Daun Muda

Pelajaran untuk murid istriku

Siang itu betul2 panas, luar biasa .., setelah seharian berkeliling mencari order, tentunya enak sekali untuk meneguk segelas air dingin sambil bersantai di kamar ..

“ Ma .. ? “ seruku sambil membuka pintu kamar. “ Kosong ? “ pikirku sambil bergerak masuk.

“ Ya sayang .. aku sedang mandi nih “, suara istriku dari dalam kamar mandi “ Kok udah pulang ? “

“ Iya .. kebetulan nggak terlalu rewel kliennya .. jadi bisa cepat” sahutku ringan sambil melepas sepatu dan jaket.

Sambil melepas kemejaku, aku mengetuk pintu kamar mandi “ Buka dong Ma, mau cuci muka nih .. panas banget .. “

Tak lama, pintu kamar mandi terbuka, aku mendorongnya sedikit dan beranjak masuk kamar mandi .

Fang fang, istriku terlihat masih membersihkan sisa2 busa di rambutnya, nampaknya dia habis keramas, tercium wangi shampoo memenuhi kamar mandi.

Melihatku masuk dia tersenyum kecil, sambil mengulungkan hand shower ditangannya .. “ NIh Pa, aku udah selesai kok .. “

Aku menerimanya cepat lalu mulai membasuh mukaku . . hmm, segar .. air dingin yang keluar dari hand shower itu segera saja menyingkirkan semua rasa gerah di tubuhku .. “ kayanya enak juga mandi siang2 ya Ma .. “ ucapku sambil membuka pakaian.

“ Memangnya mau kemana kok mandi siang2 ?” tanyaku.

“ Ada private kan Pa, si Agus jam 3 nanti datang mau les Photoshop ..” Jawab istriku sambil membantuku membuka pakaian. Setelah lepas semua pakaianku, dia membantu menyiramkan air shower sambil menggosok punggungku.

Istriku memang berprofesi sebagai pembimbing di sebuah sekolah computer kenamaan di kota, di waktu senggang dia memberi les private untuk anak2 di kost kami. Agus itu salah satu muridnya, masih duduk di kelas 2 SMP, tidak terlalu pandai, tapi latar belakang keluarganya tidak begitu mampu, Istriku menerimanya sebagai murid hanya karena ingin membantu keluarganya saja supaya anaknya bisa memiliki kemampuan lebih.

“ Agus ya Ma .. sudah bisa apa dia ? “ tanyaku.

“ Hari ini jadualnya belajar editing foto .. “ Jawab istriku sambil menggosokkan busa sabun ke tubuhku.. nyaman sekali rasanya. Sambil dimandiin tak urung aku menelusuri tubuh telanjang istriku yang masih sibuk meratakan busa sabun. Di usianya yang ke 29 tahun ini dia memang betul2 cantik dan seksi. Dengan tinggi 165 dan berat 37 Kg, tubuhnya betul2 proporsional dan enak dilihat.

Terlebih dengan kulitnya yang putih mulus seperti layaknya gadis keturunan cina, dan buah dada 34B yang menggantung padat di dadanya ..

“ Kok bangun Pa ? .. “ celetuknya geli waktu melihat kemaluanku bergerak naik .. “ Iya Ma .. habisnya Mama seksi sekali kalau basah2 gini ..

“ Jawabku sambil meraba buah dadanya. Istriku tersenyum lebar, tangannya sekarang malah ikut membelai kemaluanku yang sudah mulai mengeras ..

“ Mau usil ya ? .. “ Candanya mesra, lalu sambil membersihkan sisa2 sabun di tubuhku dia mendekatkan bibirnya .. “ Nanti malam aja Pa .. kan si Agus mau datang”

Aku memeluknya mesra, lalu kucium bibir indahnya dengan nafsu yang mulai naik. “ sebentar kayanya bisa kok Ma .. sudah terlanjur naik nih .. “ Istriku tertawa kecil, tapi dia tidak menolak waktu aku menekan tubuhnya ke bawah ..

“ Dikulum atau gimana nih Pa .. biar cepat ? “ tanyanya. Aku tersenyum saja, lalu aku posisikan penisku diantara buah dadanya yang montok. Sisa2 air yang masih membasahi kulitnya membuat penisku dapat bergerak cukup licin menyusuri dua bukit kembar yang indah itu, tangan istriku ikut membantu menekannya dari sisi luar sehingga gundukan buah dadanya menjepit erat kemaluanku.

“ Enak Ma ..” desahku sambil mengamati penisku sendiri bergerak keluar masuk dari sela2 gumpalan daging kenyal yang luar biasa indah itu. Istriku tersenyum, dia membantu dengan ikut bergerak naik turun, membuat kenikmatan yang kurasakan semakin meningkat.

“ Dimasukkin aja ya Ma .. “ Pintaku sambil menarik istriku bangun. “ Pa .. Agus keburu datang lho ..” protes istriku waktu aku menghadapkannya ke dinding dan mulai menarik pinggulnya naik. “ Sebentar kok Ma .. ini tadi juga udah mau keluar, tapi kurang sreg kalau nggak keluar di dalam .. “ bisikku sambil menggesekkan penisku di bibir vaginanya .. “ sshhh .. Pa .. “ Desah istriku waktu aku mulai memasukkan penisku dan menggoyangnya pelan.” Enak Ma ..” Bisikku sambil menekan penisku masuk sedalam2nya.

Tanganku yang satu menarik pinggul istriku sambil aku gerakkan penisku keluar masuk, sementara tanganku yang lain mulai meremasi buah dadanya. Aduh, nikmat sekali .. Pemandangan tubuh telanjang istriku yang setengah membungkuk dengan pantatnya yang menungging itu makin menambah gairah di dadaku.

Bahkan setelah 7 tahun berpacaran dan 1 tahun menikah, masih saja aku terpesona oleh keindahan tubuhnya.

“Pa .. enak banget Pa .. “ Istriku mendesah sambil menoleh, tangannya yang satu berpegang ke dinding, dan tangannya yang lain ikut meremasi sendiri buah dadanya. Pinggulnya sekarang ikut bergerak mengimbangi ayunanku .. “ Iya Ma .. enak banget .. “ Aku menjawab sambil memperkuat sodokan penisku, sekarang kedua tanganku mencengkeram erat kedua bongkahan pantat istriku sambil terus aku hujamkan kemaluanku keluar masuk semakin cepat.

Lagi2 pemandangan batang kemaluanku yang bergerak keluar masuk liang vagina istriku membuatku semakin bergairah. “ Sshh .. Pa .. “ Istriku mendesah pelan waktu aku menggesekkan jempolku di tepi liang duburnya .. dia memang suka sekali kalau aku merangsangnya di daerah itu, meskipun kami berdua tidak pernah mencoba sex anal .. tetapi belaian dengan jari, kadang hingga masuk ke duburnya sama2 membuat kami makin terangsang.

Mendadak … “ tok tok .. Selamat Siang Tante .. ? “ Suara ketokan pintu dan panggilan serentak menghentikan gerakan kami.

“ Aduh .. Pa .. tuh kan si Agus datang .. “ Istriku berseru panic, tanpa kompromi dia menarik lepas pinggulnya dan langsung menyambar pakaiannya .. “ Ma .. “ protesku, tapi istriku sudah bergegas memakai kembali pakaiannya “ Nggak usah dipakai Ma .. gitu aja .. “ Bisikku sambil menahan waktu dia mau memakai celana dalamnya “ Biar nanti bisa langsung lanjut .. “ ucapku nakal sambil merebut juga BHnya .

“ Pa .. ? aku kan mau kasih private ?? .. “ Protes istriku.

“ Nggak apa .. biarin aja, kan ketutup baju” Sahutku nakal “ Biar lebih kerasa sensasinya .. nih dipakai bajunya terus keluar .. “ Tukasku sambil mengulurkan kimononya.

“ Papa .. “ sahut istriku manja .. tapi tetap saja dipakainya kimono merah muda itu. “ Awas nanti ya .. “ sungutnya sambil membuka pintu kamar mandi. Aku tersenyum saja sambil menutup kembali pintu dan menghidupkan kembali kran shower. Siraman air dingin yang mengguyur kepalaku sedikit banyak membantu meredakan sisa2 nafsu yang masih menggumpal di kepalaku.

Tak lama, setelah selesai mandi, aku memakai kaos dan celana pendek, kemudian berjalan ke ruang depan. Istriku dan Agus sudah terlihat sibuk di depan computer, anak itu terlihat serius sekali memperhatikan Istriku memberi beberapa teori yang kemudian dipraktekkannya di layar computer.

“ Ini gunanya untuk mengatur resolusi foto Gus .. untuk bisa di edit, foto harus punya resolusi yang cukup tinggi supaya tidak pecah kalau nanti mau di cetak” Terang istriku sambil menunjukkan icon yang dimaksudnya.

Si Agus terlihat mangut2 saja sambil mencoba memahami keterangan istriku. “ Nah sekarang coba kamu cari foto untuk kamu edit dulu ya seperti yang Tante ajarkan .. Tante mau kedepan dulu menjemur pakaian “

Pamit istriku sambil beranjak bangun.

Setelah dia pergi, aku lihat si Agus mulai membuka2 beberapa folder foto untuk mencari gambar yang cukup menarik untuk diolah. Beberapa kali dia membuka foto lalu menutupnya lagi karena kurang menarik .

“ Serius lho Gus .. nanti nggak bisa2 kalau kamu nggak semangat gitu .. “

Kataku sambil mengambil tempat duduk di belakangnya. Aku sendiri lalu ikut duduk tak jauh dari tempatnya sambil membuka2 koran hari itu.
Beberapa saat aku lirik anak itu belum juga mendapat foto yang sesuai, nampaknya dia sendiri kurang begitu berminat dengan pelajaran itu.
“ Kamu cari foto yang gimana Gus ? .. “

“ ..mm .. nggak tahu nih Om .. “

“ Sini Om cariin .. “ Aku tutup koranku dan ikut mendekat .. beberapa lama mencari, mendadak timbul ide nakal di kepalaku “ Tahu nggak berita foto artis bugil yang di internet itu Gus ? ..” Tanyaku.

“ Eh .. iya Om ..” Jawabnya, mukanya yang awalnya bosan mendadak bersinar senang, dasar anak laki2, gerutuku. “ Itu kan juga hasil editan computer .. mau coba buat yang kaya gitu ?”

Tanyaku sambil mulai membuka folder foto2 artis JAV koleksiku. “ I .. iya Om, yang foto gitu aja .. kan lebih realis ya ? .. “ Jawabnya buru2, dasar, bilang aja lebih asyik … “ Nih .. foto ini aja yang kamu edit .. “

Ucapku sambil membuka salah satu foto Sora Aoi dengan pose duduk dan dada membusung.

“ Waaahh .. cantik Om .. “ seru Agus sambil matanya tak lepas dari layar monitor .. “ Kamu nggak pernah lihat yang ginian ? “ tanyaku heran .. “ Belum Om .. kan dirumah nggak punya computer .. “

“ Nggak pernah ke warnet ? “ Tanyaku lagi .. “ Nggak pernah Om .. paling juga ke PS ..” Jawabnya polos, sambil matanya tetap memelototi layar monitor.

“ Ya ampun, dasar gaptek kamu nih .. sudah, berhenti melototnya .. ini foto ini, kamu gantiin kepalanya pakai foto yang lain .. “ Sahutku sambil membuka beberapa folder foto lain .. “ Eh .. gini aja, coba gantiin bagian leher ke atas foto ini dengan foto Tante Fang ya .. “ Ucapku sambil tersenyum geli .. lalu aku buka salah satu foto istriku dengan pose yang mendekati sama.

“ Eh .. nggak apa Om sama Tante ? “ Agus bertanya bingung, aku menggeleng saja sambil tersenyum “ Nggak apa, yang penting hasilnya bagus dan editannya halus nggak apa kok, kan yang penting pelajarannya, bukan fotonya .. “ Jawabku sambil mengembalikan keyboard dan mouse ke padanya.

Tak lama anak itu sudah aktif menggerakkan mouse dan keyboard dengan jari2nya, memang kalau obyeknya menarik pasti lah lebih semangat juga yang mengerjakan. Batinku geli, sambil aku mulai melanjutkan membaca Koran.

“ Lho .. Gus ? kok ngedit gambar gituan ? .. “ Tiba2 saja suara istriku terdengar, dia melihat layar computer dengan ekspresi heran dan kaget “ Siapa yang kasih gambarnya ?? “ Tanyanya dengan nada keras.

“ Om .. yang kasih ..Tante .. katanya nggak apa buat latihan .. “ Jawab anak itu sambil setengah ketakutan, dia melirikku meminta dukungan.
“ Iya Ma .. nggak apa, tadi si Agus kurang semangat kalau obyeknya pemandangan, makanya aku kasih yang lebih menantang .. “ Jawabku sambil menarik istriku menjauh.

“ Biarin Ma .. aku dulu juga waktu SMP kaya gitu .. semangat banget kalau lihat body cewek telanjang .. nggak apa .. kalau nggak kita yang nunjukin juga dia pasti lihat di tempat lain .. “ Bisikku sambil tersenyum.

“ Ngawur papa nih .. kalo orang tuanya tahu gimana ? “ Protes istriku masih dengan muka tegang.

“ Gus .. jangan bilang siapa2 lho ya .. nanti kalau ketahuan orang Om nggak bisa kasih lihat kamu gambar lain yang lebih asyik .. “ Seruku sambil melihat Agus. “ Iya Om , nggak akan .. tapi nanti lihat lagi gambar yang lain ya Om .. “ Agus menjawab dengan ekspresi senang. “ Iya, asal kamu janji jaga rahasia .. “ Jawabku sambil mengacungkan jempol. “ Aman Ma .. “

“ Huu .. dasar .. Papa dan Agus ini sama nakalnya .. “ Sungut istriku sambil mendekati Agus.

“ mm .. lumayan nih editanmu Gus .. tapi disini kamu motongnya kurang bagus .. masih terlihat kaku .. “ Istriku mengambil alih mouse dari tangan anak itu lalu mulai memberi contoh bagaimana melakukan editing yang benar.” Nih .. kan .. setelah dipotong lalu kamu posisikan gambar kepalanya di tempat potongan yang sama .. “

Sekarang gambar potongan kepala istriku sudah melekat di foto tubuh telanjang Sora Aoi .. pas, mantap sekali .. memang buah dadanya masih tidak sebesar itu, tapi sekilas terlihat mirip sekali dengan aslinya ..

“ Wah .. pas tuh Ma … mirip kaya aslinya .. “ celetukku iseng … Istriku melirikku manja. Agus sendiri melihat foto telanjang dengan wajah istriku mendadak seperti punya imajinasi sendiri .. dia melirik sesekali tubuh istriku dan membandingkannya dengan gambar di layar computer.

“ Kenapa Gus ? .. nggak percaya ya ? .. “ tanyaku geli .. “ Eh .. nggak kok Om, tapi fotonya seperti bener2 sungguhan .. “ Jawabnya gugup.
“ Aslinya lebih bagus Gus .. “ Istriku menyahut singkat, sambil melirikku nakal .. “ Kalau kamu pengen, boleh kok lihat aslinya .. “ Kontan aku terperanjat mendengar celetuk nakal istriku.

“ Ma .. ? “ seruku sambil menatap istriku tajam

“ Lho katanya mau memenuhi obsesi masa SMP Pa ? .. sekalian aja dong .. papa dulu kan nggak ada yang sukarela nunjukin body telanjangnya kan ? .. bayangin aja sekarang Papa yang jadi Agus .. “ jawab istriku ringan sambil melirik Agus “ Gimana Gus .. pengen nggak ? “

Bisik Istriku dengan nada menggoda sambil menyentukan bahunya ke bahu Agus.

Karena posisinya yang membungkuk di samping Agus yang sedang duduk dengan tangan tergantung memegang mouse di meja, otomatis sentuhan bahunya itu membawa dadanya ikut menggesek sisi lengan anak itu. Dan aku cukup yakin, sentuhan buah dada yang hanya terlapis kain satin tipis tanpa pakaian dalam itu pastilah disadari Agus, walaupun usia anak itu belum genap 13 tahun.

Agus gelagapan .. antara senang dan takut dia melirikku yang masih diam keheranan, lalu dia melirik gambar di layar lagi dan kembali memandang tubuh istriku. Fang Fang tersenyum kecil, tangannya lalu menarik sedikit kain kimononya ke luar dan membiarkan belahan di bagian tengah kimono itu terbuka sedikit hingga ke atas perut .

Tentu saja dengan posisinya yang sedikit membungkuk, sisi samping buah dadanya segera saja terlihat indah, menggantung padat dengan bentuknya yang bulat , walaupun ujung putingnya masih tertutup oleh kain kimononya. Agus kini tidak lagi melirik, matanya melihat tajam ke tengah bagian kimono yang terbuka itu, menelusuri kemulusan kulit pundak, dada hingga perut istriku yang masih terlihat rata.

“Mau nggak Gus .. ? .. boleh kan Pa ? “ godanya manja, sambil melirikku yang masih diam tidak mengerti.

Entah pembalasan dari keisenganku atau ada alasan lain, aku juga tidak mengerti, tapi suasana yang terjadi sekarang ternyata juga membuat gairahku mulai naik. Godaan yang dilakukan istriku pada anak SMP itu sedikit banyak membuatku ikut tergoda juga.

“ Nggak apa Gus .. asal antara kita aja ya .. jangan sampai orang lain tahu .. “ Bisikku pelan.

“ I .. iya Om .. mau tante, mau .. “ Seperti mendapat durian runtuh mendengar restuku, Agus langsung menatap istriku sepenuhnya dengan penuh harap.

“hihi .. Papa tergoda juga ya .. “ Istriku tertawa menang, dia lalu memperbaiki posisi duduknya menghadap Agus sepenuhnya sambil membuka tali pengikat kimononya.

“ Tahan napas ya .. tante buka sekarang .. “ Fang Fang tersenyum nakal, setelah dilepaskannya tali pengikat kimono itu, pelan2 seperti penari yang sedang bergaya, dia menyibakkan kain satin tipis yang membungkus tubuhnya .

Kimono tipis itu merosot pelahan melewati bahunya,membuka bagian pundak dan dada atasnya yang putih sempurna. Seperti disengaja, dia menahan jatuhnya kain itu sesaat sebelum seluruh payudaranya terbuka, gumpalan buah dadanya yang penuh terlihat montok menyembul dari sela – sela kain yang tertahan oleh dua tangannya. Aku melirik Agus yang terpana penuh harap, terlihat sekali ada kekhawatiran di matanya kalau Istriku membatalkan niatnya membuka pakaian.

Tapi Fang fang Cuma tersenyum geli, sebelum kemudian melepaskan pegangan tangannya dan kain tipis itu jatuh terlipat di atas pahanya, meninggalkan sosok seorang wanita cantik dan molek yang membiarkan tubuh atasnya terbuka bebas untuk dinikmati.

Dua laki2 didepannya terlonggong penuh takjub melihat pemandangan luar biasa yang terhidang lepas itu, tubuh telanjang yang putih mulus dengan sepasang buah dada yang montok dan padat bergantung di bawah lehernya yang jenjang.

Aku melirik Agus yang masih diam tak percaya, mulutnya setengah terbuka melihat istriku duduk santai didepannya dengan tubuh atas sama sekali telanjang. Aku yakin, dalam mimpi pun dia tidak akan pernah terbayang akan punya kesempatan melihat tubuh indah gurunya seperti ini.

“ Gimana Gus .. sama dengan di foto itu nggak ? .. “ Istriku bertanya menggoda, tangannya bergerak membelai buah dadanya sendiri, menekannya ke tengah sehingga gumpalan daging yang memang sudah membusung itu terlihat semakin indah.

“ Lebih indah dari di foto .. tante .. badan tante bagus sekali .. “ Agus menyahut pelan, matanya masih tidak lepas mengamati buah dada istriku.

“ Memangnya kamu belum pernah melihat wanita telanjang .. ?” Istriku bertanya, seolah tanpa beban dia bergerak mendekat kea rah Agus yang masih duduk diam di dekat computer.

“ Pernah tante .. Agus pernah mengintip Ibu yang sedang mandi … juga Kak Wati .. tapi badannya tidak seperti tante .. susunya melorot .. “ Jawab anak itu polos, di sahut tawa kecil istriku.

“ Masa Kak Wati sudah melorot Gus ? .. kan kakakmu masih SMA ? “ Jawabku sambil ikut mendekat.

“ Ini susu tantemu masih kencang kok, padahal sudah 29 tahun .. “ tambahku sambil tanganku ikut meremas buah dada istriku dengan nakal. Sensasi menyadari istriku menunjukkan tubuh indahnya didepan seorang anak SMP ternyata menimbulkan gairah tersendiri dalam hatiku.

Istriku sendiri diam saja, dia tidak menolak waktu aku meremasi buah dadanya, nampaknya dia juga merasakan sensasi lain dari perlakuanku itu.

“ Iya Om .. Kak Wati susunya kecil kok .. tidak seperti tante .. “ Agus menjawab setengah terbata .. matanya berubah iri melihat aku meremasi buah dada istriku .. “ Mau ikut pegang Gus ? .. “ Tanyaku, lalu tanpa meminta persetujuan istriku, aku menarik tangannya dan menekannya di dada istriku yang terbuka.

“ Ahh .. Pa ..? “ Istriku mendesah kecil, agaknya dia tidak mengira aku akan mengizinkan tangan lain menyentuh dadanya .. Agus sendiri yang khawatir istriku akan menolaknya malah buru2 meremas buah dada istriku dengan gemas .. kontan istriku menjerit kecil, antara sakit dan geli .. “ Aduh .. pelan2 Gus, tante nggak melarang kok .. tapi pelan aja ya .. “

“ I .. iya tante ..” merasa mendapat angin, anak SMP itu lalu beranjak duduk di samping istriku, lalu mulai melanjutkan kegiatannya meremasi dada istriku.

Aku sendiri lalu berpindah ke belakang istriku, menopangnya dari belakang sambil tanganku ikut ambil bagian dalam kegiatan meremasi dadanya.

Istriku nampaknya sudah benar2 menikmati perlakukan itu, dia menyandarkan tubuhnya ke belakang, membiarkan Agus yang sekarang sudah makin berani memilin2 putting susunya. Perlahan aku merangsang bahu dan lehernya dengan ciuman2 kecil untuk makin membangkitkan gairahnya. Dan istriku membalasnya dengan desahan sambil membusungkan dadanya, membuat Agus makin bernafsu meremas dan bermain dengan dua bola daging yang kenyal itu.

“ Cium aja Gus .. hisap putingnya .. “ Bisikku disambut lirikan manja istriku dan cubitan mesranya.

Agus tidak membuang waktu lebih lama lagi, langsung melaksanakan perintahku dengan segera. Dia bahkan tidak hanya menciumi buah dada istriku, tapi berusaha mencaploknya dengan mulutnya yang kecil. Istriku terpekik pelan, nampaknya dalam gemasnya, anak SMP itu tidak sengaja menggigit daging buah dadanya, meninggalkan bekas merah di kulitnya yang putih.

“ Pelan2 Gus .. nikmati aja ya .. jangan buru2 “ Bisik istriku pelan sambil membelai kepala Agus yang masih terbenam diantara buah dadanya. Agus melirik saja dengan ekspresi yang tidak karuan terbakar nafsunya sendiri. Sekarang dia menjilati putting susu istriku dengan ujung lidahnya sambil sesekali dihisapnya dengan gemas. Melihat kelakuannya yang makin nakal itu nafsuku dengan cepat merayap naik sampai ke puncak, sisa2 gairah yang belum tertuntaskan dari persetubuhan di kamar mandi tadi sekarang bergolak tanpa kendali.

Perlahan, sambil masih menciumi leher istriku aku menurunkan celanaku dan menarik keluar kemaluanku dari dalamnya. Melihat itu istriku rupanya segera tanggap, dia segera menggenggam dan mengocoknya lembut. Aku tidak peduli lagi betapa aku melakukannya didepan anak smp yang notabene adalah murid istriku, yang aku inginkan sekarang adalah kenikmatan yang tadi masih belum puas aku reguk.

Cepat aku ciumi bibir istriku, lidahnya yang menyentuh bibirku dengan ganas aku hisap dan aku kulum. Membuat dia pun makin aktif mempermainkan penisku di dalam genggamannya.

Tiba2 dia menggelinjang geli .. “ Aduh .. Gus .. apa2an sih .. “ serunya sambil tertawa kecil.

Aku menghentikan ciumanku dan melirik kebawah. Rupanya sambil menciumi buah dada istriku, tangan anak itu nakal menyusup ke bawah kimono istriku, dan karena memang istriku tidak mengenakan pakaian dalam, jari2 anak itu langsung menyentuh vaginanya yang terbuka.

“ Aduh .. kamu nakal banget sih Gus .. “ protesnya sambil menahan tangan Agus, tapi dari suaranya aku tahu kalau sentuhan kecil tadi sudah membangkitkan gairah nafsu di dalam dadanya.

Agus melihatku penuh harap .. dan akupun berpikir sejenak, seandainya yang melakukan itu adalah orang seumurku mungkin aku tidak akan berpikir 2 kali untuk menghajarnya .. tapi melihat anak ingusan ini menjadi begitu bernafsu dengan tubuh istriku, aku justru ingin melihat sejauh mana anak ini akan melampiaskan keinginannya.

Maka perlahan aku menarik kimono istriku ke samping, Fang fang melihatku dengan tanda tanya, tapi aku hanya membalasnya dengan ciuman mesra di bibir sambil tanganku membuka kimononya lebar2 ke samping.

Kini tubuh istriku sudah sama sekali terbuka. Agus yang duduk terpana di antara kaki istriku kini bisa melihat tubuh istriku sepenuhnya. Dari lehernya yang jenjang, buah dadanya yang menggantung padat, perutnya yang rata dan celah vaginanya yang dihiasi bulu2 lebat …

Anak itu betul – betul memuaskan seluruh rasa ingin tahunya, sekarang dia bahkan merosot turun dari kursinya, dan memposisikan kepalanya tepat diantara bukaan paha istriku.

Matanya tidak lepas mengamati belahan vagina istriku yang aku sangat yakin, saat ini sudah sangat basah oleh cairan kenikmatannya. Istriku sendiri, sekarang malah memejamkan matanya, mungkin terjebak antara rasa malu menyadari muridnya tengah mengamati bagian paling pribadinya, dan sesasi yang makin kuat menaikkan gairahnya.

Aku kembali menciumi bibirnya, Agus yang melirikku hanya aku beri isyarat anggukan kecil saja untuk melanjutkan kegiatannya.

Dari sudut mataku aku melihat anak itu menunduk, tangannya yang satu mendorong paha istriku membuka ke samping dan jarinya bergerak mengorek2 lubang vagina istriku.

Fang2 menggigit bibirnya, dia nampak menikmati sekali melihat seorang anak SMP bermain2 dengan vaginanya. Dua kakinya tanpa dikendalikan bergerak membuka, memberi ruang seluas2nya untuk Agus mengamati dan menikmati bagian paling intimnya itu.

Aku bergerak menyamping, membiarkan istriku kini berbaring dengan relax, tanganku kini beralih meremasi buah dadanya dari depan. Ciumanku ikut turun dari pundak dan lehernya, kini mengarah pada buah dada dan putting susunya. Makin melengkapi rangsangan yang dirasakan istriku.

Dan detik berikutnya waktu aku melirik kebawah lagi, aku melihat Agus sudah mulai memasukkan 2 jarinya ke liang vagina istriku, mendorongnya sebentar kemudian menariknya keluar dengan pelan masih sambil mengamati pangkal paha istriku. Nampaknya sensasi melihat jari – jarinya bermain – main di dalam vagina gurunya memberikan kenikmatan sendiri bagi anak itu..

“ Cium di bagian ini Gus .. dan hisap sedikit sambil kamu dorong jarimu keluar masuk .. “

Bisikku sambil membuka lapisan daging yang menutup klitoris istriku. Agus mendekatkan bibirnya dan mulai mengulum dan menghisap tonjolan kecil itu. Istriku mendesah pelan, pinggulnya bergerak naik turun merespon kenikmatan yang dirasakan dari hisapan anak itu. Dan merasakan cumbuannya berhasil, Agus makin bersemangat mempermainkan jarinya keluar masuk liang vagina istriku.

Aku mengimbanginya dengan ciuman dan remasan di buah dada istriku, gumpalan daging putih itu segera saja berubah kemerahan akibat remasan2 tanganku. Dan Fang2 sekarang sudah betul2 bernafsu, dia mendesah desah sambil mengangkat pinggulnya. Permainan tangan Agus dan hisapannya nampaknya berhasil membawanya hampir ke puncak kenikmatan.

“ Gus .. minggir dulu ya .. “ Aku memberi isyarat Agus untuk menyamping, anak itu menatapku setengah memprotes. Tapi aku mendorongnya ke depan untuk kembali bermain dengan buah dada istriku, dan dia menurut.

Istriku tersenyum, dia nampaknya cukup mengerti kalau percumbuan ini sudah membuat kemaluanku betul2 mengeras. Melihat Agus yang nampak sedikit kecewa permainannya terhenti, dia merangkul anak itu dan menciumnya. Tangan lentiknya lalu bergerak menyentuh pangkal paha anak itu.

“ Buka celananya Gus .. Tante mau lihat burungmu .. “ bisiknya.

Dan seperti mendapat hadiah nomplok, anak itu segera saja memelorotkan celananya dan duduk mengangsurkan penisnya. Fang2 tersenyum, dia membelai batang kemaluan kecil itu dan pelan2 mulai mengocoknya. “ Sering ngocok sendiri ya Gus ? ..” godanya sambil tersenyum.

Agus tersenyum saja, mukanya terlihat mulai merah merasakan kenikmatan kocokan istriku.

Tangannya mulai aktif kembali meremasi buah dada istriku sambil seselali bermain dengan putingnya.

Aku sendiri segera mengambil posisi dipangkal paha istriku, kemaluanku yang memang sudah sangat keras segera saja aku tarik keluar dari celana kolorku dan aku gesekkan di bibir vagina istriku yang sudah sangat basah itu.

“ Ssshh … aduh, Pa .. “ desah istriku waktu aku dorongkan kemaluanku masuk.

Kocokannya pada kemaluan Agus terlihat semakin cepat terbawa oleh kenikmatan yang dirasakan dari gesekan penisku di vaginanya.

Agus terlihat makin bernafsu meremasi dada istriku, kini dia mulai menciumi buah dada istriku dengan liar, tidak lagi malu – malu seperti sebelumnya. Bahkan sekarang terlihat anak itu tidak saja focus pada buah dada istriku tapi mulai bergerak menciumi leher dan bahunya, nampaknya dia berusaha meniru apa yang tadi aku lakukan.

Fang fang mendesah saja, tangannya membelai rambut tipis anak itu sambil tangannya tetap bermain dengan kemaluan kecil digenggamannya. Dia bahkan menyambut ciuman Agus yang mulai mendarat di bibirnya dengan hisapan penuh nafsu.

Aku mempercepat gerakan pinggulku. Kedua kaki istriku aku naikkan ke pundakku, memberi akses maksimal pada kemaluanku untuk masuk sedalam2nya ke liang vagina istriku. Pemandangan istriku bermesraan dengan anak umur belasan tahun itu betul2 memberikan sensasi yang aneh di dadaku. Ada kecemburuan .. tapi yang paling kuat justru rangsangan yang makin kuat memompa birahiku.

Tidak puas dengan posisi misionaris ini, aku menarik pinggul istriku dan memutarnya, mencoba membawanya ke posisi doggy style.

“ Pah .. susah kalau posisi gini Pah ..” Protes istriku sambil melepaskan kemaluan Agus dan mendorongnya sedikit menyamping. Anak itu ikut menatapku heran, dia berdiri saja di samping istriku dengan penisnya yang masih mengacung tegak.

“ Pindah ke ranjang aja Ma .. bisa kok .. Si Agus biar ganti posisi lain aja .. “ Aku memberi isyarat Agus untuk bergerak ke ranjang, sambil aku dorong juga istriku ke sana. “ Aduh .. Papa .. aneh2 aja maunya .. “ Protes istriku manja, sambil naik ke tempat tidur , “ Kamu mau gimana Gus ? “ tanyanya sambil melihat Agus yang masih duduk saja di tepi ranjang.

Agus diam saja, dia menatap istriku yang mulai memposisikan dirinya merangkak di atas ranjang, nampaknya dia terpesona sekali melihat gumpalan payudara istriku yang tergantung lepas di dadanya dan bergoyang – goyang sedikit oleh gerakanku yang mengambil posisi di belakangnya.

Agus mengulurkan tangan kecilnya dan mulai lagi bermain dengan buah dada istriku dari sisi samping. Jari- jarinya bergerak meremas dan memilin putting susu istriku dengan gemas. Tapi karena posisi istriku yang merangkak dengan dua tangan menopang tubuhnya, tentu saja tidak ada ruang lagi untuk dia melanjutkan mengocok penis anak itu.

“ Sini Gus, kamu baring aja di bawah tante ya ..” tarik istriku sambil menegakkan tubuhnya, memberi ruang pada anak itu untuk berbaring diranjang. Aku melihatnya saja dari sela – sela pundak istriku, penisku yang panjang masih mengacung tegak menanti posisi yang pas untuk menyelip masuk.

“Iya .. Tante .. “ Agus menjawab pelan, sambil mulai berbaring di ranjang. Setengah bingung dia nampaknya, tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Istriku tersenyum lebar melihat keluguan murid kecilnya itu, dia lalu menempelkan dadanya sedemikian rupa hingga buah dadanya kini menjepit kemaluan anak itu, lalu pelan – pelan digesekkannya turun naik.

Agus menatapnya dengan wajah tegang, tentu saja pengalaman yang luar biasa ini membuat matanya tidak bisa lepas melihat ke bawah. Gurunya yang muda dan cantik, menggesekkan payudaranya naik turun di pahanya .. penis kecilnya terlihat naik turun menyusuri lereng bukit dada yang putih dan mulus itu dengan indahnya.

“Kamu tekan sendiri pakai tangan Gus .. penismu kecil, jadi susah nyelipnya di dada Tante .. “ protes istriku pelan sambil masih sedikit mengangkat tubuhnya.

“ I .. iya tante .. “ Agus menjawab tersendat, dia lalu meraih buah dada istriku dan meremasnya dari sisi samping, merapatkan belahan dadanya untuk menjepit penisnya lebih erat lagi.

“ Nah .. terus kamu goyangin sendiri ya .. kasihan tuh Om-mu susah mau masukin kalau Tante goyang – goyang terus .. “ Kata istriku sambil tersenyum dan melirikku mesra.

“Iya Tante .. “ Agus menyahut singkat, pinggulnya bergerak naik turun sekarang, membawa penisnya bergerak keluar masuk jepitan buah dada istriku. Remasan jarinya kini terlihat semakin mantap, membuat dada istriku terlihat makin penuh membusung, erat menjepit kemaluan kecil ditengahnya.

“ Nah .. gitu .. enak kan .. “ Istriku berbisik pelan setengah tersengal, nampaknya dia mulai terangsang juga dengan perlakuan anak itu dengan buah dadanya. Pinggulnya kini sudah menungging sempurna, liang vaginanya terlihat basah terbuka, siap untuk dimasuki.

Akupun tidak menunggu lama segera menyusupkan penisku dan mendorongnya perlahan masuk.

“ Ssh .. Pa ..” desahnya sambil menggigit bibir, terlihat sekali wajahnya memerah dipenuhi gejolak kenikmatan yang dirasakannya. Aku mulai mengayunkan pinggulku, makin lama makin cepat.

Ini pertama kalinya kami bersetubuh dengan cara ini, melibatkan satu orang lagi selain kami berdua. Jujur kalau yang terlibat adalah orang dewasa, aku belum tentu bisa menerimanya, tapi karena yang terlibat disini hanya anak 12 tahun .. yang menurutku belum sepenuhnya memahami .. aku justru bisa menerimanya sebagai bentuk variasi permainan yang menyenangkan ..

Aku mempercepat goyanganku , penisku yang panjang kini terlihat mulai basah oleh cairan vagina istriku, tapi itu justru makin melicinkannya bergerak keluar masuk dengan lancar. Sesekali kurasakan vagina istriku berkedut menambah kenikmatan jepitannya.

Agus sendiri, melihat aku menyetubuhi istriku dari belakang rupanya juga ikut terangsang, dia makin erat menjepit buah dada istriku dan mengayunkan penisnya. Gabungan sensasinya meremasi buah dada gurunya yang montok dan gesekan kulit halus di penisnya nampaknya begitu nikmat dia rasakan. Terlihat dari caranya melihat dan mulutnya yang setengah terbuka.

Istriku terlihat makin resah dengan desahannya, jari – jarinya yang lentik terlihat sibuk meremasi kain sprei, mencoba mengekspresikan kenikmatan ditubuhnya, disamping juga berusaha agar tidak terlalu terdorong kedepan oleh ayunanku yang semakin keras.

Aku masih menikmati sensasi ini kurang lebih selama 15 menit ke depan, ketika kulihat Agus makin kencang mengayunkan penisnya. Wajahnya terlihat bingung dan nikmat bercampur menjadi satu. Lalu sesaat kemudian dia melepaskan penisnya dari jepitan buah dada istriku dan menggenggamnya kuat – kuat dengan jarinya.

Terlihat cairan putih mengalir keluar dari sela2 jarinya. Tidak banyak, tapi terlihat sekali kepuasan memancar dari matanya. Hmm .. cukup bagus dia tidak menyemprotkan spermanya di dada istriku .. pikirku lega .. rupanya masih tahu diri juga dia untuk tidak sembarangan mengotori tubuh mulus gurunya ini.

“ Sudah ya Gus .. “ bisik istriku sambil tersenyum.

“ Iya Tante .. enak banget .. “ jawab anak itu malu – malu sambil menyisih ke samping, tangannya masih menggenggam penisnya yang sudah mulai berhenti memuntahkan cairannya.

“ Sana cuci dulu dikamar mandi .. “ suruhku sambil masih mengayunkan pinggulku maju mundur.

“ Iya Om .. “ jawabnya, sambil berjalan ke kamar mandi matanya tidak lepas memperhatikan penisku yang masih bergerak keluar masuk ke vagina istriku.

“ Pa .. aku keluar Pa .. “ erang istriku sambil menunggingkan pantatnya. Punggungnya sedikit melengkung ke atas dan pinggulnya bergerak gerak, berputar dan naik turun dengan cepat, menandakan dia sudah mencapai orgasmenya.

“ Aku juga Ma .. aah. . aduh .. “ Jawabku sambil menyodokkan penisku dalam2, terasa ujung kemaluanku berkedut kedut nikmat, menyemprotkan spermaku banyak banyak kedalam rahim istriku, mungkin lebih keras dan lebih banyak dari yang biasanya aku alami.

“ Enak banget Ma .. “ Aku menjatuhkan tubuhku ke punggung istriku yang kini berbaring telungkup di ranjang. Sesekali masih aku gerakkan pinggulku, mendorong penisku masuk lebih dalam untuk mengambil sisa – sisa kenikmatan yang masih ada.

“ mmm … iya Pa .. enak banget .. “ Bisik istriku pelan sambil tersenyum. Tangannya meraih kepalaku dan mendorongnya lebih merapat. Ku kecup lembut bibirnya dengan mesra. Sisa – sisa keringat yang masih mengucur ditubuhnya menambah aroma kemesraan yang kami rasakan.

Betul2 sensasi baru yang pertama kalinya kami alami .. tapi sepertinya tidak akan jadi yang terakhir. Sedikit gila mungkin .. tapi entah kenapa, terasa begitu sensasional dan menggairahkan. Kami bermesraan beberapa lama sebelum menyadari kalau si Agus sudah kembali dari kamar mandi. Anak itu sekarang duduk saja di kursi sambil mengamati kami yang masih berpelukan di atas ranjang.

“ Gus, ambilin tissue dong .. “ Pintaku sambil beranjak bangun. Anak itu segera meraih kotak tissue yang ada di atas meja dan membawanya mendekat.

Aku mendorong paha Istriku sedikit melipat ke atas, membuka celah di pangkal pahanya lebih melebar, kemudian perlahan aku tarik keluar penisku. Cairan putih nampak mengalir keluar dari liang vaginanya yang masih terlihat sedikit melebar.

“ Tolong bersihin vagina Tante tuh .. “ Suruhku sambil tersenyum, istriku tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat ke-usilanku.

Agus bergegas mendekat, menggantikan posisiku, tangannya buru2 merobek beberapa tissue dan mengelapkannya di vagina istriku yang masih terlihat basah oleh sisa – sisa sperma.

Aku meninggalkannya melangkah ke kamar mandi , bersih – bersih sedikit, sambil melirik apa saja yang dilakukan si Agus dengan kesempatan unik yang aku berikan itu.

Anak itu terlihat serius membersihkan pangkal paha istriku, cermat sekali di usapnya setiap inci dari liang vagina itu dengan tissue yang dipegangnya. Setelah lembar pertama yang dibawanya basah, cepat digantinya dengan lembar berikutnya, dan diulangnya mengusap bagian pangkal paha dan sisi paha dalam istriku sampai betul – betul bersih.

Istriku membiarkannya saja, dia menurut saja waktu Agus mendorong tubuhnya ke posisi telentang.

Sekarang anak itu terlihat memijit – mijit kaki istriku dengan penuh kasih sayang, di urutnya perlahan betis mulus istriku dengan lembut dan pelan, seperti orang yang sedang berpacaran saja.

Istriku menikmati pijitan itu dengan tersenyum senyum kecil, dia sekarang berbaring telentang, buah dadanya yang montok dibiarkan saja terbuka, membusung ke atas, membuat Agus semakin betah saja dengan kegiatan pijit memijitnya.

Anak itu sekarang bergerak naik, tangannya berpindah dari betis ke paha istriku yang mulus dan bersih.

Matanya tidak lepas memperhatikan gerakan buah dada istriku yang turun naik seiring nafasnya, sesekali diliriknya pangkal paha istriku yang dihiasi bulu – bulu tipis menggairahkan.

“ Dasar .. masih belum puas juga dia menikmati jepitan buah dada Fang Fang .. “ batinku sambil menyelesaikan kegiatanku bersih – bersih. Bergegas ku pakai celana kolorku kembali sebelum aku melangkah keluar kamar mandi.

“ Ma .. udah tuh, bersih – bersih dulu .. “ Suruhku sambil mendekat. Agus menoleh melihatku dengan pandangan kecewa. “ Pakai celanamu Gus .. tuh burungmu bangun lagi tuh .. “ Suruhku sambil menunjuk penisnya yang memang sudah kembali berdiri tegak.

“ Eh .. I .. iya Om .. “ jawabnya tergagap, tapi tangannya masih sibuk memijit – mijit paha istriku.

“ Masa bangun lagi Gus ? “ Istriku tiba – tiba bergerak bangun, dia terkikik geli melihat penis Agus yang memang sudah tegak sekali, menjulang seperti kayu.” Aduuhh .. belum puas juga ya ? .. “ Godanya sambil menggenggam penis anak itu gemas, seperti sengaja, dia menempelkan dadanya ke punggung Agus, membuat anak itu semakin gelagapan.

“ Adduh .. iya Tante .. mm .. saya mau masukkan ke situ boleh ? “ Agus menjawab lirih sambil memandang pangkal paha istriku yang masih terbuka.

“ Nggak boleh Gus .. sekarang pakai celanamu tuh .. “ Jawabku cepat sambil aku raih celananya dan kulemparkan menutup penisnya.

“ Lain kali saja .. kalau kamu baik baik dan bisa jaga rahasia .. mungkin Tante kasih kamu masukin ke sana .. “ Hibur istriku sambil melepaskan genggamannya dan beranjak ke kamar mandi.

“ I .. iya Tante .. “ Jawabnya lesu .. dia bangun juga, tapi tidak segera memakai celananya .. matanya masih mengikuti istriku yang berjalan telanjang ke kamar mandi .. tapi kali ini Fang Fang menutup pintu kamar mandi rapat – rapat. Nampaknya dia tidak tega juga untuk terus menggoda anak itu.

“ Sudah Gus .. pulang dulu sana .. “ Suruhku sambil memandangnya, iba juga sih melihat muka lesunya itu. Aku tahu rasanya menahan nafsu yang tidak kesampaian begitu. Tapi .. ya anak itu juga harus belajar menahan diri .. dengan istri orang lagi.

“ Iya Om .. “ Usai memakai celananya Agus mengemasi buku – bukunya dan memasukkannya kedalam tas. “ mm .. minggu depan lagi ya Om ? .. “ Tanyanya sambil melihatku penuh harap.

“ Minggu depan kamu ke sini buat belajar computer .. “ Jawabku tegas “ Jangan mikir macam2 … yang penting jaga rahasia ya .. nanti kita lihat lagi “

“ Iya Om ..” Jawabnya pelan. Dia menunggu istriku keluar dari Kamar Mandi sebentar. Tapi setelah beberapa lama ditunggu dan ternyata malah terdengar suara air shower dihidupkan akhirnya anak itu pamit pulang.


Like mother like daughter

Satu weekend aku lagi jalan ma mamahku di mall. Mamah ketemu ma temennya lelaki, om2, ganteng banget deh. “Pa kabarnya ni, makin cantik aja”, sapa si om. Mamahku kecentilan menjawab, “Masak si, dah tua”. mereka ber cipika cipiki tanpa sungkan ada aku juga. “Seginilah dibilang tua, ni lagi ranum2nya lo”. “Bisa aja kamu, tu klakuan gak brubah dari dulu”. “Ni sapa, kok cantik banget, sexy lagi”. “O ini anakku Dina, masi klas 9, jau banget skolahnya didaerah… (mamahku nyebut lokasinya)”. “Wah deket banget ma rumahku, kalo jau kos ja dirumahku, bereskan. Buat kamu mah foc deh”. “bener ni foc”. “Iyalah buat kamu apa si yang enggak, aku kan buka kos2an dirumah”. “Mangnya masi ada kamar”. “Di bagian kos2an dah penuh tapi masi da kamar kosong di rumah utama”. “Mau gak Din kos ditempatnya om…. (mamah nyebut namanya). Ni om temen mama dulu”. “Mantan pacar Din”, kata si om sambil ngedipin matanya ke aku. Ih genit, sama ja kaya mamahku. Tapi aku suka banget liat si om, keren, tegap lagi badannya, gak gendut kaya kebanyakan lelaki seumuran itu. “Katimbang kamu dah capek kalo nyampe rumah, blon bikin pr lagi kan, blajar buat ulangan besok lagi”. “Ya boleh deh mah, palagi si om ngasi gratisan kan”. “Ya udah, kita pulang beberes barang, trus mamah anterin ke tempat si om”. “Gak usah, kalian ikut aku aja pake mobilku, aku anter kalian pulang, trus Dina biar ikut aku kerumah”. “Wah si mas mah baek banget”. “Kan dah kubilang, buat kamu apa si yang enggak”.

akhirnya kami ikut si om kerumah, kebetulan tadi kami naek taksi karena mobilnya ngadat ga mo distater. Di rumah mereka masi ngobrol, bernostalgila kali ya, aku si beberes baju en barang2 yang mo kubawa ja, gak banyak si, aku bawa laptop juga supaya bisa brosing internet dan ngerjain tugas sekolah, juga buku2 sekolah. Jadilah barangku ada koper pakean dan kardus barang2 serta laptop. aku seret bawaanku keluar. “Kok dikit bawaannya Din”. “Segini juga dah banyak om. Mah, Dina pamit ya”. “Jangan bengal ya dirumah om, kalo weekend pulang ke rumah”. “Iya mah, dadah mamah”, kataku sambil mencium tangan mamahku. Si om membawakan barang2ku, dimasukkan ke bagasi kecuali laptop dimasukkan di jok blakang. “Udah ya, aku duluan”. “Nitip Dina ya mas”. Mobilpun meluncur meninggalkan rumah.

“Om beneran mantannya mamah”. “ya, bener, om yang ketiga”. “Wah mamah banyak banget pacarnya”. “Kamu brapa pacarnya”. “Cuma satu kok om”. “Mamah gak tau ya kamu punya pacar”. “Kok om tau”. “Ya taulah, kalo gak kan pasti dia suru kamu kabarin cowok kamu kalo kamu mo kos ditempatku. Kamu cantik Din, lebi cantik kamu katimbang mamah kamu”. “Wah om mulai gombal ni”. “Tapi suka kan digombalin, biasanya abege si kaya gitu”. “Wah om dah pengalaman jualan gombal ya”. Dia tertawa ja. “Kamu suka maen pa cowok kamu ya Din”, kaget juga aku ditanya tudepoin gitu. “Sok tau ah om”. “Past deh, makanya kamu gak bilsang sama mamah kamu, pulang skul sering maen dulu kan ma cowok kamu, makanya ampe rumah malem”. Tepat banget dugaan si om. “Ditempatku gak bole cowok masuk kamar lo Din, aturannya memang gitu, gak bole lawan jenis ada di kamar. Kalo maennya diluar ya terserah”. Dalem ati, aku maennya kan dikosan cowokku. “Kamu ni masi juga klas 9 dah ngesex segala”. “Bisnya nikmat si om”. “Cowok kamu yang mrawanin kamu ya”. Aku cuma ngangguk. “Temen skul kamu”. Aku ngegeleng, “Bukan om, cowok Dina dah mahasiswa”. “Wah demen daon tua ni kamu”. “Mahasiswa kan blon tua lah om”. “Tapi kan jau lebi tua dari kamu”. “Iya si, tapi asik2 aja tu ma yang jau lebi tua”. “Om lebi jau lagi tuaan dari kamu”. “Maksud om”. Dia senyum2 ja gak ngejawab, wah ada bakwan dibalik batu ni.

Sampelah kami dirumahnya, rumahnya besar, dibagian belakang rumahnya si om ngebangun kamar2 kosnya, 2 tingkat. “Yang atas buat lelaki dan bawah prempuan”. “Kok prempuan slalu dibawah ya om”. “Gak lah kadang2 diatas”, si om nyambung juga ma guyonanku yang miring. “Kamu suka diatas ya Din”. Aku cuma senyum ja. Aku yang mulai miring2, eh disamber lebi miring lagi, kalah ngomong deh aku. Aku diajaknya kedalem rumahnya, aku dikasi kamar disebelah kamarnya. Gede juga, ada ac nya, kamar mandi didalem, prabotannya ya ranjang, lemari, meja blajar ja. Kamar mandinya shower type, wc ma wastafel, standard juga. “Ya udah kamu beberes ya Din, kalo perlu apa2 om ada di kamar”. Aku membereskan barang2ku, trus keluar cari minum.

Di rumah itu kayanya gak da siapa2. Si om keluar dari kamar, “Mo orientasi rumah ya Din. Ni dapurnya, kalo perlu piring gelas ya ambil ja di rak piring. Sendok garpu en piso ada dilaci ini. Perabotan masak ada dilemari bawah. Kalo mo masak bisa pake kompor ato microwave, kamu bisa masak gak”. Aku ngegeleng. “Jangan2 masak air ja kamu gosong ya”, godanya sambil tertawa. “Ya gak gitu2 amir lah om, Dina bisa masak mi instan”. “Cowok kamu kah?” “Maksud om?” “amir?” Aku tertawa, “Amat mudik, yang ngeganti amir om”. “asik juga neh becanda ma cewek imut, sexy en cantik lagi, lebi cantik dari mamah kamu waktu jadi cewek om”. “Masak si om, tapi mamah kan toge, Dina kan tocil om, masak sexy si”. “Sekarang toge, dulunya biasa2 aja. Kan kamu imut, jadi gak masalah tocil juga, kalo imut toge kan gak proporsional jadinya. Kamu mandi gih, ntar om ajak kamu makan sate, doyan kan”. “Doyan om, Dina mah omnivora kok”. “Wah ntar sosis om kamu makan juga dong”. “Ih prono ngomongnya”. “Panya yang prono, tu ada sosis di lemari es”, katanya sambil membuka lemari esnya yang penuh macem2 makanan. “Kamu kalo mo makan ambil ja, gak usah sungkan”. “Wah dah ngekosnya gratis, makannya gratis pula”. “Buat cewek secantik kamu apa si yang enggak”. “Tadi ngegombalin mamah skarang Dina yang digombalin”. “Tapi suka kan”, aku tertawa ja. “Dah mandi dulu sana, trus kita pergi makan”.

Segera aku mandi dan mengenakan tengtop ketat dan celana 3/4 yang ketat. Walaupun imut tapi bdanku ada bentuknya juga walaupun tonjolannya serba kecil. “Wow, sexy banget kamu sayang”. “Wah kok jadi sayang2an si, kaya cowok Dina ja”. “Om mau kok jadi cowok kamu, mau gak”. Aku senyum aja, aku seneng ja disanjung2 gitu. Aku jadi keinget kata temenku kalo maen ma om2 jau lebi nikmat katimbang ma maen ma cowok ndiri. Aku jadi penarasan kaya apa nikmatnya. “Jalan ja ya Din, deket kok”. aku ngangguk, aku digandengnya, seneng banget rasanya digandeng om ganteng kaya gitu, malah diperjalanan, tangannya memeluk ahuku dan meraik badanku merapat ke badannya. aku si iya aja. “Om mesra amir si ma Dina”. “aku suka liat kamu Din, keinget mamah kamu dulu”. “ah si om ber nostalgila ya”.

Di warung sate si om pesen sate kambing ma sate ayam, “Kamu mo lontong pa nasi, pasti demennya lontong ya”. Aku ngangguk sambil tertawa, “om ni menjurus aja si ngomongnya”. Pesenan dateng dan kami makan dengan lahap, si om pesennya sate banyak banget sampe aku kenyang banget karena dipaksa kudu ngabisin, sampe lontongnya gak kemakan, cuma brapa potong ja lontong yang aku makan. “Om kenyang banget deh, ngantuk ni”. “Mangnya besok masi ada tugas gak”. “Dah beres semuanya kok om” “besok kudu dianter skolahnya”. “Gak usah om, Dina jalan ja, deket banget dari rumah om”. “Ya udah, pulang yuk, trus bobo”. Aku digandeng2nya lagi, kami santai ja jalannya, trus terang aku sangat menikmati kemesraan si om, ampe lupa ma cowokku aku. “Om kok tinggal ndiri si”. “Om dah pisah Din, anak ikut ibunya”. “O maap, Dina gak tau om”. “No problemo”. “Trus rumah sapa yang ngebersiin om?” “Ada si pembantu, tapi konsentrasinya mbantu yang ngekos, jadi seminggu sekali baru ngerapiin rumah, nyuci baju dll”. “O gitu, Dina bole ikutan nyuci dong om”. “Ya bole, asal mo ditumpuk ja baju kotornya seminggu baru dicuci”. “Wah seragam Dina gak banyak”. Ya udah nanti om suru pembantu nyuciin baju Dina aja tiap ari”. “Om kayanya lebi tua dari mamah deh”. “Ya iyalah, mamah kamu kan bis smu langsung nikah ma papah kamu, makanya masi kaya kakak kamu kan”. “Mangnya om brapa lama jalan ma mamah”. “Setaon ada kali, trus mamah kamu dilamar ma papah kamu, putus deh kita”. “Dah ngapain aja tu setaon ma mamah”. “Mo tau aja kamu anak kecil”. “anak kecil yang dah bisa bikin anak kecil om”, jawabku nantangin”. “bener juga, bikin ma om yuk”. Ketauan deh belangnya, pantes dia nawarin aku tinggal dirumahnya, pengen berbagi kenikmatan dengan aku rupanya, ber nostalgila ma mamahku, cuman diterusinnya ma aku. Aku jadi berdebar antara kaget, seneng dan pengen.

Malemnya si gak terjadi apa2, si om gak mo grusa grusu rupanya, ya aku ngejalanin kehidupanku aja. karena aku tinggal diruma si om, aku gak bisa kluyuran ma cowokku lagi karena rumah si om deket banget ma skola ku. cowokku jadi uring2an karena susa banget nyari waktu untuki ngewein aku. Akhirnya dia jarang nongol dirumah si om, ya biar aja, aku dah punya gantinya kok, hihi geer ya, si om anteng2 aja kuanggep kaya cowokku aja. Sejak tinggal bersama si om, tentunya aku gak bisa merasakan kenikmatan dari cowokku, itu yang membuat aku gelisah kalo lagi bertanduk (horny kamsudnya, horn kan tanduk). Seminggu sekali si om nganter aku pulang, minggu sore aku dijemput lagi, mamah seneng banget si om memperlakuin aku kaya anaknya ndiri, mamah gak tau ja kalo aku pengen banget lebi dari kaya ke anaknya aja.

Satu hari ada hari libur nasional ditengah minggu. aku bangunnya jadi kesiangan. Ketika aku keluar kamar, rumah dah sepi, gak tau si om kemana. Aku balik kekamar tidur2an aja, karena gerah aku melepas pakean tidurku sehingga tinggal cd aja yang nempel di bodiku. Karena merasa sendirian di rumah, pintu kamar kubiarkan saja terbuka. Karena masi ngantuk akupun terlena lagi. Aku terbangun ketika mendengar suara orang batuk. aku kaget karena ketika aku membuka mata, kulihat si om dengan tersenyum sedang berdiri memandangiku disebelah ranjangku. Tanganku reflex menututpi toketku, tapi si om rupanya dah lama juga memandangi aku nyaris telanjang gitu. Dia duduk disebelahku. “Napa Din, gerah ya. Bodi kamu merangsang sekali Din. Sejak kamu dateng pertama kali, aku dah napsu liat bodi kamu. Hari ini baru aku bisa liat langsung bodi mulus kamu ampir telanjang”. Aku terdiam saja. Si om menarik tanganku dari toketku dan mulai menyentuh2 pentilku.”Din, Aku pengen deh ngelakuin ma kamu”. “Mangnya om tadi dari mana, kirain kerja.” “Aku off hari ini, tadi keluar beli keperluan bulanan ja. Mau ya Din ngentot ma aku”, katanya to the point. “Kan sekarang kamu horni berat ya karena dah lama gak dientot, om dah lama gak liat cowok kamu”. “Iya om”. “Ya udah ngelakuinnya ma aku aja ya”, katanya sambil menutup pintu kamar.

Dia berbaring disebelahku, masih memakai pakeannya. dia kemudian menarik tubuhku merapat ke tubuhnya. tangannya mengusap2 pahaku. “Kamu cantik sekali, Din”, katanya. Tangannya pidah ke selangkanganku, mengelus bukit memekku. Dia bisa melakukan itu karena aku mengangkangkan pahaku. Tangannya terus menjalar ke atas ke pinggangku. “Geli om”, kataku ketika tangannya menggelitiki pinggangku. Aku menggeliat2 jadinya. Segera tangannya meremes2 toketku.”Toket kenceng ya Din, biar gak besar juga”, katanya. “Om suka kan”, jawabku. “Ya Din, aku suka sekali setiap inci dari tubuhmu”, jawabnya sambil terus meremes2 toketku.

Dia kemudian mencium bibirku. Keadaan menjadi tambah parah buatku karena yang dia cium kemudian adalah kuping dan leherku. berlama-lama lagi. Padahal itu termasuk daerah sensitif. Hal itu membuat aku mulai ser-seran. tangannya mulai turun ke dada dari bahuku. Tangannya lihai banget, putaran-putaran jarinya mampu membuat aku sesak karena toketku segera mengeras. Tangannya terus aktif, sehingga akhirnya pentilku menjadi keras banget. Bibirnya yang bermain dileherku, mulai turun ke bahu, tapi dia nggak langsung mencaplok pentil aku yang keras, disengol-sengol dulu sama hidungnya.

Napasnya yang hangat aja sudah berhasil membuat pentilku makin keras. Terus ia ciumin pelan pelan toketku, mula-mula bagian bawah terus melingkar sehingga hampir semua bagian toketku dicium lembut olehnya. Belum puas menggoda aku, lidahnya kemudian mulai menari-nari di atas toketku. Aku tak tahan dan mulai mendesah. Akhirnya lidahnya mulai menyapu sekitar pentilku dan akhirnya pentilku tersapu lidahnya. perlahan mula mula, makin lama makin sering dan akhirnya pentilku dikulumnya. Ketika aku merasa nikmat dia melepaskannya. dan kemudian mulai mengecup dari bagian tepi lagi, perlahan mendaki ke atas dan kembali ditangkapnya pentilku. Kali ini pentilku digigit perlahan sementara lidahnya berputar putar menyapu pentil itu. Sensasi yang ditimbulkan ruar binasa, semua keinginanku yang kupendam selama ini serasa terpancing keluar dan berontak untuk segera dipuasi. Melihat aku mendesah dia makin seru.

Selain menggigit-gigit kecil pentilku sembari lidahnya menyapu-nyapu, tangannya mulai bermain di lututku dan pahaku. aku makin merinding menahan nikmat. Dengan lihai tangannya mulai mendaki dan kini berada diselangkanganku. Dengan lembut dia mengusap-usap selangkanganku. “Dah basah gini cd kamu Din, lepas aja ya”. Tanpa menunggu persetujuanku, cdku diplorortinnya, aku mengangkat pantatku untuk mempermudah lepasnya cd dari badanku. “jembut kamu lebat jua Din, pasti napsu kamu besar. kamu gak puas kan kalo dientot cuma seronde ya Din”. “He eh”, hanya itu yang keluar dari mulutku. Usapannya menimbulkan sensasi dan nikmat yang luar biasa. Aku tak dapat tenang lagi, sebentar bentar menggelinjang. Aku sudah tak dapat lagi menyembunyikan kenikmatan yang kualami. Jarinya yang besar itu akhirnya menyelinap dikerimbunan jembutku dan langsung menemukan itilku.

Dengan gemulai dia memainkan jarinya sehingga aku melenguh kenikmatan. Jarinya lembut menyentuh itilku dan gerakannya memutar membuat tubuhkupun serasa berputar-putar. Akhirnya pertahananku jebol, cairan kental mulai mengalir keluar di memekku. dan dia tahu persis sehingga dia mengintensifkan serangannya. Akhirnya puncak itu datang, kepeluk kepalanya dengan erat dan kuhujamkan bibirku ke bibirnya dan tubuhku bergetar. Dia dengan sabar tetap mengelus itilku, membuatku bergetar-getar seolah tak berhenti. Lubang memekku yang basah dimanfaatkan dengan baik olehnya.

Sementara jari jempolnya tetap memainkan itilku, jari tengahnya mengorek-ngorek memekku menstimulasi apa yang dapat dilakukan laki-laki terhadap perempuan. Aku megap-megap dibuatnya. Entah berapa lama dia membuatku seperti itu dan sudah beberapa kali aku mengalami orgasme, tapi tidak ada tanda-tanda dia akan mengakhiri permainan ini.

Akhirnya aku yang memulai, tanganku meraba-raba selangkangannya. disana jemariku menemukan gundukan yang mulai mengeras. Begitu tersapu oleh belaianku, gundukan itu berubah menjadi mengeras. Diapun segera melepaskan semua yang melekat dibadannya. Aku terkejut melihat kontolnya, sungguh perkasa, besar, panjang dan bengkung keatas karena sudah ngaceng dengan kerasnya. Segera dia berbaring lagi disebelahku. Entah mengapa aku jadi senang menggodanya, jariku terus membelai turun naik sepanjang kon tolnya yang luar biasa ukurannya. Secara perlahan kon tolnya bertambah panjang dan besar. tanganku meremas-remas bola-bolanya sehingga dia makin terangsang.

Sambil mengecup daun telingaku dia berbisik, “mulai maen yuk Din”. Aku tak tau harus bagaimana dan menurutinya saja ketika dia mencium bibirku dengan lembut, ini membuat tubuhku bertambah lunglai. Kembali bibirnya melumat bibirku cukup lama dan dalam. Dia mengecup ngecup bibir bawah dan atasku bergantian. Aku berdesah kecil ketika tangannya memeluk pinggangku dan menarik tubuhku makin merapat ketubuhnya. dua bibirku yang tanpa sadar merekah menyambut lidahnya. Lidah itu begitu lihai bermain diantara kedua bibirku mengorek-ngorek lidahku untuk keluar. Sapuan lidahnya menimbulkan sensasi-sensasi nikmat, sehingga perlahan lidahku mengikuti gerakan lidahnya mencari dan mengikuti kemana lidahnya pergi. Dan ketika lidahku menjulur memasuki mulutnya dengan sigap dia mengulumnya dengan lembut, dan menjepit lidahku diantara lidah dan langit-langit. Tubuhku menggeliat menahan nikmat yang timbul.

Sorotoan matanya yang tajam menyapu bagian-bagian tubuhku secara perlahan. Pandangannya agak lama berhenti pada toketkug. Tatapan matanya cukup membuat tubuhku hangat, dan dalam hati kecilku ada perasaan senang dan bangga dipandangi lelaki dengan tatapan penuh kekaguman. Dia kembali merangkul pinggangku yang ramping dan menariknya merapat ketubuhnya. Tanganku terkulai lemas ketika sambil memelukku dia mengecup bagian-bagian leherku sambil tak henti-hentinya membisikan pujian-pujian akan kecantikan bagian-bagian tubuhku.

Akhirnya kecupannya sampai di daerah telingaku dan lidahnya secara lembut menyapu bagian belakang telingaku. Aku menggelinjang, tubuhku bergetar sedikit dan rintihan kecil lepas dari kedua bibirku. Dia telah menyerang salah satu daerah sensitifku, dan dia tau itu sehingga hal itu dilakukannya berkali-kali. Dengan sangat mempesona dia berbisik bahwa dia ingin menghabiskan hari ini dengan bercinta denganku, kemudian bibirnya kembali menyapu bagian belakang telingaku hingga pangkal leherku. Aku tak sanggup menjawab, tubuhku terasa ringan, tanpa sadar tanganku kulingkarkan di lehernya.

Kemudian dia membungkuk sehingga tanganku terlepas dari lehernya. Dia mulai menciumi ujung-ujung jari kakiku. Aku menjerit kegelian dan berusaha mencegah, namun dia memohon agar dia dapat melakukannya dengan bebas. Karena penasaran dengan sensasi yang ditimbulkan. akhirnya aku biarkan dia menciumi, menjilat dan mengulum jari-jari kakiku. Aku merasa geli, tersanjung dan sekaligus terpancing untuk terus melanjutkan kenikmatan ini. Bibirnya kini tengah sibuk di betisku yang menurutnya sangat indah itu. Mataku terbelalak ketika kurasakan perlahan tapi pasti bibirnya makin bergerak keatas menyusuri paha bagian dalam ku. Rasa geli dan nikmat yang ditimbulkan membuat aku lupa diri dan tanpa sadar secara perlahan pahaku terbuka. Dia dengan mudah memposisikan tubuhnya diantara kedua pahaku.

Pertahananku benar-benar runtuh ketika dia menyapu-nyapukan lidahnya dipangkal pahaku. Aku berteriak tertahan ketika dia mendaratkan bibirnya diatas gundukan memekku. dia terus melumat gundukan tersebut dengan bibirnya seperti dia sedang menciumku. Aku berkali-kali menjerit nikmat, dan getaran-getaran orgasme mulai bergulung-gulung, tanganku meremas-remas apa saja yang ditemuinya, sprei, bantal dan bahkan rambut dia, tubuhku tak bisa diam bergetar, menggeliat, dan gelisah, mulutku mendesis tak sengaja, pinggulku meliuk-liuk erotis secara reflek dan beberapa kali terangkat mengikuti gerakan kepala dia. Untuk kesekian kalinya pinggulku terangkat cukup tinggi. Dengan perlahan lidah dia menyentuh belahannya, aku menjerit tak tertahan dan ketika lidah itu bergerak turun naik di belahan memekku, puncak orgasme tak tertahankan. Tanganku memegang dan meremas rambutnya, tubuhku bergetar-getar dan melonjak-lonjak.

dia tetap bertahan pada posisinya, sehingga lidahnya tetap bisa menggelitik itilku, ketika puncak itu datang. Aku merasa dinding-dinding memekku mulai lembab, dan kontraksi-kontraksi khas pada lorongku mulai terasa. lorong memekku secara refleks akan membuat gerakan-gerakan kontraksi, yang bisa membuat lelaki tak akan bisa bertahan lebih lama lagi. dia nampaknya dapat merasakan kontraksi-kontraksi itu, sehingga membuat bertambah nafsu. Kini lidah nya semakin ganas dan liar menyapu habis daerah selangkanganku, bibirnya ikut mengecup dan bahkan bagian cairanku yang mulai mengalir disedot habis olehnya. Nafasnya mulai memburu.

dia kemudian bangkit, beberapa saat kemudian aku merasa kontol hangat yang sangat besar mulai menyentuh-nyentuh selangkanganku yang basah. dia membuka kakiku lebih lebar, dan mengarahkan kepala kontolnya ke bibir memekku. Meskipun tidak terlihat olehku, aku bisa merasakan betapa keras dan besarnya kontolnya. Dia mempermainkan kepala kontolnya di bibir memekku di gerakan keatas ke bawah dengan lembut, untuk membasahinya. Tubuhku seperti tak sabar menanti tindakan yang selanjutnya. Kemudian gerakan itu berhenti. Dan aku merasa sesuatu yang hangat mulai mencoba menerobos lubang memekku yang sempit. Tetapi karena memekku sudah cukup basah, kepala kontol itu perlahan tapi pasti terbenam, makin lama-makin dalam. Aku merintih panjang ketika dia membenamkan seluruh batang kontolnya. Aku merasa sesak, tetapi sekaligus nikmat luar biasa, seakan seluruh daerah sensistif dalam memekku tersentuh. Batang kontolnya yang keras dan padat itu disambut oleh kehangatan dinding memekku.

Cairan-cairan pelumas mengalir dari dinding-dindingnya dan gerakan kontraksi mulai berdenyut, membuat dia membiarkan kontolnya terbenam agak lama merasakan kenikmatan denyutan memekku. Kemudian dia mulai menariknya keluar perlahan-lahan dan mendorongnya lagi, makin lama makin cepat. Sodokan-sodokan yang demikian kuat dan buas membuat gelombang orgasme kembali membumbung, dinding memekku kembali berdenyut, kombinasi gerakan ini dengan gerakan maju mundur membuat batang kontolnya seolah-olah diurut, kenikmatan tak bisa dia sembunyikan, gerakannya semakin liar, mukanya menegang, dan keringat menetes dari dahinya.

Melihat hal ini, timbul keinginanku untuk membuatnya mencapai nikmat. Pinggulku kuangkat sedikit dan kemudian membuat gerakan memutar manakala dia melakukan gerak menusuk. dia nampaknya belum terbiasa dengan gerakan dangdut ini, mimik mukanya bertambah lucu menahan nikmat, batang kontolnya bertambah besar dan keras, ayunan pinggulnya bertambah cepat tetapi tetap lembut. Akhirnya pertahanannya bobol, kontolnya menghujam keras dalam memekku, tubuhnya ambruk menindihku, tubuhnya bergetar dan mengejang ketika pejunya menyemprot keluar dalam memekku berkali-kali. Akupun melenguh panjang ketika untuk kesekian kalinya puncak orgasmeku tercapai. Sesaat dia membiarkan kontolnya di dalamku hingga nafasnya kembali teratur. Tubuhku sendiri lemas luar biasa, namun harus kuakui kenikmatan yang kuperoleh sangat luar biasa.

Dia melepas kontolnya yang dah melelmas dari memekku dan berbaring diseblahku. “Din maen ma kamu jau lebi nikmat katimbang maen ma mamah kamu dulu”. “terang aja om, Dina kan baru punya 1 cowok sedang kata om mamah dah punya 2 cowok seblon om. Memek Dina lebi peret ya om”. “Ya peret banget deh, om baru skali ni ngrasain memek abegeh yang peret kaya kamu punya, berasa lagi kedutannya kalo kamu 0″. “Mamah punya dah longgar ya om”. “Ya gak longgar si, tapi gak seperet kamu punya”. “Om dulu sering ya maen ma mamah”. “Sering banget, ampir setiap ketemu kita maen di kosan ku”. “Wah asik banget ya mamah waktu muda, berbagi kenikmatan ma 3 lelaki, yang asik dari mamah apanya om”. “Sepongannya, kontol om kaya diplintir2 sembari disepong, kamu bisa gitu juga gak”. “Itu mah gampang om, cowok Dina ngajarin kok gimana caranya nyepongin yang nikmat buat dia”. “Wah maknya hebat, anaknya juga hebat. Kamu mau juga dengan 3 lelaki”. “Gak ah, ma om ja dah lebi dari cukup. Kontol om besar, ampe sesek memek Dina kalo om ablesin smuanya, lagian panjang, sampe mentok om, ngilu2 nikmat gitu”. “Mana nikmat ma cowok kamu”. “nikmat ma om lah, cowok Dina punya gak seperkasa om punya”. “Jadi?” “Ya skarang Dina jadi cewek om ja, kita kan serumah, kapan aja om mau Dina siap kok om. Kalo Dina lagi dapet ya Dina sepongin om ja. Tapi om jangan maen ma abegeh laen lagi ya, ma Dina aja”. “Ya pastuiKluarnya dimulut kamu ya”. “Pastinya, ntar peju om dina telen” Kami kemudian terlelap kecapean.

Ketika aku terbangun hari udah tengah hari, dia sedang tersenyum memandangiku. “Kamu cantik sekali deh Din, mana seksi lagi. aku pengen lagi Din. Mau ya”. Kemudian dia menciumku, aku menyambut ciumannya dengan napsu juga, bukan cuma bibir yang main, lidah dan ludah pun saling belit dan campur baur dengan liarnya. Sebelah kakiku ngelingker di pinggulnya supaya lebih mepet lagi. Tangannya mulai main, menjalari pahaku. Tangannya terus menjalar sampai menyentuh celah di pangkal pahaku. memekku digelitik-gelitik. Aku menggelepar merasakan jari-jarinya yang nakal. Bibir kulepas dari bibirnya. “Hmmhhh…enak, gila.” jeritku. jari-jarinya tambah nakal, menusuk lubang memekku yang sudah berlendir dan mengocoknya. Dia kembali menciumku. Aku ladenin ciumannya.

Dia menindih badanku sambil menciumku. Lidah ketemu lidah, membelit, dan saling menjilat. Aku menggumam gumam kenikmatan, sambil berciuman dia menggoyang-goyang pinggulnya sampai kontolnya yang telah ngaceng lagi terasa kena di memekku. Bosen ciuman, bibir dan lidahnya menjalar ke kuping leher bahu, ketiak, terus ke toketku. Dia gemes banget ngeliat pentilku yang kecoklatan dan mencuat ke atas itu. Dia menjilat pentilku dengan rakus sampai aku ngerasa geli. Pentil sebelah kanan digigitnya dengan lembut, lidahnya menggelitik pentilku di sela-sela gigi depannya, sementara toket sebelah kiriku di remas-remas. Tubuhku menggelinjang karena geli dan nikmat.

Setelah beberapa saat di permainkan, toketku terasa mengeras dan pentilnya tegak. Lendir memekku mengalir dan terasa basah di perutku. “Om, gantian Dina yang ngemut kontol om ya”, kataku sambil menelentangkan badannya diranjang. Aku mulai beraksi. Kupegang kontolnya dengan kelima jariku. Kukocok-kocok batangnya perlahan. Dia menggumam pelan, “Enak Din, terus..” Lidahku mulai merambat ke kepala kontolnya, kujilati cairan yang mulai muncul di lubang kencingnya. Lalu lidahku menggeser ke batangnya, menjelajahi tiap jenjang kontolnya. Tangan kiriku mengelu-mengelus biji pelernya. “Din…” gumamnya pelan. “enak banget, geli-geli nikmat”. Aku hanya tersenyum ngeliat dia merem-melek kayak gitu. Terus aku membuka mulutku dan menjejalkan kontolnya masuk ke dalam mulutku. kontolnya kuisep kenceng-kenceng sambil kuputer2, lalu dengan mulut kukocok kontolnya turun naik, “uuuuggggghhhh…sedap banget Din, persis kaya cara mamah kamu nyepongin dulu…mmmmhhhh…”, erangnya.

Aku lalu merubah posisiku untuk melakukan 69. aku di atasnya dan menyorongkan pantatku ke mukanya. Dia nggak nunggu dua kali, langsung aja dia menjilati memekku yang berlendir dan merekah merah itu. Bibirnya menyedot lubang memekku, menghisap lendirnya. Lidahnya dimasukin ke dalam lubang memekku, menjilati dinding-dinding basah, sementara jari nya mempermainkan itilku. Aku mengerang-ngerang dengan kontolnya di mulutku, menyuarakan kenikmatan. Lendir dari memekku membajir membasahi mukanya.

Aku melepaskan kontolnya dari mulutku dan meminta dia menyodok aku dari belakang. Waktu kontolnya masuk, aku hanya merintih pelan. kontolnya dienjotkan keluar masuk dengan kencang, aku hanya bisa mengejang menahan nikmat. Tangannya ikut nimbrung merangsang itilku. Kocokan kontol di memekku dan kilikan jarinya di itilku membuat aku mengerang dan menjerit-jerit kenikmatan. Sudah dua kali memekku berkontraksi karena aku nyampe, tapi dia terus mengocok kontolnya keluar masuk sampai aku lemes. Cairan no nokku membecek, meleleh turun ke paha. Setelah aku nyampe yang ke empat kali di ronde ke dua itu, dia akhirnya ngecret lagi.”Om, nikmat banget deh, lebih nikmat dari yang tadi, Dina sampe berkali2 nyampe baru om ngecret”, lenguhku lemes.

Dia mencabut kontolnya dari memekku. Aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia mengikuti dari belakang. Dikamar mandi dia memelukku, “Terima kasih ya Din, kamu asik banget dientotnya, empotan memek kamu luar biasa deh. Aku sangat menantikan kesempatan seperti ini lagi agar kita bisa mengulangi kenikmatan ini”. Sejak saat itu, dia selalu mencari kesempatan untuk bisa mengentoti aku, gak susah tentunya, tinggal nyocokin jadwal ja, kan kita tinggal serumah.


Ibu Tiara

Namaku Iful..umur 29 taon, tinggi 168 paras badanku tegap, rambutku lurus dan ukuran vitalku biasa saja normal orang indonesia lah, panjangnya kira-kira 16 cm dan diameternya aku nggak pernah ukur.. Aku tinggal di rumah kontrakan istilahnya apartement menyamping. Dan ada tetanggaku yang bernama Ibu Tiara, berjilbab, umurnya sekitar 33 taon, anaknya dah 3, yang paling besar masih sekolah kelas 5 SD otomatis yg palg kecil umur 1,8 bulan, sedangkan suaminya bekerja di kontraktor (perusahaan) sebagai karyawan saja. Setiap hari Ibu tiara ini wanita yang memakai jilbab panjang-panjang sampai ke lengan2nya boleh dikatakan aku melihatnya terlalu sempurna utk ukuran seorang Wanita yag sdh berumah tangga dan tentunya aku sangatlah segan dan hormat padanya.

Suatu ketika suaminya sudah pergi kekantor untuk kerja dan aku sendiri masih di rumah rencananya agak siangan baru aku ke kantor . “Iful…”ibu tiara memanggil dari sebelah…karena aku masih malas hari ini so aku tidur2an aja di tempat tidurku..”Iful…Iful….” Ibu minta tolong bisa..?? ujar Ibu Tiara dari luar..aku sbenarnya sudah mendengar namun rasanya badanku lagi malas bangun. Karena mungkin aku yang dipanggil tadak segera keluar, maka Ibu tiara dengan hati-hati membuka pintu rumahku dan masuk pelan-pelan mencari aku.

Seketika itu juga aku pura-pura tutup mataku..dia mencariku dan akhirnya dia melihat aku tidur di kamar. “ohh….” Ujarnya…spontan dia kaget…karena kebiasaan kalau aku tidur tidak pernah pake baju dan hanya celana dalam saja. Dan pagi itu kontolku sebenarnya lagi tegang …biasa penyakit di pagi hari…(heheheh) seketika itu dia langsung balik melangkah dan menjauh dari kamarku. kucoba mengintip dengan sebelah mataku…”dia sudah tidak ada” ujarku dalam hati. Namun tidak lama kemudian dia balik lagi dan mengendap2 mengintip kamarku …sambil tersenyum penuh arti…cukup lama dia perhatikan aku dan setelah itu ibu tiara langsung balik ke rumahnya.

Besok pagi setelah semuanya telah tidak ada di rumhnya ibu tiara, tinggal anaknya yg plg kecil dah tidur aku. Sayup-sayup aku dengar di samping rumahku yang ada di belkang, sepertinya ada yg mencuci pakaian …aku intip di belakang.. Oohh ibu tiara sedang mencuci pakaian.. namun dia hanya memakai daster terusan panjang dan jilbab.. Karena dasternya yang panjang, maka dasternya basah sampai ke paha …saat aku sedang mengintip..ibu tiara lgsg berdiri dan mengangkat dasternya sekaligus mencopot celana dalamnya dan langsung dicuci sekalian …otomatis…saat itu aku melihat ooooohhh….memeknya yang merah dan pahanya yang putih di tumbuhi bulu2 halus …aku langsung berputar didalam otakku.. ku ingin rasanya mencicipi memek yang indah dari ibu tiara yang berjilbab ini..

“Maaf ibu tiara…kemarin ibu ada perlu saya??” tanyaku.. mengagetkan ibu tiara dan serta-merta dia langsung merapikan dasternya jilbab tersingkap sampai ke paha.. “Iya nih mas Iful..Ibu kemarin mau minta tolong pasangin lampu di kamar mandi “katanya. “kalo gitu sekarang aja bu..

Soalnya sebentar lagi saya mau kerja “sambil mataku melihat dasternya…membayangkan apa yang didalamnya. “Oooh iya ..lewat sini saja..” Ujarnya..karena memang tipe rumah kost yg aku tempati dibelakangnya Cuma di palang kayu dan otomatis kegiatan para tetangga kelihatan di belakang. Aku lngsung membuka kayu dan sengnya dan masuk ke dalam dan ibu tiara membawaku didepan …aku mengikuti di belakang…oohhh…seandainya aku bisa merasakan memek dan pantat ini sekarang ” gumamku dalam hati. “ini lampunya dan kursinya.. Hati2 yah jng sampe ribut soalnya anaku lg tidur “kata Ibu Tiara..

Aku lngsung memasang dan ibu tiara melanjutkan mencuci nya, setelah selesai aku lngsg bilang “ibu sudah selesai “kataku.. Kemudian ibu tiara langsung berdiri..tapi saat itu dia terpeleset ke arahku …seketika itu aku menangkapnya..ups…oh tanganku mengenai payudaranya yg montok dan tanganku satu lagi mengenai langsung pantatnya yg tidak pake celana dalam dan hanya ditutupi daster saja …”maaf Dik Iful…agak licin lantainya”ujarnya tersipu-sipu..

Iful tunggu yah ibu bikinin Teh “ujarnya lagi…Dia ke dapur dan dari belakang aku mengikutinya secara pelan2..saat teh lagi diaduk di dalam gelas..langsung aku memeluknya dari belakang… iiful…apaan2 neh…sentak Ibu Tiara…maaf bu…saya melihat ibu sangatlah cantik dan seksi.. “ujarku…Jangan Iful…aku sudah punya suami ..”tapi tetap ibu tiara tidak melepaskan pegangan tanganku yang mampir di pinggangnya dan dadanya.. Iful…jangaann.. langsung aku menciumi dari belakang menyikapi jilbabnya.. sluurrp.. Oh..betapa putihnya leher ibu tiara ‘ujarku dlm hati…okhh.. Iful…hmmm…ibu tiara menggeliat..langsung dia membalik badannya menghadapku..Iful …aku udah beres…saat dia mau ucapin sesuatu..langsung aku cium bibirnya …mmmprh…tak lama dia langsung meresponku dan langsung memeluk leherku .mmmmhprpp ….bunyi mulutnya dan aku beradu…aku singkapi jilbabnya sedikit saja..

Sambil tanganku mencoba nenen menggerayangi dadanya …aku melihat dasternya memakai kancing dua saja diatas dadanya.. Aku membukanya..dan tersembullah buah dadanya yang putih mulusss …slurp…kujilat dan isap pentilnya.. Iiiful….ooohhh….ufhhh….”lirihnya sslurrpp….slurp..saa t aku jilat.. Sepertinya msh ada sedikit air susunya …
hmmmm…tambah nikmatnya..slurp..slurp.. ngehe

Sambil menjilat dan menyedot susunya..aku tetap tidak membuka jilbab maupun dasternya …tapi tanganku tetap menarik dasternya keatas.. Karena dari tadi dia tidak pake celana dalam …maka dengan gampang itilnya ku usap-usap dengan tanganku …Ohhh…oh.. Ssssshhhh…gumam ibu tiara..kepalaku ku dekatkan ke memeknya dan kakinya kurenggangkan..

Ssluruupp….pelan2 kujilati itil dan memeknya…oh iful…eennakkh.. Oghu…mmmpphhff…teriaknya pelan…kulihat kepalanya telah goyang ke kanan dan kekiri.. Pelan-pelan sambil lidahku bermain di memeknya …kubuka celana pendekku dan terpampanglah kontolku yang telah tegang.. Namun ibu tiara masih tidak menyadari akan hal itu …pelan-pelanku mengangkat dasternya.. Namun tidak sampai terbuka semuanya..hanya sampai diperutnya saja …dan mulutku mulai beradu dengan bibirnya yang ranum …mmmppghh…iful.. ku…”ujar ibu tiara..kuhisap dalam-dalam lidahnya…slurp.. Caup…oh ibu sungguh indah bibirmu, kobeln memekmu dan semuanya …lirihku.. Sambil menjilat seluruh rongga mulutnya …kubawa ia ke atas meja makannya dan kusandarkan ibu tiara dipinggiran meja …tanganku kumainkan kembali ke itil dan sekitaran memeknya …ahh..oh…Ifulll….i bu udah nggak kuaatttttt…lirih Ibu tiara. Pelan2 ku pegang kontolku…kuarahkan ke memeknya yang sudah basah dan licin ….dan bleessssshh….ohhh.. Ufgh hh….Ifulll….Teriak Ibu tiara. Slpep…slepp….

Kontolku kudiamkan sebentar ….Ibu Tiara sepontan melihat kewajahku..dan langsung ia menunduk lagi …kududukkan di atas meja makan dan kuangkat kakinya …mulailah aku memompanya..slep…slep..selp. Blssss….oh memeknya ibu sangat enak….Iful…kontolmu juga sangat besar….rupanya ibu tiara udah tidak memikirkan lagi norma2..yang ada hanyalah nafsu birahinya yang harus dituntaskan ….berulang-ulang ku pompa memeknya dengan kontolku ….oohh..akhh…Ifull….ku balikkan lagi badannya dan tangannya memegang pinggiran meja …ku tusuk memeknya dari belakang bleess. Ohhhhh….teriak Ibu Tiara.

Kuhujam sekeras-kerasnya kontolku …tanganku remas2 susunya ….aku liat dari belakang sangat bagus gaya ibu tiara nungging ini, tanpa melepas daster dan jilbabnya..kutusuk terus …sleeeepp….sleeps Hingga kurang lebih setengah jam ibu tiara bilang …Iful….ibu udah nggak tahan…..sabar bu bentar lagi saya juga……Ujarku. Oh…ohhhh…ufmpghhh …Iful. ibu mau keluarrrr…achhhh… semakin kencang dan terasa memeknya menjepit kontolku dan oohhhhh …ku rasakan ada semacam cairan panas yang menyirami kontolku di dalam memeknya ….semakin kupercepat gerakan menusukku.. Slep….slurp…bleeppp… . oh Ibu aku juga dah mo sampai neh …..cepat Iful…ibu bantu….oho….uhhhhh….ibu tiara menggoyangnya lagi…dan akhirnya Ibu…. aku mo keluarrr…..sama2 yang iful …. ibu juga mau keluar lagi. Teriaknya … dan ….Ohhh.. ack…. ahhhhh.. aku dan ibu tiara sama–sama keluar … dan sejenak kulihat di memeknya terlihat becek dan banjir. Setelah hening sejenak…ku cabut kontolku dan kupakai celana pendek setelah itu ibu tiara merapikan Daster dan jilbabnya. Langsung aku minta maaf kepadanya “Bu..mohon maaf ..Iful khilaf.” kataku.

“Tidak apa2 kok iFul…ibu juga yang salah…yang menggoda Iful” ujarnya. Aku langsung pamitan kembali ke rumahku sebelah dan mandi siap2 kerja. Setelah mandi kulihat ibu tiara sedang menjemur pakaian. tapi jelas didalam daster ibu tiara tidak memakai celana dalam karenn terlihat tercetak lewat sinar matahari pagi yang meninggi mulai mendekati jam 10 pagi. Sebelum aku pergi ku sempatkan pamitan ke ibu tiara dan dia tersenyum. Tidak tau apakah ada artinya atau tidak.


model yunior

Aku, seorang model yunior, diperkenalkan oleh temanku pada seorang fotografer ternama supaya aku bisa diorbitkan menjadi model terkenal. Temanku ngasi tau bahwa om Andi, demikian dia biasanya dipanggil, doyan daun muda. Bagiku gak masalah, asal benar2 dia bisa mendongkrak ratingku sehingga menjadi ternama. Om Andi membuat janjian untuk sesi pemotretan di vilanya di daerah Puncak. Pagi2 sekali, pada hari yang telah ditentukan, om andi menjemputku. Bersama dia ikut juga asistennya, Joko, seorang anak muda yang cukup ganteng, kira2 seumuran denganku.

Tugas Joko adalah membantu om Andi pada sesi pemotretan. Mempersiapkan peralatan, pencahayaan, sampe pakaian yang akan dikenakan model. Om Andi sangat profesional mengatur pemotretan, mula2 dengan pakaian santai yang seksi, yang menonjolkan lekuk liku tubuhku yang memang bahenol. Pemotretan dilakukan di luar. Bajunya dengan potongan dada yang rendah, sehingga toketku yang besar montok seakan2 mau meloncat keluar. Joko terlihat menelan air liurnya melihat toketku yang montok. Pasti dia ngaceng keras, karena kulihat di selangkangan jins nya menggembung. Aku hanya membayangkan berapa besar kon**lnya, itu membuat aku jadi blingsatan sendiri.

Setelah itu, om Andi mengajakku melihat hasil pemotretan di laptopnya, dia memberiku arahan bagaimana berpose seindah mungkin. Kemudian sesi ke2, dia minta aku mengenakan lingeri yang juga seksi, minim dan tipis, sehingga aku seakan2 telanjang saja mengenakannya. Pentil dan jembutku yang lebat membayang di kain lingerie yang tipis. Jokopun kayanya gak bisa konsentrasi melihat tubuhku. Aku yakin kon**lnya sudah ngaceng sekeras2nya. Om And mengatur gayaku dan mengambil poseku dengan macam2 gaya tersebut. Tengkurap, telentang, ngangkang dan macem2 pose yang seksi2. Kembali om Joko memberiku arahan setelah membahas hasil pemotretannya.

Sekarang sekitar jam 12 siang, om Andi minta Joko untuk membeli makan siang. Sementara itu aku minta ijin untuk istirahat dikolam renang aja. Om Andi memberiku bikini yang so pasti seksi dan minim untuk dikenakan. Tanpa malu2 segera aku mengenakan bikini itu. Benar saja, bikininya minim sehingga hanya sedikit bagian tubuhku yang tertutupinya. Aku berbaring di dipan dibawah payung. Karena lelah akibat sesi pemotretan yang padat dan angin sepoi2, aku tertidur.

Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yang meraba-raba tubuhku, tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku. Ketika tangan itu menyentuh selangkanganku tiba-tiba mataku terbuka, aku melihat om Andi sedang menggerayangi tubuhku. “Nes, kamu seksi sekali, om jadi napsu deh ngeliatnya. Om jadi pengen ngen totin Ines, boleh gak Nes. Nanti om bantu kamu untuk jadi model profesional”, katanya. Karena sudah diberi tahu temanku, aku tidak terlalu kaget mendengar permintaannya yang to the point. “Ines sih mau aja om, tapi nanti Joko kalo dateng gimana”, tanyaku. Om and segera meremas2 toketku begitu mendengar bahwa aku gak keberatan dien tot. “Kamu kan udah sering dientotkan Nes, nanti kalo Joko mau kita main ber 3 aja, asik kan kamunya”, katanya sambil tersenyum.

Aku diam saja, om Andi berbaring di dipan disebelahku. Segera aku dipeluknya, langsung dia menciumku dengan ganas. Tangannya tetap aktif meremas2 toketku, malah kemudian mulai mengurai tali bra bikiniku yang ada ditengkuk dan dipunggung sehingga toketku pun bebas dari penutup. Dia semakin bernapsu meremas toketku. “Nes, toket kamu besar dan kenceng, kamu udah napsu ya Nes. Mana pentilnya gede keras begini, pasti sering diisep ya Nes”.

Dia duduk di pinggir dipan dan mulai menyedot toketku, sementara aku meraih kon**lnya serta kukocok hingga kurasakan kon**l itu makin mengeras. Aku mendesis nikmat waktu tangannya membelai selangkanganku dan menggosok-gosok nonokku dari luar. “Eenghh.. terus om.. oohh!” desahku sambil meremasi rambut om Andi yang sedang mengisap toketku. Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawah dan berhenti di puserku. Aku mendesah makin tidak karuan ketika lidahnya bermain-main di sana ditambah lagi dengan jarinya yang bergerak keluar masuk nonokku dari samping cd bikini ku. Aku sampai meremas-remas toket dan menggigit jariku sendiri karena tidak kuat menahan rasanya yang geli-geli enak itu hingga akhirnya tubuhku mengejang dan nonokku mengeluarkan cairan hangat. Dengan merem melek aku menjambak rambut om andi. Segera tangannya pun mengurai pengikat cd bikiniku sehingga aku sudah telanjang bulat terbaring dihadapannya, siap untuk digarap sepuasnya. Dia segera menyeruput nonokku sampai kurasakan cairanku tidak keluar lagi, barulah om Andi melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku. “Jembut kamu lebat ya Nes, pasti napsu kamu besar. Kamu gak puas kan kalo cuma dientotsatu ronde”, katanya.

Belum beres aku mengatur nafasku yang memburu, mulutku sudah dilumatnya dengan ganas. Kurasakan aroma cairan cintaku sendiri pada mulutnya yang belepotan cairan itu. Aku agak kewalahan dengan lidahnya yang bermain di rongga mulutku. Setelah beberapa menit baru aku bisa beradapatasi, kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit dan mengisap. Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajahku sampai wajahku basah oleh liurnya. “Ines ga tahan lagi om, Ines emut kon**l om ya” kataku. Om Andi langsung bangkit dan berdiri di sampingku, melepaskan semua yang nempel dibadanya dan menyodorkan kon**lnya. kon**lnya sudah keras sekali, besar dan panjang. Tipe kon**l yang menjadi kegemaranku. Masih dalam posisi berbaring di dipan, kugenggam kon**lnya, kukocok dan kujilati sejenak sebelum kumasukkan ke mulut.

Mulutku terisi penuh oleh kon**lnya, itu pun tidak menampung seluruhnya paling cuma masuk 3/4nya saja. Aku memainkan lidahku mengitari kepala kon**lnya, terkadang juga aku menjilati lubang kencingnya sehingga om andi bergetar dan mendesah-desah keenakan. Satu tangannya memegangi kepalaku dan dimaju-mundurkannya pinggulnya sehingga aku gelagapan. “Eemmpp..nngg..!” aku mendesah tertahan karena nyaris kehabisan nafas, namun tidak dipedulikannya. Kepala kon**l itu berkali-kali menyentuh dinding kerongkonganku.

Kemudian kurasakan ada cairan memenuhi mulutku. Aku berusaha menelan pejunya itu, tapi karena banyaknya pejunya meleleh di sekitar bibirku. Belum habis semburannya, dia menarik keluar kon**lnya, sehingga semburan berikut mendarat disekujur wajahku. Kuseka wajahku dengan tanganku. Sisa-sisa peju yang menempel di jariku kujilati sampai habis. Saat itu mendadak pintu pager terbuka dan Joko muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yang sedang bugil. “Jok, mau ikutan gak”, tanya om Andi sambil tersenyum. “Kita makan dulu ya”. Segera kita menyantap makanan yang dibawa Joko sampai habis. Sambil makan, kulihat jakunnya Joko turun naik melihat kepolosan tubuhku, meskipun agak gugup matanya terus tertuju ke toketku. Aku mengelus-elus kon**lnya dari luar celananya, membuatnya terangsang

Akhirnya Joko mulai berani memegang toketku, bahkan meremasnya. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya dan meraba-raba dadanya. “Nes, toketnya gede juga ya.. enaknya diapain ya”, katanya sambil terus meremasi toketku. Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka pakaiannya. Nampaklah kon**lnya cukup besar, walaupun tidak sebesar kon**l om Andi, tapi kelihatannya lebih panjang. Kugenggam kon**lnya, kurasakan kon**lnya bergetar dan mengeras. Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hingga berjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan kon**lnya ke mulut, kujilati dan kuemut-emut hingga Joko mengerang keenakan. “Enak, Jok”, tanya om Andi yang memperhatikan Joko agak grogi menikmati emutanku.

Om andi lalu mendekati kami dan meraih tanganku untuk mengocok kon**lnya. Secara bergantian mulut dan tanganku melayani kedua kon**l yang sudah menegang itu. Tidak puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian om andi pindah ke belakangku, tubuhku dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tanganku. Aku mulai merasakan kon**lnya menyeruak masuk ke dalam nonokku. Seperti biasa, mulutku menganga mengeluarkan desahan meresapi inci demi inci kon**lnya memasuki nonokku. Aku dien totnya dari belakang, sambil menyodok, kepalanya merayap ke balik ketiak hingga mulutnya hinggap pada toketku. Aku menggelinjang tak karuan waktu pentil kananku digigitnya dengan gemas, kocokanku pada kon**l Joko makin bersemangat.

Rupanya aku telah membuat Joko ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang ngen tot. Kepalaku pun dipeganginya dengan erat sampai kesempatan untuk menghirup udara segar pun aku tidak ada. Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja dientotdari dua arah oleh mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan kon**l yang lain makin menghujam ke tubuhku. kon**l Om Andi menyentuh bagian terdalam dari nonokku dan ketika kon**l Joko menyentuh kerongkonganku, belum lagi mereka terkadang memainkan toket atau meremasi pantatku. Aku serasa terbang melayang-layang dibuatnya hingga akhirnya tubuhku mengejang dan mataku membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh kon**l Joko. Bersamaan dengan itu pula gen totan Om Andi terasa makin bertenaga. Kami pun nyampe bersamaan, aku dapat merasakan pejunya yang menyembur deras di dalamku, kemudian meleleh keluar lewat selangkanganku.

Setelah nyampe, tubuhku berkeringat, mereka agaknya mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya. “Nes, aku pengen ngen totin nonok kamu juga”, kata Joko. Aku cuma mengangguk, lalu dia bilang lagi, “Tapi Ines istirahat aja dulu, kayanya masih cape deh”. Aku turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diriku. Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, om andi duduk di sebelah kiriku dan Joko di kananku. Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama itu tangan jahil mereka selalu saja meremas atau mengelus dada, paha, dan bagian sensitif lainnya.

“Nes, aku masukin sekarang aja ya, udah ga tahan daritadi belum rasain nonok kamu” kata Joko mengambil posisi berlutut di depanku. Dia kemudian membuka pahaku setelah kuanggukan kepala,dia mengarahkan kon**lnya yang panjang dan keras itu ke nonokku, tapi dia tidak langsung menusuknya tapi menggesekannya pada bibir nonokku sehingga aku berkelejotan kegelian dan meremas kon**l om andi yang sedang menjilati leher di bawah telingaku. “Aahh.. Jok, cepet masukin dong, udah kebelet nih!” desahku tak tertahankan. Aku meringis saat dia mulai menekan masuk kon**lnya. Kini nonokku telah terisi oleh kon**lnya yang keras dan panjang itu, yang lalu digerakkan keluar masuk nonokku. “Wah.. seret banget nonok kamu Nes”, erangnya. Setelah 15 menit dia gentotaku dalam posisi itu, dia melepas kon**lnya lalu duduk berselonjor dan manaikkan tubuhku ke kon**lnya. Dengan refleks akupun menggenggam kon**l itu sambil menurunkan tubuhku hingga kon**lnya amblas ke dalam nonokku. Dia memegangi kedua bongkahan pantatku, secara bersamaan kami mulai menggoyangkan tubuh kami. Desahan kami bercampur baur dengan bunyi kecipak air kolam, tubuhku tersentak-sentak tak terkendali, kepalaku kugelengkan kesana-kemari, kedua toketku yang terguncang-guncang tidak luput dari tangan dan mulut mereka. Joko memperhatikan kon**lnya sedang keluar masuk di nonokku.

Goyangan kami terhenti sejenak ketika om andi tiba-tiba mendorong punggungku sehingga pantatku semakin menungging dan toketku makin tertekan ke wajah Joko. om andi membuka pantatku dan mengarahkan kon**lnya ke sana. “Aduuh.. pelan-pelan om, sakit ” rintihku waktu dia mendorong masuk kon**lnya. Bagian bawahku rasanya sesak sekali karena dijejali dua kon**l kon**l besar. Kami kembali bergoyang, sakit yang tadi kurasakan perlahan-lahan berubah menjadi rasa nikmat. Aku menjerit sejadi-jadinya ketika om andi menyodok pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih lembut dikit. Bukannya mendengar, om andi malah makin buas menggen totku. Joko melumat bibirku dan memainkan lidahnya di dalam mulutku agar aku tidak terlalu ribut.

Hal itu berlangsung sekitar 20 menit lamanya sampai aku merasakan tubuhku seperti mau meledak, yang dapat kulakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Joko erat-erat sampai kukuku mencakar punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan Joko. Namun mereka masih saja memompaku tanpa peduli padaku yang sudah lemas ini. Erangan yang keluar dari mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makin dahsyat, pentilku disedot kuat-kuat oleh Joko, dan om andi menjambak rambutku. Aku lalu merasakan peju hangat menyembur di dalam nonok dan pantatku, di air nampak sedikit cairan peju itu melayang-layang. Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku dengan kon**l masih tertancap.

Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengajak mereka naik ke atas. Sambil mengelap tubuhku yang basah kuyup, aku berjalan menuju kamar mandi. Mereka mengikutiku dan ikut mandi bersama. Disana aku cuma duduk, merekalah yang menyiram, menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggerayangi. nonok dan toketku paling lama mereka sabuni sampai aku menyindir “Lho.. kok yang disabun disitu-situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong, dingin nih” disambut gelak tawa kami. Setelah itu, giliran akulah yang memandikan mereka, saat itulah nafsu mereka bangkit lagi, akupun mengemut kon**l mereka secara bergantian sehingga langsung saja napsu mereka memuncak. aku segera diseret ke ranjang.

Om andi mendapat giliran pertama, kelihatannya mereka dia main berdua aja dengan ku. Jembutku yang lebat langsung menjadi sasaran, kemudian salah satu jarinya sudah mengelus2 nonokku. Otomatis aku mengangkangkan pahaku sehingga dia mudah mengakses nonokku lebih lanjut. Segera kon**lnya yang besar, panjang dan sangat keras aku genggam dan kocok2. “Nes, diisep dong”, pintanya. Kepalanya kujilat2 sebentar kemudian kumasukkan ke mulutku. Segera kekenyot pelan2, dan kepalaku mengangguk2 memasukkan kon**lnya keluar masuk mulutku, kenyotanku jalan terus. “Ah, enak Nes, baru diisep mulut atas aja udah nikmat ya, apalagi kalo yg ngisep mulut bawah”, erangnya keenakan. Tangannya terus saja mengelus2 nonokku yang sudah basah karena napsuku sudah memuncak. “Nes, kamu udah napsu banget ya, nonok kamu udah basah begini”, katanya lagi. kon**lnya makin seru kuisep2nya. Kulihat Joko sedang mengelus2 kon**lnya yang sudah ngaceng berat melihat om Andi menggarap aku.

Tiba2 dia mencabut kon**lnya dari mulutku dan segera menelungkup diatas badanku. kon**lnya diarahkan ke nonokku, ditekannya kepalanya masuk ke nonokku. terasa banget nonokku meregang kemasukan kepala kon**l yang besar, dia mulai mengenjotkan kon**lnya pelan, keluar masuk nonokku. Tambah lama tambah cepat sehingga akhirnya seluruh kon**lnya yang panjang ambles di nonokku. “Enak om , kon**l om bikin nonok Ines sesek, dienjot yang keras om “, rengekku keenakan. enjotan kon**lnya makin cepat dan keras, aku juga makin sering melenguh kenikmatan, apalagi kalo dia mengenjotkan kon**lnya masuk dengan keras, nikmat banget rasanya. Gak lama dientotaku udah merasa mau nyampe, “om lebih cepet ngenjotnya dong, Ines udah mau nyampe”, rengekku. “Cepat banget Nes, om belum apa2″ jawabnya sambil mempercepat lagi enjotan kon**lnya. Akhirnya aku menjerit keenakan “Om, Ines nyampe mas , aah”, aku menggelepar kenikmatan. Dia masih terus saja mengenjotkan kon**lnya keluar masuk dengan cepat dan keras.

Tiba2 dia mencabut kon**lnya dari nonokku. “Kok dicabut om, kan belum ngecret”, protesku. Dia diem saja tapi menyuruh aku menungging di pinggir ranjang, rupanya dia mau gaya anjing. “Om, masukkin dinonok Ines aja ya, kalo dipantat gak asik”, pintaku. Dia diam saja. Segera kon**lnya ambles lagi di nonokku dengan gaya baru ini. Dia berdiri sambil memegang pinggulku. Karena berdiri, enjotan kon**lnya keras dan cepat, lebih cepat dari yang tadi, gesekannya makin kerasa di nonokku dan masuknya rasanya lebih dalem lagi, “Om , nikmat”, erangku lagi. Jarinya terasa

mengelus2 pantatku, tiba2 salah satu jarinya disodokkan ke lubang pantatku, aku kaget sehingga mengejan. Rupanya nonokku ikut berkontraksi meremas kon**l besar panjang yang sedang keluar

masuk, “Aah Nes, nikmat banget, empotan nonok kamu kerasa banget”, erangnya sambil terus saja mengenjot nonokku. Sementara itu sambil mengenjot dia agak menelungkup di punggungku dan tangannya meremas2 toketku, kemudian tangannya menjalar lagi ke itilku, sambil dientotitilku dikilik2nya dengan tangannya. Nikmat banget dientotdengan cara seperti itu. “Om , nikmat banget nge***tsama om , Ines udah mau nyampe lagi. Cepetan enjotannya om ,” erangku saking nikmatnya. Dia sepertinya juga udah mau ngecret, segera dia memegang pinggulku lagi dan mempercepat enjotan kon**lnya. Tak lama kemudian, “Om, Ines mau nyampe lagi, om , cepetan dong enjotannya, aah”, akhirnya aku mengejang lagi keenakan. Gak lama kemudian dia mengen totkan kon**lnya dalem2 di nonokku dan terasa pejunya ngecret. “Aah Nes, nikmat banget”, diapun agak menelungkup diatas punggungku. Karena lemas, aku telungkup diranjang dan dia masih menindihku, kon**lnya tercabut dari nonokku. “Om , nikmat deh, sekali entotaja Ines bisa nyampe 2 kali. Abis ini giliran Joko ya”, kataku. “Iya”, jawabnya sambil berbaring disebelahku. Aku memeluknya dan dia mengusap2 rambutku. “Kamu pinter banget muasin lelaki ya Nes”, katanya lagi. Aku hanya tersenyum, “Om, Ines mau ke kamar mandi, lengket badan rasanya”, aku pun bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi.

Selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi telanjang bulat, kulihat om Andi sudah tidak ada dikamar. Joko sudah berbaring diranjang. Aku tersenyum saja dan berbaring disebelahnya. Dia segera mencium bibirku dengan penuh napsu. kon**lnya keelus2. Lidahku dan lidahnya saling membelit dan kecupan bibir berbunyi saking hotnya berciuman. Tangannya juga mengarah kepahaku. Aku segera saja mengangkangkan pahaku, sehingga dia bisa dengan mudah mengobok2 nonokku. Sambil terus mencium bibirku, tangannya kemudian naik meremas2 toketku. Pentilku diplintir2nya, “Jok enak, Ines udah napsu lagi nih”, erangku. Tanganku masih mengocok kon**lnya yang sudah keras banget. Kemudian ciumannya beralih ke toketku. Pentilku yang sudah mengeras segera diemutnya dengan penuh napsu, “Jok , nikmat banget “, erangku.

Diapun menindihku sambil terus menjilati pentilku. Jilatannya turun keperutku, kepahaku dan akhirnya mendarat di nonokku. “Aah Jok , enak banget, belum dientotaja udah nikmat banget”, erangku. Aku menggeliat2 keenakan, tanganku meremas2 sprei ketika dia mulai menjilati nonok dan itilku. Pahaku tanpa sengaja mengepit kepalanya dan rambutnya kujambak, aku mengejang lagi, aku nyampe sebelum dien tot. Dia pinter banget merangsang napsuku. Aku telentang terengah2, sementara dia terus menjilati nonoku yang basah berlendir itu. Dia bangun dan kembali mencium bibirku, dia menarik tanganku minta dikocok kon**lnya. Dia merebahkan dirinya, aku bangkit menuju selangkangannya dan mulai mengemut kon**lnya. “Nes, kamu pinter banget sih”, dia memuji. Cukup lama aku mengemut kon**lnya. Sambil mengeluar masukkan di mulutku, kon**lnya kuisep kuat2. Dia merem melek keenakan.

Kemudian aku ditelentangkan dan dia segera menindihku. Aku sudah mengangkangkan pahaku lebar2. Dia menggesek2kan kepala kon**lnya di bibir nonokku, lalu dienjotkan masuk, “Jok , enak”, erangku.Dia mulai mengenjotkan kon**lnya keluar masuk pelan2 sampai akhirnya blees, kon**lnya nancep semua di nonokku. “Nes, nonokmu sempit banget, padahal barusan kemasukan kon**l berkali2ya”, katnya. “Tapi enak kan, abis kon**l kamu gede dan panjang sampe nonok Ines kerasa sempit”, jawabku terengah. Dia mulai mengenjotkan kon**lnya keluar masuk dengan cepat, bibirku diciumnya. “Enak Jok, aah”, erangku keenakan. enjotannya makin cepat dan keras, pinggulku sampe bergetar karenanya. Terasa nonokku mulai berkedut2, “Jok lebih cepet dong, enak banget, Ines udah mau nyampe”, erangku. “Cepet banget Nes, aku belum apa2″, jawabnya. “Abisnya kon**l kamu enak banget sih gesekannya”, jawabku lagi. enjotannya makin keras, setiap ditekan masuk amblesnya dalem banget rasanya. Itu menambah nikmat buat aku

“Terus Jok , enak”. Toketku diremas2 sambil terus mengenjotkan kon**lnya keluar masuk. “Terus Jok , lebih cepat, aah, enak Jok, jangan brenti, aakh…” akhirnya aku mengejang, aku nyampe, nikmat banget rasanya. Padahal dengan om Andi, aku udah nyampe 2 kali, nyampe kali ini masih terasa nikmat banget.

Aku memeluk pinggangnya dengan kakiku, sehingga rasanya makin dalem kon**lnya nancep. nonokku kudenyut2kan meremas kon**lnya sehingga dia melenguh, “Enak Nes, empotan nonok kamu hebat banget, aku udah mau ngecret, terus diempot Nes”, erangnya sambil terus mengenjot nonokku. Akhirnya bentengnya jebol juga. Pejunya ngecret didalam nonokku, banyak banget kerasa nyemburnya “Nes, aakh, aku ngecret Nes, nikmatnya nonok kamu”, erangnya. Dia menelungkup diatas badanku, bibirku diciumnya. “Trima kasih ya Nes, kamu bikin aku nikmat banget”. Setelah kon**lnya mengecil, dicabutnya dari nonokku dan dia berbaring disebelahku. Aku lemes banget walaupun nikmat sekali. Tanpa terasa aku tertidur disebelahnya.

Aku terbangun karena merasa ada jilatan di nonokku, ternyata om andi yang masih pengen ngen totin aku lagi. kulihat kon**lnya sudah ngaceng lagi. nonokku dijilatinya dengan penuh napsu. Pahaku diangkatnya keatas supaya nonoku makin terbuka. “Om , nikmat banget mas jilatannya”, erangku. Ngantukku sudah hilang karena rasa nikmat itu. Aku meremas2 toketku sendiri untuk menambah nikmatnya jilatan di nonokku. Pentilku kuplintir2 juga. Kemudian itilku diisep2nya sambil sesekali menjilati nonokku, menyebabkan nonokku sudah banjir lagi.

Aku menggelepar2 ketika itilku diemutnya. Cukup lama itilku diemutnya sampai akhirnya kakiku dikangkangkan. “Om, masukin dong om , Ines udah pengen dien tot”, rengekku. Dia langsung menindih tubuhku, kon**lnya diarahkan ke nonokku. Begitu kepala kon**lnya menerobos masuk, “Yang dalem om , masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong om “, rengekku karena napsuku yang sudah muncak. Dia langsung mengenjotkan kon**lnya dengan keras sehingga sebentar saja kon**lnya sudah nancap semuanya dinonokku. Kakiku segera melingkari pinggangnya sehingga kon**lnya terasa masuk lebih dalem lagi. “Ayo om , dienjot dong”, rengekku lagi. Dia mulai mengenjot nonokku dengan cepat dan keras, uuh nikmat banget rasanya. enjotannya makin cepat dan keras, ini membuat aku

menggeliat2 saking nikmatnya, “Om , enak om , terus om , Ines udah mau nyampe rasanya”, erangku. Dia tidak menjawab malah mempercepat lagi enjotan kon**lnya. Toketku diremas2nya, sampe akhirnya aku mengejang lagi, “om enak, Ines nyampe om , aah”, erangku lemes.

Kakiku yang tadinya melingkari pinggangnya aku turunkan ke ranjang. Dia tidak memperdulikan keadaanku, kon**lnya terus saja dienjotkan keluar masuk dengan cepat, napasnya sudah mendengus2. nonokku kudenyut2kan meremas kon**lnya. Dia meringis keenakan. “Nes, terus

diempot Nes, nikmat banget rasanya. Terus empotannya biar om bisa ngecret Nes”, pintanya. Sementara itu enjotan kon**lnya masih terus gencar merojok nonokku. Toketku kembali diremas2nya, pentilnya diplintir2nya. “Om , Ines kepengin ngerasain lagi disemprot peju om “,

kataku. Terus saja kon**lnya dienjotkan keluar masuk nonokku dengan cepat dan keras, sampai akhirnya, “Nes, aku mau ngecret Nes, aah”, erangnya dan terasa semburan pejunya mengisi bagian terdalam nonokku. Nikmat banget rasanya disemprot peju anget. Dia ambruk dan memelukku
erat2, “Nes, nikmat banget deh nge***tama kamu”, katanya.

Setelah beristirahat sebentar, aku segera membersihkan diri dan berpakaian. Kami kembali ke Jakarta. Diperjalanan pulang aku hanya terkapar saja dikursi mobil. Lemes banget abis dientot2 cowok berkali2. “Om, jangan lupa orbitin Ines ya”, kataku. “Jangan kawatir, selama om masih bisa ngerasain empotan nonok kamu, pasti kamu melejit keatas deh. Bener gak Jok”, jawabnya. Joko hanya tersenyum saja. Gak lama setelah mobil jalan, akupun tertidur.


Sepupu Penuh Kenikmatan

Kejadiannya udah lama banget, sekitar tahun 1998. Pas waktu itu lagi ada acara hajatan perkawinan saudara di pinggiran Kota Bandung. Mengingat acara hajatan kawinan, kebiasaan orang Indonesia kebanyakan, maka banyaklah saudara yang datang beberapa hari sebelum acara dimulai untuk sekedar membantu-bantu demi kesuksesan acara. Demikian juga saya. H-6 saya dan keluarga sudah tiba di TKP. Begitu juga beberapa anggota keluarga yang lain datangg dengan seluruh atau sebagian anggota keluuarganya. Diantara mereka ada seorang keluarga yaitu pamanku yang datang dengan anak-anaknya 5 orang Perempuan semua. Mereka berusia tidak begitu jauh denganku. Sebut saja salah seorangnya bernama Nining. Wajahnya tidak terlaluu cantik, namun enak dan sedap dipandang. Berusia sekitar 20-22 tahunan, mahasiswa jurusan kesenian di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Kebetulan oleh yyang empunya hajatan saya dan Nining diberikan tugas untuk membuat janur yang akan dipasang pada h-1 nanti. Setelah ngobrol ngalor dan ngidul, malampun tiba dan sekitar jam 11 malam sebagian besar orang-orang sudah terkapar karena lelah dan kecapaian setelah aktifitas ataupun dari perjalanan jauh.

Kebetulan rumah yang empunya hajat lumayan besar dengan banyak ruang dan kamar. Namun tetap sajja ada bebebrapa orang yangg tidak kebagian tidur di kamar termasuk aku dan nining yang keasyikan ngobrol. “wah, keabisan kapling nih kita!” kata nining menutup obrolan tengah malam.”iya, udah ah aku mah tidur disini saja…” kataku sambil menggelosorkan badan di karpet yang juga sudah disesaki oleh orang-orang. Karena sudah ngantuk dan lelah, tak lam aku pun tertidur. Entah sudah berapa lama tiba-tiba aku terbangun karena terasa ada yang memegang pahaku. Ketika kulihat ternyata Nining sudah terlelpa dengan posisi menyampiing ke arahku dan tangannya tanpa sadar telahh berada diatas pahaku yang tingga bebebrpa cm saja ke daerah sensitifku. Lama-lama timbul niat iseng untuk mencium bibir nining yang mungil dan tipis itu dalam benakku. Kuhampiri wajahnya dan ingin segera kukecup bibirnya itu. Namun aku takut kalau-kalau ada yang melihat jadi aku celingukan kanan kiri dulu. Nampaknya semua orang sudah terlelap dan terbuai dalam mimpinya masing-masing. Siiip, aman pikirku. Langsung aku kecup bibirnya yang mungil itu. Tak ada reaksi. Wah bener udah tidur lelap nih, kuteruskan pekerjaan ku menciumi bibir Nining. Iseng kuraba bagian dadanya yang montok, terhalang oleh kutangnya yang luumayan tebal. Haduh, akau memutar otak aagar isa meraba payudaranya yang sekel. Karena tak kunjung dapat akal, kulanjutkan saja menciumi bibir Nining. Selagi kuciumi, tiba – tiba ia bergerak ke arah sebaliknya dan aku kaget setengah mati takut ketahuan. Daripada malu, aku pun berbalik dan pura-pura tidur sambil mennggerutu menahan konak yang teramat sangat.

Keesokan harinya, aku takut ada perubahan sikap dari Nining gara-gara insiden semalam. Tapi ia biasa saja. Dalam hatiku bertanya, sebenarnya dia tahu apa tidaknya??? Dari pada pusing mikirin hal itu aku pun menganggapnya itu tak pernah terjadi. Skip story, setelah malam rutinitas pun kembali terulang dan kami pun tidur laagi bersama di tempat yang sama. Kali ini sengaja aku tidak tidur. Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, kudengar dengkuran halus dari sebelahku. Nampaknya Nining sudah pulas tertidur. Kali ini dia tidur dengan mengenakan baju kaos dengan celana selutut dan bahan kaos juga. Saat ini, Nining tidur membelakangiku. Nampak jelas diwajahku, ceplakan CD nya jelas sekali menutupi pantatnya yang semok. Kucoba mengelus pantatnya yang bulat itu dengan pelan dan lembut. 5 menit kulakuakn hal itu dan tiba-tiba nining merubah posisi tidurnya dengan telentang dan kaki sebelah kirinya ditekuk keatas. otomatis celananya yang selutut dan longgar sedikit turun dan menghassilkan pemandangan yang indah. Paha putih yang mulus membentang dimataku. Kembali si otong menengang dan aku pun pusing mencari cara bagaimana memuaskan hasratku. Harus malam ini aku bisa puas. Begitu tekadku dalam hati. Untuk kelancaran acara, aku berpura-pura ke kamar mandi smbl patroli melihat keadaan sekitar. Aman, jam 2 dinihari dengan hawa malam ynag dingin membuat semua oraang tertidur pulas. Aku kembali ketempat semula dan sengaja mengambil posisi agak kebawah agar wajahku sejajar dengan toket Nining. aku mulai aktifitas dengan mencoba menyentuh payudaranya dari luar. Ku coba mengangkat kausnya sedikit dan nampak bagian bawah punggungnya. Kumasukkan tanganku kebalik kaosnya dan mencoba menggengan payudaranya. berhasill…… Tanganku yang nakal berhasil mencapai payudaranyya walau sedikit. selagi aktifitasku berlangsung, Nining tiba-tiba merubah posisi tidurnya dengan cara membalik badannya dan kaki sebelah kirinya menindih kakiku. Sekarang kami berhadapan dengan langsung dan sepintas seperti sedang berpelukan. Kembali kuelus lembut toketnya dari luar, sambila tangan kananku mengelus-elus pantatnya. Setelah kurang lebih 3 minit kuelus-elus daerang putingnya dari luar, tiba-tiba kedua tangannya memegang wajahku dan wajahnya dirunkan sehingga wajah kami saling berhadapan. Dan dengan mata sayu ia menatapku dan menciumi hidung ku. Mendapat respon positif, ku ambil inisiatif dengan meraih bibirnya dengan bibirku. Ia membalas dengan lembut dan menjilati bibirku. Kusambut juluran lidahnya dengan lidahku. Kami bermain lidah kurang lebih dua menit dan kucoba angkat kaosnya dan ia pun mengangkat badannya sehingga pekerjaanku dengan mudah dapat dilaksanakan. Setelah Bajunya terangkat kukeluarkan toketnya tanpa membuka BHnya dan langsung kupelitir putingnya dengan lidahku, hasilnya ia pun menggelinjang geli dan keenakan. Tangan Nining sudah berada di atas celana dan mengusap-usap kontolku denggan gerakan yang pelan. Lama-lama ia menelusupkan tangannya dari arah perutku. Segera kubuka sleting clena pendekku dn kukeluarkan penisku yng sudah tegang darikemarin. Kusambut kocokannya dengan membalas menusap-usap memeknya dari luar. Ciumannya yang tadinya lembut berubah menjadi liar dan nafasnya semakin terengah-engah menahan nafsu. Kumasukkan tanganku dan ku masukan jariku ditengah-tengah memeknya yang terasa mulai basah.

Dengan akrifitas semacam itu, hasratku semakin memuncak dan ingin segera kumuntahkan spermaku. “Ning, boleh ga dimasukin??” tanyaku. Ia hanya terdiam. Kutanya lagi dan ia mengangguk pelan tanda setuju. Kusuruh ia membelakangiku dan kupelorotan celananya hingga selutut. Kucoba masukkan kontolku dari belakang sambil terus menggosok-gosokan kearah bagian belakang memeknya. Kuangkat sedikit pahanya agar kontolku mudah menerobos masuk dan berhasil. Kumasukan batang kontolku yang semakin keras dengan iringan desahan tertahan dari nining. ” aaaahhhh, shhhhh, mmmhhhhh….. ” hanya suara itu yang ia keluarkan. Kukocok kontolku maju mundur deng kecepatan sedang. 5 menit kukocok memeknya dari belakang dan terasa semakin basah dan semakin licin memeknya. Tiba-tiba dia menarik badannya dan membalikkannya kehadapanku. “Bang di teras samping aja yu, dkt kolam. Supaya lebih leluasa..” ajaknya. Tanpa menunggu diminta 2 kali langsung aku berdiri menuju teras samping yang berjarak kurang lebih 5 meter dari tempat kami sekarang. Setibanya di sana, Nining langsung membuka habis celananya tanpa melepas kausnya. Ia hanya menaikkan kaos dan kutangnya sehingga toketnya yang sekel, mulus dan putih menggelayut menambah birahi. Ia mendorong tubuhku untuk berbaring dan mengambil inisiattif menindihku. Kuciumi dan kujilati lagi bibirnya yang mungil dan tipis itu dengan penuh nafsu. Ia membalasnya dengan penuh nafsu pula. Rupanya ia sudah on lagi dan mulai menuntun kontolku untuk memasuki lobang memeknya lagi. Blessssss…. aaahhhhh…. masuknya kontolku diiringgi dengan rintihan dan desahannya lagi sehhinggga membuat aku semakin terangsang. Ia pun menggenjot kontolku dengan gerakan maju mundur. Kadang cepat kadang lambat gerakannya. Sementara ia mengocok kuremas2 toketnya yang lucu itu dengan gemas sambil sesekali memainkan putingnya. 3 menit kemudian ia mengambil posisi berjongkok diatasku dan mulai dengan gerakan turun naik. Semakin lama semakin cepat dan setelah 3 menit ia menindihku sambil mencium bibirku dan mengejang… “Dah keluar Ning???” tanyaku dan ia menjawab dengan anggukan kecil sambil senyum. Kubalikkan badannya dan kurenggangkan kakinya sehingga sekarang aku bisa melihat memeknya dengan leluasa. Kumasukkan kontolku kembali dan kukocok dengan kecepatan sedang dan langsung tinggi sehingga toketnya bergoyang goyang… aaahhhh… uuuhhh… shhhh… mmmmhhhh…aaaahhh…. hanya suara-suara itu yang dikeluarkan Nining dengan pelan dan lirih. “Ning, aku dah mau sampe, keluarin dimana nih?? dalem apa diluar???” tanyaku. “dddalllemmm aja bannggghhh…. ssshhhh …. aaahhh… gpp.. aku lg ga subur… aaahhh… shhh” katanya sambil terus merintih nikmat.

Kuteruskan pekerjaanku mnggenjot memeknya dan …. aaaaahhhhhh…… Croooooottttt…. croooottt… entah berpa kali kusemprot memeknya dengan maniku. “Ning enak banget…. memek mu enak banget ….” kataku memuji. “Kontol abang juga gede, ning aja sampe kelojotan dikompa sama abanag.” jawabnya memabalas pujian ku. Kutarik kontolku keluar dan nampak disela-sela memeknya air maniku meleleh. Memeknya mulus, ga ada bulu dengan pinggiran memek yang merah merekah. Nining lalu mengambil Cdnya dan mengelapi memeknya yang basah dan mengelapi kontolku. Sewaktu ia mengelapi kontolku, kuraih kepalanya agar mendekat ke kontolku.Nining rupanya faham dan mulai mengulum kontolku sambil sesekali dihisapnya pelan. Kontol yang mulai mengecil dan melemas itu dalam sekejab sudah mengeras kembali. kutarik pahanya keatas dan sekarang kami lakukan posisi 69. 5 menit kami saling hisap dan jilat alatkemaluan sampai akhirnya aku sudah tak tahan pingin kembali memasukkan kontolku kedalam memeknya. Kudorong pantatnya dan ia kembali berjongkok diatas tubuhku, namun sekarang dia membelakangiku. kusuruh ia nungging dan kusodok dari belakang dengan gaya anjing. Kukompa terus memeknya langsung dengan RPM tinggi. Hasilnya, belum 7 menit aku sudah keluar dan menyemprotkan kembali air maniku. Dari jauh terdengar lamat-lamat azan subuh dan kami mengenakan kembali pakaian kami dan kembali tidur di tempat semula.

Siang harinya, kami sedang prepare kamar pengantin di lantai atas, dan memang lantai atas hanya ada 3 kamar tidur dan lumayan sepi. Sambil mengobrol membahas kejadian semalam, kami merapikan ruangan kamar untuk dijadikan kamar pengantin. Lama-lama, cewek ini semakin cantik rupanya, pikirku. Terbawa suasana rumah yang sepi, sambil memasang tirai, kucoba mengelus pantatnya. Ia hanya senyum tanpa mempedulikan tanganku yang bukan lagi membelai tapi mulai meremas pantanya yang sekel dan bahenol itu. Kudorong bahunya dengan lembut dan kucoba mengecup bibirnya. Ia membalas walau hanya sebentar dan mendorong bahuku. “nanti aja, tar kerjaannya ga beres….” katanya lembut. Aku ga peduli. Tanggung konak kudorong tubuhnya dengan tubuhku kearah tembok aambil terus menciumi dan melumat bibirnya. Tanganku pun mulai beroperasi, sebelah kanan meremas toketnya sebelah kiri menelusup kearah memeknya. 2 menit ia mulai terangsang dan merenggangkan pahanya. Terasa memeknya mulai basah. Kutidurkan dia di lantai dan kuturunkan celana jeans pendeknya sekaligus dengan celan dalamya. Sekarang bagian bawah tubuhnya polos sama sekali. sambil mengangkang ia terus membalas ciuman ku dengan liar. Akupun mulai turun menciumi perut dan daerah diatas memeknya dengan lembut. Nining hanya berekspresi dengan mengelinjang da menggeliat saja. Kuciumi itilkya dan kuhirup baunya yang menyegarkan. Kumulai menjilati itilnya dengan lembut bahkan kadang kuhisap pelan. setelah beberapa saat kujilatin memeknya tiba-tiba ia menekan kepalaku sekan menyuruhku melepaskan ciuman dan jilatanku. Tapi aku ga peduli, aku terus menjilati memeknya dengan buas dan sampai akhirnya aku merasa ada cairan hangat yang menyiram wajahku diiringi dengan lenguhan panjang Nining. Ahhhhhhhhhhhhhhhh……….. sssssssshhhhh… oooohhh… bang, kamu nakal banget siiiihh…. oooooooooohhh..” Mengetahu Nining orgasme, kukeluarkan kontolku yang sedari tadi tegang dan kumasukkan kontolku kedalam loban memeknya yang licin dan hangat. Clllepphhh… aaaah… lega dan nyaman rasanya ketika kontolku mulai memasuki lobang memeknya. Kukocok langsung dengan kecepatan tinggi memeknya. Plok, plok, plok, suara paha kami yang beradu meningkahi suara Nining yang terus mendesah menahan nikmat. Dan akhirnya akupun melepaskan air maniku dengan denras didalam memeknya yang hangat dan nyaman dengan sebuah rintihan tertahan…. “”Nnnniiinnnngggghhh… aaaahhh… aaaahhh…aaaahhh” kulepaskan air maniku dengan segala kenikmatan. Al hasil… kerjaan kami hari itu sedikit terhambat dengan aktifitas kami yangg diluar rencana kerja.

Malam harinya, kami mengulangi lagi kenikmatan yang sama di tempat lain yang kami anggap aman. bahkan pada H-2 kami melakukannya di kebun belakang dengan bertelanjang bulat beralaskan rumput saja. Sampai hari pelaksanaan resepsi, kami masih melakukannya sampai 4 kali di kamar mandi lantai atas, kamar gudang, kamar mandi dan di dalam mobil. Selama 6 hari sampai H+2 kami benar-benar seperti pengantin baru. Melakukannya kapan saja saat ada kesempatan.


Soleil de Francais [ Matahari dari Perancis ]

Perancis,. 1783

Aku berlari menyelusuri lorong-lorong istana yang belum terlalu kuhapal, ya ini baru hari ketiga aku memasuki istana ini. Aku berbelok di persimpangan, menuruni tangga menuju ruangan utama, sementara pelayan-ku tampak kewalahan mengikuti-ku dari belakang.. kulihat di ruangan utama para pekerja yang sedang begitu sibuk melakukan pekerjaanya, keluar masuk dari ruangan untuk mengangkat tempat-tempat lilin, bunga-bunga Matahari yang begitu indah dan juga meja-meja besar,..

Hari ini ada pesta, sebuah pesta besar untuk-ku, jantungku berdegup kencang, memperhatikan bagaimana pekerja-pekerja agar mereka bekerja dengan serius, aku ingin untuk hari ini saja, semuanya berjalan dengan sempurna, makanan, dekorasi ruangan… semuanya, Parfait .. aku berusaha memperhatikan dengan detail agar semuanya menjadi sempurna , perlahan sedikit demi sedikit ruangan itu mulai bertambah indah,..dengan lilin-lilin yang siap dinyalakan, bunga-bunga Matahari yang begitu indah,.. ahh aku benar-benar menyukai ruangan ini….

Semua begitu sempurna,..
Ayahku Charles Alexandre de Calonne baru saja diangkat menjadi Pengawas Umum Keuangan Kerajaan, Istana ini adalah hadiah pelantikan dari Raja Louis XVI, tiga hari yang lalu kami baru memasuki tempat ini dan bukan kah ini semua terlihat begitu sempurna ??,.. sempurna buatku…

Karier Ayah yang tiba-tiba menanjak hebat, menggantikan Turgot dan Jaques Necker,.. Aku tahu pekerjaannya tidak akan mudah, dan lagi dari apa yang aku dengar kondisi keuangan kerajaan tengah menipis, namun bukannya itu begitu indah, aku,. Aku bisa merayakan ulangtahun-ku yang ke17 di sebuah istana yang begitu indah ini,.. ahhh,.. indah sekali

” Nona, kita harus segera bersiap-siap,.. ” Bisik salah satu pelayan-ku,..
” Ah,.. baiklah,.. tapi bukannya ini semua benar-benar indah ?? ” Tanya-ku, aku begitu tegang, takut semua yang begitu sempurna ini akan rusak karena kebodohan-ku,.
” Indah nona, benar-benar Indah sekali,.. “
Aku mengganguk, senyuman-ku mengembang,.. perlahan aku keluar dari ruangan utama itu sementara serombongan pemusik memasuki ruangan itu,..

Aku berjalan perlahan,.. aku tegang, memikirkan pestaku nanti, sementara pelayan-ku tadi masih mengikuti-ku dari belakang,..
” Semua akan baik-baik saja kan ?? ” Tanya-ku,..
” Ya nona, pasti,.. ” Kata pelayan-ku, berusaha membuang semua kekhawatiran-ku,..
” Semoga,.. ” Jawab-ku pelan,..

Aku sampai diruangan-ku di lantai 2, aku memasuki kamar-ku,..
” Antonie,.. ” Aku terkejut mendapati teman lama-ku disana,..
” Ata,.. cantik sekali, kecantikan kamu gak pernah berkurang sedikitpun, malah makin bertambah cantik-cantik dan semakin cantik… “
Aku merona mendengar pujiannya,.. aku tersenyum,..
” Terima kasih,.. jadi kamu yang mempersiapkan semua dekorasi ini ?? pasti Papa yang meminta kan,.. ” Tanya-ku, aku duduk di depan meja rias,..
” Untuk teman-ku yang cantik ini, tanpa diminta pun aku pasti akan menawarkan diri,.. kamu suka ?? ” tanya Antonie,..
Aku mengganguk,.. ” Bagus sekali Antonie, bagus sekali,.. terima kasih ya,.. ” Aku mencium pipi Antonie,..
” Dengan segala hormat tuan putri,.. “
” Hey,. Jangan panggil aku tuan putri, kita kan sudah berteman lama,.. ” Gerutu-ku,..
” Ya ya Ata, maaf aku lupa,.. hehehe,.. Ok kita mulai sekarang ya,.. ” Tanya Antonie,.

Aku mengganguk, sambil memperhatikan gaun berwarna kuning lemon yang dibawanya,.. indah sekali gaun itu,.. aku yakin siapapun yang memakainya pasti akan terlihat cantik,..Antonie ?? hmm dia teman-ku dari kecil, kami berbeda 8 tahun dia sudah seperti seorang kakak buat-ku, sekarang dia adalah salah satu desainer dan penata rias terbaik di Perancis, dan tentu saja aku begitu bahagia dia mau menyempatkan waktu untuk merias-ku ditengah kesibukannya,..

Entah berapa jam berlalu, tak terasa sementara kami hampir menyelesaikan riasan-ku, sambil bercanda-canda dengan Antonie, Ayah tiba-tiba mengagetkan-ku,..

” Ata, anak-ku yang cantik,.. ” Ia tersenyum sambil menatap pantulan wajah-ku dicermin,..
” Papa,.. ” Aku tersenyum,.sambil melambaikan tangan memintanya mendekat
” Tuan Calonne,.. ” Antonie membungkuk-kan tubuhnya, seperti selayaknya rakyat biasa pada anggota keluarga kerajaan,..
” Antonie, tidak ada formalitas diantara kita,.. lagi pula aku berhutang budi pada-mu, kamu menyempatkan diri untuk datang kesini ditengah kesibukan-mu di Monaco,.. ” Kata Ayah-ku,..
” Kehormatan untuk saya Tuan,.. “
Ayah-ku tersenyum menjawab, ia memeluk pundak-ku dari belakang,..
” Ata, kamu cantik sekali, seperti Mama dulu,.. ” Ia tersenyum menatap-ku,..
” Terima kasih Papa,. “
” Ya, dan selamat ulang tahun sayang,.. ” Ia mencium kening-ku,..
Aku tersenyum membalas,..

” Ayo bersiap-siaplah kalian,.. oh ya, Raja akan datang,.. ” Papa-ku tersenyum sambil menutup pintu kamar-ku,..
” Wow,. Raja menyempatkan datang di pesta ulangtahun-mu Ata,.. ” Antonie tersenyum,..
Sungguh sebuah kehormatan, Raja Louis menyempatkan datang kepesta-ku, meski aku memang tak terlalu menyukainya, tapi tetap saja ini adalah sebuah kehormatan yang begitu besar untuk keluarga kami,..
” Ya-ya aku tahu Antonie,.. ” Aku kian bertambah tegang,..
” Nah kamu harus tampil sesempurna mungkin OK,.. ” Antonie merapikan riasan-ku,.

#####

Entah berapa pasang mata yang menatap-ku saat aku perlahan menuruni tangga menuju ruangan utama,.. Suara tepukan tangan, dan ucapan selamat dari para tamu, banyak yang kukenal, tapi lebih banyak lagi yang tak kukenal,. Aku hanya bisa tersenyum, sambil mengucapkan terima kasih, hadiah-hadiah yang begitu indah yang diberikan oleh mereka,..

Antonie mengiringi-ku hingga ketengah ruangan,.. disana berdiri Ayah-ku yang memberikan ucapan terima kasih atas kedatangan para rekanan bisnisnya,.. sedangkan aku lebih sibuk melambai kearah teman-teman-ku yang ada dipojok dekat makanan,.. dasar mereka itu,..

Pesta itu berjalan begitu meriah, Antonie benar-benar tahu keinginan-ku, saat ruangan yang agak remang dengan lilin-lilin yang memberikan kesan romantis untuk pesta-ku ini,.. Rasanya bahagia sekali bisa merasakan kesempatan ini dalam hidup-ku,..

Tiba-tiba musik yang tengah dimainkan itu berhenti,.. mata para tamu tertuju ke pintu masuk, sama seperti saat aku masuk tadi, sesosok pria tambun memasuki ruangan itu, tak terlalu tinggi dan juga tidak tampan, namun pakaian yang dikenakannya begitu mewah, semua orang menundukan kepalanya,.. termasuk ayah-ku dan aku,..

Pria ini adalah Yang Mulia Raja Louis ke XVI, sungguh kedatangannya adalah sebuah kehormatan besar untuk keluarga kami,. Menandakan kami adalah anggota kerajaan yang dihormati,.. namun mata para lelaki lain menatap ke sosok di belakang Raja Louis seorang Putri yang begitu cantik,..

Dengan Gaun-nya yang berwarna merahnya, rambut pirangnya yang di ikal dan digulung keatas,. Mengengam topeng yang sengaja ia biarkan tak menutup wajahnya, memperlihatkan kecantikannya yang begitu sempurna ia tersenyum pada para tamu yang terperangah oleh kecantikannya itu, ia lah permaisuri Perancis, Sang Mawar dari Versace.. Ratu Marie Antoinette Putri Kerajaan Austria

” Yang Mulia,.. ” Ayah-ku menyambut Raja Louis tepat di tengah ruangan,..
” Ya ya Charles,.. yang mana putri-mu,.. aku mau mengucapkan selamat untuknya,.. “
” Ata, kemari,. Yang Mulia memanggilmu,.. ” Ayah-ku langsung memanggilku,.. aku pun mendekati mereka bertiga,.. aku membungkukan tubuh-ku sambil menarik sedikit Rok-ku, sekedar memberikan salam hormat pada Raja Louis dan Ratu Antoinette,..

” Terima kasih atas kedatangannya baginda Raja dan Ratu,.. “
” Ya ya,.. ini ada sedikit hadiah untuk-mu, dan Charles, aku tak pernah tahu kamu memiliki seorang Putri yang begitu cantik, luar biasa,.. rambut coklatnya begitu indah,.. ” Raja Louis memuji-ku, entah sekedar pujian atau apa,..
” Terima kasih yang mulia,.. “
Sementara Raja Louis memancarkan senyum yang begitu akrab pada seluruh tamu, Ratu disebelahnya terlihat begitu angkuh, ia lebih sering menutupi wajah cantiknya dengan topeng yang dibawanya itu,..

” Ya ya,.. ayo silahkan dilanjutkan lagi pestanya,.. ” Kata Raja, musik pun kembali bermain dan orang-orang kembali berdansa sambil menyantap hidangan yang telah tersedia,. Aku kembali ke dua teman-ku, Beatrice Sieyekes putri dari Abbe Sieyekes, seorang Romo dan seorang Politikus terkemuka,,. Dan Jean Bailly,.. putri dari Jean-Sylvain Bailly,..

” Hey, bagaimana Pesta-ku ?? Apa semua terlihat sempurna,.. aku takut kalau sampai terjadi segala sesuatu yang bodoh di pesta ini dan akan merusak segalanya,..
” Hey, tenang lah, semuanya berjalan begitu sempurna, tampaknya teman-mu yang gay itu benar-benar detail dalam segala sesuatunya,.. ” tawa Beatrice,..
” Hey, dia itu baik loh,.. jangan menghina Antonie di depan-ku,.. ” Agak kesal juga mendengar ada yang menjelek-jelekan Antonie, walaupun aku tahu itu sekedar bercanda…
” Yeah, aku tahu, dan cuma bercanda koq cantik,.. ” Beatrice melihat wajahku yang mengkerut,..

” Duh, tampan sekali sich,.. ” Jean tiba-tiba bergumam sendiri,.
” Hah, yang mana yang mana ?? ” Beatrice langsung menyambar mendengar kata tampan,..
” Itu yang memainkan piano itu,.. ” Tunjuk Jean,..
Dan memang benar, Pria itu begitu tampan, senyuman-nya yang indah dengan rambutnya yang pirang, ia mungkin 2 tahun diatas-ku, tapi terlihat begitu dewasa dan..dan membuat jantungku berdebar begitu kencang terlebih saat mata kami bertemu,.. ia tersenyum dan sepertinya senyuman itu untuk-ku,..

Entah berapa kali mata kami saling bertemu, saling melempar senyuman dan entah kenapa, wajahnya itu selalu terbayang, padahal kami masih berada di satu ruangan yang sama,.. ada beberapa tamu yang mengajak-ku berdansa mulai dari anak-anak pejabat kerajaan, sampai dengan para pejabat itu sendiri,. Mau tak mau aku menemani mereka sesaat dan pada saat-saat seperti itu aku dapat merasakan dengan jelas sepasang mata pemain piano itu mengawasi-ku,..

Malam kian larut, pesta masih berjalan dengan begitu meriah, aku merasakan pegal diseluruh tubuhku, namun aku masih memaksakan diri untuk berada di ruangan ini, aku ingin bersama pemain piano itu lebih lama, entah kenapa, mungkin ini yang namanya jatuh cinta,..

” Ata, kamu harus beristirahat,.. ini sudah malam, biarkan saja pesta ini berjalan dengan sendirinya,.. semua akan selesai besok pagi,.. Biar Papa yang menemani mereka,.. ” Bisik Papa-ku,
Aku hanya mengganguk tak lagi berani membantah, apalagi Beatrice dan Jean juga telah terlihat begitu letih, aku pun meninggalkan ruangan itu bersama mereka dan seorang pelayan-ku, kembali ke kamar-ku di lantai 2,..

Sepanjang perjalanan masih saja Beatrice dan Jean membicarakan para pemuda yang datang di pesta ulang tahun-ku itu, terutama si pemain piano tampan itu,.. sambil tertawa-tawa kecil, kami bertiga masuk ke kamar-ku,.. memang kami sudah sepakat untuk menginap di tempat-ku hari ini,.

Dan benar saja kami masih sibuk membicarakan para tamu di pesta tadi, entah berapa lama hingga satu persatu dari kami mulai tertidur,..

#####

Pagi hari yang cerah, aku terbangun oleh kicauan burung yang terdengar di jendela kamar-ku, aku membuka jendela kamar-ku, 2 sahabat-ku masih tertidur terbaring di ranjang-ku, sebenarnya aku masih lelah, tapi rasanya hati-ku begitu bahagia,..Mungkin karena sekarang aku sudah dewasa,.. rasanya pagi ini begitu berbeda seperti terlahir kembali,..

Aku berlari di sepanjang lorong istana-ku,.. sambil tersenyum-senyum sendiri, dan Ouchhhh aku menabrak seseorang,..

” Maaf,.. ” kata-ku sambil menahan rasa sakit di bokong-ku,.
” Maaf , Maaf aku tidak melihat,.. ” Kata suara itu, seorang lelaki dan langsung menaruh benda besar yang dibawanya tadi,
” Maaf, aku yang tidak melihat, ” Kata-ku, karena memang aku yang salah,..

” Tuan Putri ?? ” Tanya-nya,.. sambil berusaha membangunkan-ku,..
Wajah-ku langsung memerah, ya ampun ini pemain piano yang kemarin, kemarin aku sampai tak bisa melepaskan pandangan-ku darinya, dan sekarang ia berdiri di depan-ku dan berusaha membantu-ku bangun, ya ampun jantung-ku berdegup begitu kencang,..

” Maafkan saya Tuan Putri,.. ” Ia berusaha membangunkan-ku,.. aku pun perlahan bangun dengan bantuannya itu,..
” Tidak, aku yang salah, sembarangan berlari seperti itu,.. ” aku merasa tak enak hati sekali, apalagi kalau ada yang rusak,..
” Haha, Tidak,.. Maafkan saya Tuan Putri, dan maaf kami harus segera berbenah,.. “
” Hmm, Ya kenapa tidak,.. ” Rasanya kesal melihat tingkahnya yang begitu kaku, seolah tak berani menatap-ku,..
” Hmm Tuan Putri, tidak ada yang terluka kan?? ” Tanya-nya lagi,..
Aku menggeleng sambil tersenyum, ia tersenyum membalas sambil mulai mengangkat Benda yang tadi dibawanya,..

Namun tiba-tiba ia berpaling,..
” Tuan Putri, Maaf bila saya lancang,.. Boleh saya mencium tangan anda ?? ” Tanya-nya tiba-tiba,..
Aku terdiam, ternyata ia berani juga dan, dan aku tak mungkin menolaknya,..
Aku menganguk sambil membuang wajah-ku malu, takut ia melihat wajah-ku yang mulai memerah malu,..

” Sebagai permohonan maaf saya,.. ” Perlahan ia mencium tangan-ku,.” Terima Kasih Tuan Putri Ata “
Ia Tersenyum sambil mengangkat barang bawaannya itu,..

” Hey, boleh aku tahu nama-mu,. ” Aku tak ingin menyesal bila sampai lupa menanyakannya,..

” Tentu tuan putri,.. Marquis de Lafayette “

#####

Marquis de Lafayette nama pemuda itu, entah ayah tahu atau tidak, hubungan kami mulai berjalan, tak banyak memank frekuensi pertemuan kami, dan ta pernah dekat dengan rumah kami,. Selalu dengan bantuan teman-teman-ku aku harus bersembunyi-sembunyi untuk dapat menemuinya,.. Namun kufikir semua cukup berjalan lancar , meski tak banyak yang tahu tentang itu semua,.. ia adalah seorang Pelajar, pemikirannya tentang perubahan pemerintahan sedikit banyak terus mempengaruhi jalan pikiran-ku,..

Bila dirunut ia masih memiliki hubungan kerajaan, meski hanya seorang bangsawan kecil dan tidak dianggap dalam daftar kerajaan saat ini, itulah yang membuat ia mengikuti rombongan pemusik, memanfaatkan bakatnya yang baik dalam bermain musik ia membiayai sendiri studinya,..

Tak banyak memang frekuensi kami bertemu,.. terlebih ada semacam hukum tak tertulis dimana para anggota keluarga Para pejabat dan bangsawan harus menghadiri pesta-pesta kerajaan, kian lama kian sering, dan dari Lafayette aku tahu berapa banyak penduduk di negeri ini yang tidak mendapatkan makanan hari itu,..

Tetapi aturan kerajaan tetaplah aturan kerajaan, untuk menjaga kehormatan keluarga-ku, adalah penting untuk selalu dekat dengan anggota kerajaan itu sendiri,. Kian lama kian banyak frekuensi pertemuan-ku dengan

#####

” Dan itu semua tidak mungkin dilakukan yang mulia, tidak mungkin ,.. cara terbaik adalah menyeragamkan pajak, para bangsawan seperti kami pun harus membayar pajak, berapa banyak lahan kerajaan yang tidak menghasilkan pemasukan untuk kerajaan, dan tidak mungkin bila rakyat dibebani pajak yang lebih tinggi lagi dalam keadaan ekonomi yang buruk seperti sekarang “

Suasana rapat diruangan itu terlihat begitu panas,.. para pejabat teras kerajaan dan anggota parlementer, sementara Raja Louis tampak binggung dengan apa yang harus ia putuskan,..

” Kau benar Charles,. Kau benar,… “

” Tapi itu tidak mungkin dilakukan Tuan-ku yang terhormat, kerajaan memiliki hak penuh pada tanah-tanah yang dipinjamkan pada rakyat, apakah anda harus membayar untuk sesuatu yang memang milik anda ” Salah satu anggota dewan menyela pemikiran raja,..

” Tapi membebani rakyat lebih dari ini sama saja dengan membunuh rakyat “

” Dan tak mungkin kita tidak menuntut rakyat melakukan pembelaan Negara kan, mereka harus berkorban untuk Negara ini,.. ” Anggota Parlemen itu tak mau mengalah

” Dan apabila anda merasa Negara ini adalah miliki kita, para kaum bangsawan, apa yang kita lakukan demi menyelamatkan negeri ini,.. “

” Cukup-cukup, kita lanjutkan sidang ini lusa,.. ” Raja Louis menghentikan sidang dan langsung meninggalkan ruangan itu,..

” Baik yang mulia,.. ” Para peserta sidang itu menundukan kepala, sementara raja keluar dari ruang sidang itu,.. Charles de Callone merapikan berkas yang dibawanya, sementara ia sadar, apa yang ia lakukan sama saja memusuhi parlement, namun dalam hematnya hanya ini yang bisa ia pikirkan untuk menyelamatkan negara ini,.

” Kita harus melenyapkannya,.. ” Bisik salah satu anggota parlement,..
” Aku tahu, ia bisa merusak sesuatu yang sudah turun temurun,.. Sama saja ia menyuruh kita sederajat sama dengan para rakyat itu,.. “
” Ya ide yang bodoh, bodoh sekali ” celetuk yang lainnya,..
” Tapi bagaimana cara-nya, tidak mudah menjatuhkan orang sepertinya,.. “
Mereka tampak berfikir keras, sebelum seseorang menyela pembicaraan mereka,..

” Mudah, mudah sekali ” seseorang menyela pembicaraan itu,..
Para anggota dewan yang tambun itu berbalik, menatap orang yang berbicara itu,..
” Comte De’Artois,.. apa yang bisa dilakukan penjahat seperti-mu,.. ” Ejek salah satu dari mereka yang disambut gelak tawa dari yang lainnya,..
” Sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang tambun seperti kalian,.. “
” Hahahaha, apa yang bisa kau lakukan,.. “
” Mudah aku tahu caranya, dan kalian tinggal duduk diam sambil menghitung nyamuk dirumah kalian,.. “

Lelaki itu Comte De’ Artois sepupu jauh dari Permaisuri sendiri, dia sendiri bukanlah anggota kerajaan, namun ia bisa berada disini atas desakan Permaisuri, dan lagi ada kabar selentingan yang mengatakan beberapa dakwaan hokum pada dirinya,..

Ia mengambil topinya sambil berjalan santai meninggalkan tempat itu

#####

” Dan Anak kecil itu akan menghancur-kan kesenangan-mu,.. ” bisik Comte De’Artois,
Permasuri hanya mengganguk,
” Sekarang tidak hanya ada satu bunga,.. Mawar dari Versace bukan lagi satu-satunya di seluruh Perancis , Ada juga Ata sang Matahari Paris,.. ” berusaha memanasi Permaisuri
” Kau tahu harus apa ?? ” Tanya Ratu, ia terbujuk, terbujuk oleh segala kemarahan dan rasa irinya,..
Sepupunya itu mengganguk perlahan,..

” Baguslah,.. “,” Aku paling tidak suka ada yang bermain-main dengan-ku, “

Comte De’Artois hanya tersenyum, sementara ia membisiki Sang Ratu, merencanakan sesuatu yang buruk,..

#####

Jalan di kota itu terasa lebih gelap dari sebelumnya,..
Entah hanya perasaan-ku saja, atau memang ada yang aneh,.. perasaan-ku kian tak nyaman saat kusir-ku mengatakan ada yang mengikuti kami dibelakang, meski ia sendiri tak yakin,..

Aku baru pulang, setelah bertemu dengan Lafayette dan teman-teman pelajarnya, mendengar bagaimana rakyat begitu menderita dan marah, kelaparan berusaha mendirikan sebuah badan rakyat yang mampu melawan kekuasaan kerajaan,..

Lafayette berkata berulang kali, bahwa rakyat berada di belakang-ku, mereka mencintai keluarga De Callonee, Namun dalam keadaan seperti sekarang tetap saja ini semua terasa begitu menakutkan,..
Rakyat yang kian melarat, kelaparan, dan penuh kemarahan bisa saja menjadi brutal, buta dan menghalalkan segala cara untuk mengisi perut mereka dan keluarganya,.
Keamanan di kota ini kian lama kian terabaikan,..

Dan benar saja, semua ketakutan itu terjadi,. Orang-orang yang mengikuti kami tadi, mengejar kereta-ku dan menghentikan kereta, desir ketakutan merasuki-ku, sementara kusir kereta-ku tiba-tiba terjatuh dari bangku kusirnya,.. seseorang membuka paksa pintu kereta-ku,..

Orang itu menarik-ku,.. aku tak tahu dibawa kemana, sementara aku berusaha berteriak, yang lain menutup mata dan mulut-ku, aku tak dapat berteriak dengan sesuatu menganjal di mulut-ku,..
Entah kemana mereka membawa-ku, aku baru dilepaskan di sebuah gudang jerami, dua orang yang menakutkan berdiri di depan-ku, yang satu kekar dan mengerikan, dan yang satu kurus, tapi juga tak kalah menakutkan,.. senyumannya adalah senyuman licik yang begitu terkesan dari wajahnya,..

” Lepaskan aku,.. “Aku berusaha meronta,..
Namun jawaban yang keluar dari lelaki kurus itu hanya sebuah tawa dan ia berusaha merobek gaun yang kupakai,.. aku berusaha menghindar namun lelaki kekar itu mengejar-ku,.. ia menangkap tubuh-ku dari belakang, membuat aku tak lagi dapat menghindar sementara Pria yang kurus mendekati dan merobek gaun-ku bagian atas,..

Mereka tertawa seketika,..Tawa mereka yang seolah tak lagi memiliki hati, sementara aku berusaha menutupi tubuh-ku yang nyaris tanpa selembar kain pun, aku dipenuhi oleh rasa takut, sementara aku terus berusaha mengingat lelaki kurus yang berdiri di depan-ku ini, aku,… aku merasa mengenali wajah itu,.. tapi siapa??

Yang pasti mereka bukan lah rakyat biasa yang sekedar dipenuhi kemarahan pada kaum bangsawan, mereka adalah anggota kerajaan, tapi apa maksud semua ini aku benar-benar tak mengerti, namun aku tak dapat menemukan jawabannya, setidaknya untuk saat ini,.. seseorang menarik tubuh-ku,.. sepertinya ajudan dari lelaki kurus di depan-ku ini,..

Ia mengekang tangan-ku,.. hingga aku tak dapat lagi menutupi dada-ku dengan sisa pakaian yang masih tersisa di tubuh-ku, tangan lelaki kurus itu menyentuh dada-ku, tubuh-ku langsung merinding berusaha menolak,.. aku menatapnya tajam penuh kebencian, memakinya berulang kali, namun ia seolah tak perduli dan terus memainkan tangannya di dada-ku itu, ia meremas-remasnya perlahan, namun entah kenapa semua ini terasa begitu kasar dan menjijikan,..

Rasanya aku ingin meludahinya, terlebih mendengar bagaimana ia terus tertawa sambil berkata kotor,.. namun tiap kali aku sedikit bergerak penjaga di belakang-ku itu langsung mencengkram tangan-ku kuat-kuat dan itu menyakitkan,..

” Lepaskan, kamu tahu kan siapa aku !! ” Bentak-ku, terlebih berusaha menjaga kehormatan dan kegadisaan-ku,..
” Ya, tahu dan membuat semua ini menjadi lebih baik,.. dan aku tak akan segan untuk membunuh-mu, ” Matanya terlihat menyorot kejam, seolah yakin akan apa yang dikatakannya, dan juga mampu melakukan ancaman itu,..

Penjaga di belakang-ku itu ikut tertawa sambil ikut menciumi wajah-ku, aku berulang kali berusaha menghindari mereka, namun tetap saja mereka berhasil mendapatkan-ku, menciumi wajah-ku seolah aku adalah boneka mereka..

Lelaki kurus itu tersenyum dan tiba-tiba melepaskan celana-nya,.. penisnya yang sudah menegang dihadapan-ku, untuk pertama kalinya dalam hidup-ku aku melihat sebuah penis, penis seorang lelaki dewasa, panjang dan besar, aku menatap ngeri kepadanya,.. terlebih aku takut bila mereka sampai memperkosa-ku,..

” Jangan,.. Jangan,.. saya masih suci,.. lepaskan saya,.. ” Aku berusaha memelas, meminta belas kasihan mereka,..
” Ya, Putri Ata, saya cuma mau tahu, apakah seorang Gadis yang dijuluki Matahari dari Paris ini bisa memuaskan suaminya kelak,.. ” Mereka tertawa gelak,.. sementara wajah-ku merah padam dihina seperti itu oleh mereka,.. aku tak mengerti apa lagi yang dapat kulakukan untuk melepaskan diri-ku dari mereka sekarang,..

Tiba-tiba Penjaga itu memaksa-ku berjongkok, sementara penis lelaki kurus itu berdiri tegak tepat di depan wajah-ku,.. penisnya kurus namun panjang dengan sedikit urat-urat di sekitaran penisnya itu, perlahan penjaga itu memaksa-ku mendekatkan mulut-ku pada penis itu, sementara lelaki kurus itu menunggu-ku sambil berkacak pinggang,..

Aku terus berusaha melawan, namun tenaga-ku dengan mudah dikalahkan oleh penjaga itu,.. aku menutup mulut-ku rapat-rapat namun lelaki kurus itu menampar wajah-ku,..

” Buka !!! ” bentaknya,.. aku menuruti kemauannya, terlebih rasa sakit itu terasa begitu nyata hingga aku mulai memasukan penis itu dalam mulut-ku,.. bau,..itu yang pertama kali kurasakan,sementara kurasakan juga bagaimana penis itu terasa asin saat mengena di lidah-ku,.. aku tak banyak lagi melawan, bahkan menahan rasa mual ini saja sudah terasa begitu menjijikan buat-ku,..

Perlahan dengan tuntunan si Penjaga kepala-ku bergerak maju mundur, terpaksa aku menggerakan lidah-ku menyentuh penis itu,.. penis yangterada begitu keras dan berdenyut-denyut ditambah lagi penis itu cukup panjang, sehingga membuat-ku tersedak beberapa kali,.. berulang kali aku hampir kehabisan nafas karena tak sekalipun aku diberi kebebasan untuk bergerak,.. aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan selain menjilati penis bau di mulut-ku ini,..

Penjaga itu menerima perintah untuk melepaskan-ku,. Aku menghirup nafas panjang, kufikir semua ini akan berakhir sekarang, namun semua perkiraan-ku itu salah, Lelaki kurus itu merobek Pakaian bawah-ku sekarang, tak sempat aku berteriak kaget, Lelaki kurus itu telah menarik tubuh-ku kearahnya,..

Ia duduk diatas bangku,.. sebuah bangku kayu,.. Ia meminta-ku untuk mengangkanginya,.. memaksa kami bertatapan dan aku harus duduk di pangkuannya,.. Ia mencoba berulang kali mencium-ku, sementara aku masih terus menolak ciumannya,. Si penjaga yang berdiri di samping kami malah ikut menurunkan celananya penis-nya sungguh besar, aku tak percaya dengan apa yang kulihat,..

Dan lelaki kurus itu pun berhasil mencuri ciuman-ku, aku tercekat merasakan lidahnya yang dipaksa masuk dalam mulut-ku, aku tak mengerti apa yang harus kulakukan, bahkan Lafayette hanya pernah mencium bibir-ku sekali, dan tidak seperti ini,..

Lidahnya terus berusaha masuk, mencium-ku perlahan, aku tak membalas, membalas ciumannya itu sama saja dengan mengatakan aku rela diperlakukan apapun, dan aku benci itu,.. aku masih berusaha melepaskan diri dari ciumannya,..

Namun malahan Lelaki itu seperti sengaja membiarkan-ku berdiri,.. penisnya diarahkan ke kemaluan-ku, aku merasakan benda tumpul yang seolah menekan masuk dalam vagina-ku itu, aku mendesah menahan rasa sakitm berulang kali aku berusaha berdiri, menghindari benda itu memasuki tubuh-ku, namun si penjaga itu tak tinggal diam, ia malahan menekan pundak-ku kebawah, menekannya hingga perlahan penis lelaki ini memasuki tubuh-ku,..

Ia melepaskan-ku sesaat membuat-ku langsung berdiri menghindar, perih itu yang pasti kurasakan, namun lagi-lagi penjaga itu menekan tubuh-ku kebawah, berulang kali, perih dan seolah melepaskan-ku dilakukannya berulang-ulang, seolah aku ini mainan mereka,.. dan akhirnya setelah sekian kali penis itu berhasil menekan masuk, merobek kesucian-ku,..

Aku menangis seketika, antara rasa sakit dan rasa kesal penuh keputusasaan, aku,.. aku telah kehilangan sesuatu yang snagat berharga dalam hidup-ku, pada orang yang smaa sekali tak kukenal dan tak kucintai, aku benci itu, harus menyerahkannya secara paksa pada orang-orang ini, namun perlahan aku merasakan penis itu menekan lebih dalam lagi, dan terus bergerak-gerak, perih dan sakit,..

Penis lelaki kurus itu menusuk begitu dalam, memasuki tubuh-ku, menghancurkan segalanya kehormatan dan kesucian-ku,.. aku menangis sejadinya,.. perih rasanya sementara ia terus tertawa sambil menggerakan tubuhnya itu,. Penisnya keluar masuk begitu cepat, tak pernah perduli dengan semua ringisan kesakitan-ku,..

Aku mendesah menahan rasa sakit, sementara tangan-ku tak pernah dilepaskan oleh penjaga itu, terus berusaha mengengamkan tangan-ku di penisnya yang besar itu,.. Aku terus dipaksa menggerakan tubuh-ku naik turun, seiring dengan gerakan penis lelaki kurus ini,..

Tangan-ku memeluk tubuh lelaki kurus ini, aku berusaha berpegangan, sementara rasa sakit itu kian begitu terasa pada tubuh-ku yang telah begitu berkeringat,.. tangis-ku tak pernah berhenti,.. Lelaki kurus itu terus mengejek-ku, berbincang dengan penjaganya yang sedang memaksa-ku memasturbasi penisnya itu,. Ia mengatakan bagaimana Vagina-ku meremas penisnya, dan itu sama sekali tak terdengar enak di telinga-ku,..

Tubuh-ku yang dipaksa naik turun memaksa tangan-ku itu ikut bergerak-gerak di penis si penjaga, penis penjaga itu jelas lebih besar dari penis si lelaki kurus ini, aku tak dapat membayangkan sakitnya bila ia sampai ikut memperkosa-ku, ini saja sudah terasa begitu menyakitkan,..

Tangan Si lelaki kurus itu meremas-remas dada-ku, sesekali lidahnya ikut menjilati tubuh-ku itu, seputaran puting-ku, aku menggelinjang geli, namun tetap saja semua ini terasa menakutkan, tangannya yang lain menarik-narik rambut-ku,.. sambil menampar-nampar bokong-ku membuat-ku terlonjak-lonjak menahan sakit namun dengan begitu tubuh-ku kembali bergerak hingga penis si lelaki kurus itu bergerak-gerak kembali keluar masuk dalam tubuh-ku,..

Desahan itu hanyalah desahan menahan rasa sakit, sementara kian lama kian cepat juga lelaki tua itu menggerakan tubuhnya, penisnya timbul tenggelam dalam kemaluan-ku itu sebelum akhirnya ia mendesah panjang, aku terlonjak kaget saat sebuah cairan serasa ditembakan oleh penis itu dalam kemaluan-ku,.. ia menarik rambut-ku hingga aku meneggadah keatas dan itu membuatku menahan rasa sakit yang teramat sangat,.. belum lagi rasa kaget-kuakan cairan kental yang menembak di dalam tubuh-ku itu pudar, aku diturunkan oleh lelaki kurus itu dari pangkuannya,..

” Milik-mu,.. ” Katanya ringan, seolah aku ini barang miliknya,..
Aku memandang pada penjaga itu memandang dengan penuh harapan ia akan melepaskan-ku,..
” Terima kasih Tuan,.. ” Kata si penjaga itu,.. Ia menyeringai penuh rasa terima kasaih, dan menatap-ku dengan pandangan lapar,..

Aku berusaha memohon padanya untuk melepaskan-ku,.. namun ia justru menarik wajah-ku, kini penisnya yang besar dan keras itu telah tenggelam dalam mulut-ku,.. lebih menjijikan, bau dan rasanya begitu aneh membuat-ku begitu mual,.. namuan ia tak melepaskan-ku begitu saja,.. tiap kali aku berhenti menggerakan kepala-ku ia menampar-ku berulang-ulang,.

Penjaga ini justru lebih kejam dan jahat daripada Tuannya itu,..Aku menangis, air mata-ku bahkan menetes di pahanya, namun ia hanya tertawa melihat tangis-ku itu,..

Tak lagi puas dengan mulut-ku, ia mendorong-ku, dari belakang ia mulai menekan penisnya di lubang kemaluan-ku itu, aku menutup mata-ku menahan rasa sakit, seolah tak jijik dengan kemaluan-ku yang tercampur sperma dari majikannya, dan juga darah keperawanan-ku yang baru saja terengut itu ia menekan penis besar-nya itu masuk dalam kemaluan-ku,..

Aku mengigit bibir bawah-ku menahan rasa sakit,..sementara penis itu kian ditekan lebih dalam dari sebelumnya,..aku menahan rasa sakit yang teramat sangat,.. vagina-ku yang masihbegitu rapat harus mencerna penis sebesar ini dan itu menyakitkan sangat menyakitkan untuk-ku,..

Aku berusaha mencengkram apapun yang bisa kucengkram, sekedar melampiaskan rasa sakit yang teramat sangat ini,.. namun desahan sakit-ku hanya dibalas dengan tawa yang mengelegar dari penjaga bertubuh kekar ini,..

Ia terus menggerakan bagian tubuhnya itu maju mundur dalam kemaluan-ku, aku menahan rasa sakit yang teramat sangat terlebih saat ia menarik rambut-ku sambil mencambuk tubuh-ku dengan jerami yang ada digudang itu, perih dan menyakitkan, namun ia hanya tertawa melihat apa yang dilakukannya itu pada diri-ku,..

Aku mendesah tak karuan, sementara kian lama kian cepat juga ia memperkosa-ku, ia terus memperkosa-ku tubuh-ku sudah terasa begitu lelah, dan masih menyakitkan, aku ingin secepatnya tak sadarkan diri agar tak merasakan rasa sakit ini lagi, ingin semuanya cepat selesai hingga akhirnya Penjaga itu memuntahkan spermanya dalam kemaluan-ku itu,..

Sambil melolong panjang, ia mendesah hebat menggerakan penisnya itu kian cepat sebelum penisnya mulai melelehkan spermanya dalam tubuh-ku,.. Setelahnya tubuhku langsung ambruk, lelah dan menyakitkan, sementara semua rasanya begitu berputar dan aku tak sadarkan diri lagi

#####

Aku terbangun saat para petugas keamanan menemukan-ku di dalam gudang jerami itu, dan menutupi tubuh-ku, aku berusaha menutupi wajah-ku saat warga sekitar ikut mengerumuni tempat itu, aku malu, sementara seorang lelaki digiring masuk oleh para petugas, tak berbusana dan yang lebih mengagetkan lelaki itu LAFAYETTE

Bukan, aku tahu bukan dia yang menjadi dalang semua ini, semua rasanya konspirasi, namun aku tak dapat mengejarnya, mereka membawa Lafayette begitu cepat,.. katanya mereka menemukannya terbaring tanpa busana di sebelah-ku dan mereka yakin ia yang melakukan semua ini,..

Bukan, aku yakin bukan dia,.. aku pulang, aku harus pulang untuk meluruskan semua ini, ayah, pasti ayah bisa melakukan sesuatu,..

Namun sebuah kebusukan lain kembali terjadi dalam hidup-ku,..

Aku menemukan tubuh ayah-ku terbujur kaku tak bernyawa,.. Entah apalagi arti semua ini, hidup-ku terasa begitu hancur,.. rasanya aku kehilangan segala penopang hidup-ku sekarang,..

Kehormatan, kesucian, dan keluarga-ku lenyap dalam satu malam,..

Dalam kebinggungan aku harus berfikir keras,..Apa aku harus membuka aib-ku untuk menyelamatkan Lafayette,.. aku bertemu dengannya beberapa kali setelah pemakaman ayah yang dihadiri oleh Raja dan anggota keluarga,..

Tak Lama kebusukan kerajaan kian terlihat jelas dimata-ku,.. beruntung kerajaan melakukan brunder besar dengan mengangkat Étienne Charles de Loménie de Brienne, Seorang uskup,.. ia memang melakukan beberapa perubahan Radikal sesuai keinginan Kerajaan, namun di sisi lain ia juga mendukung Ide Ayah yang menerapkan pajak merata,.. Untuk sekian lama Kerajaan berada dalam keadaan membinggungkan dalam menentukan kebijakan mereka,..

Lafayette meminta-ku untuk tidak membelanya, lebih penting untuk menjaga nama baik keluarga-ku, membelanya sama saja mebuka aib bahwa Putri Bangsawan De Callone diperkosa oleh seseorang, ia terus meminta-ku untuk tidak membelanya,.. aku bimbang rapuh dan sangat lemah,..

Sedangkan aku saat ini berada dalam lindungan keluarga Beatrice,.. Romo Sieyes sudah menjadi ayah kedua bagi-ku,.. aku bimbang, dan putus asa aku berkali-kali menangis, entah berapa banyak air mata yang telah menetes dari mata-ku, hingga di pertemuan-ku yang terakhir dengan Lafayette sebelum peradilan, aku membulatkan tekad-ku,..

Aku melihat lelaki itu disana,..

Aku mengenalnya sekarang,,..

Semua konspirasi Kerajaan , scenario untuk menghancurkan keluarga kami,..

Lelaki itu Comte De’Artois

#####

” Dan Yang Mulia, bila seseorang yang kita cintai, haruskah ia melakukan ini semua ?? ” Aku berusaha membela diri-ku dan juga Lafayette,..

Aku melihat tempat untuk terdakwa yang masih juga kosong,.. sudah lewat 5 persidangan, dan tak pernah Lafayette menghadirinya,.. Aku tahu ia masih hidup, memimpin perjuangan rakyat dari dalam penjara sana, namun aku ingin melihat wajahnya, memastikan ia baik-baik saja,..

” Bastille dan seumur hidup,.. ” Putus Hakim itu, ini rasanya lebih mirip penghakiman pada tahanan Politik yang berbahaya, meski yang dituduhkan pada Lafayette tak lebih dari seorang Penjahat Seks dan pemerkosa,..

Aku tertunduk, rasanya semua perjuangan ini sia-sia,.. diluar sana aku tahu, makin banyak rakyat yang tak puas pada kerajaan, mereka butuh seseorang, seseorang yang bisa menjadi semangat dalam perjuangan mereka…

Ayah Beatrice membantu-ku keluar dari ruang persidangan itu, ruanga persidangan terkutuk yang terlalu dirusak oleh kekuasaan dan ketakutan,..

Aku tahu, aku harus melakukan sesuatu, untuk Lafayette,.. untuk Kami,.. untuk Rakyat, untuk Perancis yang lebih baik,..

” Paman ,.. ” Bisik-ku
Romo Sieyes, memalingkan wajahnya pada-ku,..
” Ya anak-ku Ata,.. “
” Paman tahu kan, aku yakin paman bisa melakukan sesuatu,.. “
Paman Sieyes tampak diam, ia tak yakin, meski ia sendiri sadar ia bisa melakukan sesuatu yang lebih, terlebih ia memiliki dukungan rakyat dibelakangnya,.. terutama setelah tulisannya tentang ” Kelompok ketiga ” yang berisi dugaannya tentang ordo-ordo yang memiliki hak-hak istimewa
” Aku akan mendukung-mu paman, aku akan terus berjuang,.. “
” Baiklah anak-ku aku tahu harus apa,.. kita kan berjuang bersama,.. pasti ” Air mata-ku mengharu, terlebih setelah mendengar perkataanya itu, rasanya semangat hidup-ku kembali pulih,. Aku seolahtahu kemana kaki-ku harus melangkah,..

Paris, 28 Mei 1789

Revolusi itu dimulai,.. Setelah menghubungi semua pihak yang mendukung Revolusi ini, Romo Sieyes memulai perjuangan ini dengan cara-nya,.. Pembentukan Estate ( Majelis ) tandingan, dimulai di Paris,..
Dukungan yang kian lama kian bertambah membawa kami melakukan hal-hal yang jauh lebih radikal,.. membentuk orde ini menjadi Majelis Nasional, dengan berbagai pertimbangan Jane-Sylvain Bailly, ayah Jane memasang dirinya sebagai pimpinan,.. kami mulai menggalang kekuatan rakyat menyuarakan aspirasi rakyat dan semua yang bisa kami lakukan untuk meminta kerajaan melakukan kebijakan yang mendukung rakyat, dan mengurangi kekuasaan kerajaan itu sendiri,..

Aku tahu ini tak mudah, satu persatu dari kami mulai dijatuhi hukuman, namun itu semua tak membuat perjuangan kami mengendur,.. Langkah tegas diputuskan oleh Jane-Sylvain Bailly,.. Pasukan kerajaan yang mengepung tempat kami bertemu Salle de’s Etat membuat kami pindah ke lapangan Tenis dekat tempat pertemuan, disana kami bersumpah akan tetap bersama sampai perjuangan ini berakhir ( Sumpah Lapangan Tenis / 20 Juni 1789 )..

Dukungan kembali muncul, semua hanyalah permainan politik namun meyakinkan golongan-golongan masyarakat yang memiliki pengaruh bukanlah hal yang mudah, aku terus berjuang, aku berusaha meyakinkan mereka,.. berdebat, cucuran air mata dan rasa putus asa yang acap mendatangi-ku, membuat aku kian tangguh untuk berjuang, bersama dengan bantuan teman-teman yang lain akhirnya para golongan masyarakat itu mulai membantu kami, dimulia dari golongan Gereja, disusul 57 keluarga kerajaan yang meyatakan dukungan pada kami. 27 Juni, kekuatan kami membuat Kerajaan mulai ketakutan, dan saatnya memulai sesuatu yang lebih radikal,.

9 Juli tahun yang sama, majelis ini kembali berubah, menegaskan eksistensi dan kekuatan kami,.. Majelis Konstitusi Nasional,..

#####

Bila sebuah Negara yang memikirkan kepentingannya satu golongan sendiri,..
Bila sebuah Negara yang hanya memikirkan Kesenangan para anggota kerajaan dalam pesta-pesta dan minuman,..

Maka Negara itu ibarat seuah kapal bolong yang akan berlayar

Bila Sebuah Negara yang membiarkan para pejabat dan kerajaan mengisi perut mereka kenyang-kenyang sementara rakyat mereka harus mengais untuk mendapatkan makanan mereka,..

Maka Negara itu ibarat kapal yang akan tenggelam

Saat Sebuah Negara tak lagi memiliki dukungan rakyat,
Saat Sebuah Negara tak lagi memiliki kepercayaan rakyat
Saat Sebuah Negara tak lagi memiliki Konstitusinya

Maka Negara itu adalah kapal yang tenggelam

#####

Aku tahu ini semua lebih memberanikan kenekatan, dibanding sebuah keberanian, aku melakukannya, demi semua yang ingin aku perjuangakan, meski tahu, mata-mata kerajaan selalu mengawasi kami,. Selalu menatap kami dan selalu siap menenggelamkan kami,.. tapi aku mengatakannya,..

Paris, 14 Juli 1789
Bastille

Pertempuran selama 4 jam di depan penjara Bastille, simbol kekuasaan absolute kerajaan berhasil ditumbangkan,.. Marquis Bernand de Launay, saat itu menjabat sebagai Gubernur terbunuh dalam insident itu,..

Massa berhasil membebaskan 7 tahanan,.. 4 pemalsu document Negara,.. dakwaan kebohongan yang digunakan untuk menutupi aib para bangsawan, 2 orang yang nyaris gila karena hukuman yang diberikan oleh mereka,.. dan seorang “penjahat seksual” bernama Lafayette

Dengan segala perjuangan rakyat,.. Raja dan para pendukungnya mundur dari Paris, dibalai kota Prevot des marchands ( Walikota ) Jacques de Flesselles,. Didakwa oleh Massa atas penghianatan terhadap rakyat yang ia lakukan,.. meski kemudian ia terbunuh dalam perjalanan menuju pengadilan, besar kemungkinan Kerajaan terlibat langsung didalamnya,..

Jean-Sylvain Bailly, ayah Jean menerima Komando rakyat, menjalankan peran sebagai walikota dan merehabilitasi system pemerintahan yang ada dengan system baru yang dikenal dengan Commune,. Lafayette yang telah menerima dukungan rakyat selama ini mendapat kepercayaan untuk memimpin Garda Nasional,..

Kekuasaan rakyat terus meningkat, perjuangan rakyat tidaklah mudah untuk menuntaskan perjuangan mereka, masih akan begitu banyak darah, air mata, dan keringat yang diperlukan masih 6 tahun lagi hingga kerajaan ini akan tumbang,..

Raja Louis yang lemah, namun selalu berada dalam tekanan permaisurinya itu mengeluarkan semboyan yang tidak popular untuk mempertahankan kekuasaannya, Semboyan selama ini ” Vive la nation “ ( Hidup Negara ) symbol keagungan kerajaan dirubah menjadi ” Vive le Roi “ ( Hidup Raja ) dan yang paling terkenal ” L’e etat ce es Mo I ” ( Negara adalah saya )…

Paris, 16 Juli 1789

Hari itu hujan sejak pagi,..

Lafayette berdiri di sebuah panggung, tangannya mengenggam sebuah bunga,.. bunga matahari kesukaan-ku,.. Ia menatap lama, menatap penuh arti tak ada senyuman diwajahnya,.. perlahan ia merunduk,.. menaruh bunga Matahari itu diatas benda yang sejak tadi ditatapinya,..

Entah air mata, atau air mata yang mengalir di wajahnya,..
Bunga Matahari itu ia letakan tepat di bangku yang ada di benda itu, sebelum ia meninggalkan tempat itu, para pengawalnya memayungi dan selalu mewaspadai para tokoh Revolusi dari ancaman keselamatan mereka, mereka mulai berjalan menjauh, menjauhi tempat itu, sebuah panggung dengan sebuah Guillotine diatasnya,..

3 hari yang lalu, tanpa dakwaan yang jelas, seorang gadis kehilangan nyawanya,.. terpenggal di depan banyak orang, memancing kemarahan rakyat, kemarahan yang sudah demikian mengubun di kepala mereka, melewati batas kesabaran mereka, atas kesewenangan kerajaan..

Dinding-dinding tempat itu dipenuhi coretan,..
Laisse Ata vivre Soleil de Francais
( Biarlah Ata menjadi Matahari Perancis )


SMK Magang

Ketika aku masi di smk, kurikulum mengharuskan aku mangang selama 2 minggu hari kerja artinya selama 3 minggu kalender, daftar perusahaan yang mau menerima magang siswa smk dikasi, segera aku pilih yang relatif dekat dengan kos ku, kudu cepetan karna kalo dah keduluan temenku ya tertutuplah kesempatan magang di perusahaan yang dah aku pilih. Berbekal surat pengantar dari smk segera aku mengunjungi perusahaan tersebut. Kepada satpam yang bertugas di pintu masuk aku harus menerangkan panjang lebar maksud kedatanganku, resek banget deh tu satpam, kaya bos ja dia mengiterogasi aku, padahal aku kan gak da maksud mencuri atawa berbuat onar. Aku sampe bilang, “Ni kan ada surat resmi dari smk pak, saya harus magang diperusahaan ini dan perusahaan dah bersedia menerima siswa magang, ni daftar resmi perusahaan yang dikeluarkan dari sekolah”. Baru tu satpam resek membolehkan aku masuk. Aku diantar ke resepsionis, yang satpam lagi. Kayanya kalo perusahaan manufaktur, semua garis depan dijaga satpam. Baiknya satpam yang resepsionis gak nanya macem2, cuma baca surat pengantar sekolah trus menghubungi pejabat terkait. Aku disuru nunggu karena pejabat terkait masi miting. Selama nunggu aku dikasi aqua gelas, lumayan deh untuk mengobati hausku karena dah berpanas2 jalan kaki diterik matahari menunju ke perusahaan itu dari kos ku. Karena deket ya aku jalan aja, lumayan kan menghemat waktu dan ongkos angkot. Ampe ngantuk aku nunggunya, satpam resepsionis menghampiriku dan menyodorkan formulir untuk aku isi. Segera aku isi formulir itu, nanya tentang nama, tempat tanggal lahir, sekolah, ortu, banyak bener deh yang kudu diisi, karena prosedur ya terpaksa diikuti aja. Selesai isi form, form kuserahkan lagi ke satpam dan aku disuru nunggu lagi, “Masi aus dek?” tanya satpam sambil nyodorin aqua gelas satu lagi. Sambil mengucap maacih, kutrima tu minuman dan segera kutenggak abis. Aku nunggu lagi, lama juga, eh karna dah minum 2 gelas jadi pengen buang aer imut. Nanyalah aku ke satpam dimana toiletnya, diunjukin ma satpam, buru2 aku ketempatnya untuk menunaikan tuntutan badan. Ketika aku kembali ke ruang tunggu tu satpam bilang, “Kamu dah ditunggu ma pak…” (dia menyebutkan nama, gak usah disebut dimari deh ya). “Pak … jabatannya apa pak”, tanyaku. “Dia kepala perso”. “Perso tu paan pak”. “Personalia”. “Ooh”, jawabku, ngomong singkat2 gitu apa maksudnya ya batinku.

Si bapak ternyata ramah banget, ganteng lagi orangnya, seneng aku ngeliatnya. Dia baca surat sekolah dan formulir yang dah aku isi, dan mulailah dia ngajak aku ngobrol, dia nanya macem2 berdasarkan yang dah aku isi di formulir itu, sampai akhirnya dia tanya, “Kamu cuma 2 minggu ya magangnya”. “iya pak, sekolah mengharuskannya 2 minggu aja”. “Kurang tu kalo mo tau dikit tentang perso”. “Bole nanya gak pak”. “Ya bole lah, buat cewek semanis kamu apa si yang enggak”. Eh demen gombal juga ni bapak, aku cuma senyum ja menanggapi penggombalannya. “Kok bapak nyebut perso, tadi satpam juga bilang gitu”. “Biar singkat aja ngomongnya, tu efisien namanya”. Aku manggut2 aja, padahal gak ngarti efisien tu apa. “2minggu kurang Nez, magang perso kudu 3minggu, seminggu tentang admin training, seminggu admin rekrutmen dan seminggu admin perso”. “Admin tu paan pak”. “Wah aku seneng ni, kamu banyak tanya, artinya mo blajar banyak. Administrasi, biar efisien nyebutnya admin aja. Bisa gak 3minggu”. “Wah kudu nanya ke sekolah pak, Inez gak bisa jawab pertanyaan bapak”. “Ya udah aku call dulu deh kepsek kamu”. Dia minta operator nyambung ke nomer telpon sekolah, setelah nyambung dia bicara dengan kepsek tentang waktu magang. “O gitu ya pak, kalo gitu klop lah dengan rencana saya, makasi pak, jelas sekarang”, katanya sambil menutup pembicaraan dengan kepsek. “2minggu disurat kepsek tu maksudnya 2minggu hari kerja”. “Maksudnya apa tu pak?”tanyaku lagi. “iya, 2minggu kan 14 ari, jadi 14 hari kerja, itu artinya 3minggu kurang seari, dan kata kepsek bisa digenapkan 3 minggu penuh”. “Gak ngerti pak”. “Gini lo anak manis, hari kerja dimari kan 5 hari seminggu, jadi kalo 3 minggu magang butuh waktu 15 ari. makanya 2minggu magangnya kamu dimari menurut surat kepsek tu artinya 14 ari kerja, sabtu minggu gak diitung kerna libur, kan sama dengan 3 minggu kurang seari. Kep sek setuju kamu magangnya ditambah seari lagi biar lengkap 3 minggu. Mulai ni ari ya”. “Iya pak”.

Mulailah dia menerangkan semua seluk beluk mengenai departemen perso yang dipimpinnya, aku dikenalkan ma semua staf perso, Staf yang ada di kantor disuru masuk ke ruang miting semua, aku disuru mengenalkan diriku kepada semuanya, dan mreka mulai nanya2 tentang aku, pada nggangguin aku malu sehingga sering aku tersipu. Acara perkenalan selesai, “Bagus, gitu caranya kenalan ma orang, aku suka cara kamu ngejawab pertanyaan yang konyol sekalipun. supaya lebih baik lagi seharusnya begini ni”, dia ngajarin aku gimana komunikasi ma orang laen. Wah asik juga magang kaya gini, seblonnya aku kira kerjaan yang ngebosenin karena kaya disuru jadi ob aja, itu kata kakak kelas yang dah pernah magang. Ternyata aku gak salah mili perusahaan ini, karena bener2 aku dikasi pengalaman baru yang berguna. Demikianlah aku mulai magangnya di departemen training dibawah supervisi si bapak dan supervisor training. Mbak supervisornya juga ramah dan helpful banget. Setiap sore aku kudu lapor ke bapak tentang apa aja yang aku pelajari hari itu, apa kendalanya dan mana2 yang blon ngerti, si bapak nerangin semua yang aku blon ngerti dan menjawab pertanyaanku. “Wah Nez kamu beda banget deh ma yang perna magang dimari dari smk kamu, kamu banyak nanya, banyak nyatet, kalo yang dulu2 mah ngantukan semua”. “Iyalah pak, Inez mo dapet sesuatu disini, masak mo buang waktu percuma”. “Bagus, bole tu kalo kamu dah lulus kerja dimari”. “Bener pak”. “Ya kalo da kebutuhan”. “Kebutuhan apa pak”. “Ya butuh nambah orang”. Aku manggut2 aja. Demikianlah waktu cepet berlalu karena aku seneng banget ngejalaninya.

Minggu kedua di rekrutmen, kerja rodi banget deh karena kerjaannya cuma nyortir surat lamaran yang masuk, karungan lagi, bosen banget deh, yang gak kepake langsung masuk mesin shreder kertas. aku cuma dipesenin paperclip ma stepleran kudu dilepas biar gigi mesin shredernya gak rusak, dapet sekantong tu paperclip, gak bole dibuang, bisa dipake lagi, jadi gak usah beli, biar efisien kata supervisor rekrutmen, cewek juga. O ini toh artinya efisien, gak tau hemat gak tau pelit ya. Karena gak banyak pertanyaan tentang bagian ini, maka si bapak bilang kalo gak da pertanyaan gak usah ketemu dia, aku bole langsung pulang ja kalo dah waktunya.

Minggu ke 3 laen lagi nuansanya, bagian perso kaya bagian kranjang sampah, semua bengek masuk kesitu, teteknya mah dinikmati bagian laen. Aku blajar banyak banget, aku bilang ke si bapak, kudunya di rekrutmen 2 ari aja, biar lebi banyak lagi blajar dimari. Aku diajari gimana ngomong ma bagian laen yang marah2, gimana supaya bisa nyelesain konflik, kalo corn flake tinggal dicampur susu anget, beres. Aku semangat banget magang di perso, supervisornya cowok, dia seneng banget ngajarin aku. aku juga banyak bertanya ma si bapak selepas jam kerja, sehingga aku pulangnya selalu malem. si bapak telaten sekali ngasi bimbingan ke aku. Pulangnya aku diajak makan. aku dah brani ngejawab gombalannya.

“Nez, kamu dah imut, sexy, mulus, kulit kamu putih lagi”. “Mangnya napa kalo putih pak, lagian inez kan kurus masak sexy si, tocil kan pak”. “Kalo diluar gini jangan panggil pak dong”, “Bis manggil apa dong, om aja deh ya”. “Boleh, justru karena kamu imut jadi badan kamu proporsional, makanya aku bilang kamu sexy, Lucu lagi kalo imut tapi toge, gak imbang jadinya”. “Mang om suka ma yang imut ya”. “Iya, bisa digendong kemana2″. “Kok gendongan?” “Blon perna ya digendong cowok kamu, asik lagi. Kamu da cowoknya kan”. “Ada cuma jarang ketemu”. “Trus kalo ketemu ngapain”. “Ada deh, om mo tau aja”. “Lo kan kamu mau tau semua urusan kerjaan aku kasi tau, ni aku nanya atu aja kok kamu gak mo ngasi tau si”. “Ya gitulah om, anak muda kalo dah lama gak ktemu ngapain?” “Ngangon burung ke sangkarnya ya Nez, asik dong”. “Jarang kok om ktemunya, dia da dilaen kota, jadi kalo ada waktu baru bisa ngapelin Inez”. “Mangnya kerja ya”. “iya”. “Jablay dong kamu ya, mau gak aku yg blay”. “Ih si om genit”. “Tapi suka kan”. “Ge er, sapa lagi yang suka”. “aku suka banget ma kamu, sejak pertama ktemu kamu”. “Masak si, kan om dah kluarga”. “Sapa bilang, aku dah pisah lagi”. “anak?” “da 2 orang, ikut ibunya, jadilah aku jomblo, baeknya da kamu yang nemenin”. “Om kesepian ya”. “Iya Yang, kamu mo gak nemeni aku”. Wah meningkat ni kedudukan aku, dipanggil Yang. Aku senyum2 ja, “mangnya om gak malu jalan ma abg kaya Inez”. “Napa mesti malu, kamu kan cantik, mau ya jadi cewek aku”. Buset dah ni om, galau banget dia. “Job desc cewek om apa”. “Wah hebat, blajar ampir 3 minggu dah bisa nyebut job desc, ya menghibur aku lah, mau ya Yang”. Tanpa sadar aku ngangguk, soalnya aku juga seneng banget liat si bapak. Supervisor perso juga ganteng tapi kan dia masi muda, seleraku om2 kali ya. Abis makan dia nganterin aku ke kosanku, “Om, kalo jalan ma om Inez ganti baju dulu aja ya, tadi makan ja diliatin orang2″. “Kamu bawa baju ganti ja, seblon pulang kantor kamu ganti baju dulu”. “Ntar ditanyain orang kantor om”. “Bilang ja mo ke tempat temen, ada kerjaan skolah”. Pulangnya seblon aku turun dari mobil, dia mencium pipiku, aku sampe tersipu, “mimpiin aku ya Yang”. Besoknya dikantor dia biasa aja kaya gak da papa ma aku semalem, aku juga manggil dia bapak lagi.

Sampelah hari terakhir magangku. Dia bikin semacam upacara pelepasan dengan para supervisor dan staf yang ada di kantor, aku dikerjain abis2an, disuru crita kesan2 selama magang, ditanyain semua hal dan aku kudu jawab, kaya siapa yang paling nyebelin. Gak bisa kan aku nunjuk orang, jadi pandai2lah aku ngejawabnya. Supervisor perso bilang, “Wah Inez pinter banget deh, diajarin skali langsung bisa praktek”. Yang laen ngejodoin aku ma supervisor perso yang ternyata masi jomblo. Aku ngeliat ke si bapak, dia tenang2 aja mendengar gurauan stafnya, malah ada yang nyuru supervisor perso berdiri disebelahku dan di foto2in pake hape, disuru meluk pundakku, pinggangku, eh dianya nurut aja, aku si cuman cengar cengir ja, aku gak enak ma si bapak, cuma si bapak tenang banget, gak da prubahan papa di wajahnya, senyum2 ja. Setelah semua acara pamitan slesai, aku nunggu si bapak di halte deket kantor, setiap sore memang aku nunggu dia disitu, dia kan dah sminggu ni ngajak aku makan malem trus, lumayanlah ada yang mbayarin.

“Om, gak papa kan tadi candaan temen2″. “Gak papa kok, kamu suka gak ma dia”. “Bukan selera Inez om”. “Lo, bisnya selera kamu yang kaya apa”. “Yang kaya om, cowok Inez juga tipe om2 kok”. “O gitu, bagus dah, jadi aku gak da saingan di kantor”. “Kita jalan ke ancol yuk”. “Ngapain om”. “Kamu perna ke pasar seni gak”. “Gak tu om, mangnya mo liat paan disitu”. “Ya liat2 seni lah, asik juga liatnya, mau Yang”. aku dah ganti baju, aku pake jin ma tengtop ja, biasanya aku pake blus en rok kalo makan malem. “Kamu sexy banget deh, kok gak pake baju kaya biasanya”. “Kan hari trakhir, jadi pakeannya dibedain”. “Kok terakhir, katanya mo jadi cewek aku”. “Ya tapi kan ketemunya gak bisa tiap ari om, Inez kan kudu sekolah, ada tugas yang kudu Inez selesaiin”. “Ya gak papa, jumat malem ja kita ketemuannya ya”. “Kalo gak da kerjaan buat weekend ya om, kadang tu ada tugas kelompok, ya ngerjainnya kalo weekend”. Dia ngangguk ja. “Mau ya ke pasar seni”. Aku cuma ngangguk ja. Di pasar seni aku digandengnya kemana2, kadang pundakku dipeluk, kadang pinggangku dipeluk sambil ditarik merapat ke badannya. Aku cuma bermanja2 ma dia. Kayanya dia ngebales keselnya dia tadi waktu si supervisor meluk2 aku waktu di foto2in. Kita nyari makan, ngobrol berlama2, gak kerasa dah ampir tengah malem. “Nez cape ya, cari tempat istrahat yuk”. Wah naga2nya mo ngajak cek in ni, aku blaga pilon ja”. “Ya pulang aja om”. “aku cape banget deh, gak sanggup nyetir lagi, kamu bisa nyetir gak”. “Gak bisa om”. “Ya udah ke hotel ja yuk, kan dimari ada hotel juga”. “Kan mahal om”. “buat kamu apa si yang enggak”.

Dia membeli beberapa botol soft drink, menggandeng tanganku ke parkiran mobil, dibukanya pintu mobil dan aku duduk, gak lama kemudian mobilpun meluncur ke motel yang ada disitu. Kayanya jam2an deh, gak tau deh dah ampir tengah malem gini gimana itungannya, katanya si dapet lebi dari 6 jam. Mobilnya masuk garasi, dia turun dari mobil, akupun ikut dan kita masuk ke kamar. Aku langsung berbaring ja di ranjang masi dengan pakean lengkap, isinya cuma ranjang besar, kaca rias, tv, seperangkat sofa dan banyak kaca di dindingnya. kamar mandinya cuma da shower, toilet dan wastafel, ada anduk dan toileteris yang di bungkus plastik. Gak lama lagi terdengar ketukan pintu, si bapak membuka pintunya dikit dan membayar biaya kamar.

Sambil berbaring dengan pakaian masih lengkap, kami bincang- bicang. Dia yang move duluan, tangan kanannya memeluk tubuhku, dah kepalang tanggung berdua dengan dia diranjang, aku tidak segan-segan lagi membalas pelukannya, sehingga kami saling berpelukan dalam keadaan berbaring menyamping. “Dah sejak awal ketemu aku pengen meluk kamu di ranjang gini deh Nez, kesampean juga”, dia sedikit berbisik ketika wajah kami sudah saling menyentuh sehingga napas kami sudah saling beradu. Kemudian bibirnya langsung merambah bibirku, sambil dia memasukkan lidahnya dalam mulutku, sehingga kami saling mengisap, saling bergumul dan memainkan lidah dalam mulut kami masing-masing.

Permainan mulut dan lidah kami berlangsung semakin rapat dan cukup lama, sampai kami merasa terengah-engah akibat kecapean mengisap. Sambil bermain lidah, dia mencoba memasukkan tangan kanannya ke dalam tengtopku hingga masuk ke dalam braku. Aku tidak tahan lama dipermainkan toketku, apalagi dia meremas-remas kedua toketku dengan lembut dan sesekali memlintir2 putingku yang mulai mengeras dan menonjol itu. Aku tidak mampu lagi menyembunyikan kenikmatan yang kurasakan dan terasa aku mulai terangsang, aku mulai mengerang-erang kecil. “Nggak mau mandi dulu om?” tanyaku. “Nantilah, kan blon kringeten, lagian ada ac”, jawabnya sambil tetap memainkan lidahnya dalam mulutku dan meremas-remas toketku yang imut.

Namun karena ia nampaknya sudah sangat terangsang, ia tiba-tiba melepaskan pelukannya dan mengeluarkan lidahnya dari dalam mulutku lalu duduk sambil satu demi satu ia buka kancing bajunya hingga terlepas dari badannya. Aku hanya mampu menatap kekarnya dadanya, masi perkasa banget keliatannya. Warna kulit kami sangat kontras karena kulitku putih sementara kulitnya agak hitam.

Setelah ia melepaskan baju kain yang dikenakannya, ia lalu kembali berbaring, “Tengtop kamu dilepas ya”. Aku cuma mengangguk, dia bangun lagi dan melepaskan tengtopku. aku mengangkat kedua tangan keatas untuk mempermudah lepasnya tengtop dari tubuhku. Kami kembali berpelukan dan bergumul di atas kasur yang empuk. Kali ini aku menindihnya masih mengenakan bra warna putih, sementara dia bertelanjang dada. Namun hal itu tidak sampai bertahan lama, sebab dia tidak tahan lagi mau segera melihat isi dalam braku. braku pun segera menyusul, dia menyelipkan kedua tangannya ke punggungku, aku mengangkat badanku sedikit untuk mempermudah dia melepas kaitan braku. lalu dia meremas-remas toketku dengan penuh napsu. “Kecil kan om”. “Gak lah, segini justru pas ditanganku”. segera dijilatinya dan diisap-isapnya pentilku yang imut yang dah mengeras.dia mengemut pentilku keluar masuk mulutnya sehingga kedengaran bunyinya akibat air liurnya yang membasahi pentilku.

Mulutnya turun menciumi perutku membuat aku menggeliat kegelian, “Geli om, udahan dong”. dia segera melepas kancing jinsku dan menariknya kebawah. aku mengangkat pinggulku untuk membantunya sehingga lepaslah jins ku dari kakiku menyisakan cd miniku aja. Dia menggosok selangkangaku yang masi tertutup cd sehingga menjadi sedikit basah, “Dah mulai napsu ya Nez”. “He eh”, aku hanya mengguman saja, menikmati elusannya di selangkanganku. Tak lama kemudian, cdku pun dilepasnya. Kembali aku mengangkat sedikit pinggulku untuk mempermudah dia melepas cdku, dan telbul lah aku didepannya. Matanya berbinar2 menelusuri tubuh telanjangku dari ujung rambut sampe ujung kaki, “ck ck ck”, decaknya. di antara selangkanganku terdapat seonggok daging yang cukup empuk dengan tonjolan daging mungil antara kedua belahannya, nampak warnanya agak kemerahan dan kulit disekelilingnya juga berwarna putih dengan bulu2 halus yang menerawang sedikit. Kini aku dalam keadaan bugil penuh sambil baring dengan merenggangkan kedua pahaku yang menjepit daging empuk itu.

Tanpa berlama-lama, segera dia segera menjulurkan lidahnya menelusuri daging empuk yang terbelah dua itu. tidak terlalu sulit baginya untuk memasukkan lidah ke lubang tengahku itu. Semakin lama semakin dipercepat kocokan lidahnya kedalam mekiku sehingga mengeluarkan bunyi seperti kucing yang menjilat air. Aku menjadi semakin histeris dan menggerak-gerakkan pinggulku serta aku mengangkat tinggi-tinggi kedua kakiku hingga ujungnya bersentuhan dengan bahunya sambil tetap merenggangkannya. Dia semakin leluasa memasukkan lidahnya lebih dalam dan memutar-mutarnya sehingga terasa mekiku semakin mengeluarkan cairan yang membasahi seluruh dinding lubang mekiku.

“Aduh.. om.. enak sekali om.. terus om.. aahh.. uhh.. mm..” hanya suara itulah yang berulang-ulang keluar dari mulutku ketika dia menggerak-gerakkan ujung lidahnya pada lubang mekiku. “Kamu merasa enak sayang? Bagaimana sekarang? Aku masukkan saja?” tanyanya sambil terus mempermainkan lidahnya dalam lubangku. “Auh.. hee, ohh.. ehh.. mm..” Suaraku itu semakin menaikkan rangsangannya sehingga akhirnya dia secara berturut-turut membuka celana dan cdnya sekaligus sampai tubuhnya sudah telanjang bulat. Aku mengambil alih permainan, aku mau merangsang dia juga agar kenikmatan yang kami ingin raih bersama bisa maksimal.

Aku mengambil posisi disisi kanannya dan mulai menghisap pentilnya serta gigitan kecil di sekitarnya sambil tanganku mulai ikut mengocok kontinya. “Ihh.. ahh.. uhh..”, hanya itu yang dapat keluar dari mulutnya. “Ouh.. sst.. aduh nikmat Nez..”, sambil merasakan terus sensasi kenikmatan yang melanda tubuhnya. Aku mulai sejengkal demi sejengkal menjilati setiap bagian tubuhnya, tidak ada yang terlewatkan. “Ahh.. Yang.. ohh.. sstt..”, serunya sambil tubuhnya mulai menggeliat seperti cacing menahan rasa geli bercampur nikmat karena permainan lidahku pada tubuhnya. “Kamu blajar yang beginian dari cowok kamu ya Yang”. “He-eh”, gumamku. “Ohh.. hoo.. huss”, erngnya kembali sambil mulai mengangkat-angkat pantatnya ketika mulut dan lidahku sudah sampai di sekitar bagian paling sensitif tubuhnya. “Ayo.. Yang.. sedot dong, hoo..”, dia menyuruhku menyedot kontinya yang berdiri tegak seperti tiang bendera disertai mengalirnya air bening kenikmatan yang keluar dari lubang kontinya. Tetapi aku tidak menghiraukan permohonannya, aku justru asyik memainkan di sekitar selangkangannya dan sesekali singgah di biji pelernya yang mulai memerah.

Napasnya mulai tidak beraturan, namun aku belum juga menyentuh batang kontinya yang semakin deras mengeluarkan air bening seperti sedang menangis minta dijamah. Sampai-sampai bulu-bulu di sekitar pangkal kontinya sudah terasa basah semua. “Ahh.. .. sekarang sedot kuat-kuat Yang..”, pintanya lagi. Kini batang kontinya mulai kujilat perlahan-lahan oleh seperti sedang menjilat lelehan es lilin yang airnya mengalir turun di batangnya. Ketika ujung lidahku menyentuh lubang kontinya aku mulai memutar-mutar lidahku itu disitu. “Oh.. nikmatnya, hoo.. sekarang sedot Yang”, kembali dia memohon agar aku menghisap kontinya, jangan hanya dijilatin saja. ” ohh.. masukkan semua di dalam mulutmu, ohh..”, serunya ketika aku sudah memasukkan kontinya di dalam mulutku. Dia mengerang gak keruan ketika merasakan kontinya sudah kuat kusedot2. Apalagi gerakan itu kulakukan tanpa bantuan tanganku, semuanya kulakukan hanya dengan mulut dan lidahku aja.

“Sst.. ohh.. Yang sedot terus”, serunya mulai tidak karuan dengan napas yang mulai memburu. “Ahh.. terus Yang..”, serunya lagi terus menyuruhku mengocok kontinya dengan mulutku. “sedikit lagi Yang, aku sudah mulai rasa ya.. ohh..”, serunya sambil pantatnya ikut bergoyang kiri kanan mengimbangi mulutku yang maju mundur di batang kontinya. “Om.. keluarkan di dalam mulut Inez ja, Inez ingin sekali minum semua mani om”, kataku sambil memasukkan kembali kontinya ke dalam mulutku dan mengocok, menyedot dan mempermainkan lidahku di kontinya secara bergantian.

“terus.. ayo.. sedot Yang..”, serunya seiring dengan semprotan air maninya sebanyak empat kali di dalam mulutku. Kutelan semua maninya, gak menyisakan sedikitpun ketika kontinya masih didalem mulutku. Bahkan ketika air maninya sudah keluar semua dan tidak ada yang tertinggal di batang kontinya, aku justru menyedot kuat di lubang kontinya untuk meyakinkan bahwa air maninya telah keluar semua dan telah tertelan olehku. “Ah.. oh.. ahh., ruar binasa Yang. Hebat kali sedotanmu, cowok kamu bener2 coach yang baek ampe anak didiknya lihai banget dalam urusan sedot menyedot, kaya pompa aer sanyo ja”. .”, guyonnya lemas merasakan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dia rasakan. Sementara itu aku sudah mengeluarkan kontinya dari mulutku. aku tersenyum melihatnya terkapar puas sambil mengelus-elus kontinya yang perlahan-lahan mulai lemas.

“kamu sudah sering ngelakuinnya ya Yang ma cowok kamu”, tanyanya. “Soalnya kamu tadi sepertinya sudah pengalaman banget”, sambungnya. “Iya om diajarin cowok Inez ja gimana ngemut yang nikmat. Sudah sebulan Inez tak melakukannya makanya tadi Inez sangat agresif”. “Kenapa?” “Ia lagi tugas keluar pulau om, mungkin enam bulan baru balik”. “Wah.., kamu bisa tahan ndak”. “Kan ada om..”, jawabku genit.

Setelah merasa cukup istirahatnya, dia mulai lagi meraba2 toketku. “Sekarang giliranku lagi ya Yang”. aku senang ja selama permainan ini dia slalu manggil aku Yang, serasa bener2 dia tu cowokku, atau minimal pengganti cowokku yang dah pergi tugas. “Om, sedot toket Inez lagi ya, kaya tadi”, kataku sambil berbaring mengambil posisi terlentang di tempat tidur, namun kedua kakiku masih tergantung di pinggir tempat tidur hampir menyentuh lantai. langsung tangannya mulai bergerilya di toketku sambil mulut kami saling menutupi dan lidah kami saling tarik. “Mmh.. mmhh..”, suara kami berdua saling berbalas sambil menikmati permainan lidah kami dan tangannya yang sudah semakin liar di toketku.

Setelah kurang lebih sepuluh menit kami lakukan gaya itu akhirnya mulutnya menggantikan posisi tangannya untuk bergerilya ditoketku sementara tangannya sudah turun bermain di mekiku yang telah becek oleh lendir. “Oh.. ya.. sedot om, ahh..”, giliran aku melenguh karena mulai meningkat gairah birahiku akibat sentuhan kenikmatan yang aku dapat dari permainan mulut dan jari tangannya. “Sst.. agh.., masukkan jari om di lubang Inez dong” , sambungku lagi ketika dia mulai memainkan jari tangannya di dalam lubang mekiku. “om.. goyang di dalam agh..”, desisku menikmati permainan jari-jarinya di liang mekiku yang sudah sangat becek. “cepat om, ya.. sedikit lagi”, seruku sambil mengangkat kedua kakiku dan membuka kedua sisi pahaku sehingga mekiku terbuka lebar. Pantatku pun kini semakin bergoyang ke kiri-kanan yang kadang kuangkat-angkat sedikit.

Aku tidak ingin mencapai klimaksnya sendiri. “Om, gaya 69 dong, biar om enak juga”. Segera dia memosisikan dirinya dengan gaya 69 sehingga posisi wajahku tepat berada di depan kontinya yang berdiri tegak seperti tiang bendera, lalu kupegang batang kontinya yang sudah ereksi berat dan kumasukkan lagi ke dalam mulutku. “Ssrr.. cup.. cup..”, suara yang keluar dari mulutku ketika menyedot kepala kontinya dengan kuat sekali sehingga ketika aku menariknya keluar terdengar bunyi tersebut. “Ahh.. aggh.. wow..”, serunya kegelian akibat permainan mulutku terhadap kontinya. “Aduhh.. agh.. nikmatnya.., aku mulai rasa nih”, katanya memberitahu aku bahwa dia sudah mendekati klimaks.

Segera aku menyetop emutanku dan mengeluarkan kontinya dari mulutku secara perlahan agar dia dapat menahan orgasmenya sesaat. “Inez diatas ya om”, kataku sambil menyuruhnya berbaring gantian dipinggir tempat tidur dengan kakinya tetap tergantung ke lantai. Akupun berdiri dan mengambil posisi membelakanginya lalu dengan perlahan seperti orang yang akan duduk, aku meraih kontinya dan menuntunnya masuk ke dalam lubang mekiku. “Agh.. ohh..”, desisku ketika memasukkan kepala kontinya kedalam mekiku, kemudian kucabut lalu kumasukkan kembali. Gerakan itu kulakukan sebanyak dua kali. “Ya.. uhh.. auh..”, desahku lagi sambil mulai mengeluar-masukkan kontinya dalam mekiku. Aku berusaha untuk mencoba memasukkan sebagian demi sebagian kontinya hingga seluruh batang kontinya masuk semua hingga ke pangkalnya, kedua buah sisi pantatku telah rapat di kedua pahanya. “Ouhh.. sstt.. .”, desahnya ketika aku mulai bergoyang diatas kedua pahanya bak orang lagi menunggang kuda. Goyangan pinggulku sebentar-sebentar lambat dan sebentar-sebentar aku percepat putarannya dan naik turunnya pinggulku.

Setelah kira-kira sepuluh menit dalam posisi begitu akhirnya aku mulai merasakan mekiku menegang dan menghimpit kontinya dengan erat. goyanganku semakin cepat dan tidak beraturan. “Oma.. konti om nikmat sekali”, desahku dengan napas yang mulai tidak beraturan dengan goyangan naik turunnya tubuhku yang semakin cepat sehingga menimbulkan suara seperti orang yang bertepuk tangan akibat pertemuan kedua pahanya dan dua buah pantatku. Akhirnya, “Ouh.. om.. Inez keluar om.. ahh..”, desahku dengan nada yang sedikit panjang. Ketika itu juga tubuhku berhenti bergerak dan menekan turun tubuhku sehingga seluruh kontinya amblas masuk kedalam mekiku. “Oh.. nikmat sekali om..”, desahku. Lendir mekiku berhamburan keluar membasahi seluruh pangkal kontinya dan bulu jembutnya, sampai-sampai lubang anusnya ikut basah.

Menyaksikan erangan dan mimik kenikmatan serta jepitan otot mekiku akibat mencapai orgasme, kepala kontinya terasa ikut membesar. pinggulnya membuat gerakan memutar-mutar kecil. Sambil mendesis pelan, “Oh.. enak ya Yang” “Hmm, auh..”, jawabku. spontan dia langsung mengambil alih kendali dengan menyodok naik lubang mekiku sehingga tubuhku agak terlempar naik sedikit. “Aku ndak tahan nih ohh..” serunya sambil terus menyodok-nyodok lubang mekiku yang masih basah oleh lendir kenikmatanku.

Dia lalu duduk di pinggir tempat tidur dengan aku tetap di pangkuanku serta kontinya yang masih tetap bertahan di lubang mekiku dan membelakanginya. “Ohh.. ahh..”, desahku yang mulai kembali terangsang akibat kedua toketku diremasnya dari belakang sambil menciumi tengkukku. Aku juga mulai membuat gerakan-gerakan kecil dengan mengoyang pantat sehingga ujung kepala kontinya terasa menyentuh g-spotku. “Agh.. agh.. agh..”, desahku keenakan. Aku semakin tidak tahan dengan gerakan-gerakan kecilku dikombinasikan dengen tusukan kontinya yang gencar dari bawah, “Om, Inez dah mo nyampe lagi nih”, desahku semakin kuat dengan napas yang mulai tidak beraturan. “Cepet amir Nez, aku blon brasa banget mo ngecret”. “Ahh.. ya.. oh.. om.. ahh..”, desahku dengan sangat panjang mendapatkan orgasmeku kembali. Aku langsung nyender pada dadanya. “Om, nikmat banget deh maen ma om”.

Aku dibaringkan telentang diranjang dan dia segera menaiki aku untuk menuntaskan permainan ini. Dia mengarahkan ujung kontinya pada mekiku yang sudah basah dan sedikit terbuka itu. Sebelum dia sempat menusukkan ujung kontinya ke lubang mekiku, aku terlebih dahulu meremas dan mengocok-gocok kontinya dengan tanganku sehingga membuat dia semakin gemas. Kini senti demi senti dia mendorong ke depan hingga ujung kontinya pas tertuju pada lubang mekiku. Aku hanya membantu dengan kedua tangannya membuka kedua bibir memekku sehingga kontinya dapat menembus lubang mekiku dengan mudah. Dia mengangkat tinggi-tinggi kedua kakiku hingga ujungnya berada di atas kedua bahunya. Kurasakan kontinya masuk menyelusup ke dalam mekiku tanpa suatu kesulitan yang berarti hingga seluruhnya amblas. Aku semakin mengerang dan napasnya terengah-engah bagaikan orang yang lari dengan kencangnya. Suara dan napas kamipun saling memburu, sekujur tubuh kami dibasahi oleh keringat. AC di kamar itu nampaknya tidak terasa pengaruhnya. “Om, nikmatnya….”, erangku.

Aku menarik pinggulnya dengan keras dan diapun menekan kontinya ke dalam mekiku juga dengan keras sehingga peraduan antara kontinya dengan mekiku semakin dalam dan kencang. Genjotan kontinya semakin dipercepat sampai-sampai peraduan paha kami menimbulkan suara cukup keras. Kami sempat memperhatikan gerakan-gerakan kami itu di cermin besar yang ada di samping tempat tidur, yang diselingi dengan suara TV yang sengaja kami keraskan untuk menyamarkan suara kami.

Keringat yang membasahi tubuh kami semakin bercampur, sehingga terasa tubuh kami saling lengket. Aku gak puas dengan posisi di bawah, “om, inez pengen wot lagi”. Segera dikeluarkannya kontinya dari dalam mekiku lalu merobah posisi. Aku dengan sigap mengangkanginya lalu memasukkan kembali kontinya dalam mekiku lalu aku dengan cepat menggerakkan pinggulku ke kiri dan ke kanan, ke bawah dan ke atas, sehingga dia sulit menahan lahar hangat yang tertampung dalam kontinya.

Setelah beberapa saat, aku menawarkan padanya untuk nungging agar ia dapat dengan jelas mengamati gerakan-gerakan kami lewat cermin, namun dia gak mau agar tidak mengeluarkan lagi kontinya dari dalam mekiku sebab merasa sudah sangat mendesak ingin muncratkan maninya. Kali ini aku dengan keras dan cepatnya menggoyangkan pinggulku maju mundur dan kiri kanan, bahkan aku menarik dia bangun sehingga kami setengah duduk dengan meletakkan kedua pahaku di atas kedua pahanya, lalu pinggul kami bergerak seirama seolah kami saling mendorong dan menarik. Kakiku melingkar kebelakang tubuhnya.

Tiba2 dia memelukku keras, dia menyuruh aku memeluk lehernya, dia memegang pahaku dan berusaha untuk berdiri. “Mo ngapain om”. “Kamu blon perna digendong kan?” Setelah dia bisa berdiri sambil menggendongku, dia mulai menurunkan tubuhku pelan kemudian mengangkatnya kembali keatas, terasa sekali kontinya menelusuri liang mekiku pelan keluar masuk, sensainya beda banget ma wot di ranjang. “Gimana rasanya”. “Fantastis om, Inez blon perna ngerasain yang kaya gini, dia berjalan menuju ke tembok, badanku terayun pelan sehingga terasa sekali kontinya bergerak keluar masuk mekiku. Wah nikmat banget deh. Dia menekan punggungku ke tembaok dan mulai mengedutkan kontinya keluar masuk mekiku, dengan bersender ke tembok, dia bisa mengeluar-masukkan kontiny dengan lebi cepat ke dalam mekiku, aku mulai mengerang keenakan, “Om, luar biasa deh nikmatnya. Inez blon perna ngrasain gaya gendongan”. “Kan tadi aku dah bilang, aku demen banget ma cewek imut supaya bisa digendong2, ya inilah maksudnya”. Aku cuma bisa melenguh keenakan merasakan kontinya makin cepat kluar masuknya di meki aq.

Kami tidak mengubah lagi posisi hingga kami sama-sama mencapai puncak kenikmatan. muncratlah maninya dalam mekiku sambil terus memompa mekiku dari bawah dan mengikuti gerakanku. Bersamaan dengan aku kembali mencapai klimaxku. “Wah Yang, meki kamu dah peret, empotannya berasa banget, palagi wot, ulekan meki kamu kaya ulekan sambel aja, mana tahan”. “Ya gak papa, masi da ronde ke 2 kan”. “Pastinya, mana puas aku ngecret cuma sekali di meki kamu. Eh gak papa kan ngecret dalam meki kamu. “Gak papa kok om”. “Kamu lagi gak subur kan”. “justru lagi subur, makanya napsu Inez gampang banget terangsangnya”. “Wah gawat dong”. “tenang aja om, Inez da antinya kok, dikasi ma cowok Inez. Dia kan datengnya bisa kapan aja, sehingga kalo mo maen ya gak usah ribetin subur gaknya Inez, makanya dia kasi Inez antinya”. Wah hebat, kudu trima kasi tu ma cowok kamu”, jawabnya sambil tertawa. Dia mencabut kontinya pelan dari mekiku, bersamaan dengan melelhnya maninya dari mekiku, dia menurunkan aku dari gendongan ke ranjang, sehingga aku telentang diranjang dan dia menyusul terkapar disebelahku,

setelah cukup istirahat menenangkan napas yang memburu, baru kami ke kamar mandi untuk membersihkan konti dan meki yang berlepotan dengan mani, dibawah pancuran air hangat, kemudian andukkan dan segera kembali ke ranjang. Dinginnya ac menyengat tubuhku yang masi setengah basah sehingga kerasa dingin. “Om acnya dimatiin ja, dingin banget”. “Jangan dimatiin yang, ntar panas, naekin suhunya ja”, jawabnya sambil menaekkan suhu ac. “aku pasang di 25 drajat ja ya, ini minimum, pantes dingin banget jadinya, kan dah malem juga”. Dia kembali berbaring disampingku, memeluk dan mencium kening dan bibirku. kemudian berbaring sambil berpelukan, bermesraan. Kami saling bercanda dan bersenda gurau layaknya pasangan kekasih yang lagi dimabuk asmara. “Om, istirahat dulu ya, Inez dah lemes banget, om hebat ih bisa ngegiring Inez ampe 3 kali nyampe”. “iya kita istirahat dulu, gak usah buru2, kita masi punya waktu ampe besok siang”.

Kami berdua tidur nyenyak sekali, mungkin abis perang bratayuda sangat melelahkan. Aku terbangun karena pengen pipis, dia masih tertidur. Kulihat dah terang dibalikmkorden jendela. Segera aku ke kamar mandi dan memnunaikan hajat kecilku, Aku menggosok gigi dan mencuci muka. Belum selesai dia masuk kekamar mandi dan memeluk tubuh telanjangku dari belakang. “Selamat pagi sayangku”, katanya sambil mencium tengkukku sehingga aku menggelinjang kegelian. “Dah pipis dulu, tu kontinya ampe ngaceng keras ” Dia melepas pelukannya dan buang air imut, kemudian dia ikutan gosok gigi dan cuci muka. Aku keluar duluan dari kamar mandi dan berbaring di ranjang lagi.

Dia segera menyusulku, tanpa diperintah lagi dia langsung mendekatkan batang kontinya ke tangan ku. Segera kuelus dan keremas dengan gemas. Aku mendekatkan wajahku untuk mengulumnya. “Sarapan paginya ini ya om”. “Kamu dah laper ya Yang, siangan ya makannya sekalian cek out, gak usah nunggu ampe jam 12, kita brunch ja di mangdu sambil beli pakean buat kamu. Itung2 trimakasi dari kantor kamu dah bantuin 3 minggu dengan memuaskan”. “Juga dah memuaskan om juga malem ini kan”. “Ya itu juga, aku puas banget deh maen ma kamu, ruar biasa dah meki kamu, dah peret abis trus kedutannya tu gak nahan banget, ntar kita beli juga hadiah dari aku pribadi deh”. “Inez gak minta lo om, Inez juga puas banget kok maen ma om, jau lebi nikmat ma om katimbang cowok Inez. Inez mau deh jadi ceweknya om asal dikasi nikmat tiap malem”. “Wah kalo tiap malem, kamu mesti tinggal ma aku dong”. Aku cuma senyum ja sambil kembali mengulum kontinya. Dia mendesah

Gak lama dia menarikku berbaring lagi. kayanya dah pengen masuk lagi dia, kontinya dah full ngacengnya. dengan hangat aku dipeluknya dan aku pun membalas pelukannya. Bibirku diciumnya dengan penuh kehangatan dan kelembutan. aku menyambut ciumannya, dia menjulurkan lidahnya kedalam mulutku dan segera kubelit juga dengan lidahku. Bibirku yang telah berubah warna menjadi merah terus dipagutnya dengan posisinya yang menindihku.

Dia menghentikan pagutan bibirnya dan melanjutkan kebawah, terus kebawah sampe ke bukit mekiku. Dipandanginya bukit mekiku, kakiku direnggangkannya. Pagutannya beralih bibir mekiku. Pantatku terangkat dengan sendirinya ketika bibirnya mengulum bukit mekiku yang telah basah oleh cairan. Jilatan dan emutan pada klitku membuat pahaku menjepit wajahnya. Semburan panas keluar dari mekiku, aku hanya menggeliat dan menahan rasa nikmat yang diakibatkan oleh jilatan dan emutannya.

Dia kemudian menarik tubuhku agar pantatku pas di pinggir ranjang. Kakiku menyentuh lantai dan dia berdiri diantara kedua pahaku. batang kontinya diarahkan ke bukit mekiku. Dia sedikit lebih melebarkan pahaku sehingga klitku terlihat dengan jelas. Ia menggesek-gesekkan batang kontinya di bibir mekiku. Aku merangkulnya dan mencium bibirnya. Pagutan pun kembali terjadi, bibirku dengan lahapnya terus memagut bibirnya. Dia meraba-raba bukit mekiku dengan batang kontinya, kemudian didorongnya perlahan sehingga kepala kontinya melesak masuk mekiku.

Kuluman bibir kami terjadi lagi. Dadanya terus digesekkan ke toketku yang sudah mengeras. Aku mengangkat kakiku tinggi-tinggi untuk menambah nikmatnya. Kepala kontinya terjepit liang mekiku, sambil mencium telinga kiriku, dia menekan kontinya supaya masuk lebi dalam, batang kontinya sudah masuk ke liang mekiku hampir setengahnya. kakiku semakin kuangkat dan tertumpang di punggungnya. Tiba-tiba tubuhku bergetar sambil merangkulnya dengan kuat. “Aduhh..om” dan cairan hangat keluar dari bibir mekiku.

Mendapat guyuran air di dalam mekiku, dia lalu memasukkan semua batang kontinya ke dalam lubang mekiku. “Auh.. auh.. auh..” lenguhku. Aku terus menggoyang-goyangkan pantatku ke kiri dan ke kanan. Dia juga mengenjotkan pantatnya sehingga kontinya kluar masuk di mekiku. Nikmat banget rasanya pagi gitu dah dienjot dengan penuh napsu. Aku dengan ganasnya menggoyang-gonyangkan pantatku kekanan dan ke kiri membuat dia karena kuatnya jepitan bukit mekiku yang semakin menjepit. Beberapa menit kemudian dia memeluk badanku dengan eratnya dan batang kontinya ditekannya dalam2 dibarengi semburan panas maninya ke mekiku. Selang beberapa menit dia diam sambil memeluk aku yang masih dengan aktif menggerak-gerakkan pantatku ke kiri dan ke kanan dengan tempo yang sangat lambat.

Dia mendekapku sampai batangnye mengecil dan terlepas dari mekiku.Dia merebahkan dirinya disampingku. Dia mencium keningku, “Yang, makasi buat kenikmatan yang kamu kasi ke aku”. “Inez juga nikmat banget kok om”. Ya udah skarang kita mandi trus cek out”. Larena dah laper juga segera kita membersihkan diri di kamar mandi, berpakean dan langsung cek out. Mobilnya meluncur ke daerah mangdu yang gak jauh dari lokasi motel. Nomer satu kita mengisi perut yang dh dangdutan dan diskoan dari tadi. habis itu dia mblanjain aku pakean dan hape baru dan berakhirah sesi nikmat diantara kami berdua dengan dia nganter aku pulang, mungkin akan ada lanjutannya tapi blon bisa diramal skarang.