dokter ku sayang

Sebut saja nama saya Tri. Ini cerita berdasarkan fakta beberapa minggu yang lalu.

Saya bekerja di sebuah klinik di ibu kota. Sudah bekerja kurang lebih selama 3 tahun. Di klinik terdapat dokter yang sejak awal saya bekerja memang membuat saya terpesona dengan dokter tsb. Sebut saja dokter Nuri. Dokter Nuri mempunyai wajah yang tidak terlalu cantik tetapi manis,berkulit putih dan ukuran bra yang cukup yakni 34B. Saya tahu ukuran branya ketika saya ‘berhubungan’ dengannya.

Hari Selasa adalah jadwal dokter Nuri jaga. Hari itu merupakan hari pasien jarang datang ketika paginya. Ketika saya sudah sampai diklinik,dokter Nuri pun sudah di depan pintu klinik. Karena kunci saya yang pegang saya buru-buru menghampirinya. ‘Pagi dok,maaf nih telat’ sapa saya seperti biasa. ‘Pagi juga mas tri,tumben siangan biasanya dateng lebih awal’ katanya. ‘Iya dok soalnya naek kendaraan umum jadi lebih lama’ lanjut saya sambil membuka pintu klinik.

Setelah saya di dalam klinik selama sejam saya merasa ada yang janggal. Perawat diklinik tidak ada satupun yg masuk (Dokter Nuri adalah seorang dokter umum sehingga tidak butuh perawat) Saya pun bertanya kpd dokter Nuri. ‘Perawatnya kemana dok?’ tanya saya. ‘Gak masuk mas,pak ‘ katanya.

Dan pikiran saya pun sudah ke mana2,’hanya berdua dgn dokter Nuri saja berarti’kataku dalam hati. Tanpa sadar juniorku pun membuat celanaku sesak. Untung hari ini tidak ada pasien berobat.

Setelah beres beres saya pun ngobrol ngalur ngidul dgn dokter Nuri. Hingga akhirnya obrolan mulai menyerempet ke arah seks. ‘Mas tri kenapa ya aku selalu kurang bergairah kalo main sama suamiku?’tanyanya. ‘mmm… Mungkin dokter butuh dari yg lain kali,saya bisa kok bikin dokter bergairah hehehe’ kataku sambil bercanda. ‘Ah masa???? Kalau begitu coba buktikan mas’ kata dokter Nuri. Akupun kaget ternyata dia tidak marah aku bicara begitu,malah omongan ku yang hanya bercanda di anggap serius olehnya.

Dan tanpa pikir panjang akupun mencium bibirnya yg tipis itu. ‘Tutup dulu kliniknya aja mas’ kata dokter nuri. Aku bergegas mengunci pintu klinik dan mengubah tanda menjadi ‘tutup’. Aku langsung saja menyambar mulutnya dan kami pun berciuman. ‘Ahhh mas tri kamu pintar ciumannya’ katanya disela ciuman kami. Tangan saya pun mulai bergerilya memainkan payudaranya dari luar bajunya. ‘Uuhhh terus mas,mainin tetekku sepuasnya mas’ lenguhnya. Aku mulai membuka baju dan celananya termasuk cd dan branya. Aku terus memainkan payudaranya dan tanganku satunya mulai bermain dgn vaginanya. ‘ahhh kocok terusss masss tempikku ‘lenguhnya. Aku pikir dia adalah orang yang kalem ternyata dia orang yang cukup agresif.

Tangan dokter Nuri pun mulai memainkan penisku dari luar celanaku. ‘buka dong mas masa aku doang yg telanjang’rengeknya. ‘bukain dong dok hehehe’timpalku. ‘nuri aja buat mas gausah manggil dokter segala’katanya sembari melucuti semua pakaianku. Saat dia membuka cd ku dia pun kaget karena penisku yg menyembul keluar. ‘besarnya penis mas,punya suamiku kalah sama punya mas’katanya. Padahal penisku ukuran normal dgn panjang 15cm dan diameter 3cm. ‘kalo gitu isep dong sayang’kataku.

Nuri pun melahap penisku dengan rakus. ‘ohhh…ergh enak banget isepannya sayang’lenguhku. Nuri pun tak menjawab dia terus saja mengulum penisku. Tapi tak lama kemudian dia melepas kulumannya. ‘lanjutin di ruangan aku aja yuk sayang’ katanya. Aku pun berjalan sambil meremas payudaranya yang sexy itu. Di dalam ruangan permainan kami makin panas. Dia meminta posisi 69. ‘ayo iseppp terus penisku ahhh..ennakk banget sayang isepan kamu’ racauku.

Nuri juga tak kalah meracau karena ku jilati dan ku gigit kecil klitorisnya. ‘ahahah..ya disitu sayanggg,ah enak banget’. Dan tidak lama kemudian nuri mendapat orgasme pertamanya. ‘aaaarrgghh,aku keluar sayang. Ayo sekarang kamu masukin penis kamu dong sayang’ katanya.

Dengan perlahan ku masukan penisku ke vaginanya. ‘peret banget tempikmu sayang’kataku. Padahal dia sudah punya anak tetapi masih terasa sempit vaginanya. ‘ahhh’ lenguh kami berdua saat penisku sudah masuk ke vaginanya. Langsung ku genjot vaginanya. ‘ah..ah..ah fuck me harderrr. I’m your bitch honey uh..uh..argghh’ceracaunya. Tak lama kemudian nuri mendapat orgasmenya yg kedua. ‘ahahah cepetin sayang,fuck me faster.. Aku mau sampe sayanggggg.. Ahhhhhhh’ lenguhnya.

Penisku pun terasa seperti dipijit oleh vaginanya. Aku langsung membalikan badannya,dengan gaya doggy style aku mulai menggenjot lagi vaginanya. ‘ahahah..ohhh yesss honey fucking me,tempik aku milik kamu sayang’ ceracaunya. ‘uhh..yeahhh enakan mana sayang penis aku sama suami kamu?’kataku. ‘oh..oh enak..oh..an punya kamu sayangggg’ dia membalas. ‘ah..ah sayang akkku mauu keluarrr lagiii,ahhh’ nuri pun orgasme yg ketiga kalinya. Tak lama kemudian akupun juga merasa ingin keluar. ‘sayaaang akku jg mauu keluarrr’ kataku. ‘keluarin di mulutt aku aja sayaaang’.

Aku pun mempercepat gerakan ku dan ‘ahhhh’ aku keluarkan maniku di mulutnya dan dia habiskan yg tersisa di penisku. ‘terima kasih sayang,tempik kamu enak bgt’ kataku. ‘penis kamu jg enak bgt sayang,beda banget kalo main sama suamiku’ katanya. Dan kami sering mengulanginya diluar dan kadang diklinik ketika hanya kami berdua.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s