. nih dipakai bajunya terus keluar .. “ Tukasku sambil mengulurkan kimononya.

“ Papa .. “ sahut istriku manja .. tapi tetap saja dipakainya kimono merah muda itu. “ Awas nanti ya .. “ sungutnya sambil membuka pintu kamar mandi. Aku tersenyum saja sambil menutup kembali pintu dan menghidupkan kembali kran shower. Siraman air dingin yang mengguyur kepalaku sedikit banyak membantu meredakan sisa2 nafsu yang masih menggumpal di kepalaku.

Tak lama, setelah selesai mandi, aku memakai kaos dan celana pendek, kemudian berjalan ke ruang depan. Istriku dan Agus sudah terlihat sibuk di depan computer, anak itu terlihat serius sekali memperhatikan Istriku memberi beberapa teori yang kemudian dipraktekkannya di layar computer.

“ Ini gunanya untuk mengatur resolusi foto Gus .. untuk bisa di edit, foto harus punya resolusi yang cukup tinggi supaya tidak pecah kalau nanti mau di cetak” Terang istriku sambil menunjukkan icon yang dimaksudnya.

Si Agus terlihat mangut2 saja sambil mencoba memahami keterangan istriku. “ Nah sekarang coba kamu cari foto untuk kamu edit dulu ya seperti yang Tante ajarkan .. Tante mau kedepan dulu menjemur pakaian “

Pamit istriku sambil beranjak bangun.

Setelah dia pergi, aku lihat si Agus mulai membuka2 beberapa folder foto untuk mencari gambar yang cukup menarik untuk diolah. Beberapa kali dia membuka foto lalu menutupnya lagi karena kurang menarik .

“ Serius lho Gus .. nanti nggak bisa2 kalau kamu nggak semangat gitu .. “

Kataku sambil mengambil tempat duduk di belakangnya. Aku sendiri lalu ikut duduk tak jauh dari tempatnya sambil membuka2 koran hari itu.
Beberapa saat aku lirik anak itu belum juga mendapat foto yang sesuai, nampaknya dia sendiri kurang begitu berminat dengan pelajaran itu.
“ Kamu cari foto yang gimana Gus ? .. “

“ ..mm .. nggak tahu nih Om .. “

“ Sini Om cariin .. “ Aku tutup koranku dan ikut mendekat .. beberapa lama mencari, mendadak timbul ide nakal di kepalaku “ Tahu nggak berita foto artis bugil yang di internet itu Gus ? ..” Tanyaku.

“ Eh .. iya Om ..” Jawabnya, mukanya yang awalnya bosan mendadak bersinar senang, dasar anak laki2, gerutuku. “ Itu kan juga hasil editan computer .. mau coba buat yang kaya gitu ?”

Tanyaku sambil mulai membuka folder foto2 artis JAV koleksiku. “ I .. iya Om, yang foto gitu aja .. kan lebih realis ya ? .. “ Jawabnya buru2, dasar, bilang aja lebih asyik … “ Nih .. foto ini aja yang kamu edit .. “

Ucapku sambil membuka salah satu foto Sora Aoi dengan pose duduk dan dada membusung.

“ Waaahh .. cantik Om .. “ seru Agus sambil matanya tak lepas dari layar monitor .. “ Kamu nggak pernah lihat yang ginian ? “ tanyaku heran .. “ Belum Om .. kan dirumah nggak punya computer .. “

“ Nggak pernah ke warnet ? “ Tanyaku lagi .. “ Nggak pernah Om .. paling juga ke PS ..” Jawabnya polos, sambil matanya tetap memelototi layar monitor.

“ Ya ampun, dasar gaptek kamu nih .. sudah, berhenti melototnya .. ini foto ini, kamu gantiin kepalanya pakai foto yang lain .. “ Sahutku sambil membuka beberapa folder foto lain .. “ Eh .. gini aja, coba gantiin bagian leher ke atas foto ini dengan foto Tante Fang ya .. “ Ucapku sambil tersenyum geli .. lalu aku buka salah satu foto istriku dengan pose yang mendekati sama.

“ Eh .. nggak apa Om sama Tante ? “ Agus bertanya bingung, aku menggeleng saja sambil tersenyum “ Nggak apa, yang penting hasilnya bagus dan editannya halus nggak apa kok, kan yang penting pelajarannya, bukan fotonya .. “ Jawabku sambil mengembalikan keyboard dan mouse ke padanya.

Tak lama anak itu sudah aktif menggerakkan mouse dan keyboard dengan jari2nya, memang kalau obyeknya menarik pasti lah lebih semangat juga yang mengerjakan. Batinku geli, sambil aku mulai melanjutkan membaca Koran.

“ Lho .. Gus ? kok ngedit gambar gituan ? .. “ Tiba2 saja suara istriku terdengar, dia melihat layar computer dengan ekspresi heran dan kaget “ Siapa yang kasih gambarnya ?? “ Tanyanya dengan nada keras.

“ Om .. yang kasih ..Tante .. katanya nggak apa buat latihan .. “ Jawab anak itu sambil setengah ketakutan, dia melirikku meminta dukungan.
“ Iya Ma .. nggak apa, tadi si Agus kurang semangat kalau obyeknya pemandangan, makanya aku kasih yang lebih menantang .. “ Jawabku sambil menarik istriku menjauh.

“ Biarin Ma .. aku dulu juga waktu SMP kaya gitu .. semangat banget kalau lihat body cewek telanjang .. nggak apa .. kalau nggak kita yang nunjukin juga dia pasti lihat di tempat lain .. “ Bisikku sambil tersenyum.

“ Ngawur papa nih .. kalo orang tuanya tahu gimana ? “ Protes istriku masih dengan muka tegang.

“ Gus .. jangan bilang siapa2 lho ya .. nanti kalau ketahuan orang Om nggak bisa kasih lihat kamu gambar lain yang lebih asyik .. “ Seruku sambil melihat Agus. “ Iya Om , nggak akan .. tapi nanti lihat lagi gambar yang lain ya Om .. “ Agus menjawab dengan ekspresi senang. “ Iya, asal kamu janji jaga rahasia .. “ Jawabku sambil mengacungkan jempol. “ Aman Ma .. “

“ Huu .. dasar .. Papa dan Agus ini sama nakalnya .. “ Sungut istriku sambil mendekati Agus.

“ mm .. lumayan nih editanmu Gus .. tapi disini kamu motongnya kurang bagus .. masih terlihat kaku .. “ Istriku mengambil alih mouse dari tangan anak itu lalu mulai memberi contoh bagaimana melakukan editing yang benar.” Nih .. kan .. setelah dipotong lalu kamu posisikan gambar kepalanya di tempat potongan yang sama .. “

Sekarang gambar potongan kepala istriku sudah melekat di foto tubuh telanjang Sora Aoi .. pas, mantap sekali .. memang buah dadanya masih tidak sebesar itu, tapi sekilas terlihat mirip sekali dengan aslinya ..

“ Wah .. pas tuh Ma … mirip kaya aslinya .. “ celetukku iseng … Istriku melirikku manja. Agus sendiri melihat foto telanjang dengan wajah istriku mendadak seperti punya imajinasi sendiri .. dia melirik sesekali tubuh istriku dan membandingkannya dengan gambar di layar computer.

“ Kenapa Gus ? .. nggak percaya ya ? .. “ tanyaku geli .. “ Eh .. nggak kok Om, tapi fotonya seperti bener2 sungguhan .. “ Jawabnya gugup.
“ Aslinya lebih bagus Gus .. “ Istriku menyahut singkat, sambil melirikku nakal .. “ Kalau kamu pengen, boleh kok lihat aslinya .. “ Kontan aku terperanjat mendengar celetuk nakal istriku.

“ Ma .. ? “ seruku sambil menatap istriku tajam

“ Lho katanya mau memenuhi obsesi masa SMP Pa ? .. sekalian aja dong .. papa dulu kan nggak ada yang sukarela nunjukin body telanjangnya kan ? .. bayangin aja sekarang Papa yang jadi Agus .. “ jawab istriku ringan sambil melirik Agus “ Gimana Gus .. pengen nggak ? “

Bisik Istriku dengan nada menggoda sambil menyentukan bahunya ke bahu Agus.

Karena posisinya yang membungkuk di samping Agus yang sedang duduk dengan tangan tergantung memegang mouse di meja, otomatis sentuhan bahunya itu membawa dadanya ikut menggesek sisi lengan anak itu. Dan aku cukup yakin, sentuhan buah dada yang hanya terlapis kain satin tipis tanpa pakaian dalam itu pastilah disadari Agus, walaupun usia anak itu belum genap 13 tahun.

Agus gelagapan .. antara senang dan takut dia melirikku yang masih diam keheranan, lalu dia melirik gambar di layar lagi dan kembali memandang tubuh istriku. Fang Fang tersenyum kecil, tangannya lalu menarik sedikit kain kimononya ke luar dan membiarkan belahan di bagian tengah kimono itu terbuka sedikit hingga ke atas perut .

Tentu saja dengan posisinya yang sedikit membungkuk, sisi samping buah dadanya segera saja terlihat indah, menggantung padat dengan bentuknya yang bulat , walaupun ujung putingnya masih tertutup oleh kain kimononya. Agus kini tidak lagi melirik, matanya melihat tajam ke tengah bagian kimono yang terbuka itu, menelusuri kemulusan kulit pundak, dada hingga perut istriku yang masih terlihat rata.

“Mau nggak Gus .. ? .. boleh kan Pa ? “ godanya manja, sambil melirikku yang masih diam tidak mengerti.

Entah pembalasan dari keisenganku atau ada alasan lain, aku juga tidak mengerti, tapi suasana yang terjadi sekarang ternyata juga membuat gairahku mulai naik. Godaan yang dilakukan istriku pada anak SMP itu sedikit banyak membuatku ikut tergoda juga.

“ Nggak apa Gus .. asal antara kita aja ya .. jangan sampai orang lain tahu .. “ Bisikku pelan.

“ I .. iya Om .. mau tante, mau .. “ Seperti mendapat durian runtuh mendengar restuku, Agus langsung menatap istriku sepenuhnya dengan penuh harap.

“hihi .. Papa tergoda juga ya .. “ Istriku tertawa menang, dia lalu memperbaiki posisi duduknya menghadap Agus sepenuhnya sambil membuka tali pengikat kimononya.

“ Tahan napas ya .. tante buka sekarang .. “ Fang Fang tersenyum nakal, setelah dilepaskannya tali pengikat kimono itu, pelan2 seperti penari yang sedang bergaya, dia menyibakkan kain satin tipis yang membungkus tubuhnya .

Kimono tipis itu merosot pelahan melewati bahunya,membuka bagian pundak dan dada atasnya yang putih sempurna. Seperti disengaja, dia menahan jatuhnya kain itu sesaat sebelum seluruh payudaranya terbuka, gumpalan buah dadanya yang penuh terlihat montok menyembul dari sela – sela kain yang tertahan oleh dua tangannya. Aku melirik Agus yang terpana penuh harap, terlihat sekali ada kekhawatiran di matanya kalau Istriku membatalkan niatnya membuka pakaian.

Tapi Fang fang Cuma tersenyum geli, sebelum kemudian melepaskan pegangan tangannya dan kain tipis itu jatuh terlipat di atas pahanya, meninggalkan sosok seorang wanita cantik dan molek yang membiarkan tubuh atasnya terbuka bebas untuk dinikmati.

Dua laki2 didepannya terlonggong penuh takjub melihat pemandangan luar biasa yang terhidang lepas itu, tubuh telanjang yang putih mulus dengan sepasang buah dada yang montok dan padat bergantung di bawah lehernya yang jenjang.

Aku melirik Agus yang masih diam tak percaya, mulutnya setengah terbuka melihat istriku duduk santai didepannya dengan tubuh atas sama sekali telanjang. Aku yakin, dalam mimpi pun dia tidak akan pernah terbayang akan punya kesempatan melihat tubuh indah gurunya seperti ini.

“ Gimana Gus .. sama dengan di foto itu nggak ? .. “ Istriku bertanya menggoda, tangannya bergerak membelai buah dadanya sendiri, menekannya ke tengah sehingga gumpalan daging yang memang sudah membusung itu terlihat semakin indah.

“ Lebih indah dari di foto .. tante .. badan tante bagus sekali .. “ Agus menyahut pelan, matanya masih tidak lepas mengamati buah dada istriku.

“ Memangnya kamu belum pernah melihat wanita telanjang .. ?” Istriku bertanya, seolah tanpa beban dia bergerak mendekat kea rah Agus yang masih duduk diam di dekat computer.

“ Pernah tante .. Agus pernah mengintip Ibu yang sedang mandi … juga Kak Wati .. tapi badannya tidak seperti tante .. susunya melorot .. “ Jawab anak itu polos, di sahut tawa kecil istriku.

“ Masa Kak Wati sudah melorot Gus ? .. kan kakakmu masih SMA ? “ Jawabku sambil ikut mendekat.

“ Ini susu tantemu masih kencang kok, padahal sudah 29 tahun .. “ tambahku sambil tanganku ikut meremas buah dada istriku dengan nakal. Sensasi menyadari istriku menunjukkan tubuh indahnya didepan seorang anak SMP ternyata menimbulkan gairah tersendiri dalam hatiku.

Istriku sendiri diam saja, dia tidak menolak waktu aku meremasi buah dadanya, nampaknya dia juga merasakan sensasi lain dari perlakuanku itu.

“ Iya Om .. Kak Wati susunya kecil kok .. tidak seperti tante .. “ Agus menjawab setengah terbata .. matanya berubah iri melihat aku meremasi buah dada istriku .. “ Mau ikut pegang Gus ? .. “ Tanyaku, lalu tanpa meminta persetujuan istriku, aku menarik tangannya dan menekannya di dada istriku yang terbuka.

“ Ahh .. Pa ..? “ Istriku mendesah kecil, agaknya dia tidak mengira aku akan mengizinkan tangan lain menyentuh dadanya .. Agus sendiri yang khawatir istriku akan menolaknya malah buru2 meremas buah dada istriku dengan gemas .. kontan istriku menjerit kecil, antara sakit dan geli .. “ Aduh .. pelan2 Gus, tante nggak melarang kok .. tapi pelan aja ya .. “

“ I .. iya tante ..” merasa mendapat angin, anak SMP itu lalu beranjak duduk di samping istriku, lalu mulai melanjutkan kegiatannya meremasi dada istriku.

Aku sendiri lalu berpindah ke belakang istriku, menopangnya dari belakang sambil tanganku ikut ambil bagian dalam kegiatan meremasi dadanya.

Istriku nampaknya sudah benar2 menikmati perlakukan itu, dia menyandarkan tubuhnya ke belakang, membiarkan Agus yang sekarang sudah makin berani memilin2 putting susunya. Perlahan aku merangsang bahu dan lehernya dengan ciuman2 kecil untuk makin membangkitkan gairahnya. Dan istriku membalasnya dengan desahan sambil membusungkan dadanya, membuat Agus makin bernafsu meremas dan bermain dengan dua bola daging yang kenyal itu.

“ Cium aja Gus .. hisap putingnya .. “ Bisikku disambut lirikan manja istriku dan cubitan mesranya.

Agus tidak membuang waktu lebih lama lagi, langsung melaksanakan perintahku dengan segera. Dia bahkan tidak hanya menciumi buah dada istriku, tapi berusaha mencaploknya dengan mulutnya yang kecil. Istriku terpekik pelan, nampaknya dalam gemasnya, anak SMP itu tidak sengaja menggigit daging buah dadanya, meninggalkan bekas merah di kulitnya yang putih.

“ Pelan2 Gus .. nikmati aja ya .. jangan buru2 “ Bisik istriku pelan sambil membelai kepala Agus yang masih terbenam diantara buah dadanya. Agus melirik saja dengan ekspresi yang tidak karuan terbakar nafsunya sendiri. Sekarang dia menjilati putting susu istriku dengan ujung lidahnya sambil sesekali dihisapnya dengan gemas. Melihat kelakuannya yang makin nakal itu nafsuku dengan cepat merayap naik sampai ke puncak, sisa2 gairah yang belum tertuntaskan dari persetubuhan di kamar mandi tadi sekarang bergolak tanpa kendali.

Perlahan, sambil masih menciumi leher istriku aku menurunkan celanaku dan menarik keluar kemaluanku dari dalamnya. Melihat itu istriku rupanya segera tanggap, dia segera menggenggam dan mengocoknya lembut. Aku tidak peduli lagi betapa aku melakukannya didepan anak smp yang notabene adalah murid istriku, yang aku inginkan sekarang adalah kenikmatan yang tadi masih belum puas aku reguk.

Cepat aku ciumi bibir istriku, lidahnya yang menyentuh bibirku dengan ganas aku hisap dan aku kulum. Membuat dia pun makin aktif mempermainkan penisku di dalam genggamannya.

Tiba2 dia menggelinjang geli .. “ Aduh .. Gus .. apa2an sih .. “ serunya sambil tertawa kecil.

Aku menghentikan ciumanku dan melirik kebawah. Rupanya sambil menciumi buah dada istriku, tangan anak itu nakal menyusup ke bawah kimono istriku, dan karena memang istriku tidak mengenakan pakaian dalam, jari2 anak itu langsung menyentuh vaginanya yang terbuka.

“ Aduh .. kamu nakal banget sih Gus .. “ protesnya sambil menahan tangan Agus, tapi dari suaranya aku tahu kalau sentuhan kecil tadi sudah membangkitkan gairah nafsu di dalam dadanya.

Agus melihatku penuh harap .. dan akupun berpikir sejenak, seandainya yang melakukan itu adalah orang seumurku mungkin aku tidak akan berpikir 2 kali untuk menghajarnya .. tapi melihat anak ingusan ini menjadi begitu bernafsu dengan tubuh istriku, aku justru ingin melihat sejauh mana anak ini akan melampiaskan keinginannya.

Maka perlahan aku menarik kimono istriku ke samping, Fang fang melihatku dengan tanda tanya, tapi aku hanya membalasnya dengan ciuman mesra di bibir sambil tanganku membuka kimononya lebar2 ke samping.

Kini tubuh istriku sudah sama sekali terbuka. Agus yang duduk terpana di antara kaki istriku kini bisa melihat tubuh istriku sepenuhnya. Dari lehernya yang jenjang, buah dadanya yang menggantung padat, perutnya yang rata dan celah vaginanya yang dihiasi bulu2 lebat …

Anak itu betul – betul memuaskan seluruh rasa ingin tahunya, sekarang dia bahkan merosot turun dari kursinya, dan memposisikan kepalanya tepat diantara bukaan paha istriku.

Matanya tidak lepas mengamati belahan vagina istriku yang aku sangat yakin, saat ini sudah sangat basah oleh cairan kenikmatannya. Istriku sendiri, sekarang malah memejamkan matanya, mungkin terjebak antara rasa malu menyadari muridnya tengah mengamati bagian paling pribadinya, dan sesasi yang makin kuat menaikkan gairahnya.

Aku kembali menciumi bibirnya, Agus yang melirikku hanya aku beri isyarat anggukan kecil saja untuk melanjutkan kegiatannya.

Dari sudut mataku aku melihat anak itu menunduk, tangannya yang satu mendorong paha istriku membuka ke samping dan jarinya bergerak mengorek2 lubang vagina istriku.

Fang2 menggigit bibirnya, dia nampak menikmati sekali melihat seorang anak SMP bermain2 dengan vaginanya. Dua kakinya tanpa dikendalikan bergerak membuka, memberi ruang seluas2nya untuk Agus mengamati dan menikmati bagian paling intimnya itu.

Aku bergerak menyamping, membiarkan istriku kini berbaring dengan relax, tanganku kini beralih meremasi buah dadanya dari depan. Ciumanku ikut turun dari pundak dan lehernya, kini mengarah pada buah dada dan putting susunya. Makin melengkapi rangsangan yang dirasakan istriku.

Dan detik berikutnya waktu aku melirik kebawah lagi, aku melihat Agus sudah mulai memasukkan 2 jarinya ke liang vagina istriku, mendorongnya sebentar kemudian menariknya keluar dengan pelan masih sambil mengamati pangkal paha istriku. Nampaknya sensasi melihat jari – jarinya bermain – main di dalam vagina gurunya memberikan kenikmatan sendiri bagi anak itu..

“ Cium di bagian ini Gus .. dan hisap sedikit sambil kamu dorong jarimu keluar masuk .. “

Bisikku sambil membuka lapisan daging yang menutup klitoris istriku. Agus mendekatkan bibirnya dan mulai mengulum dan menghisap tonjolan kecil itu. Istriku mendesah pelan, pinggulnya bergerak naik turun merespon kenikmatan yang dirasakan dari hisapan anak itu. Dan merasakan cumbuannya berhasil, Agus makin bersemangat mempermainkan jarinya keluar masuk liang vagina istriku.

Aku mengimbanginya dengan ciuman dan remasan di buah dada istriku, gumpalan daging putih itu segera saja berubah kemerahan akibat remasan2 tanganku. Dan Fang2 sekarang sudah betul2 bernafsu, dia mendesah desah sambil mengangkat pinggulnya. Permainan tangan Agus dan hisapannya nampaknya berhasil membawanya hampir ke puncak kenikmatan.

“ Gus .. minggir dulu ya .. “ Aku memberi isyarat Agus untuk menyamping, anak itu menatapku setengah memprotes. Tapi aku mendorongnya ke depan untuk kembali bermain dengan buah dada istriku, dan dia menurut.

Istriku tersenyum, dia nampaknya cukup mengerti kalau percumbuan ini sudah membuat kemaluanku betul2 mengeras. Melihat Agus yang nampak sedikit kecewa permainannya terhenti, dia merangkul anak itu dan menciumnya. Tangan lentiknya lalu bergerak menyentuh pangkal paha anak itu.

“ Buka celananya Gus .. Tante mau lihat burungmu .. “ bisiknya.

Dan seperti mendapat hadiah nomplok, anak itu segera saja memelorotkan celananya dan duduk mengangsurkan penisnya. Fang2 tersenyum, dia membelai batang kemaluan kecil itu dan pelan2 mulai mengocoknya. “ Sering ngocok sendiri ya Gus ? ..” godanya sambil tersenyum.

Agus tersenyum saja, mukanya terlihat mulai merah merasakan kenikmatan kocokan istriku.

Tangannya mulai aktif kembali meremasi buah dada istriku sambil seselali bermain dengan putingnya.

Aku sendiri segera mengambil posisi dipangkal paha istriku, kemaluanku yang memang sudah sangat keras segera saja aku tarik keluar dari celana kolorku dan aku gesekkan di bibir vagina istriku yang sudah sangat basah itu.

“ Ssshh … aduh, Pa .. “ desah istriku waktu aku dorongkan kemaluanku masuk.

Kocokannya pada kemaluan Agus terlihat semakin cepat terbawa oleh kenikmatan yang dirasakan dari gesekan penisku di vaginanya.

Agus terlihat makin bernafsu meremasi dada istriku, kini dia mulai menciumi buah dada istriku dengan liar, tidak lagi malu – malu seperti sebelumnya. Bahkan sekarang terlihat anak itu tidak saja focus pada buah dada istriku tapi mulai bergerak menciumi leher dan bahunya, nampaknya dia berusaha meniru apa yang tadi aku lakukan.

Fang fang mendesah saja, tangannya membelai rambut tipis anak itu sambil tangannya tetap bermain dengan kemaluan kecil digenggamannya. Dia bahkan menyambut ciuman Agus yang mulai mendarat di bibirnya dengan hisapan penuh nafsu.

Aku mempercepat gerakan pinggulku. Kedua kaki istriku aku naikkan ke pundakku, memberi akses maksimal pada kemaluanku untuk masuk sedalam2nya ke liang vagina istriku. Pemandangan istriku bermesraan dengan anak umur belasan tahun itu betul2 memberikan sensasi yang aneh di dadaku. Ada kecemburuan .. tapi yang paling kuat justru rangsangan yang makin kuat memompa birahiku.

Tidak puas dengan posisi misionaris ini, aku menarik pinggul istriku dan memutarnya, mencoba membawanya ke posisi doggy style.

“ Pah .. susah kalau posisi gini Pah ..” Protes istriku sambil melepaskan kemaluan Agus dan mendorongnya sedikit menyamping. Anak itu ikut menatapku heran, dia berdiri saja di samping istriku dengan penisnya yang masih mengacung tegak.

“ Pindah ke ranjang aja Ma .. bisa kok .. Si Agus biar ganti posisi lain aja .. “ Aku memberi isyarat Agus untuk bergerak ke ranjang, sambil aku dorong juga istriku ke sana. “ Aduh .. Papa .. aneh2 aja maunya .. “ Protes istriku manja, sambil naik ke tempat tidur , “ Kamu mau gimana Gus ? “ tanyanya sambil melihat Agus yang masih duduk saja di tepi ranjang.

Agus diam saja, dia menatap istriku yang mulai memposisikan dirinya merangkak di atas ranjang, nampaknya dia terpesona sekali melihat gumpalan payudara istriku yang tergantung lepas di dadanya dan bergoyang – goyang sedikit oleh gerakanku yang mengambil posisi di belakangnya.

Agus mengulurkan tangan kecilnya dan mulai lagi bermain dengan buah dada istriku dari sisi samping. Jari- jarinya bergerak meremas dan memilin putting susu istriku dengan gemas. Tapi karena posisi istriku yang merangkak dengan dua tangan menopang tubuhnya, tentu saja tidak ada ruang lagi untuk dia melanjutkan mengocok penis anak itu.

“ Sini Gus, kamu baring aja di bawah tante ya ..” tarik istriku sambil menegakkan tubuhnya, memberi ruang pada anak itu untuk berbaring diranjang. Aku melihatnya saja dari sela – sela pundak istriku, penisku yang panjang masih mengacung tegak menanti posisi yang pas untuk menyelip masuk.

“Iya .. Tante .. “ Agus menjawab pelan, sambil mulai berbaring di ranjang. Setengah bingung dia nampaknya, tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Istriku tersenyum lebar melihat keluguan murid kecilnya itu, dia lalu menempelkan dadanya sedemikian rupa hingga buah dadanya kini menjepit kemaluan anak itu, lalu pelan – pelan digesekkannya turun naik.

Agus menatapnya dengan wajah tegang, tentu saja pengalaman yang luar biasa ini membuat matanya tidak bisa lepas melihat ke bawah. Gurunya yang muda dan cantik, menggesekkan payudaranya naik turun di pahanya .. penis kecilnya terlihat naik turun menyusuri lereng bukit dada yang putih dan mulus itu dengan indahnya.

“Kamu tekan sendiri pakai tangan Gus .. penismu kecil, jadi susah nyelipnya di dada Tante .. “ protes istriku pelan sambil masih sedikit mengangkat tubuhnya.

“ I .. iya tante .. “ Agus menjawab tersendat, dia lalu meraih buah dada istriku dan meremasnya dari sisi samping, merapatkan belahan dadanya untuk menjepit penisnya lebih erat lagi.

“ Nah .. terus kamu goyangin sendiri ya .. kasihan tuh Om-mu susah mau masukin kalau Tante goyang – goyang terus .. “ Kata istriku sambil tersenyum dan melirikku mesra.

“Iya Tante .. “ Agus menyahut singkat, pinggulnya bergerak naik turun sekarang, membawa penisnya bergerak keluar masuk jepitan buah dada istriku. Remasan jarinya kini terlihat semakin mantap, membuat dada istriku terlihat makin penuh membusung, erat menjepit kemaluan kecil ditengahnya.

“ Nah .. gitu .. enak kan .. “ Istriku berbisik pelan setengah tersengal, nampaknya dia mulai terangsang juga dengan perlakuan anak itu dengan buah dadanya. Pinggulnya kini sudah menungging sempurna, liang vaginanya terlihat basah terbuka, siap untuk dimasuki.

Akupun tidak menunggu lama segera menyusupkan penisku dan mendorongnya perlahan masuk.

“ Ssh .. Pa ..” desahnya sambil menggigit bibir, terlihat sekali wajahnya memerah dipenuhi gejolak kenikmatan yang dirasakannya. Aku mulai mengayunkan pinggulku, makin lama makin cepat.

Ini pertama kalinya kami bersetubuh dengan cara ini, melibatkan satu orang lagi selain kami berdua. Jujur kalau yang terlibat adalah orang dewasa, aku belum tentu bisa menerimanya, tapi karena yang terlibat disini hanya anak 12 tahun .. yang menurutku belum sepenuhnya memahami .. aku justru bisa menerimanya sebagai bentuk variasi permainan yang menyenangkan ..

Aku mempercepat goyanganku , penisku yang panjang kini terlihat mulai basah oleh cairan vagina istriku, tapi itu justru makin melicinkannya bergerak keluar masuk dengan lancar. Sesekali kurasakan vagina istriku berkedut menambah kenikmatan jepitannya.

Agus sendiri, melihat aku menyetubuhi istriku dari belakang rupanya juga ikut terangsang, dia makin erat menjepit buah dada istriku dan mengayunkan penisnya. Gabungan sensasinya meremasi buah dada gurunya yang montok dan gesekan kulit halus di penisnya nampaknya begitu nikmat dia rasakan. Terlihat dari caranya melihat dan mulutnya yang setengah terbuka.

Istriku terlihat makin resah dengan desahannya, jari – jarinya yang lentik terlihat sibuk meremasi kain sprei, mencoba mengekspresikan kenikmatan ditubuhnya, disamping juga berusaha agar tidak terlalu terdorong kedepan oleh ayunanku yang semakin keras.

Aku masih menikmati sensasi ini kurang lebih selama 15 menit ke depan, ketika kulihat Agus makin kencang mengayunkan penisnya. Wajahnya terlihat bingung dan nikmat bercampur menjadi satu. Lalu sesaat kemudian dia melepaskan penisnya dari jepitan buah dada istriku dan menggenggamnya kuat – kuat dengan jarinya.

Terlihat cairan putih mengalir keluar dari sela2 jarinya. Tidak banyak, tapi terlihat sekali kepuasan memancar dari matanya. Hmm .. cukup bagus dia tidak menyemprotkan spermanya di dada istriku .. pikirku lega .. rupanya masih tahu diri juga dia untuk tidak sembarangan mengotori tubuh mulus gurunya ini.

“ Sudah ya Gus .. “ bisik istriku sambil tersenyum.

“ Iya Tante .. enak banget .. “ jawab anak itu malu – malu sambil menyisih ke samping, tangannya masih menggenggam penisnya yang sudah mulai berhenti memuntahkan cairannya.

“ Sana cuci dulu dikamar mandi .. “ suruhku sambil masih mengayunkan pinggulku maju mundur.

“ Iya Om .. “ jawabnya, sambil berjalan ke kamar mandi matanya tidak lepas memperhatikan penisku yang masih bergerak keluar masuk ke vagina istriku.

“ Pa .. aku keluar Pa .. “ erang istriku sambil menunggingkan pantatnya. Punggungnya sedikit melengkung ke atas dan pinggulnya bergerak gerak, berputar dan naik turun dengan cepat, menandakan dia sudah mencapai orgasmenya.

“ Aku juga Ma .. aah. . aduh .. “ Jawabku sambil menyodokkan penisku dalam2, terasa ujung kemaluanku berkedut kedut nikmat, menyemprotkan spermaku banyak banyak kedalam rahim istriku, mungkin lebih keras dan lebih banyak dari yang biasanya aku alami.

“ Enak banget Ma .. “ Aku menjatuhkan tubuhku ke punggung istriku yang kini berbaring telungkup di ranjang. Sesekali masih aku gerakkan pinggulku, mendorong penisku masuk lebih dalam untuk mengambil sisa – sisa kenikmatan yang masih ada.

“ mmm … iya Pa .. enak banget .. “ Bisik istriku pelan sambil tersenyum. Tangannya meraih kepalaku dan mendorongnya lebih merapat. Ku kecup lembut bibirnya dengan mesra. Sisa – sisa keringat yang masih mengucur ditubuhnya menambah aroma kemesraan yang kami rasakan.

Betul2 sensasi baru yang pertama kalinya kami alami .. tapi sepertinya tidak akan jadi yang terakhir. Sedikit gila mungkin .. tapi entah kenapa, terasa begitu sensasional dan menggairahkan. Kami bermesraan beberapa lama sebelum menyadari kalau si Agus sudah kembali dari kamar mandi. Anak itu sekarang duduk saja di kursi sambil mengamati kami yang masih berpelukan di atas ranjang.

“ Gus, ambilin tissue dong .. “ Pintaku sambil beranjak bangun. Anak itu segera meraih kotak tissue yang ada di atas meja dan membawanya mendekat.

Aku mendorong paha Istriku sedikit melipat ke atas, membuka celah di pangkal pahanya lebih melebar, kemudian perlahan aku tarik keluar penisku. Cairan putih nampak mengalir keluar dari liang vaginanya yang masih terlihat sedikit melebar.

“ Tolong bersihin vagina Tante tuh .. “ Suruhku sambil tersenyum, istriku tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat ke-usilanku.

Agus bergegas mendekat, menggantikan posisiku, tangannya buru2 merobek beberapa tissue dan mengelapkannya di vagina istriku yang masih terlihat basah oleh sisa – sisa sperma.

Aku meninggalkannya melangkah ke kamar mandi , bersih – bersih sedikit, sambil melirik apa saja yang dilakukan si Agus dengan kesempatan unik yang aku berikan itu.

Anak itu terlihat serius membersihkan pangkal paha istriku, cermat sekali di usapnya setiap inci dari liang vagina itu dengan tissue yang dipegangnya. Setelah lembar pertama yang dibawanya basah, cepat digantinya dengan lembar berikutnya, dan diulangnya mengusap bagian pangkal paha dan sisi paha dalam istriku sampai betul – betul bersih.

Istriku membiarkannya saja, dia menurut saja waktu Agus mendorong tubuhnya ke posisi telentang.

Sekarang anak itu terlihat memijit – mijit kaki istriku dengan penuh kasih sayang, di urutnya perlahan betis mulus istriku dengan lembut dan pelan, seperti orang yang sedang berpacaran saja.

Istriku menikmati pijitan itu dengan tersenyum senyum kecil, dia sekarang berbaring telentang, buah dadanya yang montok dibiarkan saja terbuka, membusung ke atas, membuat Agus semakin betah saja dengan kegiatan pijit memijitnya.

Anak itu sekarang bergerak naik, tangannya berpindah dari betis ke paha istriku yang mulus dan bersih.

Matanya tidak lepas memperhatikan gerakan buah dada istriku yang turun naik seiring nafasnya, sesekali diliriknya pangkal paha istriku yang dihiasi bulu – bulu tipis menggairahkan.

“ Dasar .. masih belum puas juga dia menikmati jepitan buah dada Fang Fang .. “ batinku sambil menyelesaikan kegiatanku bersih – bersih. Bergegas ku pakai celana kolorku kembali sebelum aku melangkah keluar kamar mandi.

“ Ma .. udah tuh, bersih – bersih dulu .. “ Suruhku sambil mendekat. Agus menoleh melihatku dengan pandangan kecewa. “ Pakai celanamu Gus .. tuh burungmu bangun lagi tuh .. “ Suruhku sambil menunjuk penisnya yang memang sudah kembali berdiri tegak.

“ Eh .. I .. iya Om .. “ jawabnya tergagap, tapi tangannya masih sibuk memijit – mijit paha istriku.

“ Masa bangun lagi Gus ? “ Istriku tiba – tiba bergerak bangun, dia terkikik geli melihat penis Agus yang memang sudah tegak sekali, menjulang seperti kayu.” Aduuhh .. belum puas juga ya ? .. “ Godanya sambil menggenggam penis anak itu gemas, seperti sengaja, dia menempelkan dadanya ke punggung Agus, membuat anak itu semakin gelagapan.

“ Adduh .. iya Tante .. mm .. saya mau masukkan ke situ boleh ? “ Agus menjawab lirih sambil memandang pangkal paha istriku yang masih terbuka.

“ Nggak boleh Gus .. sekarang pakai celanamu tuh .. “ Jawabku cepat sambil aku raih celananya dan kulemparkan menutup penisnya.

“ Lain kali saja .. kalau kamu baik baik dan bisa jaga rahasia .. mungkin Tante kasih kamu masukin ke sana .. “ Hibur istriku sambil melepaskan genggamannya dan beranjak ke kamar mandi.

“ I .. iya Tante .. “ Jawabnya lesu .. dia bangun juga, tapi tidak segera memakai celananya .. matanya masih mengikuti istriku yang berjalan telanjang ke kamar mandi .. tapi kali ini Fang Fang menutup pintu kamar mandi rapat – rapat. Nampaknya dia tidak tega juga untuk terus menggoda anak itu.

“ Sudah Gus .. pulang dulu sana .. “ Suruhku sambil memandangnya, iba juga sih melihat muka lesunya itu. Aku tahu rasanya menahan nafsu yang tidak kesampaian begitu. Tapi .. ya anak itu juga harus belajar menahan diri .. dengan istri orang lagi.

“ Iya Om .. “ Usai memakai celananya Agus mengemasi buku – bukunya dan memasukkannya kedalam tas. “ mm .. minggu depan lagi ya Om ? .. “ Tanyanya sambil melihatku penuh harap.

“ Minggu depan kamu ke sini buat belajar computer .. “ Jawabku tegas “ Jangan mikir macam2 … yang penting jaga rahasia ya .. nanti kita lihat lagi “

“ Iya Om ..” Jawabnya pelan. Dia menunggu istriku keluar dari Kamar Mandi sebentar. Tapi setelah beberapa lama ditunggu dan ternyata malah terdengar suara air shower dihidupkan akhirnya anak itu pamit pulang.


Like mother like daughter

Satu weekend aku lagi jalan ma mamahku di mall. Mamah ketemu ma temennya lelaki, om2, ganteng banget deh. “Pa kabarnya ni, makin cantik aja”, sapa si om. Mamahku kecentilan menjawab, “Masak si, dah tua”. mereka ber cipika cipiki tanpa sungkan ada aku juga. “Seginilah dibilang tua, ni lagi ranum2nya lo”. “Bisa aja kamu, tu klakuan gak brubah dari dulu”. “Ni sapa, kok cantik banget, sexy lagi”. “O ini anakku Dina, masi klas 9, jau banget skolahnya didaerah… (mamahku nyebut lokasinya)”. “Wah deket banget ma rumahku, kalo jau kos ja dirumahku, bereskan. Buat kamu mah foc deh”. “bener ni foc”. “Iyalah buat kamu apa si yang enggak, aku kan buka kos2an dirumah”. “Mangnya masi ada kamar”. “Di bagian kos2an dah penuh tapi masi da kamar kosong di rumah utama”. “Mau gak Din kos ditempatnya om…. (mamah nyebut namanya). Ni om temen mama dulu”. “Mantan pacar Din”, kata si om sambil ngedipin matanya ke aku. Ih genit, sama ja kaya mamahku. Tapi aku suka banget liat si om, keren, tegap lagi badannya, gak gendut kaya kebanyakan lelaki seumuran itu. “Katimbang kamu dah capek kalo nyampe rumah, blon bikin pr lagi kan, blajar buat ulangan besok lagi”. “Ya boleh deh mah, palagi si om ngasi gratisan kan”. “Ya udah, kita pulang beberes barang, trus mamah anterin ke tempat si om”. “Gak usah, kalian ikut aku aja pake mobilku, aku anter kalian pulang, trus Dina biar ikut aku kerumah”. “Wah si mas mah baek banget”. “Kan dah kubilang, buat kamu apa si yang enggak”.

akhirnya kami ikut si om kerumah, kebetulan tadi kami naek taksi karena mobilnya ngadat ga mo distater. Di rumah mereka masi ngobrol, bernostalgila kali ya, aku si beberes baju en barang2 yang mo kubawa ja, gak banyak si, aku bawa laptop juga supaya bisa brosing internet dan ngerjain tugas sekolah, juga buku2 sekolah. Jadilah barangku ada koper pakean dan kardus barang2 serta laptop. aku seret bawaanku keluar. “Kok dikit bawaannya Din”. “Segini juga dah banyak om. Mah, Dina pamit ya”. “Jangan bengal ya dirumah om, kalo weekend pulang ke rumah”. “Iya mah, dadah mamah”, kataku sambil mencium tangan mamahku. Si om membawakan barang2ku, dimasukkan ke bagasi kecuali laptop dimasukkan di jok blakang. “Udah ya, aku duluan”. “Nitip Dina ya mas”. Mobilpun meluncur meninggalkan rumah.

“Om beneran mantannya mamah”. “ya, bener, om yang ketiga”. “Wah mamah banyak banget pacarnya”. “Kamu brapa pacarnya”. “Cuma satu kok om”. “Mamah gak tau ya kamu punya pacar”. “Kok om tau”. “Ya taulah, kalo gak kan pasti dia suru kamu kabarin cowok kamu kalo kamu mo kos ditempatku. Kamu cantik Din, lebi cantik kamu katimbang mamah kamu”. “Wah om mulai gombal ni”. “Tapi suka kan digombalin, biasanya abege si kaya gitu”. “Wah om dah pengalaman jualan gombal ya”. Dia tertawa ja. “Kamu suka maen pa cowok kamu ya Din”, kaget juga aku ditanya tudepoin gitu. “Sok tau ah om”. “Past deh, makanya kamu gak bilsang sama mamah kamu, pulang skul sering maen dulu kan ma cowok kamu, makanya ampe rumah malem”. Tepat banget dugaan si om. “Ditempatku gak bole cowok masuk kamar lo Din, aturannya memang gitu, gak bole lawan jenis ada di kamar. Kalo maennya diluar ya terserah”. Dalem ati, aku maennya kan dikosan cowokku. “Kamu ni masi juga klas 9 dah ngesex segala”. “Bisnya nikmat si om”. “Cowok kamu yang mrawanin kamu ya”. Aku cuma ngangguk. “Temen skul kamu”. Aku ngegeleng, “Bukan om, cowok Dina dah mahasiswa”. “Wah demen daon tua ni kamu”. “Mahasiswa kan blon tua lah om”. “Tapi kan jau lebi tua dari kamu”. “Iya si, tapi asik2 aja tu ma yang jau lebi tua”. “Om lebi jau lagi tuaan dari kamu”. “Maksud om”. Dia senyum2 ja gak ngejawab, wah ada bakwan dibalik batu ni.

Sampelah kami dirumahnya, rumahnya besar, dibagian belakang rumahnya si om ngebangun kamar2 kosnya, 2 tingkat. “Yang atas buat lelaki dan bawah prempuan”. “Kok prempuan slalu dibawah ya om”. “Gak lah kadang2 diatas”, si om nyambung juga ma guyonanku yang miring. “Kamu suka diatas ya Din”. Aku cuma senyum ja. Aku yang mulai miring2, eh disamber lebi miring lagi, kalah ngomong deh aku. Aku diajaknya kedalem rumahnya, aku dikasi kamar disebelah kamarnya. Gede juga, ada ac nya, kamar mandi didalem, prabotannya ya ranjang, lemari, meja blajar ja. Kamar mandinya shower type, wc ma wastafel, standard juga. “Ya udah kamu beberes ya Din, kalo perlu apa2 om ada di kamar”. Aku membereskan barang2ku, trus keluar cari minum.

Di rumah itu kayanya gak da siapa2. Si om keluar dari kamar, “Mo orientasi rumah ya Din. Ni dapurnya, kalo perlu piring gelas ya ambil ja di rak piring. Sendok garpu en piso ada dilaci ini. Perabotan masak ada dilemari bawah. Kalo mo masak bisa pake kompor ato microwave, kamu bisa masak gak”. Aku ngegeleng. “Jangan2 masak air ja kamu gosong ya”, godanya sambil tertawa. “Ya gak gitu2 amir lah om, Dina bisa masak mi instan”. “Cowok kamu kah?” “Maksud om?” “amir?” Aku tertawa, “Amat mudik, yang ngeganti amir om”. “asik juga neh becanda ma cewek imut, sexy en cantik lagi, lebi cantik dari mamah kamu waktu jadi cewek om”. “Masak si om, tapi mamah kan toge, Dina kan tocil om, masak sexy si”. “Sekarang toge, dulunya biasa2 aja. Kan kamu imut, jadi gak masalah tocil juga, kalo imut toge kan gak proporsional jadinya. Kamu mandi gih, ntar om ajak kamu makan sate, doyan kan”. “Doyan om, Dina mah omnivora kok”. “Wah ntar sosis om kamu makan juga dong”. “Ih prono ngomongnya”. “Panya yang prono, tu ada sosis di lemari es”, katanya sambil membuka lemari esnya yang penuh macem2 makanan. “Kamu kalo mo makan ambil ja, gak usah sungkan”. “Wah dah ngekosnya gratis, makannya gratis pula”. “Buat cewek secantik kamu apa si yang enggak”. “Tadi ngegombalin mamah skarang Dina yang digombalin”. “Tapi suka kan”, aku tertawa ja. “Dah mandi dulu sana, trus kita pergi makan”.

Segera aku mandi dan mengenakan tengtop ketat dan celana 3/4 yang ketat. Walaupun imut tapi bdanku ada bentuknya juga walaupun tonjolannya serba kecil. “Wow, sexy banget kamu sayang”. “Wah kok jadi sayang2an si, kaya cowok Dina ja”. “Om mau kok jadi cowok kamu, mau gak”. Aku senyum aja, aku seneng ja disanjung2 gitu. Aku jadi keinget kata temenku kalo maen ma om2 jau lebi nikmat katimbang ma maen ma cowok ndiri. Aku jadi penarasan kaya apa nikmatnya. “Jalan ja ya Din, deket kok”. aku ngangguk, aku digandengnya, seneng banget rasanya digandeng om ganteng kaya gitu, malah diperjalanan, tangannya memeluk ahuku dan meraik badanku merapat ke badannya. aku si iya aja. “Om mesra amir si ma Dina”. “aku suka liat kamu Din, keinget mamah kamu dulu”. “ah si om ber nostalgila ya”.

Di warung sate si om pesen sate kambing ma sate ayam, “Kamu mo lontong pa nasi, pasti demennya lontong ya”. Aku ngangguk sambil tertawa, “om ni menjurus aja si ngomongnya”. Pesenan dateng dan kami makan dengan lahap, si om pesennya sate banyak banget sampe aku kenyang banget karena dipaksa kudu ngabisin, sampe lontongnya gak kemakan, cuma brapa potong ja lontong yang aku makan. “Om kenyang banget deh, ngantuk ni”. “Mangnya besok masi ada tugas gak”. “Dah beres semuanya kok om” “besok kudu dianter skolahnya”. “Gak usah om, Dina jalan ja, deket banget dari rumah om”. “Ya udah, pulang yuk, trus bobo”. Aku digandeng2nya lagi, kami santai ja jalannya, trus terang aku sangat menikmati kemesraan si om, ampe lupa ma cowokku aku. “Om kok tinggal ndiri si”. “Om dah pisah Din, anak ikut ibunya”. “O maap, Dina gak tau om”. “No problemo”. “Trus rumah sapa yang ngebersiin om?” “Ada si pembantu, tapi konsentrasinya mbantu yang ngekos, jadi seminggu sekali baru ngerapiin rumah, nyuci baju dll”. “O gitu, Dina bole ikutan nyuci dong om”. “Ya bole, asal mo ditumpuk ja baju kotornya seminggu baru dicuci”. “Wah seragam Dina gak banyak”. Ya udah nanti om suru pembantu nyuciin baju Dina aja tiap ari”. “Om kayanya lebi tua dari mamah deh”. “Ya iyalah, mamah kamu kan bis smu langsung nikah ma papah kamu, makanya masi kaya kakak kamu kan”. “Mangnya om brapa lama jalan ma mamah”. “Setaon ada kali, trus mamah kamu dilamar ma papah kamu, putus deh kita”. “Dah ngapain aja tu setaon ma mamah”. “Mo tau aja kamu anak kecil”. “anak kecil yang dah bisa bikin anak kecil om”, jawabku nantangin”. “bener juga, bikin ma om yuk”. Ketauan deh belangnya, pantes dia nawarin aku tinggal dirumahnya, pengen berbagi kenikmatan dengan aku rupanya, ber nostalgila ma mamahku, cuman diterusinnya ma aku. Aku jadi berdebar antara kaget, seneng dan pengen.

Malemnya si gak terjadi apa2, si om gak mo grusa grusu rupanya, ya aku ngejalanin kehidupanku aja. karena aku tinggal diruma si om, aku gak bisa kluyuran ma cowokku lagi karena rumah si om deket banget ma skola ku. cowokku jadi uring2an karena susa banget nyari waktu untuki ngewein aku. Akhirnya dia jarang nongol dirumah si om, ya biar aja, aku dah punya gantinya kok, hihi geer ya, si om anteng2 aja kuanggep kaya cowokku aja. Sejak tinggal bersama si om, tentunya aku gak bisa merasakan kenikmatan dari cowokku, itu yang membuat aku gelisah kalo lagi bertanduk (horny kamsudnya, horn kan tanduk). Seminggu sekali si om nganter aku pulang, minggu sore aku dijemput lagi, mamah seneng banget si om memperlakuin aku kaya anaknya ndiri, mamah gak tau ja kalo aku pengen banget lebi dari kaya ke anaknya aja.

Satu hari ada hari libur nasional ditengah minggu. aku bangunnya jadi kesiangan. Ketika aku keluar kamar, rumah dah sepi, gak tau si om kemana. Aku balik kekamar tidur2an aja, karena gerah aku melepas pakean tidurku sehingga tinggal cd aja yang nempel di bodiku. Karena merasa sendirian di rumah, pintu kamar kubiarkan saja terbuka. Karena masi ngantuk akupun terlena lagi. Aku terbangun ketika mendengar suara orang batuk. aku kaget karena ketika aku membuka mata, kulihat si om dengan tersenyum sedang berdiri memandangiku disebelah ranjangku. Tanganku reflex menututpi toketku, tapi si om rupanya dah lama juga memandangi aku nyaris telanjang gitu. Dia duduk disebelahku. “Napa Din, gerah ya. Bodi kamu merangsang sekali Din. Sejak kamu dateng pertama kali, aku dah napsu liat bodi kamu. Hari ini baru aku bisa liat langsung bodi mulus kamu ampir telanjang”. Aku terdiam saja. Si om menarik tanganku dari toketku dan mulai menyentuh2 pentilku.”Din, Aku pengen deh ngelakuin ma kamu”. “Mangnya om tadi dari mana, kirain kerja.” “Aku off hari ini, tadi keluar beli keperluan bulanan ja. Mau ya Din ngentot ma aku”, katanya to the point. “Kan sekarang kamu horni berat ya karena dah lama gak dientot, om dah lama gak liat cowok kamu”. “Iya om”. “Ya udah ngelakuinnya ma aku aja ya”, katanya sambil menutup pintu kamar.

Dia berbaring disebelahku, masih memakai pakeannya. dia kemudian menarik tubuhku merapat ke tubuhnya. tangannya mengusap2 pahaku. “Kamu cantik sekali, Din”, katanya. Tangannya pidah ke selangkanganku, mengelus bukit memekku. Dia bisa melakukan itu karena aku mengangkangkan pahaku. Tangannya terus menjalar ke atas ke pinggangku. “Geli om”, kataku ketika tangannya menggelitiki pinggangku. Aku menggeliat2 jadinya. Segera tangannya meremes2 toketku.”Toket kenceng ya Din, biar gak besar juga”, katanya. “Om suka kan”, jawabku. “Ya Din, aku suka sekali setiap inci dari tubuhmu”, jawabnya sambil terus meremes2 toketku.

Dia kemudian mencium bibirku. Keadaan menjadi tambah parah buatku karena yang dia cium kemudian adalah kuping dan leherku. berlama-lama lagi. Padahal itu termasuk daerah sensitif. Hal itu membuat aku mulai ser-seran. tangannya mulai turun ke dada dari bahuku. Tangannya lihai banget, putaran-putaran jarinya mampu membuat aku sesak karena toketku segera mengeras. Tangannya terus aktif, sehingga akhirnya pentilku menjadi keras banget. Bibirnya yang bermain dileherku, mulai turun ke bahu, tapi dia nggak langsung mencaplok pentil aku yang keras, disengol-sengol dulu sama hidungnya.

Napasnya yang hangat aja sudah berhasil membuat pentilku makin keras. Terus ia ciumin pelan pelan toketku, mula-mula bagian bawah terus melingkar sehingga hampir semua bagian toketku dicium lembut olehnya. Belum puas menggoda aku, lidahnya kemudian mulai menari-nari di atas toketku. Aku tak tahan dan mulai mendesah. Akhirnya lidahnya mulai menyapu sekitar pentilku dan akhirnya pentilku tersapu lidahnya. perlahan mula mula, makin lama makin sering dan akhirnya pentilku dikulumnya. Ketika aku merasa nikmat dia melepaskannya. dan kemudian mulai mengecup dari bagian tepi lagi, perlahan mendaki ke atas dan kembali ditangkapnya pentilku. Kali ini pentilku digigit perlahan sementara lidahnya berputar putar menyapu pentil itu. Sensasi yang ditimbulkan ruar binasa, semua keinginanku yang kupendam selama ini serasa terpancing keluar dan berontak untuk segera dipuasi. Melihat aku mendesah dia makin seru.

Selain menggigit-gigit kecil pentilku sembari lidahnya menyapu-nyapu, tangannya mulai bermain di lututku dan pahaku. aku makin merinding menahan nikmat. Dengan lihai tangannya mulai mendaki dan kini berada diselangkanganku. Dengan lembut dia mengusap-usap selangkanganku. “Dah basah gini cd kamu Din, lepas aja ya”. Tanpa menunggu persetujuanku, cdku diplorortinnya, aku mengangkat pantatku untuk mempermudah lepasnya cd dari badanku. “jembut kamu lebat jua Din, pasti napsu kamu besar. kamu gak puas kan kalo dientot cuma seronde ya Din”. “He eh”, hanya itu yang keluar dari mulutku. Usapannya menimbulkan sensasi dan nikmat yang luar biasa. Aku tak dapat tenang lagi, sebentar bentar menggelinjang. Aku sudah tak dapat lagi menyembunyikan kenikmatan yang kualami. Jarinya yang besar itu akhirnya menyelinap dikerimbunan jembutku dan langsung menemukan itilku.

Dengan gemulai dia memainkan jarinya sehingga aku melenguh kenikmatan. Jarinya lembut menyentuh itilku dan gerakannya memutar membuat tubuhkupun serasa berputar-putar. Akhirnya pertahananku jebol, cairan kental mulai mengalir keluar di memekku. dan dia tahu persis sehingga dia mengintensifkan serangannya. Akhirnya puncak itu datang, kepeluk kepalanya dengan erat dan kuhujamkan bibirku ke bibirnya dan tubuhku bergetar. Dia dengan sabar tetap mengelus itilku, membuatku bergetar-getar seolah tak berhenti. Lubang memekku yang basah dimanfaatkan dengan baik olehnya.

Sementara jari jempolnya tetap memainkan itilku, jari tengahnya mengorek-ngorek memekku menstimulasi apa yang dapat dilakukan laki-laki terhadap perempuan. Aku megap-megap dibuatnya. Entah berapa lama dia membuatku seperti itu dan sudah beberapa kali aku mengalami orgasme, tapi tidak ada tanda-tanda dia akan mengakhiri permainan ini.

Akhirnya aku yang memulai, tanganku meraba-raba selangkangannya. disana jemariku menemukan gundukan yang mulai mengeras. Begitu tersapu oleh belaianku, gundukan itu berubah menjadi mengeras. Diapun segera melepaskan semua yang melekat dibadannya. Aku terkejut melihat kontolnya, sungguh perkasa, besar, panjang dan bengkung keatas karena sudah ngaceng dengan kerasnya. Segera dia berbaring lagi disebelahku. Entah mengapa aku jadi senang menggodanya, jariku terus membelai turun naik sepanjang kon tolnya yang luar biasa ukurannya. Secara perlahan kon tolnya bertambah panjang dan besar. tanganku meremas-remas bola-bolanya sehingga dia makin terangsang.

Sambil mengecup daun telingaku dia berbisik, “mulai maen yuk Din”. Aku tak tau harus bagaimana dan menurutinya saja ketika dia mencium bibirku dengan lembut, ini membuat tubuhku bertambah lunglai. Kembali bibirnya melumat bibirku cukup lama dan dalam. Dia mengecup ngecup bibir bawah dan atasku bergantian. Aku berdesah kecil ketika tangannya memeluk pinggangku dan menarik tubuhku makin merapat ketubuhnya. dua bibirku yang tanpa sadar merekah menyambut lidahnya. Lidah itu begitu lihai bermain diantara kedua bibirku mengorek-ngorek lidahku untuk keluar. Sapuan lidahnya menimbulkan sensasi-sensasi nikmat, sehingga perlahan lidahku mengikuti gerakan lidahnya mencari dan mengikuti kemana lidahnya pergi. Dan ketika lidahku menjulur memasuki mulutnya dengan sigap dia mengulumnya dengan lembut, dan menjepit lidahku diantara lidah dan langit-langit. Tubuhku menggeliat menahan nikmat yang timbul.

Sorotoan matanya yang tajam menyapu bagian-bagian tubuhku secara perlahan. Pandangannya agak lama berhenti pada toketkug. Tatapan matanya cukup membuat tubuhku hangat, dan dalam hati kecilku ada perasaan senang dan bangga dipandangi lelaki dengan tatapan penuh kekaguman. Dia kembali merangkul pinggangku yang ramping dan menariknya merapat ketubuhnya. Tanganku terkulai lemas ketika sambil memelukku dia mengecup bagian-bagian leherku sambil tak henti-hentinya membisikan pujian-pujian akan kecantikan bagian-bagian tubuhku.

Akhirnya kecupannya sampai di daerah telingaku dan lidahnya secara lembut menyapu bagian belakang telingaku. Aku menggelinjang, tubuhku bergetar sedikit dan rintihan kecil lepas dari kedua bibirku. Dia telah menyerang salah satu daerah sensitifku, dan dia tau itu sehingga hal itu dilakukannya berkali-kali. Dengan sangat mempesona dia berbisik bahwa dia ingin menghabiskan hari ini dengan bercinta denganku, kemudian bibirnya kembali menyapu bagian belakang telingaku hingga pangkal leherku. Aku tak sanggup menjawab, tubuhku terasa ringan, tanpa sadar tanganku kulingkarkan di lehernya.

Kemudian dia membungkuk sehingga tanganku terlepas dari lehernya. Dia mulai menciumi ujung-ujung jari kakiku. Aku menjerit kegelian dan berusaha mencegah, namun dia memohon agar dia dapat melakukannya dengan bebas. Karena penasaran dengan sensasi yang ditimbulkan. akhirnya aku biarkan dia menciumi, menjilat dan mengulum jari-jari kakiku. Aku merasa geli, tersanjung dan sekaligus terpancing untuk terus melanjutkan kenikmatan ini. Bibirnya kini tengah sibuk di betisku yang menurutnya sangat indah itu. Mataku terbelalak ketika kurasakan perlahan tapi pasti bibirnya makin bergerak keatas menyusuri paha bagian dalam ku. Rasa geli dan nikmat yang ditimbulkan membuat aku lupa diri dan tanpa sadar secara perlahan pahaku terbuka. Dia dengan mudah memposisikan tubuhnya diantara kedua pahaku.

Pertahananku benar-benar runtuh ketika dia menyapu-nyapukan lidahnya dipangkal pahaku. Aku berteriak tertahan ketika dia mendaratkan bibirnya diatas gundukan memekku. dia terus melumat gundukan tersebut dengan bibirnya seperti dia sedang menciumku. Aku berkali-kali menjerit nikmat, dan getaran-getaran orgasme mulai bergulung-gulung, tanganku meremas-remas apa saja yang ditemuinya, sprei, bantal dan bahkan rambut dia, tubuhku tak bisa diam bergetar, menggeliat, dan gelisah, mulutku mendesis tak sengaja, pinggulku meliuk-liuk erotis secara reflek dan beberapa kali terangkat mengikuti gerakan kepala dia. Untuk kesekian kalinya pinggulku terangkat cukup tinggi. Dengan perlahan lidah dia menyentuh belahannya, aku menjerit tak tertahan dan ketika lidah itu bergerak turun naik di belahan memekku, puncak orgasme tak tertahankan. Tanganku memegang dan meremas rambutnya, tubuhku bergetar-getar dan melonjak-lonjak.

dia tetap bertahan pada posisinya, sehingga lidahnya tetap bisa menggelitik itilku, ketika puncak itu datang. Aku merasa dinding-dinding memekku mulai lembab, dan kontraksi-kontraksi khas pada lorongku mulai terasa. lorong memekku secara refleks akan membuat gerakan-gerakan kontraksi, yang bisa membuat lelaki tak akan bisa bertahan lebih lama lagi. dia nampaknya dapat merasakan kontraksi-kontraksi itu, sehingga membuat bertambah nafsu. Kini lidah nya semakin ganas dan liar menyapu habis daerah selangkanganku, bibirnya ikut mengecup dan bahkan bagian cairanku yang mulai mengalir disedot habis olehnya. Nafasnya mulai memburu.

dia kemudian bangkit, beberapa saat kemudian aku merasa kontol hangat yang sangat besar mulai menyentuh-nyentuh selangkanganku yang basah. dia membuka kakiku lebih lebar, dan mengarahkan kepala kontolnya ke bibir memekku. Meskipun tidak terlihat olehku, aku bisa merasakan betapa keras dan besarnya kontolnya. Dia mempermainkan kepala kontolnya di bibir memekku di gerakan keatas ke bawah dengan lembut, untuk membasahinya. Tubuhku seperti tak sabar menanti tindakan yang selanjutnya. Kemudian gerakan itu berhenti. Dan aku merasa sesuatu yang hangat mulai mencoba menerobos lubang memekku yang sempit. Tetapi karena memekku sudah cukup basah, kepala kontol itu perlahan tapi pasti terbenam, makin lama-makin dalam. Aku merintih panjang ketika dia membenamkan seluruh batang kontolnya. Aku merasa sesak, tetapi sekaligus nikmat luar biasa, seakan seluruh daerah sensistif dalam memekku tersentuh. Batang kontolnya yang keras dan padat itu disambut oleh kehangatan dinding memekku.

Cairan-cairan pelumas mengalir dari dinding-dindingnya dan gerakan kontraksi mulai berdenyut, membuat dia membiarkan kontolnya terbenam agak lama merasakan kenikmatan denyutan memekku. Kemudian dia mulai menariknya keluar perlahan-lahan dan mendorongnya lagi, makin lama makin cepat. Sodokan-sodokan yang demikian kuat dan buas membuat gelombang orgasme kembali membumbung, dinding memekku kembali berdenyut, kombinasi gerakan ini dengan gerakan maju mundur membuat batang kontolnya seolah-olah diurut, kenikmatan tak bisa dia sembunyikan, gerakannya semakin liar, mukanya menegang, dan keringat menetes dari dahinya.

Melihat hal ini, timbul keinginanku untuk membuatnya mencapai nikmat. Pinggulku kuangkat sedikit dan kemudian membuat gerakan memutar manakala dia melakukan gerak menusuk. dia nampaknya belum terbiasa dengan gerakan dangdut ini, mimik mukanya bertambah lucu menahan nikmat, batang kontolnya bertambah besar dan keras, ayunan pinggulnya bertambah cepat tetapi tetap lembut. Akhirnya pertahanannya bobol, kontolnya menghujam keras dalam memekku, tubuhnya ambruk menindihku, tubuhnya bergetar dan mengejang ketika pejunya menyemprot keluar dalam memekku berkali-kali. Akupun melenguh panjang ketika untuk kesekian kalinya puncak orgasmeku tercapai. Sesaat dia membiarkan kontolnya di dalamku hingga nafasnya kembali teratur. Tubuhku sendiri lemas luar biasa, namun harus kuakui kenikmatan yang kuperoleh sangat luar biasa.

Dia melepas kontolnya yang dah melelmas dari memekku dan berbaring diseblahku. “Din maen ma kamu jau lebi nikmat katimbang maen ma mamah kamu dulu”. “terang aja om, Dina kan baru punya 1 cowok sedang kata om mamah dah punya 2 cowok seblon om. Memek Dina lebi peret ya om”. “Ya peret banget deh, om baru skali ni ngrasain memek abegeh yang peret kaya kamu punya, berasa lagi kedutannya kalo kamu 0″. “Mamah punya dah longgar ya om”. “Ya gak longgar si, tapi gak seperet kamu punya”. “Om dulu sering ya maen ma mamah”. “Sering banget, ampir setiap ketemu kita maen di kosan ku”. “Wah asik banget ya mamah waktu muda, berbagi kenikmatan ma 3 lelaki, yang asik dari mamah apanya om”. “Sepongannya, kontol om kaya diplintir2 sembari disepong, kamu bisa gitu juga gak”. “Itu mah gampang om, cowok Dina ngajarin kok gimana caranya nyepongin yang nikmat buat dia”. “Wah maknya hebat, anaknya juga hebat. Kamu mau juga dengan 3 lelaki”. “Gak ah, ma om ja dah lebi dari cukup. Kontol om besar, ampe sesek memek Dina kalo om ablesin smuanya, lagian panjang, sampe mentok om, ngilu2 nikmat gitu”. “Mana nikmat ma cowok kamu”. “nikmat ma om lah, cowok Dina punya gak seperkasa om punya”. “Jadi?” “Ya skarang Dina jadi cewek om ja, kita kan serumah, kapan aja om mau Dina siap kok om. Kalo Dina lagi dapet ya Dina sepongin om ja. Tapi om jangan maen ma abegeh laen lagi ya, ma Dina aja”. “Ya pastuiKluarnya dimulut kamu ya”. “Pastinya, ntar peju om dina telen” Kami kemudian terlelap kecapean.

Ketika aku terbangun hari udah tengah hari, dia sedang tersenyum memandangiku. “Kamu cantik sekali deh Din, mana seksi lagi. aku pengen lagi Din. Mau ya”. Kemudian dia menciumku, aku menyambut ciumannya dengan napsu juga, bukan cuma bibir yang main, lidah dan ludah pun saling belit dan campur baur dengan liarnya. Sebelah kakiku ngelingker di pinggulnya supaya lebih mepet lagi. Tangannya mulai main, menjalari pahaku. Tangannya terus menjalar sampai menyentuh celah di pangkal pahaku. memekku digelitik-gelitik. Aku menggelepar merasakan jari-jarinya yang nakal. Bibir kulepas dari bibirnya. “Hmmhhh…enak, gila.” jeritku. jari-jarinya tambah nakal, menusuk lubang memekku yang sudah berlendir dan mengocoknya. Dia kembali menciumku. Aku ladenin ciumannya.

Dia menindih badanku sambil menciumku. Lidah ketemu lidah, membelit, dan saling menjilat. Aku menggumam gumam kenikmatan, sambil berciuman dia menggoyang-goyang pinggulnya sampai kontolnya yang telah ngaceng lagi terasa kena di memekku. Bosen ciuman, bibir dan lidahnya menjalar ke kuping leher bahu, ketiak, terus ke toketku. Dia gemes banget ngeliat pentilku yang kecoklatan dan mencuat ke atas itu. Dia menjilat pentilku dengan rakus sampai aku ngerasa geli. Pentil sebelah kanan digigitnya dengan lembut, lidahnya menggelitik pentilku di sela-sela gigi depannya, sementara toket sebelah kiriku di remas-remas. Tubuhku menggelinjang karena geli dan nikmat.

Setelah beberapa saat di permainkan, toketku terasa mengeras dan pentilnya tegak. Lendir memekku mengalir dan terasa basah di perutku. “Om, gantian Dina yang ngemut kontol om ya”, kataku sambil menelentangkan badannya diranjang. Aku mulai beraksi. Kupegang kontolnya dengan kelima jariku. Kukocok-kocok batangnya perlahan. Dia menggumam pelan, “Enak Din, terus..” Lidahku mulai merambat ke kepala kontolnya, kujilati cairan yang mulai muncul di lubang kencingnya. Lalu lidahku menggeser ke batangnya, menjelajahi tiap jenjang kontolnya. Tangan kiriku mengelu-mengelus biji pelernya. “Din…” gumamnya pelan. “enak banget, geli-geli nikmat”. Aku hanya tersenyum ngeliat dia merem-melek kayak gitu. Terus aku membuka mulutku dan menjejalkan kontolnya masuk ke dalam mulutku. kontolnya kuisep kenceng-kenceng sambil kuputer2, lalu dengan mulut kukocok kontolnya turun naik, “uuuuggggghhhh…sedap banget Din, persis kaya cara mamah kamu nyepongin dulu…mmmmhhhh…”, erangnya.

Aku lalu merubah posisiku untuk melakukan 69. aku di atasnya dan menyorongkan pantatku ke mukanya. Dia nggak nunggu dua kali, langsung aja dia menjilati memekku yang berlendir dan merekah merah itu. Bibirnya menyedot lubang memekku, menghisap lendirnya. Lidahnya dimasukin ke dalam lubang memekku, menjilati dinding-dinding basah, sementara jari nya mempermainkan itilku. Aku mengerang-ngerang dengan kontolnya di mulutku, menyuarakan kenikmatan. Lendir dari memekku membajir membasahi mukanya.

Aku melepaskan kontolnya dari mulutku dan meminta dia menyodok aku dari belakang. Waktu kontolnya masuk, aku hanya merintih pelan. kontolnya dienjotkan keluar masuk dengan kencang, aku hanya bisa mengejang menahan nikmat. Tangannya ikut nimbrung merangsang itilku. Kocokan kontol di memekku dan kilikan jarinya di itilku membuat aku mengerang dan menjerit-jerit kenikmatan. Sudah dua kali memekku berkontraksi karena aku nyampe, tapi dia terus mengocok kontolnya keluar masuk sampai aku lemes. Cairan no nokku membecek, meleleh turun ke paha. Setelah aku nyampe yang ke empat kali di ronde ke dua itu, dia akhirnya ngecret lagi.”Om, nikmat banget deh, lebih nikmat dari yang tadi, Dina sampe berkali2 nyampe baru om ngecret”, lenguhku lemes.

Dia mencabut kontolnya dari memekku. Aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia mengikuti dari belakang. Dikamar mandi dia memelukku, “Terima kasih ya Din, kamu asik banget dientotnya, empotan memek kamu luar biasa deh. Aku sangat menantikan kesempatan seperti ini lagi agar kita bisa mengulangi kenikmatan ini”. Sejak saat itu, dia selalu mencari kesempatan untuk bisa mengentoti aku, gak susah tentunya, tinggal nyocokin jadwal ja, kan kita tinggal serumah.


Ibu Tiara

Namaku Iful..umur 29 taon, tinggi 168 paras badanku tegap, rambutku lurus dan ukuran vitalku biasa saja normal orang indonesia lah, panjangnya kira-kira 16 cm dan diameternya aku nggak pernah ukur.. Aku tinggal di rumah kontrakan istilahnya apartement menyamping. Dan ada tetanggaku yang bernama Ibu Tiara, berjilbab, umurnya sekitar 33 taon, anaknya dah 3, yang paling besar masih sekolah kelas 5 SD otomatis yg palg kecil umur 1,8 bulan, sedangkan suaminya bekerja di kontraktor (perusahaan) sebagai karyawan saja. Setiap hari Ibu tiara ini wanita yang memakai jilbab panjang-panjang sampai ke lengan2nya boleh dikatakan aku melihatnya terlalu sempurna utk ukuran seorang Wanita yag sdh berumah tangga dan tentunya aku sangatlah segan dan hormat padanya.

Suatu ketika suaminya sudah pergi kekantor untuk kerja dan aku sendiri masih di rumah rencananya agak siangan baru aku ke kantor . “Iful…”ibu tiara memanggil dari sebelah…karena aku masih malas hari ini so aku tidur2an aja di tempat tidurku..”Iful…Iful….” Ibu minta tolong bisa..?? ujar Ibu Tiara dari luar..aku sbenarnya sudah mendengar namun rasanya badanku lagi malas bangun. Karena mungkin aku yang dipanggil tadak segera keluar, maka Ibu tiara dengan hati-hati membuka pintu rumahku dan masuk pelan-pelan mencari aku.

Seketika itu juga aku pura-pura tutup mataku..dia mencariku dan akhirnya dia melihat aku tidur di kamar. “ohh….” Ujarnya…spontan dia kaget…karena kebiasaan kalau aku tidur tidak pernah pake baju dan hanya celana dalam saja. Dan pagi itu kontolku sebenarnya lagi tegang …biasa penyakit di pagi hari…(heheheh) seketika itu dia langsung balik melangkah dan menjauh dari kamarku. kucoba mengintip dengan sebelah mataku…”dia sudah tidak ada” ujarku dalam hati. Namun tidak lama kemudian dia balik lagi dan mengendap2 mengintip kamarku …sambil tersenyum penuh arti…cukup lama dia perhatikan aku dan setelah itu ibu tiara langsung balik ke rumahnya.

Besok pagi setelah semuanya telah tidak ada di rumhnya ibu tiara, tinggal anaknya yg plg kecil dah tidur aku. Sayup-sayup aku dengar di samping rumahku yang ada di belkang, sepertinya ada yg mencuci pakaian …aku intip di belakang.. Oohh ibu tiara sedang mencuci pakaian.. namun dia hanya memakai daster terusan panjang dan jilbab.. Karena dasternya yang panjang, maka dasternya basah sampai ke paha …saat aku sedang mengintip..ibu tiara lgsg berdiri dan mengangkat dasternya sekaligus mencopot celana dalamnya dan langsung dicuci sekalian …otomatis…saat itu aku melihat ooooohhh….memeknya yang merah dan pahanya yang putih di tumbuhi bulu2 halus …aku langsung berputar didalam otakku.. ku ingin rasanya mencicipi memek yang indah dari ibu tiara yang berjilbab ini..

“Maaf ibu tiara…kemarin ibu ada perlu saya??” tanyaku.. mengagetkan ibu tiara dan serta-merta dia langsung merapikan dasternya jilbab tersingkap sampai ke paha.. “Iya nih mas Iful..Ibu kemarin mau minta tolong pasangin lampu di kamar mandi “katanya. “kalo gitu sekarang aja bu..

Soalnya sebentar lagi saya mau kerja “sambil mataku melihat dasternya…membayangkan apa yang didalamnya. “Oooh iya ..lewat sini saja..” Ujarnya..karena memang tipe rumah kost yg aku tempati dibelakangnya Cuma di palang kayu dan otomatis kegiatan para tetangga kelihatan di belakang. Aku lngsung membuka kayu dan sengnya dan masuk ke dalam dan ibu tiara membawaku didepan …aku mengikuti di belakang…oohhh…seandainya aku bisa merasakan memek dan pantat ini sekarang ” gumamku dalam hati. “ini lampunya dan kursinya.. Hati2 yah jng sampe ribut soalnya anaku lg tidur “kata Ibu Tiara..

Aku lngsung memasang dan ibu tiara melanjutkan mencuci nya, setelah selesai aku lngsg bilang “ibu sudah selesai “kataku.. Kemudian ibu tiara langsung berdiri..tapi saat itu dia terpeleset ke arahku …seketika itu aku menangkapnya..ups…oh tanganku mengenai payudaranya yg montok dan tanganku satu lagi mengenai langsung pantatnya yg tidak pake celana dalam dan hanya ditutupi daster saja …”maaf Dik Iful…agak licin lantainya”ujarnya tersipu-sipu..

Iful tunggu yah ibu bikinin Teh “ujarnya lagi…Dia ke dapur dan dari belakang aku mengikutinya secara pelan2..saat teh lagi diaduk di dalam gelas..langsung aku memeluknya dari belakang… iiful…apaan2 neh…sentak Ibu Tiara…maaf bu…saya melihat ibu sangatlah cantik dan seksi.. “ujarku…Jangan Iful…aku sudah punya suami ..”tapi tetap ibu tiara tidak melepaskan pegangan tanganku yang mampir di pinggangnya dan dadanya.. Iful…jangaann.. langsung aku menciumi dari belakang menyikapi jilbabnya.. sluurrp.. Oh..betapa putihnya leher ibu tiara ‘ujarku dlm hati…okhh.. Iful…hmmm…ibu tiara menggeliat..langsung dia membalik badannya menghadapku..Iful …aku udah beres…saat dia mau ucapin sesuatu..langsung aku cium bibirnya …mmmprh…tak lama dia langsung meresponku dan langsung memeluk leherku .mmmmhprpp ….bunyi mulutnya dan aku beradu…aku singkapi jilbabnya sedikit saja..

Sambil tanganku mencoba nenen menggerayangi dadanya …aku melihat dasternya memakai kancing dua saja diatas dadanya.. Aku membukanya..dan tersembullah buah dadanya yang putih mulusss …slurp…kujilat dan isap pentilnya.. Iiiful….ooohhh….ufhhh….”lirihnya sslurrpp….slurp..saa t aku jilat.. Sepertinya msh ada sedikit air susunya …
hmmmm…tambah nikmatnya..slurp..slurp.. ngehe

Sambil menjilat dan menyedot susunya..aku tetap tidak membuka jilbab maupun dasternya …tapi tanganku tetap menarik dasternya keatas.. Karena dari tadi dia tidak pake celana dalam …maka dengan gampang itilnya ku usap-usap dengan tanganku …Ohhh…oh.. Ssssshhhh…gumam ibu tiara..kepalaku ku dekatkan ke memeknya dan kakinya kurenggangkan..

Ssluruupp….pelan2 kujilati itil dan memeknya…oh iful…eennakkh.. Oghu…mmmpphhff…teriaknya pelan…kulihat kepalanya telah goyang ke kanan dan kekiri.. Pelan-pelan sambil lidahku bermain di memeknya …kubuka celana pendekku dan terpampanglah kontolku yang telah tegang.. Namun ibu tiara masih tidak menyadari akan hal itu …pelan-pelanku mengangkat dasternya.. Namun tidak sampai terbuka semuanya..hanya sampai diperutnya saja …dan mulutku mulai beradu dengan bibirnya yang ranum …mmmppghh…iful.. ku…”ujar ibu tiara..kuhisap dalam-dalam lidahnya…slurp.. Caup…oh ibu sungguh indah bibirmu, kobeln memekmu dan semuanya …lirihku.. Sambil menjilat seluruh rongga mulutnya …kubawa ia ke atas meja makannya dan kusandarkan ibu tiara dipinggiran meja …tanganku kumainkan kembali ke itil dan sekitaran memeknya …ahh..oh…Ifulll….i bu udah nggak kuaatttttt…lirih Ibu tiara. Pelan2 ku pegang kontolku…kuarahkan ke memeknya yang sudah basah dan licin ….dan bleessssshh….ohhh.. Ufgh hh….Ifulll….Teriak Ibu tiara. Slpep…slepp….

Kontolku kudiamkan sebentar ….Ibu Tiara sepontan melihat kewajahku..dan langsung ia menunduk lagi …kududukkan di atas meja makan dan kuangkat kakinya …mulailah aku memompanya..slep…slep..selp. Blssss….oh memeknya ibu sangat enak….Iful…kontolmu juga sangat besar….rupanya ibu tiara udah tidak memikirkan lagi norma2..yang ada hanyalah nafsu birahinya yang harus dituntaskan ….berulang-ulang ku pompa memeknya dengan kontolku ….oohh..akhh…Ifull….ku balikkan lagi badannya dan tangannya memegang pinggiran meja …ku tusuk memeknya dari belakang bleess. Ohhhhh….teriak Ibu Tiara.

Kuhujam sekeras-kerasnya kontolku …tanganku remas2 susunya ….aku liat dari belakang sangat bagus gaya ibu tiara nungging ini, tanpa melepas daster dan jilbabnya..kutusuk terus …sleeeepp….sleeps Hingga kurang lebih setengah jam ibu tiara bilang …Iful….ibu udah nggak tahan…..sabar bu bentar lagi saya juga……Ujarku. Oh…ohhhh…ufmpghhh …Iful. ibu mau keluarrrr…achhhh… semakin kencang dan terasa memeknya menjepit kontolku dan oohhhhh …ku rasakan ada semacam cairan panas yang menyirami kontolku di dalam memeknya ….semakin kupercepat gerakan menusukku.. Slep….slurp…bleeppp… . oh Ibu aku juga dah mo sampai neh …..cepat Iful…ibu bantu….oho….uhhhhh….ibu tiara menggoyangnya lagi…dan akhirnya Ibu…. aku mo keluarrr…..sama2 yang iful …. ibu juga mau keluar lagi. Teriaknya … dan ….Ohhh.. ack…. ahhhhh.. aku dan ibu tiara sama–sama keluar … dan sejenak kulihat di memeknya terlihat becek dan banjir. Setelah hening sejenak…ku cabut kontolku dan kupakai celana pendek setelah itu ibu tiara merapikan Daster dan jilbabnya. Langsung aku minta maaf kepadanya “Bu..mohon maaf ..Iful khilaf.” kataku.

“Tidak apa2 kok iFul…ibu juga yang salah…yang menggoda Iful” ujarnya. Aku langsung pamitan kembali ke rumahku sebelah dan mandi siap2 kerja. Setelah mandi kulihat ibu tiara sedang menjemur pakaian. tapi jelas didalam daster ibu tiara tidak memakai celana dalam karenn terlihat tercetak lewat sinar matahari pagi yang meninggi mulai mendekati jam 10 pagi. Sebelum aku pergi ku sempatkan pamitan ke ibu tiara dan dia tersenyum. Tidak tau apakah ada artinya atau tidak.


model yunior

Aku, seorang model yunior, diperkenalkan oleh temanku pada seorang fotografer ternama supaya aku bisa diorbitkan menjadi model terkenal. Temanku ngasi tau bahwa om Andi, demikian dia biasanya dipanggil, doyan daun muda. Bagiku gak masalah, asal benar2 dia bisa mendongkrak ratingku sehingga menjadi ternama. Om Andi membuat janjian untuk sesi pemotretan di vilanya di daerah Puncak. Pagi2 sekali, pada hari yang telah ditentukan, om andi menjemputku. Bersama dia ikut juga asistennya, Joko, seorang anak muda yang cukup ganteng, kira2 seumuran denganku.

Tugas Joko adalah membantu om Andi pada sesi pemotretan. Mempersiapkan peralatan, pencahayaan, sampe pakaian yang akan dikenakan model. Om Andi sangat profesional mengatur pemotretan, mula2 dengan pakaian santai yang seksi, yang menonjolkan lekuk liku tubuhku yang memang bahenol. Pemotretan dilakukan di luar. Bajunya dengan potongan dada yang rendah, sehingga toketku yang besar montok seakan2 mau meloncat keluar. Joko terlihat menelan air liurnya melihat toketku yang montok. Pasti dia ngaceng keras, karena kulihat di selangkangan jins nya menggembung. Aku hanya membayangkan berapa besar kon**lnya, itu membuat aku jadi blingsatan sendiri.

Setelah itu, om Andi mengajakku melihat hasil pemotretan di laptopnya, dia memberiku arahan bagaimana berpose seindah mungkin. Kemudian sesi ke2, dia minta aku mengenakan lingeri yang juga seksi, minim dan tipis, sehingga aku seakan2 telanjang saja mengenakannya. Pentil dan jembutku yang lebat membayang di kain lingerie yang tipis. Jokopun kayanya gak bisa konsentrasi melihat tubuhku. Aku yakin kon**lnya sudah ngaceng sekeras2nya. Om And mengatur gayaku dan mengambil poseku dengan macam2 gaya tersebut. Tengkurap, telentang, ngangkang dan macem2 pose yang seksi2. Kembali om Joko memberiku arahan setelah membahas hasil pemotretannya.

Sekarang sekitar jam 12 siang, om Andi minta Joko untuk membeli makan siang. Sementara itu aku minta ijin untuk istirahat dikolam renang aja. Om Andi memberiku bikini yang so pasti seksi dan minim untuk dikenakan. Tanpa malu2 segera aku mengenakan bikini itu. Benar saja, bikininya minim sehingga hanya sedikit bagian tubuhku yang tertutupinya. Aku berbaring di dipan dibawah payung. Karena lelah akibat sesi pemotretan yang padat dan angin sepoi2, aku tertidur.

Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yang meraba-raba tubuhku, tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku. Ketika tangan itu menyentuh selangkanganku tiba-tiba mataku terbuka, aku melihat om Andi sedang menggerayangi tubuhku. “Nes, kamu seksi sekali, om jadi napsu deh ngeliatnya. Om jadi pengen ngen totin Ines, boleh gak Nes. Nanti om bantu kamu untuk jadi model profesional”, katanya. Karena sudah diberi tahu temanku, aku tidak terlalu kaget mendengar permintaannya yang to the point. “Ines sih mau aja om, tapi nanti Joko kalo dateng gimana”, tanyaku. Om and segera meremas2 toketku begitu mendengar bahwa aku gak keberatan dien tot. “Kamu kan udah sering dientotkan Nes, nanti kalo Joko mau kita main ber 3 aja, asik kan kamunya”, katanya sambil tersenyum.

Aku diam saja, om Andi berbaring di dipan disebelahku. Segera aku dipeluknya, langsung dia menciumku dengan ganas. Tangannya tetap aktif meremas2 toketku, malah kemudian mulai mengurai tali bra bikiniku yang ada ditengkuk dan dipunggung sehingga toketku pun bebas dari penutup. Dia semakin bernapsu meremas toketku. “Nes, toket kamu besar dan kenceng, kamu udah napsu ya Nes. Mana pentilnya gede keras begini, pasti sering diisep ya Nes”.

Dia duduk di pinggir dipan dan mulai menyedot toketku, sementara aku meraih kon**lnya serta kukocok hingga kurasakan kon**l itu makin mengeras. Aku mendesis nikmat waktu tangannya membelai selangkanganku dan menggosok-gosok nonokku dari luar. “Eenghh.. terus om.. oohh!” desahku sambil meremasi rambut om Andi yang sedang mengisap toketku. Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawah dan berhenti di puserku. Aku mendesah makin tidak karuan ketika lidahnya bermain-main di sana ditambah lagi dengan jarinya yang bergerak keluar masuk nonokku dari samping cd bikini ku. Aku sampai meremas-remas toket dan menggigit jariku sendiri karena tidak kuat menahan rasanya yang geli-geli enak itu hingga akhirnya tubuhku mengejang dan nonokku mengeluarkan cairan hangat. Dengan merem melek aku menjambak rambut om andi. Segera tangannya pun mengurai pengikat cd bikiniku sehingga aku sudah telanjang bulat terbaring dihadapannya, siap untuk digarap sepuasnya. Dia segera menyeruput nonokku sampai kurasakan cairanku tidak keluar lagi, barulah om Andi melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku. “Jembut kamu lebat ya Nes, pasti napsu kamu besar. Kamu gak puas kan kalo cuma dientotsatu ronde”, katanya.

Belum beres aku mengatur nafasku yang memburu, mulutku sudah dilumatnya dengan ganas. Kurasakan aroma cairan cintaku sendiri pada mulutnya yang belepotan cairan itu. Aku agak kewalahan dengan lidahnya yang bermain di rongga mulutku. Setelah beberapa menit baru aku bisa beradapatasi, kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit dan mengisap. Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajahku sampai wajahku basah oleh liurnya. “Ines ga tahan lagi om, Ines emut kon**l om ya” kataku. Om Andi langsung bangkit dan berdiri di sampingku, melepaskan semua yang nempel dibadanya dan menyodorkan kon**lnya. kon**lnya sudah keras sekali, besar dan panjang. Tipe kon**l yang menjadi kegemaranku. Masih dalam posisi berbaring di dipan, kugenggam kon**lnya, kukocok dan kujilati sejenak sebelum kumasukkan ke mulut.

Mulutku terisi penuh oleh kon**lnya, itu pun tidak menampung seluruhnya paling cuma masuk 3/4nya saja. Aku memainkan lidahku mengitari kepala kon**lnya, terkadang juga aku menjilati lubang kencingnya sehingga om andi bergetar dan mendesah-desah keenakan. Satu tangannya memegangi kepalaku dan dimaju-mundurkannya pinggulnya sehingga aku gelagapan. “Eemmpp..nngg..!” aku mendesah tertahan karena nyaris kehabisan nafas, namun tidak dipedulikannya. Kepala kon**l itu berkali-kali menyentuh dinding kerongkonganku.

Kemudian kurasakan ada cairan memenuhi mulutku. Aku berusaha menelan pejunya itu, tapi karena banyaknya pejunya meleleh di sekitar bibirku. Belum habis semburannya, dia menarik keluar kon**lnya, sehingga semburan berikut mendarat disekujur wajahku. Kuseka wajahku dengan tanganku. Sisa-sisa peju yang menempel di jariku kujilati sampai habis. Saat itu mendadak pintu pager terbuka dan Joko muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yang sedang bugil. “Jok, mau ikutan gak”, tanya om Andi sambil tersenyum. “Kita makan dulu ya”. Segera kita menyantap makanan yang dibawa Joko sampai habis. Sambil makan, kulihat jakunnya Joko turun naik melihat kepolosan tubuhku, meskipun agak gugup matanya terus tertuju ke toketku. Aku mengelus-elus kon**lnya dari luar celananya, membuatnya terangsang

Akhirnya Joko mulai berani memegang toketku, bahkan meremasnya. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya dan meraba-raba dadanya. “Nes, toketnya gede juga ya.. enaknya diapain ya”, katanya sambil terus meremasi toketku. Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka pakaiannya. Nampaklah kon**lnya cukup besar, walaupun tidak sebesar kon**l om Andi, tapi kelihatannya lebih panjang. Kugenggam kon**lnya, kurasakan kon**lnya bergetar dan mengeras. Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hingga berjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan kon**lnya ke mulut, kujilati dan kuemut-emut hingga Joko mengerang keenakan. “Enak, Jok”, tanya om Andi yang memperhatikan Joko agak grogi menikmati emutanku.

Om andi lalu mendekati kami dan meraih tanganku untuk mengocok kon**lnya. Secara bergantian mulut dan tanganku melayani kedua kon**l yang sudah menegang itu. Tidak puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian om andi pindah ke belakangku, tubuhku dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tanganku. Aku mulai merasakan kon**lnya menyeruak masuk ke dalam nonokku. Seperti biasa, mulutku menganga mengeluarkan desahan meresapi inci demi inci kon**lnya memasuki nonokku. Aku dien totnya dari belakang, sambil menyodok, kepalanya merayap ke balik ketiak hingga mulutnya hinggap pada toketku. Aku menggelinjang tak karuan waktu pentil kananku digigitnya dengan gemas, kocokanku pada kon**l Joko makin bersemangat.

Rupanya aku telah membuat Joko ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang ngen tot. Kepalaku pun dipeganginya dengan erat sampai kesempatan untuk menghirup udara segar pun aku tidak ada. Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja dientotdari dua arah oleh mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan kon**l yang lain makin menghujam ke tubuhku. kon**l Om Andi menyentuh bagian terdalam dari nonokku dan ketika kon**l Joko menyentuh kerongkonganku, belum lagi mereka terkadang memainkan toket atau meremasi pantatku. Aku serasa terbang melayang-layang dibuatnya hingga akhirnya tubuhku mengejang dan mataku membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh kon**l Joko. Bersamaan dengan itu pula gen totan Om Andi terasa makin bertenaga. Kami pun nyampe bersamaan, aku dapat merasakan pejunya yang menyembur deras di dalamku, kemudian meleleh keluar lewat selangkanganku.

Setelah nyampe, tubuhku berkeringat, mereka agaknya mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya. “Nes, aku pengen ngen totin nonok kamu juga”, kata Joko. Aku cuma mengangguk, lalu dia bilang lagi, “Tapi Ines istirahat aja dulu, kayanya masih cape deh”. Aku turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diriku. Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, om andi duduk di sebelah kiriku dan Joko di kananku. Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama itu tangan jahil mereka selalu saja meremas atau mengelus dada, paha, dan bagian sensitif lainnya.

“Nes, aku masukin sekarang aja ya, udah ga tahan daritadi belum rasain nonok kamu” kata Joko mengambil posisi berlutut di depanku. Dia kemudian membuka pahaku setelah kuanggukan kepala,dia mengarahkan kon**lnya yang panjang dan keras itu ke nonokku, tapi dia tidak langsung menusuknya tapi menggesekannya pada bibir nonokku sehingga aku berkelejotan kegelian dan meremas kon**l om andi yang sedang menjilati leher di bawah telingaku. “Aahh.. Jok, cepet masukin dong, udah kebelet nih!” desahku tak tertahankan. Aku meringis saat dia mulai menekan masuk kon**lnya. Kini nonokku telah terisi oleh kon**lnya yang keras dan panjang itu, yang lalu digerakkan keluar masuk nonokku. “Wah.. seret banget nonok kamu Nes”, erangnya. Setelah 15 menit dia gentotaku dalam posisi itu, dia melepas kon**lnya lalu duduk berselonjor dan manaikkan tubuhku ke kon**lnya. Dengan refleks akupun menggenggam kon**l itu sambil menurunkan tubuhku hingga kon**lnya amblas ke dalam nonokku. Dia memegangi kedua bongkahan pantatku, secara bersamaan kami mulai menggoyangkan tubuh kami. Desahan kami bercampur baur dengan bunyi kecipak air kolam, tubuhku tersentak-sentak tak terkendali, kepalaku kugelengkan kesana-kemari, kedua toketku yang terguncang-guncang tidak luput dari tangan dan mulut mereka. Joko memperhatikan kon**lnya sedang keluar masuk di nonokku.

Goyangan kami terhenti sejenak ketika om andi tiba-tiba mendorong punggungku sehingga pantatku semakin menungging dan toketku makin tertekan ke wajah Joko. om andi membuka pantatku dan mengarahkan kon**lnya ke sana. “Aduuh.. pelan-pelan om, sakit ” rintihku waktu dia mendorong masuk kon**lnya. Bagian bawahku rasanya sesak sekali karena dijejali dua kon**l kon**l besar. Kami kembali bergoyang, sakit yang tadi kurasakan perlahan-lahan berubah menjadi rasa nikmat. Aku menjerit sejadi-jadinya ketika om andi menyodok pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih lembut dikit. Bukannya mendengar, om andi malah makin buas menggen totku. Joko melumat bibirku dan memainkan lidahnya di dalam mulutku agar aku tidak terlalu ribut.

Hal itu berlangsung sekitar 20 menit lamanya sampai aku merasakan tubuhku seperti mau meledak, yang dapat kulakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Joko erat-erat sampai kukuku mencakar punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan Joko. Namun mereka masih saja memompaku tanpa peduli padaku yang sudah lemas ini. Erangan yang keluar dari mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makin dahsyat, pentilku disedot kuat-kuat oleh Joko, dan om andi menjambak rambutku. Aku lalu merasakan peju hangat menyembur di dalam nonok dan pantatku, di air nampak sedikit cairan peju itu melayang-layang. Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku dengan kon**l masih tertancap.

Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengajak mereka naik ke atas. Sambil mengelap tubuhku yang basah kuyup, aku berjalan menuju kamar mandi. Mereka mengikutiku dan ikut mandi bersama. Disana aku cuma duduk, merekalah yang menyiram, menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggerayangi. nonok dan toketku paling lama mereka sabuni sampai aku menyindir “Lho.. kok yang disabun disitu-situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong, dingin nih” disambut gelak tawa kami. Setelah itu, giliran akulah yang memandikan mereka, saat itulah nafsu mereka bangkit lagi, akupun mengemut kon**l mereka secara bergantian sehingga langsung saja napsu mereka memuncak. aku segera diseret ke ranjang.

Om andi mendapat giliran pertama, kelihatannya mereka dia main berdua aja dengan ku. Jembutku yang lebat langsung menjadi sasaran, kemudian salah satu jarinya sudah mengelus2 nonokku. Otomatis aku mengangkangkan pahaku sehingga dia mudah mengakses nonokku lebih lanjut. Segera kon**lnya yang besar, panjang dan sangat keras aku genggam dan kocok2. “Nes, diisep dong”, pintanya. Kepalanya kujilat2 sebentar kemudian kumasukkan ke mulutku. Segera kekenyot pelan2, dan kepalaku mengangguk2 memasukkan kon**lnya keluar masuk mulutku, kenyotanku jalan terus. “Ah, enak Nes, baru diisep mulut atas aja udah nikmat ya, apalagi kalo yg ngisep mulut bawah”, erangnya keenakan. Tangannya terus saja mengelus2 nonokku yang sudah basah karena napsuku sudah memuncak. “Nes, kamu udah napsu banget ya, nonok kamu udah basah begini”, katanya lagi. kon**lnya makin seru kuisep2nya. Kulihat Joko sedang mengelus2 kon**lnya yang sudah ngaceng berat melihat om Andi menggarap aku.

Tiba2 dia mencabut kon**lnya dari mulutku dan segera menelungkup diatas badanku. kon**lnya diarahkan ke nonokku, ditekannya kepalanya masuk ke nonokku. terasa banget nonokku meregang kemasukan kepala kon**l yang besar, dia mulai mengenjotkan kon**lnya pelan, keluar masuk nonokku. Tambah lama tambah cepat sehingga akhirnya seluruh kon**lnya yang panjang ambles di nonokku. “Enak om , kon**l om bikin nonok Ines sesek, dienjot yang keras om “, rengekku keenakan. enjotan kon**lnya makin cepat dan keras, aku juga makin sering melenguh kenikmatan, apalagi kalo dia mengenjotkan kon**lnya masuk dengan keras, nikmat banget rasanya. Gak lama dientotaku udah merasa mau nyampe, “om lebih cepet ngenjotnya dong, Ines udah mau nyampe”, rengekku. “Cepat banget Nes, om belum apa2″ jawabnya sambil mempercepat lagi enjotan kon**lnya. Akhirnya aku menjerit keenakan “Om, Ines nyampe mas , aah”, aku menggelepar kenikmatan. Dia masih terus saja mengenjotkan kon**lnya keluar masuk dengan cepat dan keras.

Tiba2 dia mencabut kon**lnya dari nonokku. “Kok dicabut om, kan belum ngecret”, protesku. Dia diem saja tapi menyuruh aku menungging di pinggir ranjang, rupanya dia mau gaya anjing. “Om, masukkin dinonok Ines aja ya, kalo dipantat gak asik”, pintaku. Dia diam saja. Segera kon**lnya ambles lagi di nonokku dengan gaya baru ini. Dia berdiri sambil memegang pinggulku. Karena berdiri, enjotan kon**lnya keras dan cepat, lebih cepat dari yang tadi, gesekannya makin kerasa di nonokku dan masuknya rasanya lebih dalem lagi, “Om , nikmat”, erangku lagi. Jarinya terasa

mengelus2 pantatku, tiba2 salah satu jarinya disodokkan ke lubang pantatku, aku kaget sehingga mengejan. Rupanya nonokku ikut berkontraksi meremas kon**l besar panjang yang sedang keluar

masuk, “Aah Nes, nikmat banget, empotan nonok kamu kerasa banget”, erangnya sambil terus saja mengenjot nonokku. Sementara itu sambil mengenjot dia agak menelungkup di punggungku dan tangannya meremas2 toketku, kemudian tangannya menjalar lagi ke itilku, sambil dientotitilku dikilik2nya dengan tangannya. Nikmat banget dientotdengan cara seperti itu. “Om , nikmat banget nge***tsama om , Ines udah mau nyampe lagi. Cepetan enjotannya om ,” erangku saking nikmatnya. Dia sepertinya juga udah mau ngecret, segera dia memegang pinggulku lagi dan mempercepat enjotan kon**lnya. Tak lama kemudian, “Om, Ines mau nyampe lagi, om , cepetan dong enjotannya, aah”, akhirnya aku mengejang lagi keenakan. Gak lama kemudian dia mengen totkan kon**lnya dalem2 di nonokku dan terasa pejunya ngecret. “Aah Nes, nikmat banget”, diapun agak menelungkup diatas punggungku. Karena lemas, aku telungkup diranjang dan dia masih menindihku, kon**lnya tercabut dari nonokku. “Om , nikmat deh, sekali entotaja Ines bisa nyampe 2 kali. Abis ini giliran Joko ya”, kataku. “Iya”, jawabnya sambil berbaring disebelahku. Aku memeluknya dan dia mengusap2 rambutku. “Kamu pinter banget muasin lelaki ya Nes”, katanya lagi. Aku hanya tersenyum, “Om, Ines mau ke kamar mandi, lengket badan rasanya”, aku pun bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi.

Selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi telanjang bulat, kulihat om Andi sudah tidak ada dikamar. Joko sudah berbaring diranjang. Aku tersenyum saja dan berbaring disebelahnya. Dia segera mencium bibirku dengan penuh napsu. kon**lnya keelus2. Lidahku dan lidahnya saling membelit dan kecupan bibir berbunyi saking hotnya berciuman. Tangannya juga mengarah kepahaku. Aku segera saja mengangkangkan pahaku, sehingga dia bisa dengan mudah mengobok2 nonokku. Sambil terus mencium bibirku, tangannya kemudian naik meremas2 toketku. Pentilku diplintir2nya, “Jok enak, Ines udah napsu lagi nih”, erangku. Tanganku masih mengocok kon**lnya yang sudah keras banget. Kemudian ciumannya beralih ke toketku. Pentilku yang sudah mengeras segera diemutnya dengan penuh napsu, “Jok , nikmat banget “, erangku.

Diapun menindihku sambil terus menjilati pentilku. Jilatannya turun keperutku, kepahaku dan akhirnya mendarat di nonokku. “Aah Jok , enak banget, belum dientotaja udah nikmat banget”, erangku. Aku menggeliat2 keenakan, tanganku meremas2 sprei ketika dia mulai menjilati nonok dan itilku. Pahaku tanpa sengaja mengepit kepalanya dan rambutnya kujambak, aku mengejang lagi, aku nyampe sebelum dien tot. Dia pinter banget merangsang napsuku. Aku telentang terengah2, sementara dia terus menjilati nonoku yang basah berlendir itu. Dia bangun dan kembali mencium bibirku, dia menarik tanganku minta dikocok kon**lnya. Dia merebahkan dirinya, aku bangkit menuju selangkangannya dan mulai mengemut kon**lnya. “Nes, kamu pinter banget sih”, dia memuji. Cukup lama aku mengemut kon**lnya. Sambil mengeluar masukkan di mulutku, kon**lnya kuisep kuat2. Dia merem melek keenakan.

Kemudian aku ditelentangkan dan dia segera menindihku. Aku sudah mengangkangkan pahaku lebar2. Dia menggesek2kan kepala kon**lnya di bibir nonokku, lalu dienjotkan masuk, “Jok , enak”, erangku.Dia mulai mengenjotkan kon**lnya keluar masuk pelan2 sampai akhirnya blees, kon**lnya nancep semua di nonokku. “Nes, nonokmu sempit banget, padahal barusan kemasukan kon**l berkali2ya”, katnya. “Tapi enak kan, abis kon**l kamu gede dan panjang sampe nonok Ines kerasa sempit”, jawabku terengah. Dia mulai mengenjotkan kon**lnya keluar masuk dengan cepat, bibirku diciumnya. “Enak Jok, aah”, erangku keenakan. enjotannya makin cepat dan keras, pinggulku sampe bergetar karenanya. Terasa nonokku mulai berkedut2, “Jok lebih cepet dong, enak banget, Ines udah mau nyampe”, erangku. “Cepet banget Nes, aku belum apa2″, jawabnya. “Abisnya kon**l kamu enak banget sih gesekannya”, jawabku lagi. enjotannya makin keras, setiap ditekan masuk amblesnya dalem banget rasanya. Itu menambah nikmat buat aku

“Terus Jok , enak”. Toketku diremas2 sambil terus mengenjotkan kon**lnya keluar masuk. “Terus Jok , lebih cepat, aah, enak Jok, jangan brenti, aakh…” akhirnya aku mengejang, aku nyampe, nikmat banget rasanya. Padahal dengan om Andi, aku udah nyampe 2 kali, nyampe kali ini masih terasa nikmat banget.

Aku memeluk pinggangnya dengan kakiku, sehingga rasanya makin dalem kon**lnya nancep. nonokku kudenyut2kan meremas kon**lnya sehingga dia melenguh, “Enak Nes, empotan nonok kamu hebat banget, aku udah mau ngecret, terus diempot Nes”, erangnya sambil terus mengenjot nonokku. Akhirnya bentengnya jebol juga. Pejunya ngecret didalam nonokku, banyak banget kerasa nyemburnya “Nes, aakh, aku ngecret Nes, nikmatnya nonok kamu”, erangnya. Dia menelungkup diatas badanku, bibirku diciumnya. “Trima kasih ya Nes, kamu bikin aku nikmat banget”. Setelah kon**lnya mengecil, dicabutnya dari nonokku dan dia berbaring disebelahku. Aku lemes banget walaupun nikmat sekali. Tanpa terasa aku tertidur disebelahnya.

Aku terbangun karena merasa ada jilatan di nonokku, ternyata om andi yang masih pengen ngen totin aku lagi. kulihat kon**lnya sudah ngaceng lagi. nonokku dijilatinya dengan penuh napsu. Pahaku diangkatnya keatas supaya nonoku makin terbuka. “Om , nikmat banget mas jilatannya”, erangku. Ngantukku sudah hilang karena rasa nikmat itu. Aku meremas2 toketku sendiri untuk menambah nikmatnya jilatan di nonokku. Pentilku kuplintir2 juga. Kemudian itilku diisep2nya sambil sesekali menjilati nonokku, menyebabkan nonokku sudah banjir lagi.

Aku menggelepar2 ketika itilku diemutnya. Cukup lama itilku diemutnya sampai akhirnya kakiku dikangkangkan. “Om, masukin dong om , Ines udah pengen dien tot”, rengekku. Dia langsung menindih tubuhku, kon**lnya diarahkan ke nonokku. Begitu kepala kon**lnya menerobos masuk, “Yang dalem om , masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong om “, rengekku karena napsuku yang sudah muncak. Dia langsung mengenjotkan kon**lnya dengan keras sehingga sebentar saja kon**lnya sudah nancap semuanya dinonokku. Kakiku segera melingkari pinggangnya sehingga kon**lnya terasa masuk lebih dalem lagi. “Ayo om , dienjot dong”, rengekku lagi. Dia mulai mengenjot nonokku dengan cepat dan keras, uuh nikmat banget rasanya. enjotannya makin cepat dan keras, ini membuat aku

menggeliat2 saking nikmatnya, “Om , enak om , terus om , Ines udah mau nyampe rasanya”, erangku. Dia tidak menjawab malah mempercepat lagi enjotan kon**lnya. Toketku diremas2nya, sampe akhirnya aku mengejang lagi, “om enak, Ines nyampe om , aah”, erangku lemes.

Kakiku yang tadinya melingkari pinggangnya aku turunkan ke ranjang. Dia tidak memperdulikan keadaanku, kon**lnya terus saja dienjotkan keluar masuk dengan cepat, napasnya sudah mendengus2. nonokku kudenyut2kan meremas kon**lnya. Dia meringis keenakan. “Nes, terus

diempot Nes, nikmat banget rasanya. Terus empotannya biar om bisa ngecret Nes”, pintanya. Sementara itu enjotan kon**lnya masih terus gencar merojok nonokku. Toketku kembali diremas2nya, pentilnya diplintir2nya. “Om , Ines kepengin ngerasain lagi disemprot peju om “,

kataku. Terus saja kon**lnya dienjotkan keluar masuk nonokku dengan cepat dan keras, sampai akhirnya, “Nes, aku mau ngecret Nes, aah”, erangnya dan terasa semburan pejunya mengisi bagian terdalam nonokku. Nikmat banget rasanya disemprot peju anget. Dia ambruk dan memelukku
erat2, “Nes, nikmat banget deh nge***tama kamu”, katanya.

Setelah beristirahat sebentar, aku segera membersihkan diri dan berpakaian. Kami kembali ke Jakarta. Diperjalanan pulang aku hanya terkapar saja dikursi mobil. Lemes banget abis dientot2 cowok berkali2. “Om, jangan lupa orbitin Ines ya”, kataku. “Jangan kawatir, selama om masih bisa ngerasain empotan nonok kamu, pasti kamu melejit keatas deh. Bener gak Jok”, jawabnya. Joko hanya tersenyum saja. Gak lama setelah mobil jalan, akupun tertidur.


Sepupu Penuh Kenikmatan

Kejadiannya udah lama banget, sekitar tahun 1998. Pas waktu itu lagi ada acara hajatan perkawinan saudara di pinggiran Kota Bandung. Mengingat acara hajatan kawinan, kebiasaan orang Indonesia kebanyakan, maka banyaklah saudara yang datang beberapa hari sebelum acara dimulai untuk sekedar membantu-bantu demi kesuksesan acara. Demikian juga saya. H-6 saya dan keluarga sudah tiba di TKP. Begitu juga beberapa anggota keluarga yang lain datangg dengan seluruh atau sebagian anggota keluuarganya. Diantara mereka ada seorang keluarga yaitu pamanku yang datang dengan anak-anaknya 5 orang Perempuan semua. Mereka berusia tidak begitu jauh denganku. Sebut saja salah seorangnya bernama Nining. Wajahnya tidak terlaluu cantik, namun enak dan sedap dipandang. Berusia sekitar 20-22 tahunan, mahasiswa jurusan kesenian di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Kebetulan oleh yyang empunya hajatan saya dan Nining diberikan tugas untuk membuat janur yang akan dipasang pada h-1 nanti. Setelah ngobrol ngalor dan ngidul, malampun tiba dan sekitar jam 11 malam sebagian besar orang-orang sudah terkapar karena lelah dan kecapaian setelah aktifitas ataupun dari perjalanan jauh.

Kebetulan rumah yang empunya hajat lumayan besar dengan banyak ruang dan kamar. Namun tetap sajja ada bebebrapa orang yangg tidak kebagian tidur di kamar termasuk aku dan nining yang keasyikan ngobrol. “wah, keabisan kapling nih kita!” kata nining menutup obrolan tengah malam.”iya, udah ah aku mah tidur disini saja…” kataku sambil menggelosorkan badan di karpet yang juga sudah disesaki oleh orang-orang. Karena sudah ngantuk dan lelah, tak lam aku pun tertidur. Entah sudah berapa lama tiba-tiba aku terbangun karena terasa ada yang memegang pahaku. Ketika kulihat ternyata Nining sudah terlelpa dengan posisi menyampiing ke arahku dan tangannya tanpa sadar telahh berada diatas pahaku yang tingga bebebrpa cm saja ke daerah sensitifku. Lama-lama timbul niat iseng untuk mencium bibir nining yang mungil dan tipis itu dalam benakku. Kuhampiri wajahnya dan ingin segera kukecup bibirnya itu. Namun aku takut kalau-kalau ada yang melihat jadi aku celingukan kanan kiri dulu. Nampaknya semua orang sudah terlelap dan terbuai dalam mimpinya masing-masing. Siiip, aman pikirku. Langsung aku kecup bibirnya yang mungil itu. Tak ada reaksi. Wah bener udah tidur lelap nih, kuteruskan pekerjaan ku menciumi bibir Nining. Iseng kuraba bagian dadanya yang montok, terhalang oleh kutangnya yang luumayan tebal. Haduh, akau memutar otak aagar isa meraba payudaranya yang sekel. Karena tak kunjung dapat akal, kulanjutkan saja menciumi bibir Nining. Selagi kuciumi, tiba – tiba ia bergerak ke arah sebaliknya dan aku kaget setengah mati takut ketahuan. Daripada malu, aku pun berbalik dan pura-pura tidur sambil mennggerutu menahan konak yang teramat sangat.

Keesokan harinya, aku takut ada perubahan sikap dari Nining gara-gara insiden semalam. Tapi ia biasa saja. Dalam hatiku bertanya, sebenarnya dia tahu apa tidaknya??? Dari pada pusing mikirin hal itu aku pun menganggapnya itu tak pernah terjadi. Skip story, setelah malam rutinitas pun kembali terulang dan kami pun tidur laagi bersama di tempat yang sama. Kali ini sengaja aku tidak tidur. Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, kudengar dengkuran halus dari sebelahku. Nampaknya Nining sudah pulas tertidur. Kali ini dia tidur dengan mengenakan baju kaos dengan celana selutut dan bahan kaos juga. Saat ini, Nining tidur membelakangiku. Nampak jelas diwajahku, ceplakan CD nya jelas sekali menutupi pantatnya yang semok. Kucoba mengelus pantatnya yang bulat itu dengan pelan dan lembut. 5 menit kulakuakn hal itu dan tiba-tiba nining merubah posisi tidurnya dengan telentang dan kaki sebelah kirinya ditekuk keatas. otomatis celananya yang selutut dan longgar sedikit turun dan menghassilkan pemandangan yang indah. Paha putih yang mulus membentang dimataku. Kembali si otong menengang dan aku pun pusing mencari cara bagaimana memuaskan hasratku. Harus malam ini aku bisa puas. Begitu tekadku dalam hati. Untuk kelancaran acara, aku berpura-pura ke kamar mandi smbl patroli melihat keadaan sekitar. Aman, jam 2 dinihari dengan hawa malam ynag dingin membuat semua oraang tertidur pulas. Aku kembali ketempat semula dan sengaja mengambil posisi agak kebawah agar wajahku sejajar dengan toket Nining. aku mulai aktifitas dengan mencoba menyentuh payudaranya dari luar. Ku coba mengangkat kausnya sedikit dan nampak bagian bawah punggungnya. Kumasukkan tanganku kebalik kaosnya dan mencoba menggengan payudaranya. berhasill…… Tanganku yang nakal berhasil mencapai payudaranyya walau sedikit. selagi aktifitasku berlangsung, Nining tiba-tiba merubah posisi tidurnya dengan cara membalik badannya dan kaki sebelah kirinya menindih kakiku. Sekarang kami berhadapan dengan langsung dan sepintas seperti sedang berpelukan. Kembali kuelus lembut toketnya dari luar, sambila tangan kananku mengelus-elus pantatnya. Setelah kurang lebih 3 minit kuelus-elus daerang putingnya dari luar, tiba-tiba kedua tangannya memegang wajahku dan wajahnya dirunkan sehingga wajah kami saling berhadapan. Dan dengan mata sayu ia menatapku dan menciumi hidung ku. Mendapat respon positif, ku ambil inisiatif dengan meraih bibirnya dengan bibirku. Ia membalas dengan lembut dan menjilati bibirku. Kusambut juluran lidahnya dengan lidahku. Kami bermain lidah kurang lebih dua menit dan kucoba angkat kaosnya dan ia pun mengangkat badannya sehingga pekerjaanku dengan mudah dapat dilaksanakan. Setelah Bajunya terangkat kukeluarkan toketnya tanpa membuka BHnya dan langsung kupelitir putingnya dengan lidahku, hasilnya ia pun menggelinjang geli dan keenakan. Tangan Nining sudah berada di atas celana dan mengusap-usap kontolku denggan gerakan yang pelan. Lama-lama ia menelusupkan tangannya dari arah perutku. Segera kubuka sleting clena pendekku dn kukeluarkan penisku yng sudah tegang darikemarin. Kusambut kocokannya dengan membalas menusap-usap memeknya dari luar. Ciumannya yang tadinya lembut berubah menjadi liar dan nafasnya semakin terengah-engah menahan nafsu. Kumasukkan tanganku dan ku masukan jariku ditengah-tengah memeknya yang terasa mulai basah.

Dengan akrifitas semacam itu, hasratku semakin memuncak dan ingin segera kumuntahkan spermaku. “Ning, boleh ga dimasukin??” tanyaku. Ia hanya terdiam. Kutanya lagi dan ia mengangguk pelan tanda setuju. Kusuruh ia membelakangiku dan kupelorotan celananya hingga selutut. Kucoba masukkan kontolku dari belakang sambil terus menggosok-gosokan kearah bagian belakang memeknya. Kuangkat sedikit pahanya agar kontolku mudah menerobos masuk dan berhasil. Kumasukan batang kontolku yang semakin keras dengan iringan desahan tertahan dari nining. ” aaaahhhh, shhhhh, mmmhhhhh….. ” hanya suara itu yang ia keluarkan. Kukocok kontolku maju mundur deng kecepatan sedang. 5 menit kukocok memeknya dari belakang dan terasa semakin basah dan semakin licin memeknya. Tiba-tiba dia menarik badannya dan membalikkannya kehadapanku. “Bang di teras samping aja yu, dkt kolam. Supaya lebih leluasa..” ajaknya. Tanpa menunggu diminta 2 kali langsung aku berdiri menuju teras samping yang berjarak kurang lebih 5 meter dari tempat kami sekarang. Setibanya di sana, Nining langsung membuka habis celananya tanpa melepas kausnya. Ia hanya menaikkan kaos dan kutangnya sehingga toketnya yang sekel, mulus dan putih menggelayut menambah birahi. Ia mendorong tubuhku untuk berbaring dan mengambil inisiattif menindihku. Kuciumi dan kujilati lagi bibirnya yang mungil dan tipis itu dengan penuh nafsu. Ia membalasnya dengan penuh nafsu pula. Rupanya ia sudah on lagi dan mulai menuntun kontolku untuk memasuki lobang memeknya lagi. Blessssss…. aaahhhhh…. masuknya kontolku diiringgi dengan rintihan dan desahannya lagi sehhinggga membuat aku semakin terangsang. Ia pun menggenjot kontolku dengan gerakan maju mundur. Kadang cepat kadang lambat gerakannya. Sementara ia mengocok kuremas2 toketnya yang lucu itu dengan gemas sambil sesekali memainkan putingnya. 3 menit kemudian ia mengambil posisi berjongkok diatasku dan mulai dengan gerakan turun naik. Semakin lama semakin cepat dan setelah 3 menit ia menindihku sambil mencium bibirku dan mengejang… “Dah keluar Ning???” tanyaku dan ia menjawab dengan anggukan kecil sambil senyum. Kubalikkan badannya dan kurenggangkan kakinya sehingga sekarang aku bisa melihat memeknya dengan leluasa. Kumasukkan kontolku kembali dan kukocok dengan kecepatan sedang dan langsung tinggi sehingga toketnya bergoyang goyang… aaahhhh… uuuhhh… shhhh… mmmmhhhh…aaaahhh…. hanya suara-suara itu yang dikeluarkan Nining dengan pelan dan lirih. “Ning, aku dah mau sampe, keluarin dimana nih?? dalem apa diluar???” tanyaku. “dddalllemmm aja bannggghhh…. ssshhhh …. aaahhh… gpp.. aku lg ga subur… aaahhh… shhh” katanya sambil terus merintih nikmat.

Kuteruskan pekerjaanku mnggenjot memeknya dan …. aaaaahhhhhh…… Croooooottttt…. croooottt… entah berpa kali kusemprot memeknya dengan maniku. “Ning enak banget…. memek mu enak banget ….” kataku memuji. “Kontol abang juga gede, ning aja sampe kelojotan dikompa sama abanag.” jawabnya memabalas pujian ku. Kutarik kontolku keluar dan nampak disela-sela memeknya air maniku meleleh. Memeknya mulus, ga ada bulu dengan pinggiran memek yang merah merekah. Nining lalu mengambil Cdnya dan mengelapi memeknya yang basah dan mengelapi kontolku. Sewaktu ia mengelapi kontolku, kuraih kepalanya agar mendekat ke kontolku.Nining rupanya faham dan mulai mengulum kontolku sambil sesekali dihisapnya pelan. Kontol yang mulai mengecil dan melemas itu dalam sekejab sudah mengeras kembali. kutarik pahanya keatas dan sekarang kami lakukan posisi 69. 5 menit kami saling hisap dan jilat alatkemaluan sampai akhirnya aku sudah tak tahan pingin kembali memasukkan kontolku kedalam memeknya. Kudorong pantatnya dan ia kembali berjongkok diatas tubuhku, namun sekarang dia membelakangiku. kusuruh ia nungging dan kusodok dari belakang dengan gaya anjing. Kukompa terus memeknya langsung dengan RPM tinggi. Hasilnya, belum 7 menit aku sudah keluar dan menyemprotkan kembali air maniku. Dari jauh terdengar lamat-lamat azan subuh dan kami mengenakan kembali pakaian kami dan kembali tidur di tempat semula.

Siang harinya, kami sedang prepare kamar pengantin di lantai atas, dan memang lantai atas hanya ada 3 kamar tidur dan lumayan sepi. Sambil mengobrol membahas kejadian semalam, kami merapikan ruangan kamar untuk dijadikan kamar pengantin. Lama-lama, cewek ini semakin cantik rupanya, pikirku. Terbawa suasana rumah yang sepi, sambil memasang tirai, kucoba mengelus pantatnya. Ia hanya senyum tanpa mempedulikan tanganku yang bukan lagi membelai tapi mulai meremas pantanya yang sekel dan bahenol itu. Kudorong bahunya dengan lembut dan kucoba mengecup bibirnya. Ia membalas walau hanya sebentar dan mendorong bahuku. “nanti aja, tar kerjaannya ga beres….” katanya lembut. Aku ga peduli. Tanggung konak kudorong tubuhnya dengan tubuhku kearah tembok aambil terus menciumi dan melumat bibirnya. Tanganku pun mulai beroperasi, sebelah kanan meremas toketnya sebelah kiri menelusup kearah memeknya. 2 menit ia mulai terangsang dan merenggangkan pahanya. Terasa memeknya mulai basah. Kutidurkan dia di lantai dan kuturunkan celana jeans pendeknya sekaligus dengan celan dalamya. Sekarang bagian bawah tubuhnya polos sama sekali. sambil mengangkang ia terus membalas ciuman ku dengan liar. Akupun mulai turun menciumi perut dan daerah diatas memeknya dengan lembut. Nining hanya berekspresi dengan mengelinjang da menggeliat saja. Kuciumi itilkya dan kuhirup baunya yang menyegarkan. Kumulai menjilati itilnya dengan lembut bahkan kadang kuhisap pelan. setelah beberapa saat kujilatin memeknya tiba-tiba ia menekan kepalaku sekan menyuruhku melepaskan ciuman dan jilatanku. Tapi aku ga peduli, aku terus menjilati memeknya dengan buas dan sampai akhirnya aku merasa ada cairan hangat yang menyiram wajahku diiringi dengan lenguhan panjang Nining. Ahhhhhhhhhhhhhhhh……….. sssssssshhhhh… oooohhh… bang, kamu nakal banget siiiihh…. oooooooooohhh..” Mengetahu Nining orgasme, kukeluarkan kontolku yang sedari tadi tegang dan kumasukkan kontolku kedalam loban memeknya yang licin dan hangat. Clllepphhh… aaaah… lega dan nyaman rasanya ketika kontolku mulai memasuki lobang memeknya. Kukocok langsung dengan kecepatan tinggi memeknya. Plok, plok, plok, suara paha kami yang beradu meningkahi suara Nining yang terus mendesah menahan nikmat. Dan akhirnya akupun melepaskan air maniku dengan denras didalam memeknya yang hangat dan nyaman dengan sebuah rintihan tertahan…. “”Nnnniiinnnngggghhh… aaaahhh… aaaahhh…aaaahhh” kulepaskan air maniku dengan segala kenikmatan. Al hasil… kerjaan kami hari itu sedikit terhambat dengan aktifitas kami yangg diluar rencana kerja.

Malam harinya, kami mengulangi lagi kenikmatan yang sama di tempat lain yang kami anggap aman. bahkan pada H-2 kami melakukannya di kebun belakang dengan bertelanjang bulat beralaskan rumput saja. Sampai hari pelaksanaan resepsi, kami masih melakukannya sampai 4 kali di kamar mandi lantai atas, kamar gudang, kamar mandi dan di dalam mobil. Selama 6 hari sampai H+2 kami benar-benar seperti pengantin baru. Melakukannya kapan saja saat ada kesempatan.