Kejutan amanda (dari anak tiriku yang cantik dan hot)

Semenjak peristiwa persetubuhan aku dengan Amanda 3 bulan yang lalu itu, anak tiriku yang cantik seksi dan hot ini berubah sikap 180 derajat. Ia tidak lagi memanggilku dengan sebutan om, melainkan dengan sebutan papa. Bahkan kadang ditambah embel2 ” papa sayang…” Istriku agak heran melihat perubahan sikap anaknya itu.
” Amanda sekarang berubah ya sikapnya ke papa,” kata istriku, ” Tapi mama senang melihat perubahan itu,”
” Iya ma, papa juga senang Amanda berubah sikap ke papa,” sahutku sekenanya, padahal aku terkejut dengan perkataan istriku itu. Takut ketahuan hubungan terlarang kami.
” Moga2 Nola juga akan berubah sikap sama seperti Amanda ke papa ya…,” kata istriku lagi sambil tersenyum ke arahku (Nola adalah putri sulung istriku dari perkawinan sebelumnya, dan sudah berkeluarga).
” Iya ma, semoga ya,” sahutku sumringah, senang istriku tidak curiga.

Amanda pun sekarang sudah berubah frekuensi menginap di apartemen kami, yang biasanya hanya seminggu sekali, sekarang dia akan menginap sepanjang minggu dan akan pulang ke rumah bapak kandungnya di hari Sabtu dan Minggu saja. Sikapnya ke aku juga terkadang membuat aku kebat kebit gak karuan. Dengan nakalnya dia selalu meremas penis ku yang masih terbalut celana apabila berpapasan. Sering juga dia mencuri curi mencium aku. Bahkan melumat habis bibir dan lidahku. Pernah suatu hari, di hari Sabtu pagi, istriku sedang mandi, dan Amanda bersiap akan pulang ke rumah bapak kandungnya, aku sendiri sedang sibuk membuat kopi, mendadak ada sepasang tangan memelukku dari belakang. Duh, Amanda yang ternyata masih mengenakan bh dan celana dalam memelukku erat.

“Sayang, ke kamar Manda dong, kan Manda mau pulang 2 hari, untuk obat kangen papa tersayanggg….” desahnya merajuk. Dalam hatiku aku sangat senang, namun berbarengan rasa cemas pun mencengkram diriku, duh bagaimana jika istriku mendadak selesai mandi dan keluar kamar???? Seolah tahu dengan kecemasan aku, Amanda pun berbisik, “Mama mandinya pasti lama kok papa sayang, tadi Manda ke kamar mau pinjam pepsodent, Manda lihat mama keramas.

Tahu sendiri kan sayang, pasti lama,” sambil berbisik dijilatnya telinga aku, gelliiiii. Memang jika istriku mandi sambil keramas pasti memakan waktu lama, maklum rambut istriku panjang melewati bahu. Aku langsung berbalik badan, segera ku ciumi wajah yang cantik, putih mulus dan sangat menggoda ini, bibirnya yang mungil dan indah aku jilati, aku kulum, aku sedot dengan mesra. Lidahku langsung masuk ke rongga mulutnya. Amanda tidak mau kalah, lidahku disedot sedotnya, tangannya melingkar di leherku, memeluk erat seolah tidak mau melepaskannya.

Tanganku mulai bergerilya, tangan kananku masuk ke dalam bhnya, mulai meremas lembut dan memilin puting Amanda yang mengeras. Tangan kiriku masuk ke balik celana dalamnya, mengelus ngelus bibir vaginanya, meremas lembut, menggesek gesek, dan jari2 ku mulai mencari celah klitorisnya, Amanda sudah sangat basah.
” Sayang ke kamar Manda yuukkk, ” bisik Amanda sambil menggandeng ku menuju kamarnya. Seperti anak kecil yang dituntun ibunya, aku menurut saja.

Sesampai di kamar dan menutup pintu, segera Amanda menurunkan celana pendek dan celana dalamku, penisku yang sedari tadi sudah ngaceng segera menyembul keluar. Dengan sigap Amanda jongkok dan mulai menjilati penisku, mengemutnya, mengulumnya, nikmatnyaaaaaa….. Biji2ku pun tak luput dari kuluman mulut indah Amanda. Seolah tidak mau terlewatkan satu bagianpun dari selangkangan aku, lubang pantatku tidak luput dari jilatannya, duhhhhh rasanya diriku melayang layang, nikmatttt nyaaaa.

Amanda sudah mencopot bh dan celana dalamnya, segera aku tarik lengannya agar dia berdiri, ” Gantian ya sayang,” bisikku sambil mulai menjilati wajahnya, menciumi setiap jengkal wajah cantik dan seksi ini. Bibirnya kulumat habis, kujilati rongga mulutnya, kusedot sedot lidahnya, Amanda pun membalas dengan lebih hot lagi, menjilati menciumi seluruh wajahku, menyedot keras lidahku, bahkan di gigit gigit lembut lidahku, kupingku. Jilatanku turun ke lehernya yang putih mulus ini, kujilat, kukecup, ” Ahhhh, papa sayang….geli sayang, duhhh…..enak sayang…” desah Amanda. Makin bersemangat kini giliran 2 bukit indah dengan putingnya yang mengeras menjadi sasaran jilatanku. Bergantian ku kecup, ku jilat, ku emut, kedua puting indah ini, ” Sayang di buat merah dong, untuk obat kangen pa….” Ada ada saja permintaannya, namun aku turuti saja, abis enak sih…. Kedua payudara indah ini mulai ku sedot kuat2, kusedot di sekitar putingnya, mengeliling. Bergantian ku sedot sedot, hasilnya, tanda merah sudah menghiasi kedua payudara Amanda.

Jilatan ku turun ke arah perutnya yang ramping, putih mulus tanpa guratan sedikit pun, khas perut wanita muda yang belum pernah mengandung. Ku jilati seluruh permukaan perut yang dibalut kulit mulus ini, ku kecup, ku sedot lembut, ku jilati pusernya, semua tidak luput dari kecupan dan jilatanku. Amanda sudah menggelinjang ke kiri dan ke kanan, dia sudah benar2 terangsang hebat, terlebih setelah aku mulai menggarap vaginanya yang indah tanpa bulu, ku buka perlahan bibir memeknya, ku isap isap bibir memek indah ini, ku jilati, ku emut, aku pun berganti posisi berbaring di karpet, dan memintanya jongkok di atas wajahku. Seketika terpampanglah vagina dan lubang pantat yang indah.

Langsung kujilati kedua bibir vagina Amanda, ku emut lembut, ku jilati klitorisnya yang sudah menyembul keluar karena rangsangan yang hebat. Ku emut klitorisnya, ” Ahhhhhhh……ahhhhhh….nikmatttttt papa sayangggg…..duh Manda cinta banget sama papaaaa…,” erangan Amanda, vaginanya sudah mengeluarkan cairan nikmat yang banyak sekali bahkan sampai menetes netes, ku telan semua cairan yang terasa sedikit asin itu, duhhhh segerrrrrrr… Lubang pantat Amanda tak luput dari jilatan ku, bahkan ujung lidahku menusuk nusuk lubang itu.

” Duhhhh paaaa, Manda gak tahannnn, Manda gakkk tahaannnn paaaa…..ahhhh sayanggggg….,” bersamaan dengan erangan Amanda, tubuhnya berkedut kedut, terlihat vagina dan lubang pantatnya juga berkedut. Cairan nikmat meleleh keluar dari liang vaginanya. Ku benamkan wajahku ke vagina indah ini, ku sedot habis seluruh cairan nikmatnya, kujilati seperti anak kecil yang menjilati ice cream.

Setelah diam sejenak, aku pun berdiri. Amanda langsung memelukku erat, ” Sekarang kita ML ya sayang,” bisiknya.
” Jangan dulu ya anak papa tersayang, mama kamu pasti sudah hampir selesai tuh mandinya, nanti ketahuan sayangku,” jawabku sambil mengecup bibir mungilnya yang indah. ” Kan minimal kamu sudah enak tadi, dan kita kan akan selalu punya waktu sayang, sabar ya sayang…”
” Ah, papa gitu, Manda kan pengen ML,” katanya cemberut.
” Nah, sayang pilih mana, sekarang kita ML dan ketahuan mama, trus kita tidak bisa bertemu lagi, atau sabar dulu karena masih banyak waktu, dan selalu bertemu?” tanyaku sambil memandangi wajah cantiknya.
” Iya deh, tapi papa janji ya, harus selalu sayang dan cinta Manda, harus selalu peluk Manda….” katanya sambil memandangku mesra.
” Iya sayangku, papa janji…” Ku kecup lagi bibir nya yang indah.

Sudah hampir seminggu ini Amanda tidak berkunjung ke apartemen, entah karena kesibukannya bekerja (Amanda bekerja di sebuah perusahaan farmasi terbesar di Indonesia) atau mungkin kesibukan lainnya. Hal itu membuat aku cukup uring uringan, wah ada apa dengan diriku ini, jangan jangan aku sudah jatuh cinta pada anak tiriku sendiri. Gawat kalau begini. Untuk menghilangkan rasa rinduku pada Amanda, istriku pun habis ku garap. Hampir setiap malam, kujilati vaginanya, puting payudaranya, dan di akhiri dengan ML yang liar dan hot sekali.

Akhirnya kerinduan aku terhadap Amanda terobati, bahkan dengan kejutan yang tidak pernah kupikirkan.

Jumat malam, pada saat aku pulang dari kantor dan mengendarai mobilku menuju apartemen, hp ku berdering, ternyata Sandra istriku menelpon.
” Hallo ma, ” jawabku.
” Pa, papa masih jauh ya?” tanyanya di seberang sana.
” Jauh sih nggak ma, sudah di Barito, cuman macetnya ampun ma,”
” Ooo, duh kasian papa, masih parah macetnya?”
” Iya nih, maklum Jumat kali ya ma,”
” Pa, mama mau kasih tau aja, mama dijemput Nola, dia minta mama nginap di rumahnya, karena Andre (suami Nola) sedang tugas kantor keluar kota. Boleh ya pa?” kata istriku.
” Ok ma gak masalah, mama pulang kapan?”
” Besok siang juga sudah balik pa, sekalian Nola mau ke Plaza Senayan, dari situ mama dianter pulang. O iya pa, tadi mama sudah beli gulai kepala ikan kesukaan papa dan bir 10 botol, mama taruh di lemari es, nanti kepala ikannya dipanasin aja pa,” kata istriku, wah nyogok dia supaya boleh menginap di rumah anak sulungnya.
” Sip ma, hati2 ya di jalan, dan salam untuk Nola, luv uuuu , muahh,” jawabku.
” Iya papa sayang, luv u too, muahhh,” istriku mengakhiri pembicaraan.

Sampai di apartemen aku langsung mandi. Dan setelah makan dengan lauk kepala ikan kakap yang mantap, aku pun mengisi waktu dengan menonton tv sambil meminum bir bintang botol kecil kesukaanku. Aku tidak mengenakan apa2 alias berbugil ria. Sambil menonton tv aku mengelus ngelus penisku, acara tv sudah tidak menarik, pikiran ku melayang memikirkan Amanda. Kemana ya anak tiriku yang cantik dan hot itu. Ah, kalau saja ada dia disini. Semalaman pasti aku akan merasakan surga dunia bersamanya.

Mendadak, ceklek!! Seseorang membuka pintu apartemenku dari luar. Inilah kebiasaan buruk ku yang sulit hilang, selalu lupa mengunci pintu. Surpriseeee!!!! Yang sedang kurindukan muncul dari balik pintu. Amanda yang cantik, seksi dan menggemaskan tersenyum ke arah ku. Namun yang lebih mengejutkan lagi ternyata di belakang Amanda turut berjalan masuk seorang gadis sebaya Amanda, yang berwajah indo, cantik, sensual sekali wajahnya. Cara berpakaian mereka sama, seksi dengan u can see dan rok jeans yang sangat mini. Reflek, aku menutupi penisku dengan bantal kecil sofa, malu. Kalau hanya Amanda sendiri aku gak masalah. Tapi ini ada gadis asing yang cantik dan sensual dan tidak kukenal turut masuk. Tengsin abis jadinya.

“Hallooo papa sayang….. Hayooo papa lagi ngapain,” canda Amanda sambil tersenyum nakal menggemaskan, “Papa bugil ya…?” Mati kutu aku gak bisa bergerak hanya tersenyum kecut. Gadis indo yang turut masuk tersenyum ke arah ku. ” Malam om…” ucapnya, wah indah bentuk bibirnya. Ku pandang dia, matanya yang agak kebiruan indah sekali, hidungnya mancung dan mungil menggemaskan, putih mulus dan seksi sekali, sangat mirip dengan kondisi Amanda. Mimpi apa aku semalam, dikunjungi 2 bidadari yang indah, cantik, sensual, seksi dan putih mulus…..Horeee!!! Menjerit gembira di dalam hatiku.
” Ihh papa kok bengong, kenalin teman kantor Amanda pa, Aline…” ganggu Amanda.
” Oooo iya selamat malam Aline,” jawabku sekenanya. Masih belum percaya kedatangan 2 bidadari ini. Kuulurkan tanganku untuk menjabat tangannya. Uhhh mulusnya telapak ini. Sama persis dengan tangan Amanda.

Amanda langsung duduk di sebelahku, mencium mesra bibirku, “Kangen sama papa sayang…” bisiknya. Melihat kelakuan Amanda ku lirik ternyata Aline biasa saja, dan bahkan tersenyum senyum, dan dengan santainya ikut duduk di sampingku. Waduh. Kini aku diapit oleh dua gadis yang cantik dan seksi. Ini bukan ketiban duren lagi namanya, tapi ketiban pohon duren tepatnya…..
” Santai aja pa….Ooo iya tadi mama telp Manda ngajak nginep di rumah Nola, cuman Manda bilang aja sibuk, karena Manda tau pasti papa sendirian disini….he he he kesempatan kan pa,” kata Amanda sambil menyeringai, nakal sekali anak ku ini. Nakal tapi membahagiakan….
” Ooo iya, Aline kalau mau minum ambil sendiri ya, om ada bir dan wine di kulkas, cuman makanan kayaknya harus beli diluar jika laper,” kataku basa basi untuk mengurangi rasa grogi.
” Kita tadi beli mie GM kok pa, wah ketinggalan di mobil, sebentar Amanda turun ke parkiran ya, ambil mienya,” kata Amanda sambil berdiri dan berjalan keluar ruangan. Setelah aku tinggal berdua dengan Aline, ” Om boleh minta birnya?” tanya Aline.
” Ya boleh dong, ambil sendiri ya di kulkas,” jawabku dengan masih menutupi penisku yang sudah berdiri tegak dan keras. Nafsu sudah melanda diriku.
” Kok gak om ambilin,” goda Aline tersenyum nakal. ” Ha ha ha, santai saja om, Aline malah penasaran nih, mau lihat yang om tutupi itu,”
” Mau lihat…? Lihat apa Line…?” aku benar2 mati kutu, ya sudah berlagak bego saja.
” Gak usah malu om, mau lihat ini….” tanpa kuduga Aline menarik bantal kecil yang menutupi penisku yang sudah ngaceng berdiri.

Aku sudah tidak bisa mengelak lagi. Jika harus terjadi, terjadilah, pikirku. Kini terpampang jelas penisku. Aline melihatnya takjub.
” Ahh, bener kata Amanda, burung om keren, besar dan keras, wah punya pacar Aline kelaut deh….” bisik Aline. Disentuhnya penis aku dengan tangan dan jari2nya yang halus…. ohhhhh aku sudah tidak bisa berkata kata lagi.
” Om sayang, santai aja deh…Aline sudah tau kok hubungan om dengan Amanda, dia cerita semua ke Aline. Makanya sekarang Aline ikut dan kenalan dengan om, penasaran om….,” bisik Aline manja sambil mengecup pipiku. Kemudian ia beranjak menuju lemari es, ” Om juga mau bir?”
” Iya Line, boleh….” jawabku sekenanya.

Sambil membawa 2 botol bir Aline pun kembali duduk di sampingku yang sudah total bugil. Sambil meminum birnya, tangan Aline yang lain, tak hentinya mengelus ngelus penisku. Sesekali dia mengecup pipiku, ” Gemes lihatnya om,” cara duduk Aline sekarang sudah berubah, sebelah pahanya yang sangat putih dan mulus ditumpangkan ke pahaku sehingga paha mulus itu menyentuh dan menggesek gesek penisku, duhhhh nikmatnya.

” Wah Aline nakalnya, papaku sudah mau diperkosa,” ternyata Amanda sudah muncul kembali sambil membawa tas plastik berisi mie GM. Kemudian dia menutup pintu apartemen dan menguncinya.
” Tuh papaku sudah naked Line, kita juga dong,” kata Amanda.
” Sip,” sergah Aline. Dan tanpa ba bi bu be bo, dia segera berdiri, dan langsung membuka seluruh kaos bh rok mini dan celana dalamnya…….. Seketika terpampang di sampingku seorang gadis indo yang berwajah cantik, sensual sekali, dengan payudaranya yang indah mulus meski lebih kecil ukurannya dari payudara Amanda, dihiasi puting yang indah, sama dengan puting milik Amanda. Juga paha yang putih mulus tanpa kerutan, dan di tengah2 suatu keindahan gadis seusianya, vagina yang mulus tanpa bulu, indah sekali. Tidak mau kalah dengan Aline, Amanda pun segera melucuti semua pakaiannya, roknya, dan akhirnya tubuh indah anak tiriku itu terpampang tanpa seutas benangpun. Aline yang sudah duduk di sampingku, segera menarik wajahku, kami berciuman ganas. Lidah Aline bermain main di rongga mulutku, sesekali kukulum lidahnya, kusedot lembut. Aline tidak mau kalah, lidahku diemut emutnya, disedot dengan gemas. Tangan kananku mulai beraksi, payudara Aline kuremas remas, sesekali kupilin putingnya yang indah bergantian. Tangan kiriku tidak mau kalah, mulai meremas remas vagina Aline yang terasa mulai basah. Bibir vaginanya ku buka perlahan dengan jari2ku. Terus ku elus elus vagina indah ini. Jilatankupun mulai turun ke arah lehernya, kujilati kukecup leher indahnya, terus kujilati sampai ke belakang telingannya.
” Ahhhh…ahhhh….enak banget om…..om sayanggg….” Aline mulai mengerang, tubuhnya menggelinjang. Jilatan ku kini ku arahkan ke payudaranya. Sambil tetap kuremas kuisap putingnya, kujilati bergantian, ku gigit gigit lembut, kusedot sedot seperti bayi menyusui.
” Ahhhhhh ommmmm sayanggggg……Aline sayang ommm….. Aduhhhh nikmatnya ommm….” Tubuh Aline melenting ke atas, tubuhnya sudah tidak terkontrol lagi didera kenikmatan yang kuberikan padanya. Jari2 tangan kiriku bisa merasakan cairan nikmat yang sudah banyak keluar dari liang vagina Aline. Basah sekali. Benar2 membuat ku sangat bersemangat.

Mendadak terasa kepala penisku dijilat. Ternyata Amanda sudah berjongkok di bawah sofa, dan sibuk menjilati kepala penisku. Kemudian penisku dimasukkan ke mulutnya yang sensual dan indah, di emut emut, disedot sedot, uhhhhh rasanya seperti terbang ke langit ke dua puluh. Benar2 nikmat blow job yang dilakukan anak tiriku ini. Ngilu, geli, nikmat, serasa diremas remas penisku di dalam rongga mulut Amanda. Aku sudah tidak tahan lagi ingin mencicipi vagina indah milik Aline yang sudah sangat basah ini. Ku minta ia berdiri di atas sofa, dan tepat di hadapan wajahku terpampang vagina yang sangat indah, sudah terbuka sedikit bibir vaginanya. Tidak sabar, langsung kujilati vagina indah ini, kuemut bergantian bibir vaginanya, ku kulum kulum…..Klitoris vagina Aline menyembul keluar, langsung kusedot sedot….Lidahku kumasukkan ke dalam liang vaginanya, ku jilati dinding vaginanya, ku sedot semua cairan nikmatnya, ” Ahhhhhhh……iya ommm disitu ommm sedot terussss ommm, aduhhhh nikmat banget omm…” Sepertinya Aline akan sampai di orgasmenya yang pertama, tanda2nya terasa, tubuhnya yang mulai berkedut kedut, liang vaginanya yang mulai menjepit lidahku…. Sementara itu aku pun merasakan kenikmatan yang luar biasa akibat permainan lidah Amanda. Lubang pantatku habis dijilatnya, kedua bijiku dikulum kulumnya…. Kemudian dengan ganas penisku disedot sedotnya, ngiluuuuuu tetapi nikmat sekali.

Akhirnya Aline mencapai orgasmenya. Kepalaku dijepitnya dengan kedua pahanya. Tubuhnya mengejang dan berkedut kedut. ” Ahhhhhhhhhhhhhhh…….ommmmmm…..” Diiringi erangannya yang keras, Aline pun terkulai di sofa. Memejamkan matanya, masih menikmati orgasme yang baru saja melandanya. Mendadak Amanda pun berdiri di atas sofa, ” Pa, Amanda mau juga dong…” Vagina indah Amanda sudah di depan mataku. Langsung kujilati vagina Amanda. Jari2 kedua tanganku kujulurkan ke atas memilin milin kedua puting indah Amanda, meremas remas kedua payudaranya. Klitoris vagina Amanda yang sudah tersembul kusedot…kuemut kadang keras kadang lembut. Sensasi ini membuat Amanda mengerang. ” Ahhhhhh…… Ahhhhhh, papaku tercinta, enak banget pa…..” Lidahku sudah masuk ke dalam liang vaginanya. Kujilati dinding vaginanya, kusedot habis cairan nikmat yang sudah menetes netes, uhhhh nikmatnya. ” Uhhhhhh paaaaa sedot yang keras paaa…iya disitu paaaa….,” karena sudah diterjang sensasi yang luar biasa, kenikmatan yang luar biasa, Amanda sampai lupa diri, ditekannya wajahku ke selangkangannya, sehingga membuat aku sulit bernafas. Sementara itu akupun merasakan rasa nikmat dan geli di kedua putingku. Ternyata Aline sudah menjilati kedua putingku, menyedotnya, mengulum….nikmat sekali rasanya. Jarinya yang indah, meremas remas penis ku. Sungguh sensasi yang luar biasa. Kemudian Aline menundukkan wajahnya, mulai menjilati penisku, geli. Dimasukkannya penisku ke dalam mulutnya. Disedotnya kuat, duhhhhh nikmatnya. Mulut Aline maju mundur mengocok abis penisku. Jarinya menusuk nusuk lubang pantatku. Bukan main rasanya. Nikmat, geli, ngilu….semuanya jadi satu…..ahhhhhh.

Terasa Amanda sudah akan mencapai klimaksnya, tubuhnya berkedutan tidak beraturan. Cairan nikmatnya sudah membanjiri wajahku. Dan akhirnya……… ” Ahhhhhhh ……Ahhhhhhh….uhhhhhh….aduhhhhhhh papaaaa…….” Amanda pun mendapat orgasmenya yang pertama. Kemudian terkulai lemas di sampingku. Sementara Aline masih sibuk menjilati dan mengulum penisku. Biji2 ku di emutnya. Aku mencoba bertahan agar tidak ejakulasi. Tak lama, Aline menghentikan kegiatannya. Diciumnya mulutku mesra, ” Sayang ML yaa……” dan tanpa menunggu jawabanku Aline langsung menungging, terlihat jelas liang vaginanya yang kemerahan, terbuka sedikit menanti penisku memasukinya. Kujilati sebentar vagina yang indah itu, kemudian perlahan ku dorong penisku. Pelan namun pasti penisku mulai memasuki rangga liang vagina Aline. Rasanya seperti diremas remas. Masih sangat sempit, mirip dengan liang vagina Amanda. ” Aduhhhhh…..” Aline mendesah.
” Kenapa sayang, sakit…..?” tanyaku mesra kepadanya. Aline mengangguk, ” Iya, tapi sedikit kok om ku sayang, gak apa2, lama2 enak kok sayang….” desah Aline.

Perlahan dan lembut, kudorong maju mundur penisku. Memang terasa sangat sempit dan menjepit kuat liang vagina Aline. Perlahan rasa sempit dan terjepit di penisku berubah menjadi rasa seolah diremas remas, liang vagina Aline sudah bisa menerima sodokan penisku. Dan Aline pun sudah tidak lagi merasa sakit. Matanya terpejam meresapi rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuhnya.
” Ahhhhh sekarang enak rasanya om…..terussssss ommm enak banget om ku sayang….. Ahhhhhhh….. uhhhhhhhh……duhhhhhhh…” Aline mengerang, kepalanya bergoyang ke kiri dan ke kanan merasakan nikmat yang luar biasa menderanya. Ujung penisku terasa sudah mentok sampai dinding terdalam dari liang vagina Aline, bahkan mungkin sudah menyodok nyodok mulut rahimnya. Aline benar2 sudah lupa diri, berteriak, mengerang, mengeluh, tubuhnya kejang kejang dilanda kenikmatan yang diberikan penisku. Penisku pun seolah diremas remas di dalam liang vaginanya, wowww…….

Amanda tidak mau tinggal diam, dia memeluk ku dari belakang. Menciumi bahuku, leherku, dan telingaku. Dijilatinya seluruh leher belakangku, lubang telingaku….sementara kedua lengannya dengan jari2nya yang indah, memilin milin puting ku. Sulit dibayangkan sensasi yang diterima tubuhku. Penisku diremas remas vagina Aline, dan diciumi dijilati seluruh tubuhku oleh Amanda…..aku hanya bisa mengerang, mendesah….. gila rasanya. Tubuh Aline mengejang, ia sudah tidak kuat lagi. ” Aduhhhhh aduhhhhh…..ahhhhhhh, ahhhhhhh…… ahhhhhhhh, ommmmmmm……sayangggggg…..” Aline menjerit. Bersamaan dengan itu, otot vaginanya berkedut kedut kencang sekali, penisku menikmati kedutan dan jepitan otot vagina Aline. Ohhh… Aline pun terkulai lemah di sofa.

Kini giliran Amanda yang sudah dalam posisi siap, menungging di hadapanku. Ku gesek gesekan kepala penisku di bibir vaginanya. Setelah itu perlahan kudorong masuk penisku. ” Ahhhhhhh……,” Amanda mendesah, merasakan liang kenikmatannya di sodok penisku. Liang vagina Amanda sudah terbiasa menerima sodokan penisku, sehingga ia tidak merasakan sakit seperti Aline tadi. Ku sodok penisku maju mundur, ku goyang2 di dalam liang vagina Amanda. Kenikmatan mulai melanda Amanda, ia mulai mengerang, mendesah desah merasakan nikmatnya penisku. Ku sodok dalam2, ku sodok kuat, penisku membentur didnding vagina Amanda yang terdalam. Amanda menjerit, ” Ahhhhhhhh ….. Ahhhhhhhhh…….. Uhhhhhhhh…….Ahhhhhhhh, duhhhh terusssss papa sayangggg, yang keras lagi paaaaaa……aduh enakkkk paaaaaa…….” Semakin kat ku sodok penisku dalam2. Amanda benar2 sudah lupa diri…..tubuhnya mengejang, melenting, mengejang, melenting bergantian, erangannya sudah berubah jadi jeritan nikmat. Aline berdiri di sampingku. Menarik wajahku, dan seketika melumat habis mulutku. Lidahnya menjulur masuk ke ronggak mulutku. Kuhisap lidah nakal ini, ku sedot sedot. Aline pun membalas tidak kalah ganasnya. Sepertinya ia mau memasukkan semua mulutku ke dalam mulutnya yang mungil.

Otot vagina Amanda sudah mulai berkedut kedut, sebentar lagi ia akan merasakan klimaks, orgasme. Aku pun sudah tidak tahan lagi, cairan nikmat ku sudah tidak bisa ditahan tahan lagi, ingin menyembur keluar. ” Ahhhhhhh papa……Manda sudah gak tahannnnn, papaaaaaa……duhhhhh…”
” Iya sayang, papa juga sudah gak tahannnn…….ahhhhhh….ahhhhhh….ahhhhh….” Otot vagina Amanda menjepit kencang penisku, ahhhhhhhh, ku peluk erat anak tiriku ini dari belakang, erat sekali……. bersamaan kami mencapai klimaks. Kusemburkan cairan nikmatku kedalam vagina Amanda. ” Aduhhhhhhhhh nikmat dan hangat papaku sayanggggg……” jerit Amanda.

Kami duduk berdampingan dan masih telanjang bulat. Amanda di sebelah kiriku, Aline di sebelah kananku. Keduanya memeluk ku erat. Kupandangi kedua wajah cantik dan seksi ini bergantian. Ku kecup bergantian bibir2 indah mereka. Kami bertiga tetap berpelukan seperti itu, sambil sesekali kuminum bir ku, demikian pula dengan Aline, sesekali ia meminum birnya, sedangkan Amanda meminum wine kegemarannya. Kami menikmati kebersamaan ini. Dan dari cerita Aline, seperti ku duga, Aline terlahir blasteran. Ayahnya Spanyol dan ibunya Sunda. Ia masih tinggal bersama orang tuanya. Kami bertiga masih berpelukan. Saling kecup mesra. Saling jilat.
” Mulai sekarang papa milik kami berdua…,” kata Amanda mengejutkan aku. Hah…
” Aline ini sahabat Manda pa, soul mate pa. Jadi apa yang Manda rasakan, Aline juga harus menikmatinya,” lanjut Amanda sambil mengecup pipiku.
” Iya Aline juga sekarang manggilnya papa sayanggggg… Gak apa2 kan papa Aline tersayang,” kata Aline manja. Aku hanya bengong memandang keduanya. Kemudian mengecup bibir indah mereka bergantian. Dan sepanjang malam hingga menjelang subuh, kami bertiga menikmati kebersamaan ini. Saling jilat, saling emut, saling gigit….dan ML berkali kali. (bersambung)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s